**ikutan terharu biru**
Indahnya.. alhamdulillaah..
-----Original Message-----
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com] On Behalf Of Lina
Sent: Thursday, March 03, 2011 1:36 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Re: Akhlak yang baik
aaah lega hatikuuu
menjadi terharu biruuu
karena kalammuuu
daku terharuuu
wassalam,
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "H. M. Nur Abdurahman"
<mnur.abdurrahman@...> wrote:
>
> Pernyataan maaf saya terima. Mariah berdiskusi dengan memfokuskan pada
> substansi, bukan menyinggung pribadi lawan diskuasi
> Wassalam
> HMNA
>
> ----- Original Message -----
> From: "Abdul Muiz" <muizof@...>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Thursday, March 03, 2011 06:42
> Subject: Bls: [wanita-muslimah] Re: Akhlak yang baik
>
>
> > Abah HMNA yang dirahmati Allah,
> >
> > Perkenankan saya dengan hati yang tulus, kerendahan hati dan penuh
> > kesadaran
> > menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya,
> > setinggi-tingginya
> > dan seluas-luasnya kepada abah HMNA secara khusus dan teman-teman
lain di
> > millist WM ini atas sikap saya dalam mereply, merespons atau
menyampaikan
> > tanggapan yang membuat abah HMNA pada khususnya membuat tersinggung,
> > sehingga
> > tidak dapat dimaafkan.
> >
> > Saya ingin menyampaikan klarifikasi sekedar untuk menyamakan
persepsi yang
> > amat
> > mungkin disalahfahami :
> >
> > 1) Lontaran syahwat pribadi yang saya sampaikan ketika kita membahas
> > asmaul
> > husna (99+1) yang menurut versi abah ada "al rabb" tetapi tidak ada
"al
> > ahad",
> > sedangkan yang menurut versi saya tidak ada "al rabb" tetapi ada "al
> > ahad",
> > tidaklah saya maksudkan untuk menghina ataupun melecehkan abah HMNA
> > pribadi
> > apalagi dikaitkan dengan sumber referensi abah HMNA yang mengaku
asma'ul
> > husna
> > versi tsb diperolah dari hand-book Kakek Abah yang didapat dari guru
> > beliau di
> > Mekkah, arab Saudi.
> >
> > Bagi saya, syahwat atau istilah generiknya adalah hawa nafsu pada
dasarnya
> > merupakan karunia Allah SWT juga di samping karunia lain yaitu
kecerdasan.
> > Kalau
> > kecerdasan kita kenal ada kecerdasan intelektual (dalam al Qur'an
> > seringkali
> > disebut aql, fikr, ilm), ada juga kecerdasan emosi dan spiritual
(dalam al
> > qur'an seringkali disebut al albaab, al abshor) wallahu a'lam mohon
> > koreksi bila
> > salah. Nah syahwat atau nafsu memang banyak dicela oleh al Qur'an,
karena
> > seringkali mengajak kepada kesesatan dan kejahatan, maka ada ahli
(pakar)
> > yang
> > mengelompokkan nafsu jahat (su') menjadi : nafsu hewaniyah
(libido/sex dan
> > merusak), nafsu syetaniyah (kesesatan dan durhaka). Tetapi ada juga
nafsu
> > yang
> > tidak dicela Allah bahkan dipuji seperti nafsul muthmainnah, yakni
nafsu
> > yang
> > penuh ketaatan pada sang Ilahi.
> >
> > Ketika saya melontarkan syahwat pribadi kepada Abah HMNA tidak ada
maksud
> > saya
> > sedikitpun untuk menjelek-jelekkan Abah HMNA sebagai nafsu syahwat
yang
> > jelek
> > (hewan apalagi syetan), karena manusia secara fithrah (naluri dasar)
pasti
> > memiliki kadar syahwat tertentu dan itu lumrah saja karena dapat
> > dibayangkan
> > tanpa syahwat, manusia akan kesulitan melampiaskan libido sexual
pada
> > pasangannya, sehingga mustahil manusia akan berkembang biak, manusia
tanpa
> > syahwat juga mustahil merealisasikan ambisi meraih cita-cita,
sehingga
> > pada
> > titik tertentu manusia menjadi berpotensi pada serakah ketika berada
di
> > puncak
> > kekuasaan. Sekali lagi mohon maaf apabila lontaran "syahwat pribadi"
yang
> > saya
> > sampaikan pada Abah HMNA ditafsirkan mengabaikan nalar, tidak
seperti itu
> > yang
> > saya maksudkan. Semoga dapat difahami.
> >
> > 2) Saya sadar dalam berkomunikasi kadang tidak dapat melepaskan diri
dari
> > kultur
> > asal, yang ternyata kadang berpotensi disalah-fahami oleh komunikan
yang
> > memiliki kultur yang berbeda. Saya dilahirkan di Lamongan, masa
balita dan
> > kanak-kanak, saya habiskan di sana. Kemudian saya mengikuti orang
tua yang
> > menjadi PNS di Surabaya, di kota inilah, saya menyelesaikan
pendidikan
> > formal
> > saya mulai TK, SD, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Unair
tentu
> > saja
> > saya sehari-hari berinteraksi dengan kultur surabaya, sehingga saya
merasa
> > dekat
> > dengan kultur surabaya, meskipun saya berpindah-pindah ke Malang,
> > Ujungpandang/Makassar, Bandung, Surabaya lagi dan sekarang di
Denpasar.
> > Kultur
> > surabaya sebagaimana saya posting saat mereply wan Sabri, mirip
dengan
> > budaya
> > pekalongan yang suka misuh (meledek) dengan padanan kata-kata mulai
halus
> > hingga
> > kasar untuk merespon kangen-kangenan atau mengungkapkan kebencian
atau
> > kemarahan
> > hampir sama ungkapan yang dipakai. Ini kultur yang biasa dipakai dan
mudah
> > dipahami tentu saja bagi penganut kultur yang sama, tidak demikian
halnya
> > dengan
> > orang yang hidup di luar atau bukan penganut kultur suroboyoan. Saya
di
> > makassar
> > (dulu saya penah merasakan nama ujungpandang yang kemudian skep
walikota
> > mengubah menjadi makassar) pernah tinggal di sana kurang lebih lima
tahun
> > bergaul tidak hanya dengan etnis makassar tetapi juga dengan etnis
bugis,
> > mandar
> > dan tator (tanah toraja). Tentu saja saya mengerti budaya sirri, dan
saya
> > merasa
> > enjoy, tidak pernah konflik dengan teman-teman di Sulawesi. Tidak
hanya
> > makassar
> > yang saya kunjungi, tetapi hampir semua kota-kota besar di pulau
sulawesi
> > pernah
> > saya kunjungi, tetapi karena kunjungan tsb karena penugasan formal
> > perusahaan
> > tempat saya bekerja, tentu saja saya cuma menengok sepintas bukan
> > mengamati
> > mendalam bak peneliti arkeologist atau sosiologist. Semoga
persinggungan
> > kultur
> > atau kebiasaan saya tidak membuat tersinggung lagi pada diri Abah
HMNA
> > pada
> > interaksi atau komunikasi berikutnya.
> >
> > 2) jujur saja, saya adalah tipe konfrontatif, bukan tipe yang suka
> > menghindari
> > konfrontasi, bukan berarti saya tidak menghormati orang yang lebih
tua
> > (senior)
> > dari saya, tetapi karena memang saya ingin mengedepankan kejujuran
apa
> > adanya,
> > bahwa ketika ada dialektika yang kurang pas dengan nalar yang saya
fahami,
> > maka
> > saya mencoba melontarkan opini yang berbeda, nah sekali lagi saya
mohon
> > maaf
> > ternyata sikap saya yang nampak konfrontatif ternyata menimbulkan
> > ketersinggungan pada diri Abah HMNA dengan menganggap respons saya
sebagai
> > isyarat menabuh genderang perang, padahal bagi saya perang itu cocok
untuk
> > kafir
> > harbi dengan segala prosedur fiqh yang pernah disampaikan pada
ulama'
> > fiqh.
> >
> > Ini dulu permohonan maaf saya, saya amat terbuka untuk dikritik dan
> > dinasehati
> > sebanyak-banyaknya. Kalau bersalah kepada Allah ya harus minta ampun
> > kepada
> > Allah dengan beristighfar dan tobat nasuha, tetapi kalau konflik
dengan
> > sesama
> > manusia ya dengan meminta maaf, sekali lagi dengan segala kerendahan
hati
> > saya
> > mohon perkenan maaf atas response saya selama ini yang membuat abah
HMNA
> > tersinggung. Percayalah saya akan berusaha lebih menahan diri untuk
> > memanage
> > hati supaya lebih arif dan bijaksana.
> >
> > Wassalam
> > Abdul Mu'iz
> >
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@...>
> > Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Terkirim: Rab, 2 Maret, 2011 05:16:14
> > Judul: Re: [wanita-muslimah] Re: Akhlak yang baik
> >
> >
> > "Syahwat pribadi" yang sekonyong-konyong begitu saja dimuntahkan
oleh Abd
> > Muiz
> > yang akhlaqnya tidak beradab itu, yang tidak berfokus pada materi
saja,
> > adalah
> > makian yang paling top yang menyinggung kerhormatan bagi orang Bugis
> > Makassar,
> > yang tidak bisa dimaafkan sampai kapanpun. Jadi dari suku lain harus
faham
> > itu,
> > jangan pandang enteng makian "syahwat pribadi" itu. Dan makian itu
bukan
> > mengenai saya saja secara pribadi, melainkan mengenai pula ayah,
kakek dan
> > guru
> > kakek saya seorang ulama besar di Makkah yang sangat dihormati oleh
rumpun
> > keluarga turunan kakek saya Opu Tuan Imam Barat Batangmata. Oh ya,
juga
> > jangan
> > memegang kepala orang Bugis Makassar (kecuali tukang cukur) itu
adalah
> > penghinaan.
>
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment