Mbak Lina,
Gpp kok, gak usah minta maaf karena gak ada yang
salah dari mbak Lina, mari kita lanjutkan
diskusinya. Bahwa akhlaq itu penting memang
betul, makanya Rasulullah itu dibangkitkan adalah
untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. Hidup
dalam komunitas besar yang namanya negara itu
juga kan ujung-ujungnya adalah untuk memakmurkan
dan mensejahterahkan rakyatnya ? nah benarkah
kalau hidup jadi susah itu bukan semata-mata
karena persoalan ada atau tidak adanya konstitusi
?? Lha mengapa waktu pemimpin kita Bung Karno
saat memproklamasikan kemerdekaanya, langsung
mengambil langkah awal menyusun konstitusi (UUD)
lebih dulu ? mengapa tidak langsung saja
mengumumkan kabinet dengan program tunggal
mensejahterahkan rakyat ? terus mengapa Indonesia
makin kacau sekarang, meskipun konstitusinya ada
dan jelas amanatnya dengan demikian keberadaan
konstitusi apa menurut mbak Lina tidak penting
dibahas atau dipertahankan atau dipersoalkan
karena ada atau tidak ada konstitusi toh negara
tetap kacau dan carut marut ? Bagaimana menurut
mbak Lina, kalau ada konstitusi tetap kacau,
kira-kira kalau tanpa konstitusi apa prediksi Indonesia merurut mbak Lina
Kalau menurut saya kekacaun itu terjadi karena,
konstitusi dipandang penting, justru karena
dianggap penting maka oleh penguasa direkayasa
sedemikian rupa agar kebijakan yang dihasilkan
itu konstitusional alias tidak melanggar,
sehingga tidak peduli apakah rakyat sejahtera apa
enggak. Nah kalau tidak ada konstitusi maka lebih
enak lagi bertindak semena-mena, karena tidak ada
aturan main bagi menindak apabila sang penguasa yang melanggar.
Wassalam
Abdul Mu'iz
At 01:28 PM 3/3/2011, you wrote:
>
>
>Maap yah, Om. Soal beginian mah ane dah mapan
>bahwa terserah negara mo pilih ape nyang cucok
>sama rakyat sekitarnyah. Lebih penting ke mental
>para pemimpin dan penguasa. Konsitusi dan aturan
>laen2nya ade di nomor berikutnyah yg kudu sesuai sikon negara tsb.
>
>Biar ade konstitusi juga teteb aje ade nyang
>berdarah2 turunnya. Indonesia punya konstitusi,
>ciamik toh? tapi teteb aje mahasiswa Trisakti harus berdarah bahkan mate.
>
>Konstitusi ade, hukum ade...teteb ajah mafia pajak sakti.
>
>Yaa ini semua pan aturan maen. Yaaak terserah
>yang mo maen dah, buat aturannye pagimane. Bisa
>dirubah2 toh. Ane mah mo maen spedah aja. Secara
>pribadi ade aturannye, tapi secara negara lom
>ade aturannye ha haha gak pake helmet gpp. Tapi ane pake kok...
>
>Biar aturan dan konstitusi canggih tapi rakyat
>morat marit morot, piye? Yang penting
>kesejahteraan merata deh, mo idup di jaman
>purbakala ato mo idup di jaman modern. UKuran tsb gak berubah.
>
>Daku kan rakyat....
>Bayar pajak...
>pajak di sikat...
>demi para pejabat...
>yang melakukan amanah...
>sebuah konstitusih...
>
>Katanya....
>
>--- In
><mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com,
>Abdul Muiz <muizof@...> wrote:
> >
> > Mbak Lina,
> >
> > kalau pertanyaan itu disampaikan pada zaman
> purbakala pasti cocok, yang penting
> > hidup makmur, pertanyaan tentang konstitusi
> menjadi tidak relevan, ya karena
> > memang zamannya seperti itu gak butuh yang namanya konstitusi untuk
> > mengatur pranata (lembaga) modern. Konstitusi
> itu menjadi pedoman untuk mengatur
> > negara, warga negara, eksekutif, legislatif, yudikatif dan lembaga penting
> > lainnya yang dianggap perlu. Kalau negara
> tidak punya konstitusi terus kalau
> > penguasa berbuat lalim atau melakukan menyalahgunakan kewenangan, maka
> > pertanyaannya siapa yang berhak memutuskan bahwa penguasa melanggar haluan
> > negara ?, haluan negara mana yang mau dirujuk
> ? bagaimana mengimpeach-nya ?? apa
> > harus demonstrasi dan berdarah-darah untuk
> menyuruh turun sang penguasa ?? lha
> > disuruh turun dari kekuasaan kan merujuk pada
> aturan yang mana ? konstitusinya
> > saja tidak ada ?. Lha shalat berjamaah saja
> kalau imam melanggar hadats kan
> > harus mundur itu karena ada the rule of game ?? kalau imamnya gak mau
> > meninggalkan posisi imam, padahal jelas
> kentut, terdengar jelas suaranya, dan
> > tercium jelas baunya ? apa harus dipaksa
> dengan diseret atau dimaki-maki ? atau
> > bubar masing-masing ?? kan jadi kacau ?? nah
> konstitusi tidak lain itu the rule
> > of game untuk level negara, mbak Lina.
> Sedangkan level agama juga begitu butuh
> > rule of the game untuk ritual ibadah, ya ada
> di fiqh terlepas ada berapa madzhab
> > yang berkembang.
> >
> > Coba renungkan dengan materi diskusi yang pernah kita bahas, kalau melihat
> > fenomena LGBT pada zaman Nabi Muhammad ya cuma ada jenis kelami laki dan
> > perempuan saja, makanya menurut rujukan fiqh madzhab 4 (sunni) menyebutkan
> > syarat imam ya cuma jenis kelamin laki-laki.
> Lha kalau ada orang yang fisiknya
> > lelaki tetapi jiwanya perempuan, mau enggak, mbak Lina jadi makmum shalat
> > berjamaah dengan beri-Imam pada orang
> tersebut ?. Ya sudah deh yang penting kan
> > pokoknya shalat, aturan main terserah aja deh
> ?? apa begitu ?? KTP kita kan cuma
> > mencantumkan dua jenis kelamin ?
> >
> > Wassalam
> > Abdul Mu'iz
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > Dari: Lina <linadahlan@...>
> > Kepada:
> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Terkirim: Kam, 3 Maret, 2011 12:14:29
> > Judul: Bls: [wanita-muslimah] Re: Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan
> >
> >
> > Ane pikir seh dah lah yg penting rakyatnyah
> makmur. Mo pake konstitusi kek, mo
> > pake apa kek...ntu kan hak masing2 negara.
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment