Selain al Qaida, juga Khadafi menuduh kelompok Islam garis keras (Islamist). Lagipula, meskipun
tidak dengan senjata, gerakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sedang berkuasa, di amana pun
juga disebut pemberontakan oleh yang sedang berkuasa. Sementara oleh yang berdemo disebut sebagai
revolusi. Haiyyaaa...
KM
----Original Message----
From: chodjim@gmail.com
Date: 02/03/2011 10:07
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Subj: Re: [wanita-muslimah] Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan
Khadafi sendiri menyatakan bahwa yang menghasut rakyat Libia adalah AS, Barat, dan Al-Qaida.
Khusus yang al-Qaida, ini biasa didukung oleh abah HMNA. Bagaimana ini Abah, bukankah Abah
mendukung sikap keduanya, Khadafi dan Al-Qaida? Tolong dilerai dong Abah, kan sesama sopir bis
dilarang saling mendahului, hahaha.....
Saya sendiri diberitahu oleh teman yang bekerja di Libya. Begini ceritanya:
Libya berpenduduk 6 juta orang. Setiap keluarga yang tidak memiliki pekerjaan tetap, atau
berpenghasilan kurang, diberi jaminan sosial oleh Pemerintah Libya. Jadi kemiskinan dalam arti fase
fisik dan keamanan berdasarkan teori motivasi Maslow memang tidak ada. Tetapi, fase 3 ke atas,
yaitu motivasi untuk memenuhi kebutuhan akan emosi, penghargaan dan aktualisasi diri dibungkam oleh
pemerintah. Nah, hal itulah yang menyebabkan masyarakat berontak ketika ada perubahan iklim
kekuasaan. Seandainya para petinggi Libya hidup berdasarkan ajaran agama dengan benar, niscaya tak
akan ada pemberontakan.
Kita bisa membandingkan dengan pemerintah AS. Bisakah rakyat AS digoyang hanya dengan isu
kemiskinan, keterbungkaman, atau SARA? Mengapa negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama
Islam mudah sekali termakan isu SARA?
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, March 02, 2011 5:52 AM
Subject: [wanita-muslimah] Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan
Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan
Assalamu'alaikum wr wb,
Dari FB KH Muhammad Arifin Ilham:
SubhanAllah,tdk ada mencampakkan siapapun, majlis juga bersedih dg keadaan ini,& trus berdoa u
ayahanda Muammar, umat Islam yg wafat di Libya & seluruh keberadaan kaum muslimin di dunia ini.
InsyaAllah nilai Amal jariyyah disisi ALLAH trus mengalir.Kputusan musyawah u kemaslahatan umat &
kbrlangsungn harakah dakwah.
http://www.facebook.com/home.php#!/kh.muhammad.arifin.ilham/posts/10150150578829739
Sebelumnya, seorang Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Libya juga membantah pemberitaan
di tanah air yang memojokkan Khadafi. Menurutnya, demo tsb memang didalangi AS. Baik demonstran mau
pun "media" memang sudah disiapkan AS sehingga misinformasi menyebar ke mana-mana (padahal di surat
Al Hujuraat ayat 6 kita diminta berhati-hati dalam menerima informasi).
Itu bukan cuma demo biasa. Tapi terjadi pelemparan batu dan perusakan gedung-gedung pemerintah.
Bahkan para demonstran juga merebut senjata dan menguasai berbagai kota di Libya termasuk Benghazi
yang merupakan kota ke2 terbesar di Libya. AS sendiri mendukung penuh pemberontakan ini. Jadi itu
bukan demo, tapi pemberontakan yang didukung penuh oleh AS.
Lihat bagaimana AS menyediakan berbagai strategi guna mendukung pemberontakan di Libya termasuk
dengan mengerahkan Kapal Perang ke perairan dekat Libya:
Obama Siapkan Berbagai Opsi Hadapi Krisis Libya
http://www.detiknews.com/comment/2011/02/24/075037/1577927/10/obama-siapkan-berbagai-opsi-hadapi-
krisis-libya
http://www.antaranews.com/berita/248177/kapal-perang-as-dekati-libya
Sebetulnya Khadafy berjasa melawan AS hingga kekayaan alam Libya tak dikuasai AS sebagaimana di
Indonesia. Karenanya rakyat Libya makmur dgn GDP per kapita US$ 14 ribu/orang/tahun. Sementara
Indonesia yg cuma dapat royalti emas dan perak 1% (Freeport dapat 99%) miskin dgn GDP per kapita
US$ 3000/orang. Itu pun jika dikurangi kekayaan 400 konglomerat macam Bakrie, Sampurna, dsb cuma
US$ 300/orang.
Saya curiga demo di Libya ini didalangi AS lewat kaki tangannya (militer, pejabat, politikus,
dan LSM yg didanai AS) sehingga boneka AS bisa berkuasa di Libya. Apalagi dalam 10 tahun terakhir,
Khadafi membuka Kedubes AS di Libya. Satu kesalahan yang fatal mengingat Kedubes AS yang umumnya
begitu besar dan luas dengan pagar yang tinggi dan tertutup lebih mirip dengan Markas Militer
ketimbang Kedutaan biasa. Di situlah sarang mata-mata AS dan pusat konspirasi untuk mengatur kaki
tangan AS seperti para pejabat negara, militer, politikus, LSM dan media yang didanai AS. Di
situlah AS mengatur strategi agar boneka mereka yang berkuasa di negeri itu.
Harusnya Khadafi mengikuti langkah Iran untuk menyandera Kedubes AS selama 1000 hari agar
Kedubes AS tak bisa berkutik menggerakkan pemberontakan di Libya.
Banyak pihak menduga AS di belakang demo 1966 di Indonesia sehingga jutaan orang bisa berdemo
dalam waktu lama. Itu butuh dukungan makanan/logistik serta uang saku yang cukup sehingga para
demonstran tersebut tidak terlantar meski tidak mencari makan selama berminggu-minggu. Akibat demo
tersebut, Soekarno yang anti AS diganti dengan Soeharto yang memberi konsesi kepada perusahaan AS
seperti Caltex, Exxon, Freeport, dsb.
Demo 1998 pun begitu. Pemerintahan Soeharto akhirnya diganti dengan Rezim Reformasi yang rajin
mengobral BUMN-BUMN Indonesia kepada Asing (terutama AS) lewat program privatisasi yang dipaksakan
oleh IMF dan Bank Dunia.
http://agusnizami.wordpress.com/2010/10/21/demonstrasi-tanpa-cia-jadi-melempem/
http://agusnizami.wordpress.com/2011/03/01/khadafi-lawan-pemberontakan-yang-didalangi-as/
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment