Cintaku Seolah-olah Tergadai (2) *Istriku Tak Mau Melayaniku di malam
pertama*
*SEBELUMNYA* diceritakan, Jaeni yang bercita-cita akan meneruskan ke
pascasarjana, malah sebelum selesai kuliah dipaksa ayahnya untuk menikahi
seorang gadis tua, putri sahabat ayahnya. Wanita itu memang menarik bagi
Jaeni meski usianya jauh di atasnya, namun Jaeni lebih suka meneruskan
kuliah. Tapi apalah daya, sang calon menantu sengaja menyimpan jasa,
memberikan uang jutaan rupiah. Apa yang terjadi selanjutnya? Ikuti kisahnya
yang ditulis *H. Undang Sunaryo*. Semoga bermanfaat dan menjadi cermin.
*BULAN* September 2006, aku diwisuda dan meraih gelar sarjana pendidikan.
Karena sudah janji dan sepakat antara kedua belah pihak, tanpa melakukan
tukar cincin lagi, maka tiga bulan kemudian aku menikah dengan Dahlia. Dalam
resepsi pernikahan bukan main wah nya. Malum namanya orang kaya pada resepsi
di sebuah hotel mewah dihadiri sejumlah undangan para kerabat ayah dan
mertua.
Di balik mewahnya resepsi pernikahan terselip rasa penyesalan. Mengapa aku
menyerah begitu saja kepada ayah dan ibu serta takluk dengan rayuan Pak
Karta dan istrinya? Padahal aku belum saatnya berumah tangga. Aku masih
pemuda yang belum tersentuh dengan wanita. Di balik itu aku pun sempat
diolok-oloki teman-teman. Katanya aku mauan menikah dengan perawan jomblo.
Bahkan ada beberapa teman yang sinis menuding aku gila harta,
Pada malam pertama aku bingung juga. Kok sang istri tak mau digauli. Padahal
malam pertama merupakan malam yang paling indah alias sorga dunia bagi
pasangan pengantin. Dia tidur nyenyak sambil membelakangiku di sampingnya.
Dibangunkan berkali-kali dia tetap tak mau berubah. Hingga pagi malam
pertama adalah malam yang pahit dalam hidupku.
Barulah pada malam ketiga dia mau aku gauli. Itu pun terjadi dalam keadaan
terpaksa, setelah aku melontarkan ancaman bahwa jika dia tidak mau, maka
akau akan pulang ke rumah orangtua saat itu juga. Malam ketiga dan
seterusnya sama dengan pertama dan baru dikasih lagi pada malam ke tujuh.
Alhamdulillah meski hanya bisa dihitung dengan jari aku berhubungan suami
istri, istriku hamil. Ayah mertua merasa bangga melihat anak perempuan
satu-satunya mengandung. Apalagi ibu kandungnya sering mengumbar janji jika
nanti lahir cucu perempuan akan dijadikan sebuah jimat. Soalnya cucu dari
anak pertama dan kedua semuanya laki-laki.
Aku kira setelah hamil, istri semakin kental menaruh kasih sayang terhadap
diriku. Namun apa yang terjadi? Masya Allah! Hidupku semakin tertekan
tinggal di rumah mertua. Coba saja setiap hari aku harus mengantar dan
menjemput istri ke kantornya di Bandung. Pagi hari aku antarkan dan sore
hari aku jemput pakai sepeda motor dengan jarak jauh dan sering terjebak
macet.
Tingkah sang ibu mertua semakin menjadi-jadi. Setiap hari selalu
menyindirku. Dikatakan aku tak pernah member nafkah terhadap istriku.
Padahal aku punya pekerjaan serabutan dan hasilnya pun langsung aku berikan
sama istri. Anehnya jika aku mengasih uang, istriku selalu menolak sambil
berkata, "Tak perlu kasih uang, aku punya uang sendiri!"
Atas sikap istri seperti itu, aku tak ambil pusing. Setiap hari aku sisihkan
uang dan ditabungkan di bank. Namun istriku suka melapor sama orang tuanya
bahwa dirinya tak pernah dinafkahi. Itulah yang sangat menyakitnkan. Karena
aku tak tahan menahan sakit, aku pernah seusmbar menanyakan janji-janji ayah
dan ibu mertua. Kapan aku dfan istri akan diberi ruko dan rumah mewah di
kota seperti yang pernah dijanjikan dulu?
Atas pertanyaan itu ayah mertua langsung marah, dengan melontarkan kata yang
amat menyinggung perasaan. Disangka aku laki-laki tak tahu diri,
pengangguran, tak bertanggung jawab, pengeretan, dlsb.. Nah sejak itulah
istriku tidak dibolehkan tidur seranjang denganku. Setiap malam istri tidur
dikeloni ibunya sendiri. Aneh mengapa istriku nutut sama ibunya bukan nurut
aku suaminya. Masya Allah. (Bersambung)**
--
Aldo Desatura ® & ©
Twitter = @desatura
YM = desatura
Facebook = hanjakal@gmail.com
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment