Advertising

Wednesday, 2 March 2011

Re: [wanita-muslimah] Keprimitifan Qadafi

Agen Zionist

2011/3/2 L.Meilany <wpamungk@centrin.net.id>

>
>
> Buat sekedar bacaan
> l.meilany
> -----------------------------------
> Home Republika Online
>
> Koran » Resonansi
> Jumat, 25 Februari 2011 pukul 10:46:00
> Keprimitifan Qadafi
>
> Zaim Uchrowi
>
> Roma, setahun silam. Ratusan perempuan dari berbagai kalangan mendadak
> mendapat undangan. Katanya, mereka diajak berpesta bersama Muamar Qadafi.
> Siapa yang mau melewatkan undangan seperti itu? Berpesta, bertemu 'presiden'
> kaya, dan diming-imingi hadiah uang pula.
>
> Gebyar pesta yang mereka bayangkan itu tidak ada. Yang mereka temui hanya
> orang yang membagikan Alquran pada para tamu. Lalu, Qadafi muncul sebentar,
> berpidato dalam bahasa Arab yang diterjemahkan. Sang pemimpin mengajak
> mereka memeluk Islam. Acara pun selesai. Para perempuan dengan pakaian pesta
> itu pun terhenyak.
>
> Itu potret kecil sosok Qadafi. Seorang yang mengundang kagum dengan gaya
> sederhananya: suka tinggal di tenda dan tak mau menaikkan pangkat
> 'kolonelnya'. Di sisi lain, seperti disebut seorang bekas pelajar Indonesia
> di Libya, ia juga salah satu dari tiga pemimpin Dunia Islam 'paling
> mengerikan' pada akhir abad 20. Lainnya adalah Saddam Husein dan Hafez
> Assad. Setidaknya, itu yang dituturkan seorang pelajar Indonesia di Libya
> sembilan tahun silam.
>
> Di Irak, Libya, dan Suriah pada masa itu jangan pernah mengkritik
> pemerintah bahkan dalam percakapan pribadi sekalipun. Sahabat atau saudara
> bisa melaporkannya ke polisi. Menjadi mata-mata adalah jalan termudah
> mendapat uang karena pekerjaan susah. Tak sedikit ulama yang lenyap bersama
> seluruh keluarganya. Pelajar itu pernah ditangkap polisi, ditahan, serta
> disiksa untuk alasan yang tak jelas.
>
> Wajah buram Libya terlihat jelas di Tripoli saat saya berkunjung beberapa
> tahun lalu. Aroma kemiskinan sangat kuat. Di sisi lain, pada sejumlah
> kalangan, perilaku hedonis berkembang luar biasa. Kebut-kebutan motor besar
> yang memekakkan sejumlah ruas jalan terjadi hampir saban malam. Kerja?
> Selain para pedagang pasar dan petani, etos bangsa itu menyedihkan.
>
> Libya, di balik nama besarnya, masih sangat tradisional bahkan primitif
> dalam model kepemimpinannya, serupa dengan banyak negara Arab lain yang
> tampak kaya raya.
> Padahal, 14 abad silam, peradaban Arab sudah lebih maju. Rasul mengajar
> agama bukan buat memberi iming-imingi surga. Agama buat mengubah dan
> membangun peradaban yang umumnya tumbuh melalui empat anak tangga: primitif,
> tradisional, modern, dan madani. Rasul mentransformasi peradaban
> primitif-tradisional tak cuma ke modern, tetapi langsung ke jenjang madani.
>
> Jejak peradaban madani itu kini seperti tak berbekas. Yang tersisa tinggal
> formalitas dan ritual agamanya. Peradaban Arab umumnya masih sangat
> tradisional, kadang bahkan primitif. Itu yang membuat mereka, yang kaya
> raya, tak mampu menyejahterakan seluruh warganya sendiri, apalagi para
> tetangganya. Kehidupan bangsa-bangsa terdekat dengan Arab, seperti Somalia,
> Eritrea, Jibouti, bahkan Sudan sangat memprihatinkan. Justru Barat, bahkan
> Israel, yang memperoleh kemakmuran besar dari kekayaan Arab.
>
> Bukan cuma Ka'bah yang menjadi kiblat umat Islam di Indonesia, melainkan
> ketradisionalan Arab pun ikut dikiblati. Itu menjelaskan mengapa wajah Islam
> di Indonesia seperti yang ada sekarang. Model kepemimpinan umat oleh
> kebanyakan ustaz, kiai, dan para habib saat ini masih serupa dengan beberapa
> abad lampau. Kultur 'ormas dan partai Islam' pun tetap tradisional, jauh
> dari peradaban madani. Dalam iklim begitu, fenomena 'sesat' macam Ahmadiyah
> dan radikalisme beragama akan menguat. Bangsa dan umat pun tak kunjung
> sejahtera dan bermartabat.
>
> Persoalan Libya, seperti juga Tunisia dan Mesir bukan cuma persoalan
> mereka. Itu cuma puncak gunung es ketradisionalan peradaban Islam dunia.
> Cara primitif Qadafi menangani pemrotes kian memperjelas bahwa umat harus
> segera melompat keluar dari peradaban tradisional menuju peradaban madani.
> Syaiful Islam, anak Qadafi, berkemampuan melakukan itu. Kapasitasnya jauh di
> atas anak-anak pemimpin negara Arab lain. Bila ia berkesempatan memimpin,
> Libya akan lebih baik. Mungkin juga dapat menginspirasi Arab untuk membangun
> peradaban madani. Setidaknya, ia tak akan menceramahi agama para perempuan
> Roma yang ingin pesta seperti bapaknya.
> -------------------------------------------
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

0 comments:

Post a Comment