Advertising

Saturday, 26 March 2011

Bls: [wanita-muslimah] Aneh, Banyak Muslim Dukung Invasi AS ke Libya untuk Hisab Darah Umat

 

Di rimba politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang abadi adalah
kesamaan kepentingan (interest), coba kita perhatikan :
1) Ketika Uni Soviet menyerbu Afghanistan, USA bergandengan tangan dengan Al
Qaidah mengusir soviet dari Afghanistan.
2) Ketika Menara Kembar WTC Newyork hancur diterjang pesawat, USA dengan geram
menuduh aksi teror tersebut didalangi Al Qaidah, meskipun tidak ada data dan
bukti keterlibatan Al Qaidah. USA membombardir Afghanistan dengan dalih ingin
membinasakan dedengkot Al Qaidah Osamah Bin Laden (dilebeli dalang terorist dan
the most wanted) yang bersembunyi di Afghanistan.
3) Moammar Qadafi pemimpin Libya kurang berkenan dengan Al Qaidah (saling
membenci dan saling sikut) ternyata tidak otomatis USA mendukung Moammar Qadafi
justru USA dan aliansi sekutu membombardir Moammar Qadafi. Sepertinya Moammar
Qadafi mirip dengan nasib Saddam Husain pemimpin Irak, ketika hubungan USA
bermasalah dengan Iran, diam-diam USA lebih condong mensupport Iraq di bawah
Saddam Husain memerangi Iran yang akhir episode perang Iran vs Irak tidak jelas
siapa pemenang dan pecundangnya. Namun ketika Saddam Husain mencaplok Kuwait,
USA justru membombardir Irak dan Saddam terguling bahkan diseret oleh pengadilan
Irak sebagai penjahat perang.

Kalau Saddam dibenci USA karena kontrak minyak Irak, Saddam bergandengan mesra
dengan Rusia dan Cina. Libya di bawah Moammar Qadafi juga dalam kontrak minyak
bermesraan dengan Rusia, maka pertanyaannya seberapa pentingkah faktor minyak
bagi USA dan aliansinya ???

Wassalam
Abdul Mu'iz

----- Pesan Asli ----
Dari: donnie damana <donnie.damana@gmail.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Sab, 26 Maret, 2011 17:47:39
Judul: Re: [wanita-muslimah] Aneh, Banyak Muslim Dukung Invasi AS ke Libya untuk
Hisab Darah Umat

Iya yah Bah. Kenapa banyak yang dukung invasi AS yah?
Lebih aneh lagi sebenernya amerika bah. Padahal si Gadafi sudah bilang kalo dia
berperang melawan Al Qaeda. Yang kata Gadafi sendiri bilang merupakan organisasi
teroris.
Berarti sebenarnya Libya tuh harusnya dibela Amerika yah bah?

Jadi yang harusnya dibela Muslim itu Gadafi atau Al Qaeda yang di "perangi"
Gadafi yah Bah?

:D

On Mar 26, 2011, at 9:17 AM, H. M. Nur Abdurrahman wrote:

> Aneh, Banyak Muslim Dukung Invasi AS ke Libya untuk Hisab Darah Umat
>
> *Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Inna
>lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma inna nas'alukal 'afiyah fid dunya wal
>akhirah. Amin ya Rahiim.*
>
> Sangat sulit dipahami, bagaimana mungkin banyak Muslim hari ini mendukung
>invasi Amerika Cs ke Libya. Baik itu ulama, ustadz, pengamat, pemerhati,
>jurnalis, dan sebagainya. Bagaimana mungkin akal kita bisa membenarkan invasi ke
>Libya itu? Sesempit itukah wawasan kita? Sependek itukah nalar sejarah kita?
>Tidakkah kita mau belajar dari penderitaan bangsa Irak dan Afghanistan, pasca
>invasi Amerika Cs tahun 2003 dan 2001 lalu?
>
> Alasan yang dipakai para AGRESSOR untuk menghujani Libya dengan rudal-rudal
>adalah: "Demi menyelamatkan warga Benghazi yang anti Qaddafi dari serangan
>brutalnya yang telah menewaskan manusia sampai 6000 orang lebih." Dengan alasan
>ini lalu kita membenarkan serangan udara negara-negara syaitan seperti Amerika,
>Inggris, Perancis, Italia, Kanada, dll.
>
> *Apakah Kalian Mendukung Mereka Menghisap Darah Kaum Muslimin??? *
>
> Mula-mula harus diklarifikasi dulu, benarkah korban yang jatuh dari pihak
>demonstran anti Qaddafi sampai 6000 jiwa lebih? Laporan ini berdasarkan pantauan
>TV *Aljazeera*, lembaga HAM Libya, dan lembaga HAM internasional.
> Sedangkan, korban menurut versi Pemerintah Libya sendiri tidak pernah dilihat.
>Setidaknya, kita harus melihat laporan kalangan *Islam independen*, yang tidak
>terlibat dalam pertikaian politik di Libya. Kalau Aljazeera kan jelas-jelas
>sudah terlibat dalam revolusi dunia Arab saat ini, malah TV ini merupakan
>PROVOKATOR paling sengit.
>
> Cobalah berpikir logis. Selama terjadi bentrok di Libya, pernahkah kita melihat
>mayat-mayat bergelimpangan dalam jumlah besar? Pernahkah kita lihat ke
>rumah-rumah sakit, di sana ada ribuan korban jiwa? Pernahkah kita lihat ada
>pekuburan-pekuburan massal untuk mengubur jenazah yang ribuan orang itu?
>Pernahkah kita lihat ada gambar-gambar mayat bertumpuk-tumpuk di Libya saat ini?
>Kalau ada semua itu, saya yakin rakyat Libya yang semula pro Qaddafi,
> mereka akan berbalik menyerang Qaddafi. Sebab fitrahnya manusia, tidak suka
>melihat kekejaman.
>
> Bukannya kita mendukung kekejaman Qaddafi. Tidak sama sekali. Tetapi jangan
>sampai kita zalim dengan enuduhkan sesuatu yang memang tidak ada realitasnya.
>Kekejaman Qaddafi kepada demonstran ya jelas harus dihentikan. Bukan seperti itu
>cara yang seharusnya dilakukan. Baik Qaddafi maupun pasukan NATO, haram berbuat
>kezaliman.
>
> Sekarang masalahnya, bagaimana bisa kita menolak kekejaman Qaddafi, sementara
>kita membenarkan kekejaman serangan NATO terhadap target-target sasaran sipil di
>Libya? Apakah kalau yang menyerang itu Qaddafi, ia dilarang; tetapi kalau NATO,
>ia dibenarkan? Itukah yang namanya keadilan?
>
> Seandainya NATO benar-benar adil -sedangkan syaitan tak ada yang bersikap adil-
>seharusnya mereka segera menghajar Israel dengan serangan ribuan ton rudal.
>Karena kita tahu betapa kejamnya Israel saat menyerang warga Ghaza pada 2008
>lalu. Begitu pula betapa kejinya bangsa itu saat merampok kapal Mavi Marmara dan
>membunuhi puluhan manusia di dalamnya. Mengapa kita tidak meminta NATO menghajar
>Israel dengan segala kekejiannya itu?
>
> Apakah seorang Muslim pantas meminta orang kafir membunuhi sesama Muslim (warga
>Libya), sementara dia tidak pernah meminta orang kafir itu membalas kekejaman
>Yahudi Israel? *Siapapun yang merestui pembunuhan kaum Muslimin di Libya saat
>ini, dengan meminta bantuan tangan-tangan keji kaum kuffar, mereka bisa jatuh
>dalam kekufuran*. Berhati-hatilah wahai kaum Muslimin.
>
> Mungkin Anda akan membantah, "Tapi kan Qaddafi sudah kejam, sudah biadab, sudah
>membunuhi ribuan orang Muslim? Dia harus dihentikan bagaimanapun caranya,
>berapapun harganya?"
>
> Demi Allah, kekejaman Qaddafi -jika benar demikian adanya- tidak bisa
>dibenarkan dalam Syariat Islam. Dalam menyikapi pertikaian politik antar sesama
>Muslim (Pemerintah Qaddafi dan demonstran anti Qaddafi) seharusnya
> ditempuh jalan damai, jalan perundingan, dan kompromi. Bukan saling membunuh.
>Nabi Saw mengatakan, kalau dua orang Muslim berhadapan, keduanya sama-sama
>menghunus pedang, lalu salah satu darinya mati; maka keduanya
> masuk neraka. Yang terbunuh pun masuk neraka, sebab dia sudah ada niat membunuh
>kawannya.
>
> Cara terbaik mengatasi pertikaian antar sesama Muslim adalah JALAN DAMAI, bukan
>saling serang dan membunuh. Dan lebih keji lagi, kalau untuk urusan saling
>membunuh itu, kaum Muslimin meminta bantuan orang kafir -laknat Allah atas
>mereka-. Wong, saling serang antar Muslim saja haram, apalagi meminta bantuan
>kuffar untuk menyerang Ummat Islam lainnya. Ini adalah perbuatan terkutuk yang
>bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam.
>
> Andaikan Qaddafi telah berbuat kejam dengan membunuhi ribuan Muslim. Tetap saja
>solusinya bukan dengan mendatangkan kekuatan kuffar untuk menghancurkan seluruh
>negara Libya dan rakyatnya. Jangan sampai, hanya demi mengusir tikus yang masuk
>rumah, kita menyewa meriam milik orang kuffar. Nanti, bukan hanya tikus itu yang
>terbakar, tetapi seluruh rumah akan menjadi hancur berkeping-keping.
>
> Cobalah ingat bagaimana latar-belakang perang Afghanistan dan perang Irak!
>Alasan perang Afghan, adalah untuk menghajar Usamah bin Ladin dan Al Qa'idah.
>Tetapi yang dihancurkan oleh NATO adalah seluruh negara Afghan dan
> rakyatnya, sementara Al Qa'idah sampai sekarang masih terus eksis. Alasan
>perang Irak, adalah untuk menghajar Saddam yang memiliki senjata pemusnah
>massal. Ternyata kemudian terbukti, alasan itu bohong belaka. Tetapi bangsa
> Irak sudah remuk-redam dihajar ribuan ton rudal NATO.
>
> Kalau masalah kekejaman, Qaddafi bukan satu-satunya penguasa kejam. Coba hitung
>berapa ribu manusia yang telah tewas di Afghanistan dan Irak! Sebagian menyebut
>sudah jutaan. Lalu hitung berapa korban Muslim di Palestina akibat kekejaman
>Israel! Lalu hitung kekejaman di Somalia, di Rwanda, di Chechnya, di Bosnia,
>bahkan di Ambon, Maluku, Sampit, Sambas, dan lainnya. Ada berapa ribu manusia
>yang "disate" di tempat-tempat itu? *Lalu apakah NATO segera bergerak cepat
>untuk menghancurkan pihak-pihak pembantai di tempat-tempat itu?*
>
> Kita masih ingat bagaimana kekejaman regim militer di Aljazair ketika merampas
>kemenangan FIS pada tahun 1991-1992 lalu. Ketika itu regim militer tersebut
>*membunuh 50.000* lebih aktivis Islam, atas dukungan negara syaitan
> Prancis. Apa kita lupa dengan fakta sejarah itu? Lalu di mana pembelaan NATO
>terhadap FIS? Padahal FIS memenangkan pemilu secara demokratis? Mengapa penguasa
>militer Aljazair tidak dihajar oleh NATO dan negara sampah seperti Amerika,
>Inggris, Kanada, dan sejenisnya? *Di mana pembelaan mereka terhadap nasib 50.000
>aktivis Islam di Aljazair? *
>
> Dan yang paling konyol lagi, ialah alasan: "*Menciptakan demokrasi di Libya*."
>Ini adalah alasan yang paling TOLOL yang bisa dikemukakan. Demi melaksanakan
>demokrasi, kita menghalalkan invasi negara-negara kuffar -semoga Allah
> mengutuk mereka dan menghancurkan ekonomi mereka-.
>
> Bagaimana mungkin negara-negara itu ingin memaksakan demokrasi dengan bahasa
>"rudal dan bom"? Ini adalah KEMUNAFIKAN yang sangat telanjang. Mungkinkah bisa
>terjadi demokrasi dengan bahasa rudal? Sangat sulit dimengerti. Apakah artinya
>demokrasi jika menghalalkan agresi, invasi, dan serangan rudal-rudal? Disebut
>demokrasi karena disana tidak digunakan cara-cara kekerasan. Kalau memakai cara
>kekerasan, yang terjadi bukan demokrasi,
> tetapi *demokrasi berdarah*. Lihatlah di Afghanistan, disana Amerika berusaha
>mendemokrasikan bangsa Afghan tetapi dengan memakai rudal. Akibatnya, rakyat
>Afghan merespon ajakan Amerika itu dengan serangan-serangan bom manusia, sampai
>saat ini. *Demokrasi darah, ya hasilnya akan dibayar dengan darah pula*.
>
> Satu hal yang harus disadari. Andaikan nanti Qaddafi berhasil dihancurkan oleh
>pasukan NATO, lalu diganti tokoh lain yang lebih demokratis. Pertanyaannya,
>apakah setelah itu NATO akan pulang ke rumah masing-masing secara damai dan
>penuh ikhlas? Jangan bodoh kawan! Mereka sudah keluar uang banyak untuk
>menjatuhkan Qaddafi. Mereka pasti akan meminta BAYARAN atas uang yang sudah
>mereka keluarkan untuk aksi militer itu. Sebagai catatan, harga 1 unit rudal
>Tomahawk saja bisa mencapai Rp. 5 miliar sampai Rp. 9 miliar.
>
> Semua biaya-biaya itu pasti akan dimintakan agar diganti oleh negara Libya.
>Kalau bukan dibayar secara cash, bisa dikonversi dalam bentuk hutang negara.
>Atau dialihkan dalam bentuk penguasaan ladang-ladang minyak di Libya. Mana ada
>perang yang cuma-cuma, kawan? Jangan bodoh dan terlalu lugu. Negara-negara
>agressor seringkali memanfaatkan perang semacam itu untuk mendapat penghasilan
>ekonomi besar. Itulah yang disebut sebagai "*jualan
> amunisi berkuah darah*".
>
> Sehebat apapun konflik di tengah kaum Muslimin, solusinya bukan dengan meminta
>bantuan pasukan kuffar yang terkenal haus darah dan zhalim itu. Konflik di
>antara kaum Muslimin seharusnya diselesaikan dengan ISHLAH. Al
> Qur'an mengajarkan agar kita menempuh jalan damai ketika menyelesaikan sengketa
>suami-isteri. Bila konflik sudah serius, kita bisa mengambil,"*Hakaman min
>ahlihi wa hakaman min ahliha*" (seorang penengah dari pihak suami, dan
> penengah dari pihak isteri). Cara demikian diutamakan, karena Islam menganut
>prinsip, "*Was shulhu khair*" (perdamaian atau ishlah itu lebih baik).
>
> Kalau untuk konflik rumah-tangga diutamakan cara ishlah, apalagi konflik yang
>menyangkut darah, nyawa, harta, dan kehidupan kaum Muslimin dalam skala luas?
>Lalu dimana akal kita ketika kini menyetujui invasi Amerika Cs ke
> Libya? Itukah cara Islami yang diajarkan oleh Kitabullah dan As Sunnah? Sangat
>jauh, sangat jauh; seperti jauhnya langit dan bumi, serta jauhnya Barat dan
>Timur.
>
> *"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan
>meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah
>ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu
>yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri
>(siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu)"** *(TQS Ali Imran: 28).
>
> Cukuplah ayat di atas sebagai peringatan bagi kita semua. [Abinya Syakir]
>
>http://www.voa-islam.com/news/islamic-world/2011/03/26/13939/aneh-banyak-muslim-dukung-invasi-as-ke-libya-untuk-hisab-darah-umat/
>/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment