Iya, Om. Pokoke kalo didalam negeri aja gak beres: yak hukumnya, yak pendidikan thdp TKI itu sendiri, yak gak usah eksport perempuan dueeeh. Eksport laki2 ke Arab jadi pembokat aje jg mikir kalo gak ada perlindungan hukum ato gak ada pendidikan standard nyah.
Kalo kemudian masalahnya menjadi pengangguran, yak itu masalah dalam negeri yang harus diselesaikan. Banyak bener yak peer dalam negerinya.
Yang di dalam negeri aje gak merasa terlindungi hukum kok...:-(
wassalam,
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "chodjim" <chodjim@...> wrote:
>
> Persoalannya bukan pada pengiriman TKI, karena Indonesia bukan satu-satunya negara pengirim tenaga kerja. Negara-negara lain di Asia Selatan dan Tenggara yang mengirimkan tenaga kerja (worker) ialah Bangladesh, India, Pakistan, Thailand, dan Philippina.
>
> Yang menjadi persoalan adalah perlindungan hukum terhadap TKI di negeri orang. Kalau NKRI menghentikan pengiriman TKI, maka harus dipikirkan lapangan tenaga kerja buat mereka. Jika ini tidak dipikirkan, maka pengangguran di dalam negeri meningkat dan kriminalitas dalam negeri juga akan semakin meningkat.
>
> Ada pepatah, hujan emas di negeri orang, hujan batu dinegeri sendiri, masih lebih baik hidup di negeri sendiri. Pepatah ini berlaku bila persoalannya hanya kemiskinan, dan bukan perlindungan hukum. Tetapi, bila hukum di dalam negeri sendiri juga dedel-duel, maka benarlah sindiran .... "hujan batu di negeri orang dan negeri sendiri" :(
>
> Wassalam,
>
> chodjim
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Lina
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Sent: Sunday, November 21, 2010 6:38 PM
> Subject: [wanita-muslimah] Re: Mahfudz: Ini Lebih dari Zaman Budak
>
>
>
> Gimana ya supaya kita bisa ikut mengontrol dan membantu pemerintah agar pemerintah betul2 menghentikan pengiriman PRT ke luar negeri. Untuk sementara ini mang di stop dulu dah...ngirimin pere ke luar negeri wat jadi PRT/budak. Indonesia ape cuma bisa jual pere...??? huh!!!
>
> Kalo ane ngobrol and nanya ama PRT di rumah ane dan diskitar rumah ane,"mo gak kerja di luar negeri jadi TKI". Mereka pada gak mau tuh. "good good".
>
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "sunny" <ambon@> wrote:
> >
> > Refleksi : Koq baru tahu perlakuan di Arab Saudia lebih dari zaman budak, Kemana saja Pak Mafudz selama ini?
> >
> > http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/11/18/09114935/Mahfudz:.Ini.Lebih.dari.Zaman.Budak
> >
> > Nasib TKI Sumiati
> > Mahfudz: Ini Lebih dari Zaman Budak
> >
> > Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
> > Kamis, 18 November 2010 | 09:11 WIB
> >
> >
> > KOMPAS/RIZA FATHONI
> > Ilustrasi: Peserta aksi dari Migrant Care menyeka air mata saat berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Jumat (23/4/2010).
> > JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penyiksaan Sumiati di Arab Saudi dinilai sudah melebihi zaman perbudakan. Maraknya perlakuan tak wajar yang dialami para tenaga kerja Indonesia di luar negeri menunjukkan pengabaian terhadap hak asasi manusia yang sebenarnya sudah dijunjung hampir semua negara di dunia.
> >
> > "Kasus-kasus kekerasan yang dialami tenaga kerja wanita pembantu rumah tangga sudah melebihi zaman perbudakan. Pemerintah tidak boleh abai dengan berlindung pada sebutan TKI sebagai pahlawan devisa," ungkap Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, Kamis(18/11/2010).
> >
> > Belajar dari kasus Sumiati, politikus PKS itu mengatakan, pemerintah tak memiliki pilihan lain selain menghentikan pengiriman TKI untuk pekerjaan pembantu rumah tangga ke luar negeri, terutama mereka yang tidak memiliki pendidikan dan keterampilan yang memadai. Pasalnya, terhadap tenaga-tenaga kerja yang demikian, kasus-kasus serupa mungkin sekali berulang dan pemerintah dinilai selalu saja abai terhadap nasib TKI.
> >
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment