kata2 anda terlalu berlebihan. gimana kalo ada yang mengatakan anda dengan kata2
yang menyakitkan? bodoh/tolol/ dungu/ bego misalnya.
kira2 apa perasaan anda bung Nyomba??????
Kata pengikut NU (yang insya Allah muslim ya???)....jaga ucapan/tulisannya mass
Bachtiar Nyambel...ech salah Nyomba.....
WassWr Wb
Nitra Hafas
Powered by Lenovo Uaaanyar ®
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
________________________________
From: Karaeng Galesong <karaeng.galesong75@gmail.com>
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com; istiqlal@yahoogroups.com;
kmnu2000@yahoogroups.com; Muhammadiyah-Indonesia@yahoogroups.com;
HASMIPUSAT@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, November 23, 2010 5:18:25
Subject: Re: [wanita-muslimah] Mahfudz: Ini Lebih dari Zaman Budak
Assalamualaikum Wr Wb,
Anda seperti tidak tahu akal bulus dan licik antek-antek PKS...mahfudz
siddiq itu kan PKS, jadi dia pura-pura tidak tahu.
Siapa tahu dia sudah dapat "kerlingan" mata dari arab, jadi pura-pura
tidak tahu dan bego, atau memang bego dan tolol beneran ya?...
Bukannya TKI itu hitungannya seperti budak disana?, makanya jangan
jadi bego dan tolol seperti Mahfudz Siddiq....
Wassalamualaikum.
Bachtiar Nyomba
On 11/22/10, sunny <ambon@tele2.se> wrote:
> Refleksi : Koq baru tahu perlakuan di Arab Saudia lebih dari zaman budak,
> Kemana saja Pak Mafudz selama ini?
>
>http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/11/18/09114935/Mahfudz:.Ini.Lebih.dari.Zaman.Budak
>k
>
> Nasib TKI Sumiati
> Mahfudz: Ini Lebih dari Zaman Budak
>
> Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
> Kamis, 18 November 2010 | 09:11 WIB
>
>
> KOMPAS/RIZA FATHONI
> Ilustrasi: Peserta aksi dari Migrant Care menyeka air mata saat berunjuk
> rasa di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Jumat (23/4/2010).
> JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penyiksaan Sumiati di Arab Saudi dinilai sudah
> melebihi zaman perbudakan. Maraknya perlakuan tak wajar yang dialami para
> tenaga kerja Indonesia di luar negeri menunjukkan pengabaian terhadap hak
> asasi manusia yang sebenarnya sudah dijunjung hampir semua negara di dunia.
>
> "Kasus-kasus kekerasan yang dialami tenaga kerja wanita pembantu rumah
> tangga sudah melebihi zaman perbudakan. Pemerintah tidak boleh abai dengan
> berlindung pada sebutan TKI sebagai pahlawan devisa," ungkap Ketua Komisi I
> DPR Mahfudz Siddiq, Kamis(18/11/2010).
>
> Belajar dari kasus Sumiati, politikus PKS itu mengatakan, pemerintah tak
> memiliki pilihan lain selain menghentikan pengiriman TKI untuk pekerjaan
> pembantu rumah tangga ke luar negeri, terutama mereka yang tidak memiliki
> pendidikan dan keterampilan yang memadai. Pasalnya, terhadap tenaga-tenaga
> kerja yang demikian, kasus-kasus serupa mungkin sekali berulang dan
> pemerintah dinilai selalu saja abai terhadap nasib TKI.
>
> "Ini demi harga diri bangsa dan pemeliharaan hak-hak asasi setiap WNI.
> Selama yang dikirim TKI PRT yang tidak berpendidikan dan tidak
> berketerampilan cukup, kasus-kasus serupa akan terus terjadi, dan pemerintah
> tak bisa berbuat apa-apa. Pemerintah hanya batasi pengiriman TKI terdidik
> dan berketerampilan khusus," ujarnya.
>
> TERKAIT:
> a.. Kasus TKI Sumiati Ditangani Serius
> b.. Presiden: Ini Kasus Luar Biasa
> c.. Presiden Minta Linda Dampingi Sumiati
> d.. Presiden: Itu Penyiksaan Luar Biasa!
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment