thank mbak mia buat tanggapannya,
soal perbudakan sebenarnya sejak lama masalahnya sudah clear
tapi belakangan rekan-rekan dari HT justru mengangkat masalah ini
menjadi "seharusnya relevan juga untuk masa sekarang"
artinya, perbudakan masih dimungkinkan, karena kan "Al Quran itu kitab
untuk sepanjang jaman, jadi semua ayat yang ada di dalamnya termasuk
soal perbudakan harus bisa diaplikasikan kapan pun dan di mana pun"
tafsirnya "kalau nanti negara Islam sudah terbentuk dan berperang
dengan negara lain, maka jika negara yang lain itu kalah, penduduknya
bisa menjadi budak warga negara islam"
begitu ...
saya pernah lihat foto demo2 HT menentang denmark yang melindungi
kartunis penggambar nabi yang mengatakan kalau denmark nanti perang
dengan negara islam dan kalah perang, maka wanita2-nya akan dijadikan
budak
kok mikirnya jadi begitu ya?
terus soal perbudakan, katanya para majikan TKW di Arab itu memandang
TKW sebagai budak, bukan sebagai pembantu
dan kita juga sering mendengar berita penyiksaan TKW di Arab seperti
di jaman perbudakan
dan nggak banyak ulama yang komentar mengenai hal ini
bagaimana ini mbak?
wassalam,
--
Wikan
2011/3/5 <aldiy@yahoo.com>:
> Pak Wikan,kita sejalan hanya melihat dari prosesnya.
>
> Karena kita lagi ngomongin "ayat2 memukul", maka "fiqh prioritas" diaplikasikan di situ. Nah, ada proses mental/psikologis ketika mentafsirkan, bukankah begitu? Kalau secara psikologis kyai2 itu menganggap perempuan berstatus rendah (sikap ulama itu beda dengan dirimu, ingatlah itu!), bisa dibayangkan gimana munculnya "fiqh prioritas" itu? Yah, "ayat2 memukul" itu yang ditonjolkan, persis yang pak Wikan jabarkan, jadi ndak peduli dengan substansi berumahtangga. Sebaliknya karena Pak Wikan menganggap laki2 perempuan setara secara utuh (berbeda tapi setara), bapak nggak mendukung tafsir "ayat2 memukul" itu, munculnya tafsir yang menangkap substansi dari pemahaman bapak ttg hubungan laki2 perempuan itu.
>
> Untuk menguji penjelasan ini coba bandingkan saja dengan perbudakan yang juga disebut di Quran, kita semua sudah sepakat tentang perbudakan nggak masalah, makanya kita semua nggak mempermasalahkan "ayat2 pebudakan" itu.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment