Abdul Muiz--bismilahirahmanirrahiim
Oleh karena itu agama tidak boleh masuk dalam berpolitik
Syariat Agama tidak boleh menjadi sistem pemerintahan.haram hukumnya.
Ulama2 tidak boleh berpolitik berbahaya kpd agama.,,akan merusak citra agama Islam.
salam
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, <muizof@...> wrote:
>
> Di rimba politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang abadi adalah
> kesamaan kepentingan (interest), coba kita perhatikan :
> 1) Ketika Uni Soviet menyerbu Afghanistan, USA bergandengan tangan dengan Al
> Qaidah mengusir soviet dari Afghanistan.
> 2) Ketika Menara Kembar WTC Newyork hancur diterjang pesawat, USA dengan geram
> menuduh aksi teror tersebut didalangi Al Qaidah, meskipun tidak ada data dan
> bukti keterlibatan Al Qaidah. USA membombardir Afghanistan dengan dalih ingin
> membinasakan dedengkot Al Qaidah Osamah Bin Laden (dilebeli dalang terorist dan
> the most wanted) yang bersembunyi di Afghanistan.
> 3) Moammar Qadafi pemimpin Libya kurang berkenan dengan Al Qaidah (saling
> membenci dan saling sikut) ternyata tidak otomatis USA mendukung Moammar Qadafi
> justru USA dan aliansi sekutu membombardir Moammar Qadafi. Sepertinya Moammar
> Qadafi mirip dengan nasib Saddam Husain pemimpin Irak, ketika hubungan USA
> bermasalah dengan Iran, diam-diam USA lebih condong mensupport Iraq di bawah
> Saddam Husain memerangi Iran yang akhir episode perang Iran vs Irak tidak jelas
> siapa pemenang dan pecundangnya. Namun ketika Saddam Husain mencaplok Kuwait,
> USA justru membombardir Irak dan Saddam terguling bahkan diseret oleh pengadilan
> Irak sebagai penjahat perang.
>
> Kalau Saddam dibenci USA karena kontrak minyak Irak, Saddam bergandengan mesra
> dengan Rusia dan Cina. Libya di bawah Moammar Qadafi juga dalam kontrak minyak
> bermesraan dengan Rusia, maka pertanyaannya seberapa pentingkah faktor minyak
> bagi USA dan aliansinya ???
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
>
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: donnie damana <donnie.damana@...>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Terkirim: Sab, 26 Maret, 2011 17:47:39
> Judul: Re: [wanita-muslimah] Aneh, Banyak Muslim Dukung Invasi AS ke Libya untuk
> Hisab Darah Umat
>
> Iya yah Bah. Kenapa banyak yang dukung invasi AS yah?
> Lebih aneh lagi sebenernya amerika bah. Padahal si Gadafi sudah bilang kalo dia
> berperang melawan Al Qaeda. Yang kata Gadafi sendiri bilang merupakan organisasi
> teroris.
> Berarti sebenarnya Libya tuh harusnya dibela Amerika yah bah?
>
> Jadi yang harusnya dibela Muslim itu Gadafi atau Al Qaeda yang di "perangi"
> Gadafi yah Bah?
>
> :D
>
> On Mar 26, 2011, at 9:17 AM, H. M. Nur Abdurrahman wrote:
>
> > Aneh, Banyak Muslim Dukung Invasi AS ke Libya untuk Hisab Darah Umat
> >
> > *Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Inna
> >lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma inna nas'alukal 'afiyah fid dunya wal
> >akhirah. Amin ya Rahiim.*
> >
> > Sangat sulit dipahami, bagaimana mungkin banyak Muslim hari ini mendukung
> >invasi Amerika Cs ke Libya. Baik itu ulama, ustadz, pengamat, pemerhati,
> >jurnalis, dan sebagainya. Bagaimana mungkin akal kita bisa membenarkan invasi ke
> >Libya itu? Sesempit itukah wawasan kita? Sependek itukah nalar sejarah kita?
> >Tidakkah kita mau belajar dari penderitaan bangsa Irak dan Afghanistan, pasca
> >invasi Amerika Cs tahun 2003 dan 2001 lalu?
> >
> > Alasan yang dipakai para AGRESSOR untuk menghujani Libya dengan rudal-rudal
> >adalah: "Demi menyelamatkan warga Benghazi yang anti Qaddafi dari serangan
> >brutalnya yang telah menewaskan manusia sampai 6000 orang lebih." Dengan alasan
> >ini lalu kita membenarkan serangan udara negara-negara syaitan seperti Amerika,
> >Inggris, Perancis, Italia, Kanada, dll.
> >
> > *Apakah Kalian Mendukung Mereka Menghisap Darah Kaum Muslimin??? *
> >
> > Mula-mula harus diklarifikasi dulu, benarkah korban yang jatuh dari pihak
> >demonstran anti Qaddafi sampai 6000 jiwa lebih? Laporan ini berdasarkan pantauan
> >TV *Aljazeera*, lembaga HAM Libya, dan lembaga HAM internasional.
> > Sedangkan, korban menurut versi Pemerintah Libya sendiri tidak pernah dilihat.
> >Setidaknya, kita harus melihat laporan kalangan *Islam independen*, yang tidak
> >terlibat dalam pertikaian politik di Libya. Kalau Aljazeera kan jelas-jelas
> >sudah terlibat dalam revolusi dunia Arab saat ini, malah TV ini merupakan
> >PROVOKATOR paling sengit.
> >
> > Cobalah berpikir logis. Selama terjadi bentrok di Libya, pernahkah kita melihat
> >mayat-mayat bergelimpangan dalam jumlah besar? Pernahkah kita lihat ke
> >rumah-rumah sakit, di sana ada ribuan korban jiwa? Pernahkah kita lihat ada
> >pekuburan-pekuburan massal untuk mengubur jenazah yang ribuan orang itu?
> >Pernahkah kita lihat ada gambar-gambar mayat bertumpuk-tumpuk di Libya saat ini?
> >Kalau ada semua itu, saya yakin rakyat Libya yang semula pro Qaddafi,
> > mereka akan berbalik menyerang Qaddafi. Sebab fitrahnya manusia, tidak suka
> >melihat kekejaman.
> >
> > Bukannya kita mendukung kekejaman Qaddafi. Tidak sama sekali. Tetapi jangan
> >sampai kita zalim dengan enuduhkan sesuatu yang memang tidak ada realitasnya.
> >Kekejaman Qaddafi kepada demonstran ya jelas harus dihentikan. Bukan seperti itu
> >cara yang seharusnya dilakukan. Baik Qaddafi maupun pasukan NATO, haram berbuat
> >kezaliman.
> >
> > Sekarang masalahnya, bagaimana bisa kita menolak kekejaman Qaddafi, sementara
> >kita membenarkan kekejaman serangan NATO terhadap target-target sasaran sipil di
> >Libya? Apakah kalau yang menyerang itu Qaddafi, ia dilarang; tetapi kalau NATO,
> >ia dibenarkan? Itukah yang namanya keadilan?
> >
> > Seandainya NATO benar-benar adil -sedangkan syaitan tak ada yang bersikap adil-
> >seharusnya mereka segera menghajar Israel dengan serangan ribuan ton rudal.
> >Karena kita tahu betapa kejamnya Israel saat menyerang warga Ghaza pada 2008
> >lalu. Begitu pula betapa kejinya bangsa itu saat merampok kapal Mavi Marmara dan
> >membunuhi puluhan manusia di dalamnya. Mengapa kita tidak meminta NATO menghajar
> >Israel dengan segala kekejiannya itu?
> >
> > Apakah seorang Muslim pantas meminta orang kafir membunuhi sesama Muslim (warga
> >Libya), sementara dia tidak pernah meminta orang kafir itu membalas kekejaman
> >Yahudi Israel? *Siapapun yang merestui pembunuhan kaum Muslimin di Libya saat
> >ini, dengan meminta bantuan tangan-tangan keji kaum kuffar, mereka bisa jatuh
> >dalam kekufuran*. Berhati-hatilah wahai kaum Muslimin.
> >
> > Mungkin Anda akan membantah, "Tapi kan Qaddafi sudah kejam, sudah biadab, sudah
> >membunuhi ribuan orang Muslim? Dia harus dihentikan bagaimanapun caranya,
> >berapapun harganya?"
> >
> > Demi Allah, kekejaman Qaddafi -jika benar demikian adanya- tidak bisa
> >dibenarkan dalam Syariat Islam. Dalam menyikapi pertikaian politik antar sesama
> >Muslim (Pemerintah Qaddafi dan demonstran anti Qaddafi) seharusnya
> > ditempuh jalan damai, jalan perundingan, dan kompromi. Bukan saling membunuh.
> >Nabi Saw mengatakan, kalau dua orang Muslim berhadapan, keduanya sama-sama
> >menghunus pedang, lalu salah satu darinya mati; maka keduanya
> > masuk neraka. Yang terbunuh pun masuk neraka, sebab dia sudah ada niat membunuh
> >kawannya.
> >
> > Cara terbaik mengatasi pertikaian antar sesama Muslim adalah JALAN DAMAI, bukan
> >saling serang dan membunuh. Dan lebih keji lagi, kalau untuk urusan saling
> >membunuh itu, kaum Muslimin meminta bantuan orang kafir -laknat Allah atas
> >mereka-. Wong, saling serang antar Muslim saja haram, apalagi meminta bantuan
> >kuffar untuk menyerang Ummat Islam lainnya. Ini adalah perbuatan terkutuk yang
> >bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam.
> >
> > Andaikan Qaddafi telah berbuat kejam dengan membunuhi ribuan Muslim. Tetap saja
> >solusinya bukan dengan mendatangkan kekuatan kuffar untuk menghancurkan seluruh
> >negara Libya dan rakyatnya. Jangan sampai, hanya demi mengusir tikus yang masuk
> >rumah, kita menyewa meriam milik orang kuffar. Nanti, bukan hanya tikus itu yang
> >terbakar, tetapi seluruh rumah akan menjadi hancur berkeping-keping.
> >
> > Cobalah ingat bagaimana latar-belakang perang Afghanistan dan perang Irak!
> >Alasan perang Afghan, adalah untuk menghajar Usamah bin Ladin dan Al Qa'idah.
> >Tetapi yang dihancurkan oleh NATO adalah seluruh negara Afghan dan
> > rakyatnya, sementara Al Qa'idah sampai sekarang masih terus eksis. Alasan
> >perang Irak, adalah untuk menghajar Saddam yang memiliki senjata pemusnah
> >massal. Ternyata kemudian terbukti, alasan itu bohong belaka. Tetapi bangsa
> > Irak sudah remuk-redam dihajar ribuan ton rudal NATO.
> >
> > Kalau masalah kekejaman, Qaddafi bukan satu-satunya penguasa kejam. Coba hitung
> >berapa ribu manusia yang telah tewas di Afghanistan dan Irak! Sebagian menyebut
> >sudah jutaan. Lalu hitung berapa korban Muslim di Palestina akibat kekejaman
> >Israel! Lalu hitung kekejaman di Somalia, di Rwanda, di Chechnya, di Bosnia,
> >bahkan di Ambon, Maluku, Sampit, Sambas, dan lainnya. Ada berapa ribu manusia
> >yang "disate" di tempat-tempat itu? *Lalu apakah NATO segera bergerak cepat
> >untuk menghancurkan pihak-pihak pembantai di tempat-tempat itu?*
> >
> > Kita masih ingat bagaimana kekejaman regim militer di Aljazair ketika merampas
> >kemenangan FIS pada tahun 1991-1992 lalu. Ketika itu regim militer tersebut
> >*membunuh 50.000* lebih aktivis Islam, atas dukungan negara syaitan
> > Prancis. Apa kita lupa dengan fakta sejarah itu? Lalu di mana pembelaan NATO
> >terhadap FIS? Padahal FIS memenangkan pemilu secara demokratis? Mengapa penguasa
> >militer Aljazair tidak dihajar oleh NATO dan negara sampah seperti Amerika,
> >Inggris, Kanada, dan sejenisnya? *Di mana pembelaan mereka terhadap nasib 50.000
> >aktivis Islam di Aljazair? *
> >
> > Dan yang paling konyol lagi, ialah alasan: "*Menciptakan demokrasi di Libya*."
> >Ini adalah alasan yang paling TOLOL yang bisa dikemukakan. Demi melaksanakan
> >demokrasi, kita menghalalkan invasi negara-negara kuffar -semoga Allah
> > mengutuk mereka dan menghancurkan ekonomi mereka-.
> >
> > Bagaimana mungkin negara-negara itu ingin memaksakan demokrasi dengan bahasa
> >"rudal dan bom"? Ini adalah KEMUNAFIKAN yang sangat telanjang. Mungkinkah bisa
> >terjadi demokrasi dengan bahasa rudal? Sangat sulit dimengerti. Apakah artinya
> >demokrasi jika menghalalkan agresi, invasi, dan serangan rudal-rudal? Disebut
> >demokrasi karena disana tidak digunakan cara-cara kekerasan. Kalau memakai cara
> >kekerasan, yang terjadi bukan demokrasi,
> > tetapi *demokrasi berdarah*. Lihatlah di Afghanistan, disana Amerika berusaha
> >mendemokrasikan bangsa Afghan tetapi dengan memakai rudal. Akibatnya, rakyat
> >Afghan merespon ajakan Amerika itu dengan serangan-serangan bom manusia, sampai
> >saat ini. *Demokrasi darah, ya hasilnya akan dibayar dengan darah pula*.
> >
> > Satu hal yang harus disadari. Andaikan nanti Qaddafi berhasil dihancurkan oleh
> >pasukan NATO, lalu diganti tokoh lain yang lebih demokratis. Pertanyaannya,
> >apakah setelah itu NATO akan pulang ke rumah masing-masing secara damai dan
> >penuh ikhlas? Jangan bodoh kawan! Mereka sudah keluar uang banyak untuk
> >menjatuhkan Qaddafi. Mereka pasti akan meminta BAYARAN atas uang yang sudah
> >mereka keluarkan untuk aksi militer itu. Sebagai catatan, harga 1 unit rudal
> >Tomahawk saja bisa mencapai Rp. 5 miliar sampai Rp. 9 miliar.
> >
> > Semua biaya-biaya itu pasti akan dimintakan agar diganti oleh negara Libya.
> >Kalau bukan dibayar secara cash, bisa dikonversi dalam bentuk hutang negara.
> >Atau dialihkan dalam bentuk penguasaan ladang-ladang minyak di Libya. Mana ada
> >perang yang cuma-cuma, kawan? Jangan bodoh dan terlalu lugu. Negara-negara
> >agressor seringkali memanfaatkan perang semacam itu untuk mendapat penghasilan
> >ekonomi besar. Itulah yang disebut sebagai "*jualan
> > amunisi berkuah darah*".
> >
> > Sehebat apapun konflik di tengah kaum Muslimin, solusinya bukan dengan meminta
> >bantuan pasukan kuffar yang terkenal haus darah dan zhalim itu. Konflik di
> >antara kaum Muslimin seharusnya diselesaikan dengan ISHLAH. Al
> > Qur'an mengajarkan agar kita menempuh jalan damai ketika menyelesaikan sengketa
> >suami-isteri. Bila konflik sudah serius, kita bisa mengambil,"*Hakaman min
> >ahlihi wa hakaman min ahliha*" (seorang penengah dari pihak suami, dan
> > penengah dari pihak isteri). Cara demikian diutamakan, karena Islam menganut
> >prinsip, "*Was shulhu khair*" (perdamaian atau ishlah itu lebih baik).
> >
> > Kalau untuk konflik rumah-tangga diutamakan cara ishlah, apalagi konflik yang
> >menyangkut darah, nyawa, harta, dan kehidupan kaum Muslimin dalam skala luas?
> >Lalu dimana akal kita ketika kini menyetujui invasi Amerika Cs ke
> > Libya? Itukah cara Islami yang diajarkan oleh Kitabullah dan As Sunnah? Sangat
> >jauh, sangat jauh; seperti jauhnya langit dan bumi, serta jauhnya Barat dan
> >Timur.
> >
> > *"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan
> >meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah
> >ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu
> >yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri
> >(siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu)"** *(TQS Ali Imran: 28).
> >
> > Cukuplah ayat di atas sebagai peringatan bagi kita semua. [Abinya Syakir]
> >
> >http://www.voa-islam.com/news/islamic-world/2011/03/26/13939/aneh-banyak-muslim-dukung-invasi-as-ke-libya-untuk-hisab-darah-umat/
> >/
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
>
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment