Advertising

Sunday, 9 December 2012

Re: [wanita-muslimah] Ibrahim dan Latta Uzza

 

O-oh, maaf mbak Mia. Karena membaca nama Pak wikan, langsung saya respons pak Wikan. Sori, sori.
KM



From: "aldiy@yahoo.com" <aldiy@yahoo.com>
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Sunday, December 9, 2012 3:07 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ibrahim dan Latta Uzza

 
Ini akyuuu loh pak KM....:-)

Salam
Mia
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Kartono Mohamad <mohnuh2002@yahoo.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sun, 9 Dec 2012 15:19:30 +0800 (SGT)
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah@yahoogroups.com>
ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ibrahim dan Latta Uzza

 
Betul Pak Wikan, para wali songo yang seharusnya mengajarkan prinsip egaliter dalam islam ke nusantara malah menghidupkan feodalisme. Para Sunan itu pada umumnya membangun dinasti sendiri, atau mempengaruhi (mendikte) dinasti yang ada, atau membentuk dinasti baru yang dipimpin oleh salah satu anak buahnya, kerabatnya, atau orang yang direstuinya.
Feodalisme menyatu dengan agama. Seperti Paus di Eropa di abad pertengahan. Jadi Sultan Bintoro tunduk pada Sunan demak, Sunan Kudus mempengaruhi Pajang, dan Mataram didirikan oleh Sutawijaya, lawannya Sunan Kudus. Ada yang bilang bahwa Mataram didukung oleh beberapa Sunan, sehingga Sunan Kudus tidak bisa intervensi lagi. Raja-raja di luar Jawa (terutama yang di Indonesia Timur) entah ke yang mana, Pak Chodjim mungkin lebih tahu.
Feodalisme yang menyatu dengan agama nampaknya lebih bertahan di kalangan NU, dengan kedudukan para Kiai dan para Gus yang lebih tinggi dibanding rakyat biasa dan ada istilah "darah biru" yang mempunyai privilese tertentu.
KM



From: "aldiy@yahoo.com" <aldiy@yahoo.com>
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Sunday, December 9, 2012 11:33 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ibrahim dan Latta Uzza

 
Pak Wikan,
persoalan utama Nusantara waktu dulu jaman walisanga, semangat Islam yg egaliter nggk pernah mengejawantah atau memberdayakan masyarakat yg emang egaliter. Antara lain terhalangi oleh lapisan elit, dari bangsawan, diwariskan ke militer dan nanti ke korporat. Elit ini orientasinya membangun dinastinya sendiri, sampe isi negara pun dijualnya, termasuk perempuannya.

"Kecelakaan sejarah" terjadi di peristiwa seperti Syekh Siti Jenar, yg nggak pernah diijinkan menunaikan tugasnya memberdayakan rakyat. Sifat welas asih tepo seliro malah jadi bumerang ke kita. Rakyat bukan hanya menghidupi para elit parasit, tapi juga kehilangan kecakapan dan tata kelolanya (i.e growing culture of carelessness).

This time it will be different. How would that be different?

Salam
Mia
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: aldiy@yahoo.com
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 8 Dec 2012 06:18:42 +0000
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ibrahim dan Latta Uzza

 
Perubahan yg sustainable itu terjadi dg tercapainya equilibrium kompleksitas yg baru. Reformasi misalnya. Kita evaluasi apa yg dicapai dan apa pengorbanannya?

Islam sedang ditafsirkan kembali di Nusantara, di tengah hegemoni timur tengah dan globalism. Mesti dikawal prosesnya. Kayaknya panjaaaaang ni, dan transisinya gimana yaaa...dijawab nggak yaa, hehe jadi alay.

Salam
Mia
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Wikan Danar Sunindyo <wikan.danar@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 8 Dec 2012 06:58:08 +0100
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ibrahim dan Latta Uzza

 
ya, saya sih mencoba melihatnya dari perspektif hegelian, ada thesis,
antithesis kemudian sinthesis
mungkin agak sedikit mengkhawatirkan, tapi saya yakin ada sinthesis
dari pemikiran2 yang berbeda2 itu di kemudian harinya
apalagi sifat orang Indonesia ini pada dasarnya tepo seliro, welas
asih dan penuh dengan harmoni
ini yang menurut saya perlu di-endorse dan diingatkan kembali seperti
halnya jaman wali songo menyebarkan islam di nusantara

salam,
--
Wikan

2012/12/8 <aldiy@yahoo.com>
>
>
>
> baca kesimpulanku sebelumnya Pak Wikan. Ini riskan dan perlu diperhatikan.
>
> Salam
> Mia




__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (20)
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment