Saksi Ba'asyir Mengaku Disiksa
JAKARTA- Salah satu saksi untuk terdakwa teroris Abu Bakar Ba'asyir yang dihadirkan dalam persidangan, Joko Sulistyo, mengaku disiksa oleh polisi. Namun demikian dia tidak menjelaskan detail bentuk penyiksaan yang menimpanya. "Saya pernah (disiksa)," ujar Joko menjawab pertanyaan Ba'asyir dalam persidangan, Kamis (24/3).
Ba'asyir saat menanggapi keterangan Joko menyatakan tidak mengenalnya. Dalam persidangan Ba'asyir yang menggunakan baju serba putih duduk di kursi terdakwa tanpa didampingi oleh kuasa hukumnya. Kuasa hukumnya menolak menghadiri sidang dengan alasan majelis hakim tidak independen atas penetapan pemeriksaan saksi melalui telekonferensi.
Joko mengaku, pernah menyerahkan Rp 100 juta dan 5.000 dolar AS kepada Dulmatin yang dikenalnya di Mindanau, Filipina, pada 2003. Uang tersebut untuk pembelian senjata api dan amunisi.
Dia juga mengaku ikut dalam pelatihan militer di Pegunungan Jalin, Jantho, Nangroe Aceh Darussalam dan memegang jabatan sebagai ketua pelaksana harian. Pusat pelatihan itu terendus dan diserang oleh polisi dengan menggunakan pesawat helikopter. "Kami ditembaki dari pesawat."
Sementara itu putra Ba'asyir, Abdullah mengatakan, adanya penyiksaan terhadap saksi merupakan bukti kasus tersebut telah direkayasa. Menurutnya, dalam persidangan juga tidak terungkap fakta Ba'asyir terlibat dalam kasus itu. (K24-43)
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/03/25/141199/13/Saksi-Baasyir-Mengaku-Disiksa
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment