Hehe pak Jalal tekstual ya, nggak menangkap makna eupheumism sapaan "mau kemana?" yg artinya "apa kabar?". Ditambah lagi suasana hatinya.
Apa bedanya kultum ustaz El-Shinta dengan Rabiah?
Salam
Mia
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "Lina" <linadahlan@yahoo.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Thu, 18 Aug 2011 02:15:19
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Re: Serba-serbi puasa dari PPT - Salam...
Ada suatu episode kecil dalam PPT (Para Pencari Tuhan, sinetron), yang buat ane tersenyum dan mikir:
Ketika pak Jalal (orang ex terkaya di kampung tsb, yg skrg dah jadi miskin) mo jual baju na untuk sekedar membeli beras. Tapi gengsi die masih tinggi. Jadi pergi dengan diem2 dan berusaha supaya gak ada yang tau.
Ditengah jalan pak Jalal ditegur oleh seseorang. Teguran basa basi yang banyak dilakukan oleh kita orang Indonesia. "Mo kemana, Pak Jalal?" [bahasa Jerman na "bade' kamana?"]
Intinya pak Jalal gak suka ditegur basa basi seperti itu. Sebetul na gak suka na karena rasa gengsi na tsb. Pak Jalal typical orang yg gampang sewot, kadang apa yang diomongin bisa buat orang jengkel, meski apa yg diomongin bener adanya.
Alasan pak Jalal, kalo ditegur sperti itu membuat dirinya susah untuk menjawab. Mo terus terang malu, mo boong..dilarang agama. Ha ha ha jadi pak Jalal ngomel2 ama orang yg negor yang akhir na die bilang,"kenape sih negor na gak pake assalamu'alaikum ajah? Kalo gitu kan gw cukup jawab dengan wa'alaikumussalam. Beres kan?"
Hmm di negara sono pun gak suka kalo ditegor sapa tiba2 "where are you going?". Pasti dijawab,"it is not your business!"...:-)
wassalam,
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, aldiy@... wrote:
>
> Menjelang berbuka di radio El-Shinta ustaz memberikan kultum yang maksudnya mungkin memotivasi, kalau percaya kepada Allah SWT, yakinlah akan mendapatkan apa saja yg kita inginkan. Contohnya kata ustaz, pergilah ke pasar tanpa bawa duit dan lakukan tawar menawar seolah2 kita mau beli barang itu. Yakinlah, maka yg terjadi ternyata ada kenalan yang memanggil2, dan ternyata dia sudah membayarkan barang itu sebagai hadiah!
>
> (Ini bertolakbelakang beda banget deh dengan kultumnya Rabiah Al Adawiyah, ya mba Lina?)
>
> Salam
> Mia
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment