Advertising

Friday, 4 March 2011

[wanita-muslimah] Mereka Masih Perlu Dokter, Dokter yang Bijak! Oleh rsyalrusad

 

Sumber:
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/03/03/mereka-masih-pelrlu-dokter-dokter-yang-bijak/

Irsyalrusad Dokter Spesilalis Penyakit Dalam. Alumni Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada...Ingin berbuat sesuatu yang berbuah kebaikan dan
kebahagiaan untuk semua.

Mereka Masih Pelrlu Dokter, Dokter yang Bijak!

________________________________

diunduh dari google

Di tengah kegalauan pikiran saya pagi ini, sepeda tetap saya dayung menuju rumah
sakit umum daerah. Tempat saya berkerja, sudah cukup lama, sudah hampir 20 tahun
sebagai dokter spesialis penyakit dalam. Sedikit kegalauan itu muncul setelah
membaca beberapa tulisan mengenai profesi dokter di kompasiana. Terbayang jelas
ilustrasi seorang dokter dengan jubah putih,lengkap dengan steteskop melingkar
di lehernya, dan lembaran uang dolar terselip di kantong jubah putih itu. Entah
apa maksudnya? Mungkin menggambarkan dokter sekarang yang mata duitan, serakah,
berorientasi pada uang. Apakah semua dokter, saya juga seperti itu? Dokter yang
bodoh, sembrono, serakah, uang menjadi orintasi saya dalam berkerja?

Setelah sampai di rumah sakit, sebelum ke bangsal. Biasanya saya mampir dulu ke
poli penyakit dalam, puluhan pasien saya lihat sudah duduk di ruang tunggu.
Terbayang mimik senang, gembira di wajah mereka waktu melihat kedatangan saya.
Tapi, waktu saya keluar dari poliklinik, saat saya harus visite dulu di bangsal,
sebagian wajah pasien itu sertamerta berubah. Wajah-wajah yang tadinya senang,
gembira, kelihatan seperti marah, dongkol, dan kecewa. Saya bisa maklum mereka
bersikap seperti itu. Mereka tentu mengharapkan saya memeriksa, melayani mereka
saat itu juga.

Dengan tetap senyum kepada pasien yang menunggu itu, saya berjalan menuju
bangsal yang berada cukup jauh dari poliklinik. Sampai di bangsal, di ruang
perawat, saya minta laporan keadaan pasien secara menyeluruh, mendisikusikan
pasien baru, pasien yang bermasalah atau yang meninggal.

Alhamdulillah, tidak ada pasien yang meninggal malam itu. Tapi, pasien baru
cukup banyak, dan pagi ini jumlah total pasien yang dirawat mencapai 36 orang.
Lebih dari 80 persen dirawat di bangsal klas tiga. Semua pasien yang dirawat di
klas tiga, kalau tidak pemegang kartu berobat jaminan kesehatan masyarakat
miskin adalah pemegang surat keterangan tidak mampu. Semua pasien mendapatkan
pelayanan gratis.

Setelah mendapatkan laporan dari perawat, dan berdiskusi mengenai
masalah-masalah pasien, saya lanjutkan visite di bangsal. Seperti laporan yang
sudah saya terima, ada 36 pasien yang sedang dirawat. Kadang-kadang terbayang
dalam pikiran saya, "36 orang, banyak sekali, berapa lama saya akan bisa
menyelesaikan visite ini?" Andaikan satu pasien memerlukan waktu 3-5 menit saja,
sekitar dua sampai tiga jam saya habiskan untuk berkeliling,visite, memeriksa
pasien. Selama tiga jam itu saya hanya berdiri. Sesekali kalau kaki mulai pegel,
tumit mulai terasa nyeri, saya duduk di tepi tempat tidur pasien.

Kemudian, setelah visite, resep saya tulis, rekam medis saya lengkapi—rekam
medik dapat menjadi alat bukti di pengadilan, bila pasien melakukan tuntutan,
karena dugaan malpraktik yang mungkin saya lakukan—, saya meminta perawat untuk
memperisiapkan tindakan yang diperlukan bagi pasien. Hari ini saja ada tiga
pasien yang memerlukan tindakan. Satu pasien harus dipunksi cairan pleura
parunya karena TBC. Kalau tidak dilakukan, atau terlambat, cairan itu dapat
menekan fungsi paru, Pasien ke dua, pasien sirosis hati dengan cairan asites
masif di perutnya. Cairan asites itu juga harus dikeluarkan karena pasien sudah
mengeluh sesak nafas. Pasien ke tiga, pasien dengan abses/pus di hatinya karena
infeksi amuba. Pasien dengan ukuran abses yang cukup besar ini, absesnya juga
harus dikeluarkan, untuk mengurangi keluhan nyeri dan mempercepat penyembuhan.
Semua saya lakukan dengan alat yang sangat sederhana, penunjang diagnosis yang
juga sangat terbatas.

Belum selesai kerja dan tanggungjawab saya di bangsal, perawat di poli sudah
memanggil untuk segera ke sana. Kalau begitu pasti ada pasien yang sudah mulai
mengeluh, marah-marah tidak sabar menunggu.

Akhirnya, dengan sedikit berlari saya menuju poliklinik. Sampai di depan
poliklinik, puluhan pasang mata menatap saya, seolah-olah menanyakan, ke mana
saya, kenapa saya baru datang sekarang? Saya sangat memahami emosi pasien saat
itu, mereka menunggu sangat lama. Menunggu bagi orang sakit tentu menjadi lebih
berat. Menghadapi hal ini biasanya saya akan minta maaf. Alhamdulillah dengan
minta maaf, sebagian besar pasien bisa menerima keterlambatan saya, suasana
menjadi cair.

Hari ini lebih dari 60 pasien terdaftar untuk berobat, terbesit di hati saya,
sekitar jam tiga sore semua ini baru akan selesai, saya baru bisa istirahat.

Setelah melayani semua pasien, satu botol aqua kecil itu baru sempat saya minum.
Kemudian,dalam perjalanan pulang, terbayang puluhan pasien juga sudah menunggu
di tempat praktek sore, tapi bayangan pasien itu ditimpali bayangan ilustrasi
dokter dengan uang dolar terselip di kantongnya. Apakah untuk itu saya melayani
pasien selama ini? Apakah semuanya dihargai dengan uang? Apakah tidak ada lagi
dokter di Indonesia ini yang mengabdi untuk kepentingan pasien-pasiennya? Apakah
dokter di Indonesia ini sembrono, bodoh, tidak bermutu? Sesuai dengan hujatan,
keluhan-keluhan yang sering muncul akhir-akhir ini? Saya tidak dapat
menjawabnya.

Melihat rutinitas kerja seperti itu, apalagi ditengah-tengah hujatan terhadap
profesi dokter, rasanya saya ingin menggantung steteskop ini. Tapi,pernah tiga
bulan saya tidak masuk ke rumah sakit, tidak praktik, saya ingin mengajukan
pensiun lebih dini, saya tidak tega, tidak sanggup. Disamping setiap hari saya
menerima telepon, sms, menanyakan kapan saya praktik,masuk rumah sakit, bayangan
pasien di bangsal, di poliklinik, dan di tempat praktik seperti
memanggil-manggil saya. Mereka masih membutuhkan saya, dan dokter-dokter lain.
Tentu saja dokter yang bijak, yang bertanggung-jawab, peduli, menghargai
pasien-pasiennya.

Riau, Rabu, 2/3/11

http://sastrapembebasan.wordpress.com/
http://tamanhaikumiryanti.blogspot.com/
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment