Mia wrote:
Bukannya siapa tuh bu Musda Mulia yang liberal itu dari Makassar? Emang eyang HMNA aja yg beda hihihi...
##############################################
HMNA:
Mengenai Musdah Mulia, cukup kedua Seri di bawah yang diambil dari kantong Dora Emon
Wassalam
HMNA
******************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
935 Refleksi Kritik Siti Musdah Mulia atas Fundamentalisme
Saya mulai dengan mengutip cuplikan tulisan Siti Musdah Mulia (SMM) yang daimbil dari: => http://kalyanamitra.or.id/newsdetail.php?id=0&iddata=94
"Pada umumnya gejala fundamentalisme Islam mengambil bentuk intensifikasi penghayatan Islam dalam format yang sangat tekstualis, baik dalam bentuk intensifikasi keislaman yang berorientasi ke dalam (inward oriented) yang lebih bersifat individual (psikologis), maupun yang berorientasi ke luar (outward oriented) yang lebih bersifat social-politik. Kelompok fundamentalis Islam (KFI) secara esensial memperjuangkan Islam sebagai pedoman hidup menyeluruh. Islam yang mencakup seluruh aspek dalam kehidupan manusia: mecakup system nilai dan system hukum. Islam berisi ajaran yang serba lengkap. Karena itu, istilah-istilah ekonomi Islam, politik Islam, keluarga Islam, Negara Islam, bank Islam, perumahan Islam, Ilmu pengetahuan Islam mendominasi retorika kelompok ini.
Berbeda dengan kelompok pembaru (modernis) yang menenkankan pada aspek teologi atau nilai-nilai, KFI justru menekankan pada aspek fiqh dan memandang fiqh sebagai perwujudan dari teologi. Dan keterpaduan teologi dan fiqh ini melahirkan suatu komunitas Islam yang unik. Bagi mereka, Islam adalah identitas dalam kehidupan sosio-politik. Namun, secara sosiologis, pandangan fundamentalisme tidak memiliki masa depan Islam dimanapun, termasuk di Indonesia. Hal itu mengingat tendensi mereka yang menekankan literalisme sehingga pada gilirannya mengalami pemiskinan intelektual. Alternatif-alternmatif mereka yang sangat terbatas dan konsep-konsep mereka secara intelektual miskin itu tak bakal mampu menopang tuntutan-tuntutan zaman yang semakin meningkat."
Refleksi:
Secara sinis SMM memakai ungkapan KFI, padahal kalau disimak lebih jauh dan teliti, bukankah KFI itu bermakna AhlusSunnah? Dalam Bedah Buku Kiamat Segera Tiba, Karya Prof HA Halim Mubin (HM) pada 28 Juli 2010, antara lain saya kemukakan:
Berbeda dengan kebiasaan umum, saya mulai dengan kesimpulan: Karena seperangkat postulat (unproven statements) dari HM diambil dari ayat-ayat Al-Quran, maka ijtihad HM itu tidak merusak Aqidah, sehingga ijtihad HM kalau benar pahalanya dua, bila salah pahalanya satu, seperti juga yang dikemukakan Prof Azhar Arsyad dalam sambutannya.
Ijtihad HM ini sangat jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh para penganut "Islam" Liberal yang mereka dalam exegesis kontekual ayat Al-Quran memakai postulat produk benak manusia yaitu sekularisme, liberalisme, pluralisme dan genderisme (kesetaraan gender), yang memposisikan Wahyu di bawahnya akal manusia.
***
Sekularisme, liberalisme dan genderisme tidak perlu dijelaskan lebih jauh, orang sudah faham. Lain halnya dengan prularisme. Beberapa pandangan ttg pluralisme:
Tokoh sufi Ibnu Arabi (560-638H/1165-1240M): Wihdatu al-Adyan (integrasi agama-agama). John Harwood Hich dalam bukunya God and the Universe of Faiths (1973): the Universe of Faiths. Komunitas Utan Kayu (sarangnya Jaringan Islam Liberal) dalam situs ww.islamlib.com: semua agama itu sama dan paralel, dan kita tidak boleh memandang agama lain dengan kacamata agama kita sendiri, tidak boleh ada truth claim dan salvation claim. Prof Syafii Maarif (SM) dalam acara Kick Andy malam Jum'at (Kamis malam), 29/7-2010: Pluralisme harus mendapatkan perhatian utama, karena bangsa Indonesia lahir dari banyaknya suku-suku yang bersatu.
The Random House Dictionary of the English Language, p.1022: Pluralism, a theory that there is more than one basic principle. Beberapa pandangan (termasuk SM) yang mengacaukan makna pluralisme yang menganggap sama dengan istilah pluralitas. Istilah ini diadopsi dari plurality, yang menurut The Random House Dictionary of the English Language, p.1022: "the state or fact of being numerous."
Jadi sesungguhnya ada perbedaan antara pluralisme dengan pluralitas. Pluralisme itu semacam teori sedangkan pluralitas adalah keadaan atau fakta keberagaman. Perbedaan di antara keduanya sebenarnya tidak terlalu musykil difahami jika mengacu pada Firman Allah SWT:
-- LKM DYNKM WLY DYN (S. ALKFRWN, 109:6), dibaca: lakum di-nukum waliya di-n, artinya:
-- Untuk kamu agamamu, dan bagiku agamaku.
Jadi sekali lagi ditekankan: para penganut "Islam" Liberal (antara lain Siti Musdah Mulia) yang mereka dalam exegesis kontekual ayat Al-Quran memakai postulat produk benak manusia yaitu sekularisme, liberalisme, pluralisme dan genderisme, yang memposisikan Wahyu di bawahnya akal manusia. Inilah yang diharamkan oleh Fatwa MUI no.7: haram hukumnya dalam konteks pemahaman Jaringan Islam Liberal.
Tulisan SMM yang menyatakan:
Pertama, KFI memperjuangkan Islam hanya sebatas retorika dan kedua, alternatif-alternamatif mereka yang sangat terbatas dan konsep-konsep mereka secara intelektual miskin itu tak bakal mampu menopang tuntutan-tuntutan zaman yang semakin meningkat," itu sama sekali tidak benar, lain yang gatal lain yang digaruk.
Pertama, perjuangan AhlusSunnah bukan hanya sekadar retorika, melainkan fakta dan kedua, Al Imam Asy-Syafi'i rahimahullah (150-204 H) menulis sebuah buku tentang prinsip-prinsip ijtihad yang dapat digunakan sebagai pedoman. Maka lahirlah kitab Ar-Risalah karya Imam Syafi'i sebagai kitab pertama dalam Ushul Fiqh. Dalam hal ibadah mahdhah (ritual), memang berlaku qaidah Ushul Fiqh: Hukum asal dalam ruang ibadah mahdhah adalah ikut pada apa yang diperintahkan Nash (Al-Quran dan Sunnah), tidak boleh menambahi, ataupun mengurangi. Namun dalam hal yang menyangkut mu'amalaat (non-ritual, sosiologis) berlaku Qaidah: Semua boleh, asal tidak bertentangan dengan Nash.
Jadi dalam hal mu'amalaat, kita berlomba-lomba untuk terus berkarya, berkreasi seinovatif dan semodern mungkin dalam batas-batas yang tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah. Tuntutan-tuntutan zaman yang semakin meningkat dapat dihadapi dengan qaidah Ushul Fiqh tersebut. WaLlahu a'lamu bisshawab.
*** Makassar, 8 Agustus 2010
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2010/08/935-refleksi-kritik-siti-musdah-mulia.html
**************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Haian Fajar]
822 Siti Musdah Mulia Mengakui Lesbian dan Homoseksual
Berita ini ditimba dari <http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=6605&itemid=1>
Senin, 31 Maret 2008 aktivis "Islam" liberal Siti Musdah Mulia mengatakan, lesbian dan homosekstual diakui dalam Islam. Homoseks-Homoseks dan homoseksualitas bersifat alami (wajar) yang diciptakan oleh Allah, seperti itu diizinkan dalam Islam, dan bahwa pelarangan homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi para ulama. Demikian salah satu ucapan Musdah Mulia dalam sebuah diskusi di Jakarta pada hari Kamis, 27 Maret 2008. Diskusi itu diorganisir oleh LSM Arus Pelangi. Perlu diketahui, bahwa Arus Pelangi dibentuk pada tanggal 15 Januari 2006 di Jakarta dengan kantor secretariat di Jalan Tebet Dalam 4 no 3 Jakarta Selatan. Arus Pelangi, adalah LSM tempat mangkalnya kaum lesbian dan homoseks.
Salah satu azab Allah paling dahsyat yang dikisahkan dalam Al-Quran dan Perjanjian Lama adalah tentang pemusnahan kaum yang melakukan praktek homoseksual. Sodomi atau aktivitas homoseks, berasal dari nama negara-kota Sodom, yang penduduknya sudah demikian jatuh ke dalam limbah kebobrokan dekandensi moral, yaitu kaum laki-lakinya hampir semuanya homoseksual dan kaum perempuannya juga hampir semuanya lesbian. Negara-kota tetangganya yaitu Gomorra (Qamran) juga telah mengalami hal yang sama, sehingga dalam Perjanjian Lama selalu disebut beruntun Sodom dan Gomorra. Celakanya ummat Nabi Luth AS yang meninggalkan Ur singgah bermukim di luar kota Sodom dan Gomorra, hampir semuanya juga ikut terseret ke dalam aktivitas homosex dan lesbian yang biadab itu.
Serangkaian percobaan ilmiah dengan metode simulasi di Universitas Cambridge membangun tiruan tempat berdiamnya kaum Sodom dan Qamran di laboratorium, lalu mengguncangnya dengan gempa buatan. Simulasi dataran terbenam dan miniatur rumah tergelincir masuk lalu terbenam di dalamnya. Penemuan arkeologis dan percobaan ilmiah ini mengungkap satu kenyataan penting, bahwa kaum Sodom dan Qamran bukanlah suatu mitos, melainkan disebutkan dalam Al-Quran dan Perjanjian Lama, mereka itu sungguh-sungguh pernah hidup di masa lalu, kemudian mereka punah diazab Allah akibat kebejatan moral mereka. Semua bukti terjadinya bencana itu kini telah terungkap secara arkeologis dan sesuai benar dengan pemaparan Al Qur'an dan Perjanjian Lama.
-- FAKhDzTHM ALShYht MSyRQYN . FJ'ALNA 'ALYHA SAFLHA WAMThRNA 'ALYHM hJARt MN SJYL (S. AlhJR, 15:73,74), dibaca:
-- fa akhdzathumush shaihatu musyriqi-n . fa ja'alna- 'alaiha- sa-filaha- wa amthrna- 'alaihim hija-ratan min sijji-l, artinya
-- Maka ledakan keras menyambar mereka itu waktu matahari terbit . Lalu Kami jadikan negeri mereka yang di atas jadi di bawah (terbongkar) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.
[Kejadian 19:15,24] Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini."
[Kejadian 19:27,28] Dan Ibrahim bangun pagi-pagi sekali menuju ke tempat ia telah berdiri menghadap hadirat Tuhan . Dan ia melihat ke arah Sodom dan Gomorrah, dan ke arah segenap tanah padang datar itu, dan amboi, asap membubung naik dari negeri itu laksana asap dari tungku.
Apa yang dikatakan aktivis "Islam" liberal Siti Musdah Mulia di atas itu, bahwa pelarangan homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi para ulama, itu bohong besar. Berani dan lancang benar aktivis "Islam" liberal Siti Musdah Mulia membohongi publik. Padahal Allah telah menghukum kaum Sodom dan Qamran yang homoseks dan lesbian itu seperti diungkap oleh Al-Quran dan Perjanjian Lama.
Dalam sebuah hadits yang shahih, Nabi SAW bersabda, "Allah telah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseks), Allah telah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseks), Allah telah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseks)." (HR.Ahmad dan Abu Ya'la)
Dalam hal ini, tidak ada hadits yang memuat ancaman dengan laknat sedemikian tegas hingga Rasulullah SAW sampai mengulanginya tiga kali. Dalam kasus zina, beliau hanya menyebut laknat sekali saja, demikian juga dengan laknat yang diarahkan kepada sejumlah pelaku dosa-dosa besar; tidaklah lebih dari sekali. Hal itu, ditambah lagi dengan sikap para shahabat yang sepakat memberikan ancaman mati bagi homoseks di mana tidak seorang pun dari mereka yang mengambil sikap berbeda. Mereka hanya berbeda dalam hal bagaimana eksekusi terhadapnya.
***
Seperti dituliskan di atas, ummat Nabi Luth AS berasal dari Ur. Mereka beremigrasi meninggalkan Ur kemudian singgah bermukim di luar kota Sodom dan Qamran. Mereka di tempat asalnya Ur tidaklah homoseks dan lesbian, nanti setelah bermukim di daerah Sodom dan Qamran, barulah hampir semuanya juga ikut terseret ke dalam aktivitas homoseks dan lesbian yang biadab itu. Itu artinya homoseks dan lesbian penyebabnya bukanlah genetik, melainkan penyakit sosial yang menular. Jadi apa yang dikatakan oleh aktivis "Islam" liberal Siti Musdah Mulia bahwa homoseksualitas bersifat genetik(*) atau alami (wajar), itu adalah bohong besar.
Indonesia ini kini mendapat serangan bertubi-tubi secara bergiliran dari tentera Allah: angin (puting beliung), api (gunung meletus) air (banjir), tanah (longsor), itu adalah pringatan keras dari Allah SWT. Maka para homoseks/lesbian dan para pendukungnya, para pezina dan managernya, para koruptor dan para pelindungnya, bertobatlah. WaLlahu a'lamu bishawab.
*** Makassar, 6 April 2008
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2008/04/822-siti-musdah-mulia-mengakui-lesbian.html]
------------------
(*)
Sebenarnya klepto maniak, homoseks, koruptor, penjudi, peminum, pecandu narkoba, seks maniak, tukang makan, rasa rendah diri, orang yg merasa selalu sial, pecundang, tukang ngibul, perokok berat, dsb perasaan dan kebiasaan yg sudah sulit diubah, sesungguhnya semua itu sama kejadiannya dalam tubuh, tetapi bukan genetik.
Segala sesuatu yg terjadi di luar tubuh berkesan dalam diri manusia. Seperti misalnya seorang melakukan korupsi karena kebutuhan yang mendadak, yang awalnya sebenarnya dia tidak bermaksud untuk menjadikan korupsi sebagai profesi. Perasaan yg dia alami saat pertama melakukan korupsi diterjemahkan di dalam tubuhnya menjadi peptida tertentu (Peptida adalah komponen yang telah berevolusi dan terdapat secara permanen yang ditemukan di seluruh kelas kehidupan). Kemudian suatu waktu ketika ia melihat kesempatan untuk bisa korupsi, karena sudah pernah sekali merasakan peptida tersebut, muncullah reseptor (penerima) khusus di sel-sel tubuh. Nantinya reseptor ini 'minta makan' kalau peptidanya habis, kepada dirinya ada dorongan untuk merasakan perasaan yg sama lagi, perasaan yg hanya muncul kalau lagi melihat kesempatan. Makin sering dikasih makan, maka reseptornya jadi makin banyak. Itu yang disebut umpan balik positif yang berujung pada ketagihan. Pepatah mengatakan: Kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa.
Dan ini telah diisyaratkan dalam Al-Quran mengenai zina.
-- WLA TKRBWA ALZNY ANH KAN FhSyt WSAa SBYLA (S. ASRY, 17:32), dibaca: wala- taktabu zina- innahu- ka-na fa-hisyatan wa sa-a sabi-lan, artinya:
-- Dan janganlah kamu menghampiri zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan jang jahat.
Sekali terjerumus zina akan timbul peptida, demikianlah akan terjadi seperti halnya contoh melakukan korupsi di atas itu.
********************************************************
Tambahan
http://id.wikipedia.org/wiki/Peptida_antimikrobial
Peptida antimikrobial
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Peptida antimikrobial adalah komponen yang telah berevolusi dan terdapat secara permanen pada sistem respon kekebalan bawaan dan ditemukan di seluruh kelas kehidupan. Perbedaan mendasar terdapat pada sel prokariot dan eukariot, yaitu yang merupakan target dari peptida antimikrobial. Peptida ini merupakan spektrum antibiotik yang luas. Peptida antimikrobial terbukti mampu membunuh bakteri gram positif dan bakteri gram negatif, termasuk strain yang yang resisten terhadap antibiotik konvensional, mycobacteria, virus yang terbungkus kapsul, jamur, dan bahkan sel kanker. Tidak seperti kebanyakan antibiotik konvensional, peptida antimikrobial dapat meningkatkan kekebalan dengan berfungsi sebagai immunomodulator.
Peptida antimikrobial unik dan terbagi dalam beberapa kelompok molekul yang terbagi lagi menjadi beberapa subkelompok berdasarkan komposisi dan struktur asam aminonya. Peptida antimikrobial umumnya terdiri dari 12 hingga 50 asam amino. Peptida ini termasuk dua atau lebih residu bermuatan positif dari arginin, lisin, histidin, dan residu hidrofobik. Struktur sekunder dari molekul ini terdiri dari 4 macam, yaitu alpha helical, beta stranded, beta hairpin, dan extended. Banyak peptida ini tidak terstruktur pada larutan bebas, dan terlipat menjadi konfigurasi akhirnya sepanjang penempatannya pada membran biologis. Peptida ini mengandung residu asam amino hidrofilik terbentang pada satu sisi sedangkan asam amino hidrofobik terbentang pada sisi yang berlawanan. Sifat ini memudahkan penempatan pada dua lapis membran lipid. Kemampuan untuk berasosiasi dengan membran adalah sifat asli dari peptida antimikrobial, meski permeabilisasi membran tidak diperlukan. Peptida ini memiliki berbagai aktivitas antimikrobial berkisar pada membran sel hingga sitoplasma.
Terdapat berbagai tipe peptida antimikrobial. Tipe pertama, yaitu peptida anionik, peptida ini kaya akan asam glutamat dan asam aspartat. Contohnya yaitu Maximin H5 yang terdapat pada amfibi, dan Dermcidin pada manusia.
Tipe kedua, yaitu peptida alpha helical kationik linear. Ciri utama dari peptida ini adalah minimnya kandungan sistein. Contohnya adalah Cecropin, Andropin, Moricin, Ceratotoxin, dan Melittin pada serangga, Magainin, Dermaseptin, Bombinin, Brevinin-1, Esculentin, dan Buforin II pada amfibi, CAP18 pada kelinci, LL37 pada manusia, dan sebagainya.
Tipe ketiga adalah peptida kationik yang diperkaya dengan asam amino spesifik. Ciri utama dari peptida ini adalah kaya akan prolin, arginin, fenilalanina, glisin, dan triptofan. Contohnya adalah Abaecin dan Apidaecin pada lebah madu, Prophenin pada babi, Indolicidin pada sapi ternak.
Tipe keempat adalah Peptida kationik dan anionik yang mengandung sistein dan membentuk ikatan disulfida. Ciri utamanya adalah mengandung ikatan disulfida sebanyak setidaknya 1 hingga 3 ikatan. Contohnya adalah Brevinin, Protegrin pada babi, Tachyplesin pada kepiting tapal kuda, Defensin pada manusia, Drosomycin pada lalat buah.
----- Original Message -----
From: <aldiy@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Friday, March 04, 2011 00:16
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Akhlak yang baik
Kekerasan thd Ahmadiyah banyak di Jabar dan di NTB,menurut Jkt Post. Malahan di Gorontalo ulama sepakat melindungi Ahmadiyah. Mendengar ceramah jumat di Manado selalu menganjurkan menghormati tetangga yg Kristen, acara makan bersama antara ummat Islam dan Kristen, kawin antar agama fenomena biasa di Sulut. Bukannya siapa tuh bu Musda Mulia yang liberal itu dari Makassar? Emang eyang HMNA aja yg beda hihihi...
Salam
Mia
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "wpamungk@centrin.net.id" <wpamungk@centrin.net.id>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Thu, 3 Mar 2011 22:05:08
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Akhlak yang baik
-Yg saya tahu September tahun ini pak HMNA genap 80 tahun :-)
-Yg saya tahu Al Qur'an itu juga merupakan himpunan kisah, kejadian
sebelum Islam terbit.
Perkara caci maki kan mungkin kondisi budaya dimasa itu, di Arab memang
begitu kali. Kalo Qur'an turun di Jawa mungkin lain :-)
- Kan masih banyak juga yg menyikapi kekerasan sebagai bentuk 'pembelajaran'.
Anak 7 tahun gak solat musti dipukul. Istri melawan suami dipukul.
- Perkara Ahmadiyah meskipun pak HMNA bersumpahserapah, menurut data,
kekerasan terhadap Ahmadiyah justru banyak terjadi di wilayah Jabar,
Banten.
Artinya menurut peribahasa atau apa sih ya- anjing yg menggonggong keras
tidak sekejam yg diduga.
Artinya kan [ saya berpikiran positif saja] kekerasan yg ditampilkan pak
HMNA hanya sekedar ngomong di milis saja :-))
Meskipun di milis ini masih pada muda remaja, kan sebaiknya bersikap
dewasa saja. Kan kalo secara psikologisnya itu adalah sebagai katarsis.
Jadi lega kalo dah ngluarin uneg2, itu mungkin yg menyehatkan.
Daripada dipendam terus tiba2 saja meledak. Bahaya laten :-)
Kalo gini, seumpama di milis ada inteljen, bisa gitu jadi perhatian.
Misalnya, o di Makassar ada gitu yg dendam kesumat sama Ahmadiyah
;-)))
salam sehat,
l.meilany
Bagi saya usia 73 atau kata2 yg sedikit keras ndak terlalu masalah,
artinya orang tua tentunya dihormati karena usianya dan kata2 keras bisa
dimaklumi.
Yang paling saya garisbawahi adalah karakteristik HMNA sbb:
- mendukung kekerasan atas nama agama, ini sudah bertebaran dimana2
sepanjang postingannya. Fatalnya, agama diturunkan untuk mencairkan
kekerasan yg inheren dalam diri manusia. Mendukung kekerasan atas nama
agama adalah menggagalkan tujuan beragama itu sendiri.
- cara beliau berargumentasi sering parsial dan nggak fair, ini juga sudah
sering terbukti.
Kita punya karakter seperti begini, yah ndak apa-apa tentunya asal
dimenej.
Pemahaman karakter ini juga membuat saya belajar memahami Quran. Salah
satu yang membuat saya "stress" membaca Quran sejak kecil adalah misalnya
karakter Abu Lahab dalam surat Al-Lahab. Kenapa kok Quran menyebut nama
dan mengutuk2 orang itu? Kok kitab suci kayak gini? Well,larger than life
means impersonal. Konsep karakter-perbuatan diabadikan, dan ini terlepas
dari personal itu sendiri, itulah artinya penokohan di jaman dulu yang
menjadi warisan kita sekarang. Mitologi ternyata merupakan proses alamiah
psikologi manusia yang terus menerus kita lakoni. Saya merasa nyaman
dengan pengertian ini: bahwa pemisahan perbuatan dengan personal dalam
proses penokohan utk hikmah ajar, selaras dengan surat Abu Lahab dan
Al-Baqarah, manusia sbg khalifah.
Salam
Mia
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment