Bismillahirrohmaanirrohiim
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah
perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan). QS.
An-Naml [27] : 4.
Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang
tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan
kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. QS. Al-Qashash [28] : 83.
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
QS. Lukman [31] : 4.
Berawal dari sebuah perkenalannya dengan seorang pemuda muslim Evi yang
kini sudah menjadi seorang muslimah yang patut dicontoh, perilaku keislamannya
benar-benar diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari walau begitu berat cobaan
yang dihadapinya.
Sekali syahadat, walau mengucapkannya tidak didalam masjid, sebagai kesaksian sakral sudah ia ucapkan maka pantang
baginya untuk surut menegakkan kalimat Alloh dalam kalbunya, sudah pasti orang
tuanya menentang keinginannya, Evi pun harus hijrah ke tempat kost agar
ibadahnya lancar ia kerjakan.
Belum lagi beres masalah dengan orang tuanya lantaran ia masuk Islam,
Evi harus menghadapi masalah di tempat kerjanya, gadis berusia 27 tahun bekerja
di sebuah biro perjalanan yang mayoritas karyawannya beragama non muslim, profesionalisme
juga tidak dijalankan di sana karena sikap sebagian besar karyawannya masih
memakai sentimen agama.
Hasilnya Evi jadi bulan-bulanan para atasan karena dianggap tidak
sejalan dengan pola pikir mereka, ada acara rutin tiap dua pekan sekali yang
wajib diikuti oleh karyawan bagian Evi bertugas, acara yang sarat dengan unsur
maksiat itu adalah mengunjungi bar-bar dan bersenang-senang hingga mabuk.
Dulu ia tidak pernah lewatkan acara itu tapi sejak ia masuk Islam jelas
acara model itu ia tolak mentah-mentah, segala alasan ia cari agar ia bisa
terbebas dari dosa itu, sampai akhirnya atasannya jenuh dan tidak akan mengajak
Evi hura-hura lagi, beres dengan yang satu itu muncullah masalah lain yang tak
kalah menyakitkan ketika seorang kawannya pulang dari tugas ke eropa, ia
membawa oleh-oleh yang dibagikan kerekan-rekannya kantornya tak terkecuali Evi,
oleh-oleh berupa kue itu tak disangka mengandung daging babi, lantaran Evi
tidak tahu ia makan segigit kue itu lalu kawannya pun berkata, "Evi itu
kan ada babinya kok dimakan juga"
Mendengar hal itu Evi pun lari ke kamar mandi dan memuntahkan
sebisa-bisa makanan dalam mulutnya sambil beristighfar tak henti-henti, kawannya pun ia tegur,
tidak keras tapi tegas, Si kawan merasa tidak salah dan berkelit, Evi
menghentikan debat itu dan coba menyabarkan dirinya.
Yang diingatnya hanya kekuatan Alloh agar bisa memberinya kekuatan
untuk dapat bertahan dari cobaan ini, sejak itulah kebencian mulai tumbuh subur
di antara rekan sejawatnya, menanggapi hal tersebut atasannya segera
memindahkannya ke bagian lain.
Lagi-lagi di bagian yang baru Evi dihujam oleh fitnah yang bertubi tubi,
manajernya yang baru justru yang menjadi momok lahirnya fitnahan tersebut, cobaan
demi cobaan itu dipuncaki dengan dipanggilnya ia oleh pihak SDM, Ia jelaskan
bahwa ia harus menjalankan kewajibannya sebagai muslim yaitu shalat dan berusaha
menghindari kemaksiatan sekeras mungkin, dan juga karena didasari keyakinan dan
fakta bahwa diantara seluruh nabi nabi, hanya nabi Muhammad Shalallohu Alaihi
Wassalam dengan dibekali Al-Qur'an, yang secara jelas dan terangan terangan
agama yang beliau sampaikan adalah Islam, agama tauhid yang tidak mensekutukan
Alloh dengan apapun, dan tidak ada yang dapat membandingi dan pantas disamakan
dengan Alloh sang pemilik agama Islam dan bumi serta langit beserta isinya, jalan keluar tidak ketemu dan PHK jadi solusi
yang terbaik, Evi terima dengan ikhlas, "rejekiku sudah diatur oleh-Nya," gumam Evi mantap sambil keluar
kantor dengan perasaan lega.
Semoga Alloh Subhanahu wa ta'ala memberikan kekuatan lahir bathin buat
sdri. Evi dan Evi Evi yang lain yang telah mendapat Hidayah di jalan Alloh
Subhanahu Wa Ta'ala, yang mengalami nasib serupa. Aamiin Yarobbal Alamiin
Penulis Amma
Created by: Syihab
Sumber : Ebook cerita Islami
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
mkaruk@bismillah.com
--- On Sat, 11/20/10, Budi Suwanto <ochatsky@.........> wrote:
From: Budi Suwanto <ochatsky@..........>
Subject: Bls: [mualafindonesia] sudah Islamkah saya?
To: mualafindonesia@yahoogroups.com
Date: Saturday, November 20, 2010, 10:30 PM
Assalaamu'alaykum warokhmatullohi wa barokaatuuh...
Insya Alloh Mbak Lidya sudah Islam, jika semua Rukun Islam sudah dijalankan, yakni: Bersyahadat, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Rukun Islam berikutnya, yakni : shollat, puasa, berzakat, dan berhaji. Untuk masalah terakhir, yakni berhaji, tidak wajib bagi yang tidak mampu membayar ongkos perjalanannya. Karena sebenarnya berhaji itu gratis. Yang mahal adalah ongkosnya (Indonesia termahal, mungkin di dunia).Â
Masalah mandi sebagai syarat sah tidaknya ke-Islaman seorang mualaf, saya belum pernah dengar/tahu hadithnya.
Masalah khitan, hanya diwajibkan bagi pria. Sedangkan bagi wanita tidak wajib, dan itu pun dilakukan saat masih bayi. Khitan juga bagian dari tradisi agama Samawi (termasuk Kristen, Yahudi). Hanya saja 90% lebih penganut kristen sudah banyak meninggalkannya. Sedang orang Yahudi masih menjalankannya. Bahkan konon orang-orang Yahudi yang tinggal di New York pun dikhitan.Â
Saat ini khitan bahkan dianjurkan oleh kedokteran modern, karena terbukti dapat mencegah berbagai macam penyakit, tidak hanya penyakit kelamin, tapi juga penyakit sejenis kanker. Demikian sepanjang yang saya tahu.Â
Soal keberadaan mualaf di Jawa yang lebih tertangani, saya kira ibu tidak perlu berkecil hati. Saya bisa mengerti, karena lingkungan di Jawa relatif lebih kondusif bagi para mualaf, dan bagi penganut Islam pada umumnya. Jika dibandingkan dengan daerah-daerah yang mayoritas Kristen, tentulah tidak sama. Tantangannya pastilah lebih berat. Mulai dari soal makanan, kebiasaan, adat-istiadat yang berkaitan dengan agama tertentu, dan lain sebagainya.
Kalau ibu Lidya bisa bertahan dengan tantangan-tantangan itu, tentu saja pahala amat besar dan berlipat-lipat. Tapi jika ibu Lidya merasa tekanannya sudah sedemikian berat untuk dihadapi, saran saya sebaiknya ibu Lidya hijrah saja ke daerah yang lebih kondusif bagi ibu dan anak-anak ibu. Hal ini dicontohkan Rosululloh dan para sahabat, dimana Beliau dan para sahabat hijrah, dari Mekah yang penuh tekanan, ke Yastrib (Madinah).
Alasan yang sama dilakukan pula oleh Group vokal/musik "Debu" yang semuanya berasal dari Amerika. Mereka hijrah ke suatu daerah di Sulawesi, yang suasananya lebih Islami dibandingkan Amerika.
Demikianlah pendapat dan saran saya. Kebenaran hanya milik Alloh SWT, sedangkan segala kesalahan, berasal dari pribadi saya.
Wassalam
--- Pada Sab, 20/11/10, Lidya <lidyaransun@..................> menulis:
Dari: Lidya <lidyaransun@.....................>
Judul: [mualafindonesia] sudah Islamkah saya?
Kepada: mualafindonesia@yahoogroups.com
Tanggal: Sabtu, 20 November, 2010, 4:03 AM
Â
Asslmkm WR WB
lebih dr 7 tahun sy belajar Islam, mungkin jika di ibaratkan benda Islam sy sdh seperti batu karang. di terjang, di hancurkanpun Inshaallah Islam adalah agamaku.
tapi... di forum ini sy ingin jujur.
sy tidak pernah melapor atw mendaftar di Masjid manapun. ketika sy mengucapkan kalimat Syahadat, sy hanya di saksikan seorg saksi.
ketika itu sy di Ambon, dgn kodisi disana yg sdg ribut mslh agama, sy merasa tak aman utk ke lingk Muslim. krn di sana ktk itu, org hidup penuh dgn kecurigaan. sy tidak punya nyali, sy takut di pikir mata2. org dgn type sy msk di lingk Islam sm sj cari masalah.
ketika sy plg libur ke kota sy, awalnya sy msh takut mengakui bahwa sy sdh masuk Islam. namun pelan2 akhirnya smw org skrg sdh tahu. pernah seorg teman sy di kota sy. dia seorg Muslim jg. dia bertanya kepada sy, " kamu msk Islam sdh di mandikan belum?"
sy bingung, apalgi sy dengar katanya kl msk Islam seorg wanita jg hrs di sunat. trs trg sy takut. karena takut, di tanya mcm2 lagi sy jwb iya semua prosedur sdh di laksanakn di Ambon.
sekarang sy sdh menetap kembali di kota sy. apakah sy hrs melapor ke Masjid yg ada di sini? apakah sy hrs mengikuti semua "prosedur" itu lagi? sedangkan yg sy tahu Kalimat Syahadat itu sudah sah.
trs trg sy iri dgn yg ada di Jawa, para Mualaf di 'urus' dgn baik sehingga mrk bisa msk Islam dgn 'mudah'
sy disini.....
sy minta tlg utk di beri saran yg terbaik utk sy.
wsslm
Lidya
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment