Advertising

Tuesday, 1 March 2011

Bls: [wanita-muslimah] Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan

 

Libya memang negara aneh lain dari yang lain :

1) Muammar qadafi menamakan dirinya pemimpin revolusi setelah mengkudeta Raja
Idris, karena pemimpin revolusi maka dia merasa tidak punya batasan masa kerja,
karena itu tidak mengenal impeachment alias tidak ada kamus turun dari kekuasaan
yang dia pegang.
2) Meskipun Muammar juga merupakan kepala negara namun secara administratif,
sistem pemerintahannya tetap diserahkan atau dipegang oleh seorang perdana
mentri lihat link ini http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Perdana_Menteri_Libya
3) Sejak Muammar Qadafi tampil sebagai pemimpin revolusi, Libya tidak punya
konstitusi (UUD), sebagai gantinya adalah buku hijau yang berisi tulisan dan
pokok-pokok pikiran Muammar yang dicetak secara masal dan menjadi bacaan wajib
bagi warga negaranya.
4) Libya tidak memiliki parlemen (DPR) sebagai gantinya ada dewan komando
revolusioner (1969 - 1979) kemudian dilanjutkan dengan kongres Rakyat (jangan
diharap ada persidangan yang menyangkut umat/bangsa libya melalui perdebatan
seru), otomatis tidak ada pemilu atau pesta demokrasi bagi rakyat libya.
5) Militer dilemahkan secara sistemik, profesionalitas tentaranya tidak dibungun
secara serius, ini dimaksudkan supaya tidak ada kudeta dari pihak militer,
sebagai gantinya Moammar membangun jaringan keamanan dengan melibatkan
kepala-kepala suku yang dipastikan loyal kepada dirinya dan dipersenjatai ala
militer.
6) untuk mengintai dan membasmi lawan politik, Muammar Qadafi tidak segan-segan
mengupah preman-preman dari luar negeri (kebanyakan dari nigeria dan negara
tetangga dekat) untuk menghabisi (membunuh) lawan politik atau tokoh yang
dinilai vokal terhadap kepemimpinannya, dengan mengupah sistem kontrak putus,
maka Muammar Qadafi tidak perlu ambil pusing untuk mempermasalahkan hukum karena
memang dilakukan secara illegal dan rahasia.
7) Media massa elektronik tidak dikembangkan secara profesional, nanny wijaya
(wartawati jawa pos) pernah melaporkan bahwa untuk menyampaikan berita di TV
LIbya, siapapun warga negaranya dapat mengantri untuk tampil sebagai pembaca
berita tanpa perlu seleksi kelayakan atau persyaratan layaknya reporter
profesional.
8) Muammar Qadafi merekrut pengawal pribadi kurang lebih 40 orang dengan jenis
kelamin perempuan, salah satu syaratnya adalah perawan, dilatih mahir bertempur,
berkelahi dan menembak. Setiap kunjungan ke luar negeri Muammar Qadafi tidak
hanya membawa pengawal perempuan dengan nama guard amazone tetapi tidak pernah
lupa membawa tenda boduein yang cukup banyak menyerap anggaran negara.
9) Saif al Islam adalah salah satu anak kebanggan Muammar Qadafi yang
digadang-gadang menjadi pengganti atau putra mahkota adalah berpendidikan cukup
tinggi, bachelor science diselesaikan di Tripoli, MBA diselesaikan di Swis, dan
Phd diselesaikan dengan normal di London (kalau tidak salah ada isyu saif al
islam ini memplagiat thesis Doktornya). Semula banyak pengamat menilai sang
putra mahkota akan bertindak liberal dan demokratis, namun ternyata sikap dan
sepak terjangnya justru lebih keras daripada Mumamar Qadafi, konon dia yang
mengatur demo massa bayaran pro pada Muammar untuk menandingi demo anti Muammar,
dan dia juga yang mengatur meresponse aksi kekerasan dengan cara menembaki para
demonstran termasuk meroket masjid. Aksinya ini banyak memicu keterkejutan
koleganya di kampus london tempat dia menamatkan Phdnya.

Meskipun dalam masa selama 42 tahun pemerintahan Kadhafi sudah merealisasikan
banyak projek pembangunan dan memajukan infrastruktur (antara lain pembuatan
sungai di bawah tanah Sahara, yang merupakan projek besar di dunia) dan
mengundang berbagai maskapai besar internasional untuk pemboran minyak dan gas,
namun di berbagai bidang lainnya (antara lain : pemerintahan, politik,
ekonomi,sosial, kebudayaan) merupakan hambatan untuk kemajuan rakyat dan menjadi
alat Kadhafi untuk penindasan.

Wassalam
Abdul Mu'iz

________________________________
Dari: chodjim <chodjim@gmail.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Rab, 2 Maret, 2011 10:07:03
Judul: Re: [wanita-muslimah] Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan

 
Khadafi sendiri menyatakan bahwa yang menghasut rakyat Libia adalah AS, Barat,
dan Al-Qaida.

Khusus yang al-Qaida, ini biasa didukung oleh abah HMNA. Bagaimana ini Abah,
bukankah Abah mendukung sikap keduanya, Khadafi dan Al-Qaida? Tolong dilerai
dong Abah, kan sesama sopir bis dilarang saling mendahului, hahaha.....

Saya sendiri diberitahu oleh teman yang bekerja di Libya. Begini ceritanya:
Libya berpenduduk 6 juta orang. Setiap keluarga yang tidak memiliki pekerjaan
tetap, atau berpenghasilan kurang, diberi jaminan sosial oleh Pemerintah Libya.
Jadi kemiskinan dalam arti fase fisik dan keamanan berdasarkan teori motivasi
Maslow memang tidak ada. Tetapi, fase 3 ke atas, yaitu motivasi untuk memenuhi
kebutuhan akan emosi, penghargaan dan aktualisasi diri dibungkam oleh
pemerintah. Nah, hal itulah yang menyebabkan masyarakat berontak ketika ada
perubahan iklim kekuasaan. Seandainya para petinggi Libya hidup berdasarkan
ajaran agama dengan benar, niscaya tak akan ada pemberontakan.

Kita bisa membandingkan dengan pemerintah AS. Bisakah rakyat AS digoyang hanya
dengan isu kemiskinan, keterbungkaman, atau SARA? Mengapa negara-negara yang
mayoritas penduduknya beragama Islam mudah sekali termakan isu SARA?

Wassalam,
chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, March 02, 2011 5:52 AM
Subject: [wanita-muslimah] Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan

Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan

Assalamu'alaikum wr wb,

Dari FB KH Muhammad Arifin Ilham:

SubhanAllah,tdk ada mencampakkan siapapun, majlis juga bersedih dg keadaan ini,&
trus berdoa u ayahanda Muammar, umat Islam yg wafat di Libya & seluruh
keberadaan kaum muslimin di dunia ini.InsyaAllah nilai Amal jariyyah disisi
ALLAH trus mengalir.Kputusan musyawah u kemaslahatan umat & kbrlangsungn harakah
dakwah.

http://www.facebook.com/home.php#!/kh.muhammad.arifin.ilham/posts/10150150578829739

Sebelumnya, seorang Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Libya juga
membantah pemberitaan di tanah air yang memojokkan Khadafi. Menurutnya, demo tsb
memang didalangi AS. Baik demonstran mau pun "media" memang sudah disiapkan AS
sehingga misinformasi menyebar ke mana-mana (padahal di surat Al Hujuraat ayat 6
kita diminta berhati-hati dalam menerima informasi).

Itu bukan cuma demo biasa. Tapi terjadi pelemparan batu dan perusakan
gedung-gedung pemerintah. Bahkan para demonstran juga merebut senjata dan
menguasai berbagai kota di Libya termasuk Benghazi yang merupakan kota ke2
terbesar di Libya. AS sendiri mendukung penuh pemberontakan ini. Jadi itu bukan
demo, tapi pemberontakan yang didukung penuh oleh AS.

Lihat bagaimana AS menyediakan berbagai strategi guna mendukung pemberontakan di
Libya termasuk dengan mengerahkan Kapal Perang ke perairan dekat Libya:

Obama Siapkan Berbagai Opsi Hadapi Krisis Libya
http://www.detiknews.com/comment/2011/02/24/075037/1577927/10/obama-siapkan-berbagai-opsi-hadapi-krisis-libya

http://www.antaranews.com/berita/248177/kapal-perang-as-dekati-libya

Sebetulnya Khadafy berjasa melawan AS hingga kekayaan alam Libya tak dikuasai AS
sebagaimana di Indonesia. Karenanya rakyat Libya makmur dgn GDP per kapita US$
14 ribu/orang/tahun. Sementara Indonesia yg cuma dapat royalti emas dan perak 1%
(Freeport dapat 99%) miskin dgn GDP per kapita US$ 3000/orang. Itu pun jika
dikurangi kekayaan 400 konglomerat macam Bakrie, Sampurna, dsb cuma US$
300/orang.

Saya curiga demo di Libya ini didalangi AS lewat kaki tangannya (militer,
pejabat, politikus, dan LSM yg didanai AS) sehingga boneka AS bisa berkuasa di
Libya. Apalagi dalam 10 tahun terakhir, Khadafi membuka Kedubes AS di Libya.
Satu kesalahan yang fatal mengingat Kedubes AS yang umumnya begitu besar dan
luas dengan pagar yang tinggi dan tertutup lebih mirip dengan Markas Militer
ketimbang Kedutaan biasa. Di situlah sarang mata-mata AS dan pusat konspirasi
untuk mengatur kaki tangan AS seperti para pejabat negara, militer, politikus,
LSM dan media yang didanai AS. Di situlah AS mengatur strategi agar boneka
mereka yang berkuasa di negeri itu.

Harusnya Khadafi mengikuti langkah Iran untuk menyandera Kedubes AS selama 1000
hari agar Kedubes AS tak bisa berkutik menggerakkan pemberontakan di Libya.

Banyak pihak menduga AS di belakang demo 1966 di Indonesia sehingga jutaan orang
bisa berdemo dalam waktu lama. Itu butuh dukungan makanan/logistik serta uang
saku yang cukup sehingga para demonstran tersebut tidak terlantar meski tidak
mencari makan selama berminggu-minggu. Akibat demo tersebut, Soekarno yang anti
AS diganti dengan Soeharto yang memberi konsesi kepada perusahaan AS seperti
Caltex, Exxon, Freeport, dsb.

Demo 1998 pun begitu. Pemerintahan Soeharto akhirnya diganti dengan Rezim
Reformasi yang rajin mengobral BUMN-BUMN Indonesia kepada Asing (terutama AS)
lewat program privatisasi yang dipaksakan oleh IMF dan Bank Dunia.

http://agusnizami.wordpress.com/2010/10/21/demonstrasi-tanpa-cia-jadi-melempem/
http://agusnizami.wordpress.com/2011/03/01/khadafi-lawan-pemberontakan-yang-didalangi-as/

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment