Advertising

Friday, 4 March 2011

Re: [wanita-muslimah] Re: Akhlak yang baik

Pak Wikan,kita sejalan hanya melihat dari prosesnya.

Karena kita lagi ngomongin "ayat2 memukul", maka "fiqh prioritas" diaplikasikan di situ. Nah, ada proses mental/psikologis ketika mentafsirkan, bukankah begitu? Kalau secara psikologis kyai2 itu menganggap perempuan berstatus rendah (sikap ulama itu beda dengan dirimu, ingatlah itu!), bisa dibayangkan gimana munculnya "fiqh prioritas" itu? Yah, "ayat2 memukul" itu yang ditonjolkan, persis yang pak Wikan jabarkan, jadi ndak peduli dengan substansi berumahtangga. Sebaliknya karena Pak Wikan menganggap laki2 perempuan setara secara utuh (berbeda tapi setara), bapak nggak mendukung tafsir "ayat2 memukul" itu, munculnya tafsir yang menangkap substansi dari pemahaman bapak ttg hubungan laki2 perempuan itu.

Untuk menguji penjelasan ini coba bandingkan saja dengan perbudakan yang juga disebut di Quran, kita semua sudah sepakat tentang perbudakan nggak masalah, makanya kita semua nggak mempermasalahkan "ayat2 pebudakan" itu.
Salam
Mia

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Wikan Danar Sunindyo <wikan.danar@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 5 Mar 2011 03:11:52
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Akhlak yang baik

mbak mia, kalau menurut saya sih banyak ulama yang kurang faham
mengenai "fikih prioritas"
apa yang harus diutamakan dulu, apa yang harus dikerjakan dan dipahami
terlebih dahulu
akibatnya banyak hal yang sifatnya "permukaan" malah diutamakan, yang
substansial ditinggalkan
ini yang menyedihkan
ulama bukannya bikin umat menjadi pinter
malah membiarkan dan membikin umat tetep bodoh biar bisa diakali
dengan doktrin agama menurut pemahaman dia

salam,
--
Wikan

2011/3/5 <aldiy@yahoo.com>:
> Yang harus kita terima walaupun pahit adalah nabi hidup pada jaman yang seperti itu. Namanya juga nabi, dia melampaui jamannya buktinya kita lihat sekarang - dia terhindar dari kebiasaan tercela, yang justru ingin dikikisnya, misalnya mengangkat derajat perempuan dari status hewan ternak ke manusia utuh.
>
> Quran bukan buku sejarah,namun merefleksikan substansi jamannya, termasuk kebiasaan "memukul" perempuan.  ini kan maksudnya bukan memukul manusia, wong status perempuan adalah harta benda/hewan ternak kok, ya artinya "memukul hewan ternak", emangnya kenapa, aku juga kalo ngliat tikus di rumah kutaro racun, tapi kalo ngliat kucing lewat kukasi makan..:-( hikss nggak adil...
>
> Ulama2 kyai itu kan macem2 tingkatannya, banyak dari mereka yang nggak memenuhi tingkatan kenabian itu, maksud saya tingkatan dalam meneladani nabi. Udah jelas2
> Nabi nggak pernah memukul isterinya (wong nabi nggak mikir isteri2nya hewan ternak kok?). Sebagian kiyai arab itu kan sampe sekarang masih anggap isterinya berstatus lebih rendah, jadi nggak pernah sampe tingkatannya dalam meneladani kenabian. Pantesan saja mereka masih pake ayat2 "memukul" itu.
>
> (Bahkan saya pribadi nggak memasukkan kriteria ulama hanya karena dia hafal Quran,pinter semantik,fasih bahasa arab, punya pesantren.  Selama ulama itu mendukung kekerasan atas nama agama seperti penjarahan FPI, Taliban, terorism,Qadafi, Saddam,Amrozi,Al Qaida,HTI, saya nggak menganggap mereka ulama pewaris nabi, mereka ulama sesat, yang dapat menggagalkan tujuan kita beragama. Drama Ahmadiyah ini seperti membayangkan kisah Yesus dihadapan para ulama Yahudi, padahal Yesus itu ulama Yahudi, tapi dikucilkan secara total, lahirlah Kristen kemudian).


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

0 comments:

Post a Comment