Hidup Gus Dur....Hidup Gus Dur....!!!
Wassalamualaikum.
Bachtiar Nyomba
Laskar NU Sejati
Pendukung Gus Dur untuk Pluralisme
On 11/24/10, kader cikarang <nu.pkb.cikarang@gmail.com> wrote:
> Gus Dur dan Kegaiban
>
> Senin, 11-01-2010 / 08:37:02 (Total view : 737)
>
> Oleh: Mahfud MD.
>
>
>
> Meski menolak dirinya disebut wali, Gus Dur percaya pada kegaiban-kegaiban
> dan tak jarang perilakunya dipengaruhi apa yang kita sebut sebagai "pesan
> gaib."Dalam konteks inilah saya paham mengapa Gus Dur sering berkunjung ke
> kuburan-kuburan,terutama kuburan- kuburan tokoh-tokoh besar masa lalu,
> seperti Sunan Bonang, Pangeran Jayakarta,Sunan Ampel, dan (tentu saja)
> kuburan ayahanda dan kakek-kakeknya yang merupakan para pendiri NU.
>
>
>
> Di tengah tangis dan impitan ribuan orang pada 31 Desember 2009 lalu, saya
> mengikuti dengan khusyuk upacara penguburan Gus Dur di Jombang.
>
>
>
> Dari alunan takbir yang syahdu, saya mendengar banyak pengunjung yang
> menambah kalimat tahlil sambil menangis, Laa ilaaha
> illallah,Muhammadurrasulullah, Gus Dur waliyullaah,"Tidak ada Tuhan selain
> Allah, Muhammad adalah utusan Allah, dan Gus Dur adalah wali Allah". Meski
> banyak yang tidak percaya, banyak juga yang percaya bahwa Gus Dur adalah
> seorang wali, yakni, manusia yang oleh Allah diberi kemampuan khusus untuk
> mengetahui dan mengantisipasi hal-hal yang belum terjadi.
>
>
> Ada yang menyebut Gus Dur mempunyai indera keenam. Gus Dur sendiri tertawa
> dan menolak kalau dirinya disebut wali. "Tak usah percaya kalau saya wali,
> saya hanya wali murid," tuturnya sambil tertawa.
>
>
>
> Sebenarnya, mereka yang memercayai itu tidak dapat disalahkan. Di dalam
> Islam memang ada manusia khusus yang disebut wali dengan kemampuan yang luar
> biasa. Dalam perjalanan hidup dan perilaku Gus Dur juga ada hal-hal aneh
> yang kadang kala tak masuk akal, tetapi kerap kali terjadi.
>
>
>
> Sebutlah sebagai contoh tentang pernyataan-pernyataan bahwa dia akan menjadi
> presiden. Ini bukan hanya disaksikan orang-orang NU, juga oleh orang
> nonmuslim, seperti Marsillam Simanjuntak dan Irwan David, yang pernah
> bercerita langsung kepada saya. Ketika sama-sama menjadi menteri di era
> pemerintahan Gus Dur, Marsillam Simanjuntak pernah bercerita kepada saya
> bahwa jauh sebelum menjadi presiden, Gus Dur sudah menceritakan adanya pesan
> gaib bahwa dia akan menjadi presiden.
>
>
>
> Marsillam bercerita bahwa pada suatu hari rapat Forum Demokrasi (Fordem)
> meminta Gus Dur mundur atau berhenti sebagai ketua. Alasannya, Gus Dur
> terlalu sibuk sehingga tak sempat mengurus Fordem dengan benar. Sumber lain
> menyebutkan bahwa saat itu Gus Dur diminta mundur karena pernah
> mempromosikan Tutut sebagai calon pemimpin masa depan. Atas permintaan
> mundur itu, Marsillam menuturkan, Gus Dur menanggapi dan menerima dengan
> enteng sambil mengatakan bahwa yang lebih pantas memimpin Fordem memang
> orang tekun dan teliti seperti Marsillam.
>
>
>
> "Saya sendiri sudah sangat sibuk. Kata Mbah Hasyim, saya akan segera jadi
> presiden," demikian Gus Dur menjawab tanpa beban. Mbah Hasyim adalah Kyai
> Hasyim Asy'ari, kakek Gus Dur yang dikenal sebagai pendiri NU. Reaksi
> orang-orang Fordem atas tanggapan Gus Dur itu beragam. Ada yang tertawa
> karena menganggap Gus Dur sedang melucu seperti biasanya, ada yang tertawa
> mengejek, dan ada yang terharu karena menganggap Gus Dur sudah tak
> waras.Ternyata, Gus Dur benar-benar menjadi presiden.
>
> "Sebagai orang Kristen, saya tak percaya hal-hal begitu, tapi nyatanya Mas
> Dur benar-benar jadi presiden," ujar Marsillam kepada saya. Irwan David,
> mantan anggota TNI yang kini menjadi pengusaha ekspor-impor mebel dan
> berdomisili di Bandung, pernah menceritakan hal yang sama kepada saya. Kawan
> dekat Gus Dur yang beragama Katolik ini bercerita bahwa pada pertengahan
> tahun 1998 Gus Dur mengatakan akan menjadi presiden. Waktu itu, Irwan tak
> percaya dan menganggapnya ngelantur, tetapi untuk menjaga perasaan temannya
> itu Irwan menjawab, "Ya, mudah-mudahan, Gus.
>
>
>
> "Ternyata, pada 1999, Gus Dur benar-benar menjadi presiden dan Irwan David
> diundang untuk ngobrol-ngobroldi istana. "Bagi kami, orang Katolik, Gus Dur
> itu seperti santo yang oleh orang Islam disebut wali," tandasnya.
>
>
>
> Saat menjadi Presiden pun kalau mau bersikap atau mengambil keputusan Gus
> Dur sering merujuk isyarat-isyarat gaib.Tentu saja hal itu tak diungkapkan
> dalam rapat kabinet melainkan tercermin dari pernyataan dan langkah-langkah
> nyatanya. Kalau ngobrol dengan saya, Gus Dur sering bercerita bahwa "Tadi
> malam saya ditemui Mbah Mahdum,"atau "Mbah Hasyim berpesan begini…" Mbah
> Mahdum adalah nama asli Sunan Bonang.
>
>
>
> Saya berkesimpulan bahwa meskipun menolak dirinya disebut wali, Gus Dur
> percaya pada kegaiban-kegaiban dan tak jarang perilakunya dipengaruhi apa
> yang kita sebut sebagai "pesan gaib."Dalam konteks inilah saya paham mengapa
> Gus Dur sering berkunjung ke kuburan-kuburan,terutama kuburan- kuburan
> tokoh-tokoh besar masa lalu, seperti Sunan Bonang, Pangeran Jayakarta,Sunan
> Ampel, dan (tentu saja) kuburan ayahanda dan kakek-kakeknya yang merupakan
> para pendiri NU. Meski begitu, tidak mudah untuk memahami, ukuran dan jenis
> kegaiban macam apa yang dianut atau dihayati Gus Dur.
>
>
>
> Sebab, adakalanya Gus Dur menolak atau menertawai pesan-pesan gaib yang
> disampaikan orang kepadanya. Ini saya alami sendiri. Pada awal 2001, sebagai
> Menteri Pertahanan, saya diundang untuk berceramah di pondok pesantren yang
> diasuh keluarga KH Said Aqil Siradj di Cirebon. Sebelum ceramah dimulai para
> kiai mengajak saya untuk berbicara khusus di sebuah ruangan. Para kiai
> bertanya, apa betul Gus Dur akan berkunjung ke Mesir. Saya jawab bahwa Gus
> Dur memang akan berkunjung ke tujuh negara di Afrika dan Timur Tengah,
> termasuk Mesir, dan saya akan ikut dalam rombongan Presiden.
>
>
>
> Para kiai itu berpesan agar Gus Dur mengurungkan dulu niatnya berkunjung ke
> Mesir. Sebab, kata para kiai itu, banyak presiden yang jatuh dari jabatannya
> setelah berkunjung ke Mesir. Para kiai itu lantas menyebut nama Presiden
> Soekarno, Presiden Soeharto, dan Presiden Habibie yang jatuh dari jabatannya
> tak lama setelah pulang dari Mesir. Ketika pesan para Kyai itu saya
> sampaikan kepada Gus Dur, ternyata Gus Dur tak menganggapnya serius. Gus Dur
> bilang bahwa dia tak bisa membatalkan kunjungan ke Mesir karena sudah
> dijadwalkan sejak lama secara kenegaraan oleh kedua negara.
>
>
>
> Lagipula, apa hubungan antara berkunjung ke Mesir dan kejatuhan jabatan
> Presiden? "Tak masuk akal, masak berkunjung ke Mesir hanya tiga hari bisa
> jatuh dari jabatan presiden, padahal Husni Mubarak tinggal di Mesir dan
> menjadi presiden di sana lebih dari 20 tahun, tak jatuh-jatuh juga," papar
> Gus Dur sambil tertawa lebar. Tak lama setelah pulang dari Mesir, Gus Dur
> memang lengser keprabon. Percaya?
>
>
> Dimuat di Koran Sindo, 7 Januari 2010
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
> KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
> harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> kmnu2000-unsubscribe@yahoogroups.com
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment