Advertising

Wednesday, 17 August 2011

[wanita-muslimah] cerpen: Apa itu Surga

 

Ada sebuah sajak pendek, pengarangnya anak SD yang namanya tak kuingat lagi,
dulu pernah kubaca di majalah anak-anak, dan sajak itu beberapa waktu lalu
pernah terdengar lagi dari mulut seorang anak remaja dengan redaksi yang
berbeda tapi ada kemiripan kata-kata. Kira-kira begini bunyinya :

*Apa itu Surga*
Kata Mama, "Surga itu indah"
Lalu kutanya, "Adakah gunung dan pantai di sana?"
Kata Mama, "Di sana semua ada, pemandangan indah yang tak bisa terlukiskan"
Kutanya lagi, "Adakah roti keju dan susu coklat kegemaranku?"
Kata Mama, "Semuanya ada. Tuhan menyediakan segalanya di surga"
Dan aku bertanya lagi, "Kalau begitu, bolehkah aku sekarang pergi kesana,
duhai Mama?"
Tiba-tiba mama menangis seraya memelukku
Kutanya pada mama, "Kenapa mama menangis?"
Mama menatapku lekat-lekat sambil berurai air mata
Lalu mama berucap, "Jangan sekarang, yah sayang… Jangan tinggalkan mama"
Aku bingung, Apa itu surga

Susi, anak remaja itu, yang juga memiliki sebuah blog pribadi, sebelum
menutupkan mata selamanya, ia bercerita bahwa sajak pendek itu ia bacakan di
depan orang tuanya. Terbayang sedihnya, hati ortu Susi pasti amat berduka,
di kala membacakan itu, Susi kan sudah terkapar di rumah sakit, selalu
terapi pengobatan karena kanker yang diidapnya. Dan pasti semua orang tua
akan menitikkan air mata kalau anaknya membaca sajak tersebut dengan penuh
penghayatan. Kesucian jiwa anak-anak mengantarkan kesederhanaan berpikir
dalam menggapai impiannya.

Saking menggambarkan kenyamanan dan bahagianya kata "surga", setiap orang
bisa punya sudut pandang masing-masing saat melukiskan maknanya. Misalkan
abah Cecep yang tukang becak, tetanggaku di bandung dahulu, beliau bilang,
"Wah, kalau abah tiap hari kan nyetir becak, mungkin kalau pas bisa nyetir
sedan mewah, berasa kayak di surga yah…hehe", candanya. Ada-ada saja, si
abah.

Lain lagi pikiran Mang Udin yang kerja di proyek bangunan, selalu kerja
keras dari subuh sampai menjelang malam. Sampai-sampai Mang Udin pernah
nyeletuk, "Haduh, Saya mah gak ada hari libur, susah ngambil cuti kayak yang
kerja kantoran. Kalau Mang Udin ini cuti seharian, bisa tidur seharian
sambil maen sama anak-anak, terus tidur lagi dan makan enak, wah, ibaratnya
sedang berada di surga dong yah…". Semua yang mendengar jadi tersenyum.

Bagi para ibu, merawat, mendidik anak-anak dan kebersamaan jalan perjuangan
dengan suami adalah upaya merajut jalan ke surga-Nya. Bagi para suami,
mengemban amanah sebagai imam dalam keluarga, melihat senyum ceria istri dan
anak-anak adalah merintis keridhoan-Nya menuju kenyamanan surga. Sedangkan
bagi anak-anak, serasa di surga jika bisa bermain dengan ayah-ibu yang
komplet setiap hari, bisa mengerjakan apa pun yang disukai, atau berlibur
sepuasnya tanpa diganggu Pe-Er atau tugas lain dari sekolah, dll.

Lain pula para politikus dan atau penguasa di kursi-kursi empuk, nampaknya
surga diartikan sebagai posisi atau kedudukan, kalau menang setelah pemilu
'bagaikan' masuk ke pintu surga, semua jalan terasa mudah, sanak family
bersuka cita, ikutan bahagia diajak jalan-jalan gratis melanglang buana,
diistimewakan dalam pelayanan apa pun juga, meskipun menyadari dana yang
dipakai adalah uang rakyat hasil ngutang dari badan keuangan dunia.
Astaghfirrulloh…

Ada seorang saudari sholihat yang bercerita tentang teman baiknya, ibu Inah.
Ketika di telepon ibu Inah bilang, "Saya tinggal di surga lho, jeng…"

"Lho…koq begitu, maksudnya gimana nih jeng…?", tanya temannya.

Bu Inah berceloteh, "Iya…tiap subuh selalu dibangunkan adzan subuh, yang
adzan suami saya sendiri atau anak-anak. Rumah kami sekarang menempel
langsung dengan masjid, lho jeng… bertetangga dengan keluarga penjaga
masjidnya, terasa kayak di surga toh jeng? Hehehe…"

Sang teman sangat terharu dan merasa memperoleh hikmah-Nya, Alhamdulillah,
betapa bersyukurnya bu Inah, kalian taukah bahwa rumah mereka hanya sepetak
ruang berukuran kira-kira 3 X 4 meter saja? Lagi pula, ruang kos-an itu
berstatus mengontrak. Dengan ruangan kecil itu, bu Inah merasa bahagia
ibarat sudah tinggal di surga sebab setiap waktu sholat wajib, mereka
sekeluarga bisa on-time sholat berjama'ah. Subhanalloh. Sedangkan bagi orang
lain, mungkin suara adzan dianggap pengganggu tidur.

*"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?"* (QS. Ar-Rahman
[55] : 13)

Ustadz Sofyan yang merupakan dosenku pernah mengatakan bahwa seseorang
ditempatkan di surga ataukah neraka kelak adalah keputusan atau
kehendak-Nya, siapa yang dilimpahi pertolongan-Nya, ampunan serta keridhoan
Allah ta'ala maka surga tempat persinggahan akhirnya. Sedangkan siapa yang
dikehendaki-Nya untuk menerima adzab, maka persinggahan akhir adalah neraka.
Dan orang-orang beriman melalui jalan terjal di dunia untuk mengecap
kebahagiaan di akhirat, perjalanan susah, dilanda sakit, diuji dengan
beragam cobaan hidup sehingga tak terpikir untuk bertanya tentang surga,
yang ada dalam benak kaum mukmin adalah memohon petunjuk-Nya, keridhoan dan
kasih sayang Allah SWT.

Nabi *Shallallaahu alaihi wa Sallam* bersabda, *"Dunia adalah penjara bagi
orang mukmin dan surga bagi orang kafir." Dan dalam hadits lain disebutkan,
"Kematian adalah hiburan bagi orang beriman."* (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya dengan
sanad hasan)

Ya Allah, Yaa Rahman Yaa Rahiim, Jadikanlah kami termasuk golongan orang
yang senantiasa ingat kepada-Mu, selalu mensyukuri nikmat-Mu dan selalu
meningkatkan kualitas beribadah kepada-Mu, serta selalu memperoleh
ampunan-Mu, amiin. *Wallohu 'alam bisshowab*.
by : bidadari_Azzam

--
Aldo Desatura ® & ©
Twitter = @desatura
YM = desatura
Facebook = hanjakal@gmail.com

================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment