Advertising

Wednesday, 24 November 2010

[wanita-muslimah] Re: Weiterl.: [mimbarpolitik] Arab Saudi Tolak Visa Tim Investigasi TKI

 

Terimakasih Pak Wirantaprawira atas kiriman postingnya...

Kalau saya membaca dan menyimaki isi berita mengenai "penolakan visa tim
Investigasi TKI ke Saudi Arabia" jadi bertambah miris dan geram tapi malu
rasanya menjadi wni...

Dengan berita dibawah ini, seakan-akan konsumsi pembaca diberi kesan dan pesan
khusus, bahwa penghinaan dan pelecehan terhadap negara R.I. hanya karena ulah
kebodohan sistim kerja diplomatik pemerintahannya yang rendah dan tidak
profesional.

Namun biarbagaimanapun juga, pengujian cara kerja pemerintah SBY ini dalam
penanganan kasus pelanggaran HAM terhadap saudara2 kita yang bekerja sebagai TKI
di Saudi Arabia ini perlu dibuktikan, sampai sejauh mana keberhasilan mereka
bekerja untuk keberpihakannya pada nasib TKW yang sebagai jasa pasokan negara
R.I. Apakah kasus penangannya akan dilakukan sampai tuntas?

Karena Kaum pekerja TKWlah sebenarnya yang lebih berhak dan berwenang mendapat
perlindungan hukum bekerja di Luar negeri, bahwa berhak mendapat penghargaan
Pahlawan Nasional tahun 2010...

Menyambung hal Berita spektakuler dibawah ini, bukankah maksudnya mungkin hanya
untuk menyenangkan hati media massa yang punya konsumsi pembacanya yang gandrung
akan berita sensasional...

Rakyat Indonesia yang sudah mulai kritis dalam hal menilai ulah sistim warisan
pemerintahan Orde baru, tak mungkin bisa lagi direkayasa dan dibodohi terus
dengan melalui alat medianya...
Sudah terlalu banyak kasus2 pelanggaran HAM berat dan kasus Korupsi uang rakyat
yang tidak ditangani sampai tuntas oleh para penguasa jajaran pemerintahan SBY
ini...

Bukankah sebenarnya sudah ada standart paket Hukum Internasional dalam
perjanjian hubungan bilateral antar IND&Saudi Arabia?

Buat penanganannya, bukankah seharusnya didahului dgn melalui komunikasi antar
kedutaan. Megingat target kesepakatan dalam hal pengusutan nasib pekerja WNI di
Saudi Arabia harus ditangani atau dilakukan bersama oleh ke dua negara tsb..

Sementara itu wakil pemerintah R.I., melalui menteri luar negeri Indonesia,
menjalankan pula tugas pekerjaannya dgn kedutaan Saudi Arabia di jakarta,
kemudian ke saudi arabia guna mematangkan rencana penanganan kasus terkait guna
mengirim TIM ekspertsnya untuk investigasi dst?

Kita semua sudah tau lama, tentang peran dan langgam kerja diplomatik di KBRI
dalam bertugas, katanya, selain untuk melindungi hak hidup WNI di luar negeri,
juga sekaligus digunakan untuk mengontrol warga negaranya melalui mekanisme
kerja2 interpol yang bekerjasama dengan negara setempat. Hal ini pernah
dilakukan pula tindakannya di Belanda tahun 90an yang kritis terhadap penguasa
rejim soeharto, nyatanya bisa cepat teridentifikasi kemudian ditindak lanjutkan
dengan cara mencabut paspornya ke salah satu aktivis organisasi mahasiswa..

Salam,
MiRa

http://sastrapembebasan.wordpress.com/
http://tamanhaikumiryanti.blogspot.com/
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/

________________________________
From: Dr. Wirantaprawira <wrw@gmx.net>
To: ameyvalk@msn.com; A.D.Sjamsudin <d.sjamsudin@upcmail.nl>; H. Adhani
<hani_adhani@yahoo.com>; Bapak KonJen RI <damos.agusman@deplu.go.id>;
cyntha@gmx.net; chipsabirin@yahoo.de; ernesthadinoto@yahoo.com;
faiz@mahkamahkonstitusi.go.id; mgazali@indomuslim.org; hada_fathan@yahoo.com;
islamic-world@normativeorders.net; j.shamlanmat@yahoo.com; karepkumas@yahoo.de;
kemas_n@yahoo.de; la_luta@yahoo.com; Ra Larasati <ra_larasati@yahoo.com>;
maulanappln@yahoo.de; Sri Megawati <megawati_daf@yahoo.de>; nahdiyati@yahoo.com;
rusdin@sumbajak.de; rotambunan@gmail.com; suratno_paramadina@yahoo.com
Sent: Tue, November 23, 2010 4:53:22 AM
Subject: Weiterl.: [mimbarpolitik] Arab Saudi Tolak Visa Tim Investigasi TKI

What next ????? Stop slavery !!!!!



-------Originalmeldung-------

Von:
Datum: 22.11.2010 22:49:56
An:
Betreff: [mimbarpolitik] Arab Saudi Tolak Visa Tim Investigasi TKI


http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/12/9687

Senin, 22 November 2010
Arab Saudi Tolak Visa Tim Investigasi TKI

JAKARTA. Tim investigasi khusus TKI yang ditugaskan Presiden Susilo Bambang
(SBY) menelusuri fakta penyiksaan dan pembunuhan buruh migrant Arab Saudi tak
kunjung berangkat. Kendalanya, visa yang diajukan tim tersebut ditolak
pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang disampaikan melalui Kedubesnya di Jakarta.

Hal itu cukup ironis mengingat tim terdiri dari sejumlah pejabat tinggi negara
yang dipimpin langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Linda Amalia Sari Agum Gumelar. Tidak jelas benar alasan tak kunjung keluarnya
visa tersebut membuat para anggota tim geram. "Saya tegaskan, sampai hari ini
saya belum menerima visa. Enggak tau apa masalahnya, tapi kita hormati saja
karena mereka berhak menentukan siapa yang boleh masuk ke negaranya," ujar Linda
dengan nada tinggi ketika ditemui di Jakarta Minggu kemarin (21/11).

Linda pantas gusar. Karena tekanan dari media sangat besar terutama karena tak
kunjung ada kejelasan kapan tim akan berangkat ke Arab Saudi. Sedangkan, kasus
yang melibatkan dua TKI yakni Sumiati (korban penyiksaan asal Dompu, NTB) dan
almarhumah Kikim Komalasari (TKW korban pembunuhan di Arab Saudi) terus bergulir
tanpa kehadiran tim bantuan hukum dan perlindungan dari Indonesia.

Menurut Linda, sejumlah anggota tim yang terdiri dari para pejabat gabungan
esselon I dan II dari sejumlah instansi sudah jadi dalam satu-dua hari ini.
Namun, visa khusus kunjungan Menteri masih belum jelas karena hanya bisa
diputuskan oleh pihak berwenang di Kerajaan Arab Saudi dan bukan oleh Kedubesnya
di Jakarta."Jangan suudzon dulu. Baiknya saya tunggu dulu. Semoga pekan ini
sudah ada kejelasan." Kata dia.

Besar kemungkinan, tim bentukan Presiden akan berangkat dalam dua kloter.
Kelompok yang pertama terdiri dari para pejabat gabungan dari Kemenlu,
Kemenakertrans, dan BNP2TKI yang akan berangkat. Sedangkan, Linda sebagai ketua
tim akan menunggu izin Kerajaan Arab Saudi.

Secara terpisah, pemerintah menyatakan bahwa Jenazah Kikim Komalasari binti Uko
Marta, 36, diperkirakan baru bisa tiba di Tanah Air dalam satu hingga dua pekan
mendatang. Pemerintah masih mengurus surat yang diperlukan untuk kepulangan
jenazah Kikim dari Arab Saudi. Sembari menanti proses hukum kepada majikan yang
membunuhnya, jenazah akan segera dikebumikan di kampung halamannya sesuai
permintaan keluarga. Yakni, di Kampung Babakan Hurmat RT 3/1, Desa Mekarwangi,
Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat. (zul/iro/jpnn)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Be a homeroom hero � help Yahoo! donate up to $350K to classrooms!


Find useful articles and helpful tips on living with Fibromyalgia. Visit the Fibromyalgia Zone today!

.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment