Kamu akan dicari anggota saya !!! Kamu sudah menghina Gus Dur !!!
On 11/23/10, grek_2002@yahoo.com <grek_2002@yahoo.com> wrote:
> Ah lonte berisik
>
> -----Original Message-----
> From: salma.arif@rocketmail.com
> Sender: istiqlal@yahoogroups.com
> Date: Tue, 23 Nov 2010 09:36:02
> To: <istiqlal@yahoogroups.com>
> Reply-To: istiqlal@yahoogroups.com
> Subject: Re: [Istiqlal] Re: [kmnu2000] Gus Dur Dianggap Lebih Berhasil Urus
> TKI
>
> Mampus lu....
>
> Cari aja itu si greg yg bisanya cuman menggonggong....
>
> Huahahahahahahaahaha....
>
> Awas di clurit nanti sama banser dan ansor....mampus lu....
>
>
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: Karaeng Galesong <karaeng.galesong75@gmail.com>
> Sender: istiqlal@yahoogroups.com
> Date: Tue, 23 Nov 2010 16:33:48
> To: <istiqlal@yahoogroups.com>
> Reply-To: istiqlal@yahoogroups.com
> Subject: [Istiqlal] Re: [kmnu2000] Gus Dur Dianggap Lebih Berhasil Urus TKI
>
> Kamu sudah menghina Gus Dur !!! Jadi kamu akan kami cari !!!
>
>
>
>
>
> On 11/23/10, grek_2002@yahoo.com <grek_2002@yahoo.com> wrote:
>> Bego
>> Bukan menghina Gus Dur
>>
>> Dia itu gak cocok jadi presiden gak bikin ini negara maju
>>
>> Dipecat yang ada
>>
>> Itu kenyataan
>>
>> Payah lo
>> -----Original Message-----
>> From: Karaeng Galesong <karaeng.galesong75@gmail.com>
>> Sender: istiqlal@yahoogroups.com
>> Date: Tue, 23 Nov 2010 09:40:48
>> To: <kmnu2000@yahoogroups.com>; <istiqlal@yahoogroups.com>;
>> <Muhammadiyah-Indonesia@yahoogroups.com>;
>> <wanita-muslimah@yahoogroups.com>;
>> <HASMIPUSAT@yahoogroups.com>
>> Reply-To: istiqlal@yahoogroups.com
>> Subject: [Istiqlal] Re: [kmnu2000] Gus Dur Dianggap Lebih Berhasil Urus
>> TKI
>>
>> Assalamualaikum Wr Wb,
>>
>>
>> Hidup Gus Dur....Hidup Gus Dur !!!
>>
>> Awas ya kamu Greg Le Mond!!! Sudah menghina Gus Dur!!! Ayo Banser dan
>> Ansor cari si Greg ini!!!
>>
>>
>>
>> Wassalamualaikum.
>>
>>
>> Bachtiar Nyomba
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> On 11/23/10, Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@yahoo.com> wrote:
>>> #GusDurLegacyOnWorker by @wahyususilo
>>>
>>>
>>> Gus
>>> Dur adalah salah satu pendiri SBSI serikat buruh independen era orde
>>> baru, dan Gus Dur pasang badan untuk aktivitas pembelaan buruh, sewaktu
>>> jadi Presiden, beliau meminta Serikat Buruh dan NGO secara reguler beri
>>> input ttg masalah Buruh dan TKI
>>>
>>> Gus Dur bertindak langsung atas usulan, saran dan kritikan ttg buruh dan
>>> TKI
>>> soal UU, hukuman mati TKI dan Menaker yang lelet
>>>
>>> Gus
>>> Dur mencabut UU no25/1997 tentang Ketenagakerjaan yg Eksploitatif, Anti
>>> Serikat dan tak ada proteksi TKI, Penerbitan Permenaker no.150/2000 ttg
>>> Pesangon untuk antisipasi dampak PHK pada buruh
>>>
>>> Gus Dur meminta raja fahd membatalkan eksekusi mati thd siti zaenab tkw
>>> bangkalan di saudi arabia
>>>
>>> Gus Dur mencopot Bomer Pasaribu dari Menaker karena Tidak Aspiratif dan
>>> Responsif pada kasus2 Buruh dan TKI
>>>
>>> Gus Dur menyiapkan Moratorium Penempatan TKI ke saudi dgn konsultasi
>>> multistakeholder, rencana
>>> jeda 17 agustus 2001, sayang, rencana moratorium tak terlaksana krn GD
>>> dikudeta
>>>
>>>
>>> Meskipun sudah tidak menjadi Presiden RI, Gus Dur tetap aktif dlm
>>> pembelaan
>>> buruh/migran meski tak lagi jadi presiden:
>>>
>>> Melakukan
>>> lobby personal utk kasus2 TKI, mempersilahkan ratusan TKI deportan
>>> tinggal di Ciganjur ketika Depnaker dan Depsos menolak ngurus karena
>>> "ilegal"
>>>
>>> Agt 2008 terlibat aktif mengadvokasi kasus kekerasan keji majikan saudi
>>> yg
>>> mengakibatkan 2 TKI mati dan 2 luka-luka
>>>
>>> Mengadvokasi Adi bin Asnawi TKI lombok yg terancam hukuman mati di
>>> malaysia
>>> dan berhasil lolos
>>>
>>> 10
>>> Jan 2010 Adi bin Asnawi dibebaskan dan pulang ke NTB, berencana menemui
>>> GusDur utk mengucapkan terimakasih, namun Adi bin Asnawi belum tahu GD
>>> penyelamatnya wafat.
>>>
>>>
>>> Gus Dur Dianggap Lebih Berhasil Urus TKI
>>>
>>>
>>> JAKARTA - Persoalan yang menimpa Yanti Irianti, seorang tenaga
>>> kerja Indonesia (TKI) yang mati ditembak merupakan cerminan buruknya
>>> pemerintah SBY dalam melindungi TKI di luar negeri. Pemerintahan di Era
>>> Gus Dur dianggap lebih berhasil.
>>>
>>>
>>> Sampai sekarang, keluarga tidak pernah dihubungi secara resmi.
>>> Malah, keluarga dipanggil ke Depnaker (Departemen Tenaga Kerja) dan
>>> diberi santunan saja. Tidak ada aparat yang datang ke keluarga. Baru
>>> setelah keluarga datang ke Migrant Care, aparat pemerintah tanggap,
>>> kata Analisis Kebijakan Migrant Care, Wahyu kepada Okezone, Rabu
>>> (16/1/2008).
>>>
>>>
>>> Wahyu mengungkapkan, mestinya penanganan TKI tidak sekedar
>>> pemberian santunan dan persoalan dianggap telah selesai. Tapi, adanya
>>> kejelasan informasi dan proses penyelesaiannya. Mengingat, kasus hukum
>>> Yanti masuk kategori berat. Harusnya dapat info regular. Tapi, suami
>>> Yanti malah tahu kasus ini dari televisi, ujarnya.
>>>
>>>
>>> Wahyu mengaku amat miris dan tidak bisa menerima sikap aparat pemerintah
>>> dalam menangani kasus Yanti.
>>>
>>>
>>>
>>> Dari pengalaman buruk yang menimpa para TKI, khususnya Yanti,
>>> lanjut Wahyu, PJTKI juga merupakan pihak yang paling bertanggung jawab.
>>> Sebab, lembaga inilah yang merekrut, menempatkan dan mengambil
>>> keuntungan dari para TKI. Tetapi, lembaga ini justru tidak sensitif
>>> ketika terjadi persoalan pada tenaga kerja.
>>>
>>>
>>> Kita minta DPR menindak menindak PJTKI, yang ternyata juga tidak memberi
>>> informasi yang akurat, katanya.
>>>
>>>
>>>
>>> Mata rantai selanjutnya adalah Duta Besar Arab Saudi untuk
>>> Indonesia. Pejabat di lembaga ini dinilai teledor karena terlambat
>>> memberi advokasi. Sebaliknya, hanya mampu berbantah metode hukuman
>>> terhadap Yanti.
>>>
>>>
>>> Kita minta ke pemerintah, parlemen, agar mem-personagrata-kan,
>>> mengusir Duta Besar Arab. Tapi, panggil dan periksa mereka atas
>>> keteledoran itu. Karena punya kesalahan besar, katanya.
>>>
>>>
>>>
>>> Wahyu mengatakan, pemerintah sekarang mestinya belajar dari masa
>>> Gus Dur menjabat presiden di tahun 2000. Saat itu, ketika kasus TKI
>>> bernama Siti Zaenab terjadi, Gus Dur berhasil melakukan diplomasi
>>> sehingga hukuman mati dapat ditunda.
>>>
>>>
>>> Kenapa tidak oleh pemerintah SBY. Pemerintah sekarang lebih peduli
>>> mantan penguasa yang sekarat mau mati. Tapi tidak peduli rakyat mati di
>>> mana-mana, ungkap Wahyu.
>>>
>>>
>>>
>>> Sekarang ini, Migrant Care sedang melakukan lobi intensif kepada
>>> anggota parlemen segera memanggil Menteri Tenaga Kerja dan
>>> Transmigrasi, Duta Besar Indo untuk Arab Saudi, Menteri Luar Negeri dan
>>> Ketua Badan Penempatan TKI untuk dimintai pertanggung jawaban.
>>>
>>> http://www.migrantcare.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=&artid=109
>>>
>>>
>>>
>>> WNI dan Ancaman Hukuman Mati di Malaysia
>>>
>>>
>>>
>>> Wahyu Susilo
>>>
>>>
>>>
>>> Akhir pekan lalu, Migrant Care, Infid, dan Kontras mengeluarkan
>>> seruan keprihatinan atas kian banyaknya jumlah warga negara Indonesia
>>> di Malaysia yang menghadapi ancaman hukuman mati.
>>>
>>>
>>>
>>> Seruan keprihatinan ini dibuat setelah vonis mati Supreme Court
>>> Malaysia terhadap dua WNI pada 18 Agustus lalu. Menurut ketiga
>>> organisasi itu, setidaknya 345 WNI terancam hukuman mati atas tuduhan
>>> terlibat pembunuhan, perampokan, dan pemilikan atau pengedaran
>>> narkotika. Bahkan, menurut Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia Tatang B
>>> Razak, jumlah WNI yang terancam hukuman mati sudah mendekati 400 orang
>>> (Koran Tempo, 22/8). Mereka adalah buruh migran, TKI, tapi ada juga
>>> yang berstatus pengungsi, terutama yang berasal dari Aceh.
>>>
>>>
>>>
>>> Besarnya jumlah WNI yang terancam hukuman mati di Malaysia semakin
>>> menambah kegeraman masyarakat atas sikap lembek Pemerintah Indonesia
>>> dalam diplomasi politik dengan Malaysia yang dalam pekan terakhir ini
>>> kembali memanas. Akhirnya atas desakan berbagai kalangan, termasuk
>>> politikus di DPR, awal pekan ini Presiden SBY menggelar sidang kabinet
>>> dengan salah satu topik tentang penyelesaian kasus ancaman hukuman mati
>>> terhadap 345 WNI.
>>>
>>>
>>>
>>> Pada sidang kabinet itu, semua menteri yang terkait dengan
>>> persoalan ini diminta berkoordinasi menyelesaikan masalah. Namun, apa
>>> yang mereka lakukan? Alih- alih melacak akar masalah, para menteri
>>> sibuk cari argumentasi membantah data WNI yang terancam hukuman mati.
>>> Menlu, Mennakertrans, dan Ketua BNP2TKI mengoreksi data bahwa WNI yang
>>> terancam hukuman mati "hanya" 177, "bukan" 345.
>>>
>>>
>>>
>>> Lain lagi Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar. Ia melansir data
>>> WNI di Arab Saudi yang terancam hukuman mati "hanya" 12 orang.
>>> Memilukan sekali, nyawa WNI dianggap angka belaka, bukan manusia.
>>> Pertanyaan pokoknya: apa yang telah mereka lakukan ketika mengetahui
>>> angka-angka itu? Jika tak terserang amnesia, seharusnya pemerintah tak
>>> kelabakan ketika data ratusan WNI di Malaysia terancam hukuman mati
>>> tersiar ke publik.
>>>
>>>
>>>
>>> Data yang dilansir Migrant Care, Infid, dan Kontras dikompilasi
>>> dari laporan KBRI Malaysia, Liaison Officer Polri Kuala Lumpur, NCP
>>> Interpol, dan laporan keluarga. Mestinya pemerintah tahu persis data
>>> itu, mestinya juga diketahui para petinggi RI, apalagi sang presiden.
>>>
>>>
>>>
>>> Pemerintah memang lebih suka menyajikan data yang menunjukkan
>>> keberhasilan pembangunan ketimbang menampilkan wajah muram pembangunan.
>>> Dalam soal migrasi tenaga kerja, pemerintah sangat tahu jumlah
>>> remitansi yang dikirim buruh migran hingga digit terakhir dan tak
>>> pernah lupa minta iuran 15 dollar AS kepada calon buruh migran untuk
>>> disumbangkan ke APBN sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak.
>>>
>>>
>>>
>>> Namun, jangan harap pemerintah mampu menjawab berapa buruh migran
>>> yang dianiaya, diperkosa, dan dibayar rendah upahnya. Hingga kini pun
>>> negara tak pernah mengeluarkan statistik: berapa buruh migran kita yang
>>> meninggal dan menghadapi ancaman hukuman mati?
>>>
>>>
>>>
>>> Dalam upaya pembebasan buruh yang menghadapi hukuman mati, kita
>>> selalu mengambil contoh advokasi model Filipina. Kisah heroik pembelaan
>>> Pemerintah Filipina terhadap Sarah Balabagan dan Flor Contemplacion
>>> selalu jadi rujukan. Teladan negara lain penting dipelajari, tapi
>>> sering kita lupa, Indonesia pernah punya kisah sukses membebaskan buruh
>>> migran dari ancaman hukuman mati.
>>>
>>>
>>>
>>> Diplomasi tingkat tinggi
>>>
>>>
>>>
>>> Semasa menjadi presiden, Gus Dur berhasil membebaskan Siti Zaenab
>>> (PRT migran Indonesia) dari eksekusi mati di Arab Saudi melalui
>>> diplomasi politik tingkat tinggi: berkomunikasi langsung dengan Raja
>>> Fahd. Berkat Gus Dur pula dan dilanjutkan SBY, Suhaidi bin Asnawi,
>>> buruh migran Indonesia yang divonis mati di Malaysia, dibebaskan dan
>>> sekarang menghirup udara bebas di Lombok, kampung halamannya.
>>>
>>>
>>>
>>> Peran perwakilan RI di luar negeri sangat signifikan membela WNI
>>> yang terancam hukuman mati. KBRI di Singapura berhasil meloloskan lima
>>> PRT migran Indonesia dari ancaman hukuman mati karena sangat proaktif
>>> dalam pembelaan hukum dan pemantauan proses peradilan. KBRI Singapura
>>> juga relatif terbuka: bahkan mengajak organisasi pembela buruh migran
>>> bahu-membahu dalam kampanye pembebasan.
>>>
>>>
>>>
>>> Sikap berbeda ditunjukkan KBRI Arab Saudi dan Malaysia (terutama
>>> saat di bawah Dubes Rusdiharjo). Mereka sangat tertutup soal buruh
>>> migran yang terancam hukuman mati dan pasif membela di peradilan. Pada
>>> pertemuan antara Presiden SBY dan keluarga Suhaidi bin Asnawi (penulis
>>> jadi pendamping keluarga), Mei 2005 di Wisma Duta RI Kuala Lumpur,
>>> Rusdiharjo gelagapan ketika diminta SBY menjelaskan kasus ini.
>>>
>>>
>>>
>>> Di kemudian hari dia tersangkut korupsi pungli perpanjangan paspor
>>> WNI dan divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor. Untuk memperkuat
>>> diplomasi pembelaan WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri,
>>> perlu pemimpin yang berani pasang badan untuk diplomasi tingkat tinggi,
>>> perwakilan RI dengan diplomat proaktif, dan pelibatan dukungan
>>> masyarakat sepenuhnya.
>>>
>>> http://www.migrantcare.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=3&artid=947
>>>
>>>
>>> Mengenang 100 Hari Kepergian Gus Dur
>>>
>>> Pembela Sejati Kaum Buruh (Migran)
>>>
>>>
>>>
>>> Oleh Wahyu Susilo
>>>
>>>
>>>
>>> TAK terasa sudah 100 hari Gus Dur meninggalkan kita. Namun, ingatan
>>> akan peran Gus Dur dalam upaya menegakkan martabat dan kedaulatan
>>> rakyat tidak pernah sirna. Memang patut disayangkan, saat Muktamar
>>> Ke-32 NU berlangsung di Makassar, tak ada even khusus untuk
>>> merefleksikan peran Gus Dur. Bahkan, dalam pidato pembukaan, Presiden
>>> SBY juga alpa menyebut peran Gus Dur dalam membesarkan NU dari
>>> organisasi yang ndeso menjadi organisasi massa yang diperhitungkan
>>> semua kekuatan politik di Indonesia.
>>>
>>>
>>>
>>> Meski demikian, hingga hari ini berbagai kalangan masyarakat terus
>>> memberikan apresiasi terhadap peran Gus Dur dalam dukungannya untuk
>>> perjuangan kelompok-kelompok marginal. Salah satunya kepada kaum buruh,
>>> termasuk di dalamnya buruh migran Indonesia.
>>>
>>>
>>>
>>> Semasa Gus Dur memegang tampuk kepresidenan, salah satu langkah
>>> signifikan yang dilakukannya adalah mengakomodasi kepentingan kaum
>>> buruh yang menuntut dibatalkannya pelaksanaan UU No 25 Tahun 1997
>>> tentang Ketenagakerjaan yang akan berlaku sejak 1 Oktober 2000.
>>> Presiden Gus Dur menunda pelaksanaan UU No 25 Tahun 1997 tentang
>>> Ketenagakerjaan. UU ini ditentang habis-habisan oleh kaum buruh
>>> Indonesia karena substansinya sangat eksploitatif.
>>>
>>>
>>>
>>> Untuk mengantisipasi adanya kekosongan hukum ketenegakerjaan karena
>>> UU pengganti UU No. 25 Tahun 1997 belum ada, pada 25 September 2000
>>> dibuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No 3 Tahun
>>> 2000 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 1998 tentang Perubahan
>>> Berlakunya Undang-Undang No 25 Tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan.
>>> Perpu ini kembali menunda berlakunya UU No 25 Tahun 1997 yang
>>> semestinya berlaku pada Oktober 2000 menjadi Oktober 2002 dan
>>> pemerintahan Gus Dur segera mengajukan RUU perburuhan yang baru.
>>>
>>>
>>>
>>> ***
>>>
>>>
>>>
>>> Tak lama setelah dilantik, Presiden Gus Dur mengundang kalangan
>>> aktivis serikat buruh dan NGO advokasi buruh untuk memberikan masukan
>>> bagi perbaikan kebijakan perburuhan. Dalam pertemuan tersebut Presiden
>>> Gus Dur mendapat masukan mengenai buruknya perundang-undangan bidang
>>> perburuhan dan nasib buruh migran Indonesia yang kondisinya masih
>>> memprihatinkan. Salah satu kasus yang disampaikan kepada Gus Dur adalah
>>> kasus ancaman hukuman mati terhadap Siti Zaenab, buruh migran perempuan
>>> asal Bangkalan yang bekerja di Saudi Arabia
>>>
>>>
>>>
>>> Hasil konkret pertemuan ini adalah penerbitan Peraturan Menteri
>>> Tenaga Kerja No 150 Tahun 2000 tentang Penyelesaian Pemutusan Hubungan
>>> Kerja dan Penetapan Upah Pesangon, Uang Penghargaan dan Ganti Rugi oleh
>>> Perusahaan. Bagi kaum buruh, Permenaker No 150/2000 ini merupakan
>>> kebijakan yang pro buruh berhadapan dengan pengusaha.
>>>
>>>
>>>
>>> Atas pengaduan kasus Siti Zaenab, Presiden Gus Dur juga langsung
>>> bertindak proaktif dengan mengontak langsung penguasa Arab Saudi Raja
>>> Fahd dan meminta pembatalan pelaksanaan hukuman mati terhadap Siti
>>> Zaenab. Berkat diplomasi tingkat tinggi tersebut, nyawa Siti Zaenab
>>> terselamatkan walau hingga kini proses hukum terhadap Siti Zaenab belum
>>> tuntas.
>>>
>>>
>>>
>>> Yang patut disayangkan, diplomasi tingkat tinggi untuk penyelesaian
>>> masalah buruh migran Indonesia tak lagi dilakukan presiden penerusnya.
>>> Bahkan, semasa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, ada dua buruh
>>> migran Indonesia yang dieksekusi mati (Yanti Iriyanti dan Agus), tanpa
>>> mendapat advokasi yang signifikan.
>>>
>>>
>>>
>>> Presiden Gus Dur juga berani mengancam menghentikan penempatan
>>> buruh migran Indonesia ke Arab Saudi jika pemerintah Arab Saudi terus
>>> membiarkan terjadinya penganiayaan dan perkosaan terhadap buruh migran
>>> perempuan Indonesia yang bekerja di sana. Ancaman tersebut sebenarnya
>>> akan direalisasikan pada 17 Agustus 2001 melalui program 100 hari jeda
>>> (moratorium) pengiriman buruh migran Indonesia ke Arab Saudi. Sayang,
>>> program tersebut tak sempat dilaksanakan karena Gus Dur dijatuhkan.
>>> Lengsernya Gus Dur dari kursi kepresidenan juga mengakibatkan
>>> terhentinya program pembaruan kebijakan perburuhan yang membela
>>> kepentingan kaum buruh (migran) Indonesia.
>>>
>>>
>>>
>>> ***
>>>
>>>
>>>
>>> Komitmen Gus Dur pada nasib kaum buruh juga ditunjukkan jauh
>>> sebelum menjadi presiden. Yang paling nyata adalah dukungannya menjadi
>>> salah satu pendiri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia bersama Muchtar
>>> Pakpahan. Dukungan untuk berdirinya serikat buruh independen di luar
>>> serikat buruh resmi (saat itu SPSI) di era Orde Baru bukannya tanpa
>>> risiko. Namun, Gus Dur berani mengambil risiko tersebut.
>>>
>>>
>>>
>>> Komitmen Gus Dur terhadap kaum buruh juga tetap terjaga meskipun
>>> tidak lagi menjadi presiden. Pada saat terjadi pengusiran paksa buruh
>>> migran Indonesia yang tidak berdokumen dari Malaysia pada 2005, Gus Dur
>>> merelakan tempat tinggalnya di Ciganjur untuk menampung ratusan buruh
>>> migran Indonesia tidak berdokumen yang terusir dari Malaysia. Karena
>>> statusnya sebagai buruh migran tak berdokumen, mereka tak dilayani oleh
>>> pemerintah Indonesia. Perlakuan diskriminatif terhadap buruh migran
>>> Indonesia yang tidak berdokumen ini yang dikritik Gus Dur sebagai
>>> pemerintahan yang tidak menghargai pengorbanan buruh migran.
>>>
>>>
>>>
>>> Dalam penanganan kasus buruh migran Indonesia tak berdokumen di
>>> Malaysia, Gus Dur juga secara khusus melakukan lobi personal terhadap
>>> perdana menteri Malaysia pada Agustus 2005 dengan biaya pribadi. Berkat
>>> lobi ini, Gus Dur mampu membebaskan Adi bin Asnawi, buruh migran asal
>>> Lombok, NTB, yang sudah divonis hukuman mati dan dipenjara di Penjara
>>> Sungai Buloh Selangor. Ada dapat menghirup kebebasan pada 9 Januari
>>> 2010, 10 hari setelah kepergian Gus Dur, yang berjasa besar membebaskan
>>> Adi dari jerat gantungan.
>>>
>>>
>>>
>>> Kini Gus Dur telah berpulang, di tengah nasib buruh (migran)
>>> Indonesia yang masih sangat rentan. Jika Pemerintah Indonesia
>>> menghormati jasa Gus Dur, seharusnya mereka juga menghormati kaum buruh
>>> (migran) Indonesia yang diperjuangkan Gus Dur. Selamat jalan Gus Dur,
>>> Presiden Pembela Buruh (Migran) Indonesia. (*)
>>>
>>>
>>>
>>> *). Wahyu Susilo, analis kebijakan perburuhan Migrant CARE dan
>>> bekerja di INFID, sedang melakukan riset di Asia Centre, Flinders
>>> University, Australia
>>>
>>> http://www.migrantcare.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=3&artid=864
>>>
>>>
>>> Adi Bin Asnawi Lolos dari Hukuman Mati di Malaysia,
>>> Besuk akan dipulangkan ke Indonesia
>>>
>>>
>>>
>>> Satu lagi buruh migran Indonesia lolos dari tiang gantungan di
>>> Malaysia dan salah satunya atas upaya Gus Dur. Adi Bin Asnawi asal Desa
>>> Kediri Kec. Kediri Lombok Tengah NTB akhirnya akan dipulangkan ke
>>> Indonesia besuk, Sabtu, 9 Januari 2010 setelah lolos dari tiang
>>> gantungan di Malaysia. Adi Bin Asnawi akan dipulangkan dengan pesawat
>>> Garuda GA 821, berangkat dari Kulalumpur pukul 12.10 (Waktu Malaysia)
>>> dan Tiba di Mataram pukul 16.45 WITA.
>>>
>>>
>>> Lolosnya Adi Bin Asnawi dari hukuman mati di Malaysia melewati
>>> proses hukum yang cukup panjang, selama kurang lebih 8 tahun ( Agustus
>>> 2002 hingga Januari 2010). Dan selama menjalani proses hukum tersebut,
>>> 3 tahun pertama tanpa dampingan dari Pemerintah Indonesia yang dalam
>>> hal ini KBRI Kulalaumpur.
>>>
>>>
>>>
>>> Pengadilan Negeri Sembilan Malaysia telah menjatuhkan vonis hukuman
>>> mati terhadap Adi Bin Asnawi. Namun ada upaya banding dari pemerintah
>>> Indonesia, dan Pengadilan tinggi Negeri Sembilan pada tanggal 10
>>> Agustus 2008 memutuskan vonis bebas untuk Adi Bin Asnawi. Namun setelah
>>> vonis bebas dijatuhkan, Adi Bin Asnawi tidak serta merta bisa langsung
>>> dipulangkan ke Indonesia, namun harus menunggu surat pengampunan dari
>>> Yang Dipertuan Negeri Sembilan. Selama proses menunggu tersebut ( 10
>>> Agustus 2008 – 7 Januari 2010) Adi dipindah-pindahkan, mulai dari di
>>> penjara, di RS Jiwa dan terakhir di panti sosial.
>>>
>>>
>>>
>>> Adi bekerja di Malaysia sejak tahun 1996 pada Acin yang
>>> beralamatkan di Teluk Langsa Port Dicson Negeri Sembilan Malaysia.
>>> Karena dituduh terlibat dalam pembunuhan majikannya (Acin), maka sejak
>>> tahun 2002, Adi ditahan di Blok Abadi I Penjara Sungai Buloh Selangor
>>> Darul Ehsan Malaysia. Sejak saat itu nasib Adi tergantung pada
>>> Pemerintah Malaysia karena Pemerintah RI sama sekali tidak mengetahui
>>> tentang kasus yang dialami Adi.
>>>
>>>
>>>
>>> Dua tahun lebih Adi berada dalam penjara negeri orang untuk
>>> menunggu hukuman gantung tanpa diketahui sanak keluarganya. Yang lebih
>>> ironis adalah bahwa tidak hanya keluarga Adi yang tidak mengetahui
>>> mengenai seluk beluk hukuman gantung yang dihadapi Adi. KBRI
>>> Kualalumpur yang seharusnya mempunyai mandat untuk melindungi WNI di
>>> luar negeri juga sama sekali tidak tahu menahu!!!!! Keteledoran ini
>>> bukan yang pertama kali bagi KBRI, dalam kasus Herlina Trisnawati, KBRI
>>> juga terlambat mengetahui informasinya sehingga KBRI lambat dalam
>>> merespon dan mengambil langkah-langkah pembelaan. Bahwa selama tidak
>>> mendapatkan dampingan dari KBRI Kulaumpur, Adi telah 3 kali menjalani
>>> persidangan di peradilan. Selama persidangan Adi didampingi oleh
>>> pengacara yang di tunjuk oleh Kerajaan Malaysia, yaitu Raja Badrol.
>>>
>>>
>>>
>>> Bahwa sejak kasus Adi terekspos oleh media massa Indonesia, barulah
>>> KBRI mencari tahu mengenai kronologi kasus Adi. Tepat pada tanggal 26
>>> Januari 2005, KBRI Kualalumpur mengirim surat secara resmi kepada
>>> keluarga Adi perihal kasus yang dialami Adi. KBRI Kualalumpur
>>> menyatakan bahwa selama ini Pemerintah Malaysia belum memberitahukan
>>> perihal kasus Adi ke KBRI. Dan baru pada saat memasuki sidang ke-empat,
>>> KBRI mendampingi Adi, sekaligus menunjuk 2 orang pengacara, yakni
>>> Sulaimi Suloh dan Yasin.
>>>
>>>
>>>
>>> Bahwa pada tanggal 16 Pebruari 2005, keluarga Adi (Ibu Zakiah,
>>> Bapak Asnawi dan Saiful) datang ke Malaysia dengan tujuan menjenguk Adi
>>> di penjara. Kedatangan keluarga Adi didampingi oleh Disnaker Lombok
>>> Tengah, Yayasan Panca Karsa (YPK) Mataram dan Migrant CARE. Setelah 3
>>> hari di Malaysia, keluarga Adi belum juga bisa mengunjungi Adi di
>>> penjara karena berbagai kendala administratif dan protokoler KBRI. Pada
>>> saat yang sama, kebetulan presiden SBY melakukan lawatan ke Malaysia.
>>> Keluarga Adi bertemu dengan Presiden SBY di wisma Indonesia. Presiden
>>> SBY menjanjikan akan membantu kasus Adi agar tidak dihukum mati.
>>> Presiden SBY juga menginstruksikan kepada Bapak Rusdi Hardjo, Dubes RI
>>> untuk Malaysia, agar keluarga Adi dibawa ke penjara Sungai Buloh dimana
>>> Adi ditahan. Satu hari setelah pertemuan dengan SBY itulah, keluarga
>>> Adi bisa mengunjungi Adi di penjara.
>>>
>>>
>>>
>>> Kebebasan Adi Bin Asnawi dari hukuman mati juga salah satunya atas
>>> jasa Gus Dur. Pada tanggal 16 Februari 2007, Keluarga Adi Bin Asnawi
>>> dengan Migrant CARE, PPK Mataram dan Fatayat NU melakukan audiensi
>>> dengan Gus Dur dan meminta Gus Dur agar membantu melakukan upaya
>>> pembebasan Adi melalui jalur Gus Dur dan Gus Dur mengirimkan surat
>>> kepada Perdana Menteri Malaysia perihal kasus Adi. Dan ketika Adi Bin
>>> Asnawi telah berhasil dipulangkan ke Indonesia, Gus Dur telah pergi
>>> mendahului kita semua.
>>>
>>>
>>>
>>> Migrant CARE mengapresiasi Gus Dur, KBRI Kualalumpur, Pengacara Adi
>>> Bin Asnawi dan Migrant CARE Malaysia yang telah berkontribusi selama
>>> proses hukum Adi Bin Asnawi hingga bisa dibebaskan dari hukuman mati
>>> sampai dipulangkan ke Indonesia, Migrant CARE juga menegaskan bahwa
>>> kebebasan Adi Bin Asnawi menjadi spirit bagi pemerintah Indonesia untuk
>>> terus melakukan upaya pembelaan dan pembebasan bagi buruh migran
>>> Indonesia lainnya yang masih dalam ancaman hukuman mati.
>>>
>>>
>>> Jakarta, 8 Januari 2010
>>>
>>>
>>> http://www.migrantcare.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=6&artid=781
>>>
>>>
>>> Tenaga Kerja Wanita Indonesia Dihukum Mati Di Arab Saudi Dan Pemerintah
>>> Sibuk Ngurusin Soeharto
>>>
>>>
>>>
>>> Bangkitlah bangsaku bangunlah negeriku, jangan jadikan negeri ini
>>> negeri pengekspor tenaga kerja, jadikan negeri ini negeri makmur
>>> sentosa. Mari sekarang kita bekerja keras untuk membangun negeri ini
>>> karena pada suatu saat negara lain akan bergantung pada negara kita.
>>> Jangan khawatir untuk mengatakan yang benar itu benar, katakan yang
>>> salah itu salah, keadilan akan bicara.
>>>
>>>
>>> Hukum yang tidak melalui proses pengadilan yang terbuka, cenderung
>>> akan menghasilkan keputusan yang Salah. Ada keganjalan proses
>>> pengadilan yang dilakukan oleh pengadilan Arab Saudi, salah satu kasus
>>> yang menimpa seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia setelah
>>> dinyatakan bersalah membunuh majikan perempuannya. Sebagaimana yang di
>>> lansir oleh berbagai media internasional, baik media cetak maupun
>>> elektronik, nama Yanti Sukardi, dieksekusi pengadilan Arab Saudi di
>>> Provinsi Assir karena di anggap melakukan pembunuhan dan dinyatakan
>>> bersalah telah membunuh majikannya Aisha al-Mukhaled saat korban tidur,
>>> lalu mencuri perhiasaanya. Setelah sebelumya yang juga terancam hukuman
>>> mati seperti Suwarni, Siti Zaenab asal Jawa Timur, Hafidh bin Kholil
>>> Sulam asal Jawa Timur, Eti Thoyib Anwar asal Jawa Barat, dan Nur Makin
>>> Sobri. Kemudia diantara pekerja Indonesia yang juga terkena ancaman
>>> hukuman mati selain di Malysia dan Arab Saudi adalah Barokah, bekerja
>>> di Singapura dan Darman Agustiri yang bekerja di Mesir. Dan juga
>>> sebelumnya kasus hukuman mati terhadap warga negara Sri Lanka yang
>>> berumur 19 tahun sebagai pekerja migrant yang dinyatakan bersalah dan
>>> di hukum mati oleh pengadilan Arab Saudi.
>>>
>>>
>>> Persoalan lain bukan hanya pada hukuman mati terhadap Yanti Sukardi
>>> , Akan tetapi persoalan lain juga adalah banyak korban tenaga kerja
>>> Indonesia belum mendapat perhatian yang serius oleh pemerintah
>>> Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi. Sebagaimana kita tahu bahwa
>>> proses pengadilan kurang transparan dan kadang–kadang mengagetkan
>>> seperti halnya kasus Yanti Sukardi, sehingga proses pengadilanpun
>>> kurang memperhatikan rasa keadilan baik buat korban, keluarga korban
>>> maupun buat rakyat Indonesia . Dengan kasus ini, seharusnya pemerintah
>>> Arab Saudi memberi tahu tentang kasus yang menimpa Yanti Sukardi
>>> terhadap perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi, sehingga
>>> pemerintah melalui KBRI bisa memberikan bantuan hukum, kalau tidak maka
>>> proses pengadilan itu adalah salah dan keputusanpun salah, karena
>>> setiap perbuatan yang melanggar hukum harus diselesaikan pengadilan
>>> secara adil dan terbuka. Kenapa itu penting dilakukan karena Mandatory
>>> consuler notification itu berlaku bagi proses hukum internasional. Di
>>> lain pihak Kedutaan Indonesia harus proaktif dalam menangani kasus yang
>>> menimpa Yanti Sukardi dan yang lainnya karena peran duta besar itu
>>> sangat penting posisinya sebagai perwakilan pemerintah Indonesia,
>>> sebagaimana kita ketahui K. H. Salim Segaf Al-Jufrie dari Partai
>>> Keadilan Sejahtera sebagai Dubes untuk Arab Saudi dan Kesultanan Oman,
>>> juga harus bekerja keras dan melakukan langkah-langkah dibutuhkan yang
>>> sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya .
>>>
>>>
>>> Sebagaimana yang telah di sampaikan oleh Direktur Eksekutif Migrant
>>> Care, Anis Hidayah pada tahun lalu: Jika kita me-review upaya
>>> pemerintah RI dalam menangani kasus ancaman hukuman mati terhadap buruh
>>> migran Indonesia di luar negeri, ada beberapa catatan buruk yang harus
>>> diperbaiki, kata Anis. Pertama, ungkap Anis, pada tahun 1999, saat Gus
>>> Dur menjabat Presiden RI, ia telah melakukan upaya diplomatik untuk
>>> membebaskan Siti Zaenab dari hukuman pancung di Arab Saudi. Namun,
>>> tampaknya jerih payah Gus Dur ini tidak dilanjutkan oleh dua presiden
>>> setelah Gus Dur, yaitu Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
>>> Akibatnya, Siti Zaenab yang nyawanya sempat terselamatkan oleh
>>> diplomasi Gus Dur, kini kembali berada di ujung tanduk. Direktur
>>> Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, dalam keterangan persnya, di
>>> Jakarta Rabu (24/1 2007) Pikiran Rakyat.
>>>
>>>
>>> Paling tidak sedap dengan kasus yang menimpa Yanti Sukardi yang
>>> telah dihukum mati oleh pemerintah Arab Saudi adalah berita yang kita
>>> dapat dari media nasional KOMPAS yang mengutip pernyataan yang
>>> diperoleh dari Gubernur Gorontalo, Pernyataan ini dikemukakan Gubernur
>>> Gorontalo Fadel Muhammad usai menjenguk Soeharto di Rumah Sakit Pusat
>>> Pertamina (RSPP), Jakarta, Jumat (11/1) malam. Menurut Fadel, Presiden
>>> Yudhoyono akan kembali ke Tanah Air Sabtu (12/1) dini hari ini.
>>> Presiden memang dijadwalkan tiba di Jakarta tanggal 12 Januari, namun
>>> akan dipercepat beberapa jam dari jadwal semula. Dia menambahkan,
>>> Wapres Jusuf Kala juga akan membatalkan kunjungan ke Pekanbaru. Semula
>>> Wapres dijadwalkan akan membuka acara Silaturahmi Nasional (Silatnas)
>>> Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). JAKARTA, KCM (Sabtu, 12
>>> Januari 2008)
>>>
>>> Dan juga banyak menteri dan bahkan beberapa perwakilan rakyat
>>> kita juga hadir di RSPP. Ini menunjukkan bahwa pemerintah dan sebagian
>>> wakil rakyat kita kurang mempunyai rasa sensitive terhadap hak asasi
>>> manusia, yang mana pada saat yang sama rakyatnya telah mendapat hukuman
>>> mati, akan tetapi malah sibuk ngurusin mantan presiden Soeharto yang
>>> berkuasa selama 32 tahun, daripada ngurusin tenaga kerka Indonesia
>>> diluar negeri yang terkena musibah.
>>>
>>>
>>> Untuk menyikapi kasus ini pemerintah RI harus segera melakukan
>>> tindakan preventif untuk mencegah bertambahnya kasus ancaman hukuman
>>> mati yang menimpa buruh migran Indonesia di luar negeri dan melakukan
>>> advokasi . Pemerintah juga harus melakukan sikap yang tegas terhadap
>>> Arab Saudi baik secara diplomatik maupun secara hukum, karena apabila
>>> proses pengadilan dalam suatu kasus tidak di lakukan secara adil atau
>>> secara prosedural, pemerintah Indonesia bisa menuntut secara hukum.
>>> (Oleh : Co-Mimbar Demokrasi)
>>>
>>>
>>>
>>> Diposting oleh Mimbar Demokrasi di 06:33 3 komentar Link ke posting ini
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> http://www.migrantcare.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=3&artid=100
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>>
>>>
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Milis Istiqlal adalah milis terbuka, siapapun (Muslim, Kafir, ataupun
>> Munafik (seperti Jusfiq,He-Man, Proletar, dll yg sering menghina Islam,
>> ummat Islam dan Organisasi Islam, he he he...:) bisa jadi anggota milis
>> ini.
>> Untuk Ummat Islam yang ingin berlangganan milis Islam, silahkan kirim
>> email
>> ke:
>> sabili-subscribe@yahoogroups.comTo subscribe from this group, send an
>> email
>> to:
>> istiqlal-subscribe@yahoogroups.com
>>
>>
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Milis Istiqlal adalah milis terbuka, siapapun (Muslim, Kafir, ataupun
>> Munafik (seperti Jusfiq,He-Man, Proletar, dll yg sering menghina Islam,
>> ummat Islam dan Organisasi Islam, he he he...:) bisa jadi anggota milis
>> ini.
>> Untuk Ummat Islam yang ingin berlangganan milis Islam, silahkan kirim
>> email
>> ke:
>> sabili-subscribe@yahoogroups.comTo subscribe from this group, send an
>> email
>> to:
>> istiqlal-subscribe@yahoogroups.com
>>
>>
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>
>
> ------------------------------------
>
> Milis Istiqlal adalah milis terbuka, siapapun (Muslim, Kafir, ataupun
> Munafik (seperti Jusfiq,He-Man, Proletar, dll yg sering menghina Islam,
> ummat Islam dan Organisasi Islam, he he he...:) bisa jadi anggota milis
> ini.
> Untuk Ummat Islam yang ingin berlangganan milis Islam, silahkan kirim email
> ke:
> sabili-subscribe@yahoogroups.comTo subscribe from this group, send an email
> to:
> istiqlal-subscribe@yahoogroups.com
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Milis Istiqlal adalah milis terbuka, siapapun (Muslim, Kafir, ataupun
> Munafik (seperti Jusfiq,He-Man, Proletar, dll yg sering menghina Islam,
> ummat Islam dan Organisasi Islam, he he he...:) bisa jadi anggota milis ini.
> Untuk Ummat Islam yang ingin berlangganan milis Islam, silahkan kirim email
> ke:
> sabili-subscribe@yahoogroups.comTo subscribe from this group, send an email
> to:
> istiqlal-subscribe@yahoogroups.com
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Milis Istiqlal adalah milis terbuka, siapapun (Muslim, Kafir, ataupun
> Munafik (seperti Jusfiq,He-Man, Proletar, dll yg sering menghina Islam,
> ummat Islam dan Organisasi Islam, he he he...:) bisa jadi anggota milis ini.
> Untuk Ummat Islam yang ingin berlangganan milis Islam, silahkan kirim email
> ke:
> sabili-subscribe@yahoogroups.comTo subscribe from this group, send an email
> to:
> istiqlal-subscribe@yahoogroups.com
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment