All,
Kalo di Pekalongan, "bunyi" saja tidak cukup untuk menyimpulkan sebagai "makian". Tapi butuh Irama dan Intonasi. Misal dua sahabat yang lama tidak bertemu, ketika pertama bertemu bisanya mereka akan saling "MISUH"; Misuh dalam pemahaman budaya pekalongan tidak sama dengan memaki, misuh bisa jadi sebuah simbol ke-akraban. Jadi jangan heran bila dua orang pekalongan berbicara dan mereka saling melontarkan kata MAKIAN tapi keduanya tertawa dan terlihat sangat akrab dan hangat berhubungan. Bukankah tidak mungkin Ustadz Muiz dan Ustzdz HMNA sedang menghangatkan hubungan pribadi ALA PEKALONGAN
salam
sts/.
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "herni" <nurbayanti@...> wrote:
>
> Karena memaki-maki itu enak, mbak. Makanya selalu diulang. Manusia kan cenderung melakukan yg enak-enak buat badannya. Hehehehe...
>
> Lama banget gak nongol, masih aja jurus makian dipakai? hehehe
>
> Muaaaaah! *kangen*
>
> Wassalam,
> Herni
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment