Refl. Di negeri-negeri Skandinavia (Denmark, Finlandia, Swedia dan Norwegia) dianjurkan semua anak wanita umur belasan tahun untuk disuntik vacine guna mencegah kanker rahim. Suntikan ini gratis!!!
Apakah sevice demikian tidak bisa dilakukan di NKRI seperti di negeri kafir?
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=87835:270000-perempuan-indonesia-meninggal-akibat-kanker-serviks&catid=82:umum&Itemid=144
270.000 Perempuan Indonesia Meninggal Akibat Kanker Serviks
Sekitar 270.000 perempuan di Indonesia meninggal dunia setiap tahun akibat kanker leher rahim atau serviks, kata Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Titik Kuntari MPH.
"Berdasarkan data yang ada, setiap tahun sekitar 500.000 perempuan di Indonesia didiagnosis terinfeksi kanker serviks. Dari jumlah itu, 270.000 penderita meninggal dunia," katanya di Yogyakarta, Kamis.
Di Indonesia, menurut dia, kanker serviks telah menjadi pembunuh nomor satu dari keseluruhan kanker. Kanker serviks merupakan penyakit kanker paling umum kedua yang biasa diderita perempuan berusia 20-55 tahun.
"Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh dalam leher rahim. Kanker itu terjadi pada serviks uterus, yakni suatu daerah pada organ reproduksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke rahim yang terletak antara rahim dengan vagina," katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan survei yang melibatkan 5.423 perempuan di Asia dan dilakukan pada sembilan negara termasuk Indonesia, menunjukkan hanya dua persen perempuan yang mengetahui infeksi human papilloma virus (HPV) merupakan penyebab kanker serviks.
"Jadi, pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat kurang. Rendahnya tingkat pengetahuan dipercaya memperburuk kondisi yang ada dan diperkirakan angka kejadian kanker serviks terus meningkat setiap tahunnya," katanya.
Padahal, menurut dia, ada cara mudah terhindar dari kanker serviks melalui vaksinasi. Deteksi dini dan vaksinasi dapat menekan angka kejadian kanker serviks pada perempuan Indonesia.
"Metode deteksi dini dengan papsmear sudah lama ditemukan, tetapi yang melaksanakannya masih sangat terbatas," katanya.
Ia mengatakan perempuan yang aktif secara seksual dengan berganti-ganti pasangan, berhubungan seks pertama pada usia kurang dari 18 tahun, dan merokok memiliki risiko terinfeksi kanker serviks.
"Namun demikian, perilaku yang meningkatkan risiko terkena kanker serviks tersebut saat ini disinyalir justru meningkat, seperti seks bebas, hubungan seks pertama pada usia kurang dari 18 tahun, dan merokok," katanya.
Berkaitan dengan hal itu, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) akan menyelenggarakan seminar bertema Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks di Gedung Mandala Bakti Wanitatama Yogyakarta pada 19 Maret 2011.
Ketua panitia seminar Hilmi Pradiksa mengatakan, kegiatan itu akan membahas tentang fakta kanker serviks di Indonesia, penyebab, faktor risiko, pencegahan, dan terapinya.
Seminar menghadirkan pembicara beberapa pakar kanker serviks, di antaranya Hasto Wardoyo dan Addien Tri Rahmanto. (Ant)
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment