Libya memang negara aneh lain dari yang lain :
1) Muammar Qadafi menamakan dirinya pemimpin revolusi setelah mengkudeta Raja Idris, karena status pemimpin revolusi maka dia merasa tidak punya batasan masa kerja, karena itu tidak mengenal impeachment alias tidak ada kamus turun dari kekuasaan yang dia pegang.
2) Meskipun Muammar Qadafi juga merupakan kepala negara namun secara administratif, sistem pemerintahannya tetap diserahkan atau dipegang oleh seorang perdana mentri lihat link ini http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Perdana_Menteri_Libya
3) Sejak Muammar Qadafi tampil sebagai pemimpin revolusi, Libya tidak punya konstitusi (UUD) sampai sekarang, sebagai gantinya adalah buku hijau yang berisi tulisan dan pokok-pokok pikiran Muammar yang dicetak secara masal dan menjadi bacaan wajib bagi warga negaranya.
4) Libya tidak memiliki parlemen (DPR) sebagai gantinya ada dewan komando revolusioner (1969 - 1979) kemudian dilanjutkan dengan kongres Rakyat (jangan diharap ada persidangan yang menyangkut umat/bangsa libya melalui perdebatan seru), dengan tidak adanya parpol otomatis tidak ada pemilu atau pesta demokrasi bagi rakyat libya.
5) Militer dilemahkan secara sistemik, profesionalitas tentaranya tidak dibangun secara serius, ini dimaksudkan supaya tidak ada kudeta dari pihak militer, sebagai gantinya Muammar Qadafi membangun jaringan keamanan dengan melibatkan kepala-kepala suku yang dipastikan loyal kepada dirinya dan dipersenjatai ala militer.
6) untuk mengintai dan membasmi lawan politik, Muammar Qadafi tidak segan-segan mengupah preman-preman dari luar negeri (kebanyakan dari nigeria dan negara tetangga dekat) untuk menghabisi (membunuh) lawan politik atau tokoh yang dinilai vokal terhadap kepemimpinannya, dengan mengupah sistem kontrak putus, maka Muammar Qadafi tidak perlu ambil pusing untuk mempermasalahkan hukum karena memang dilakukan secara illegal dan rahasia.
7) Media massa elektronik tidak dikembangkan secara profesional, nanny wijaya (wartawati jawa pos) pernah melaporkan bahwa untuk menyampaikan berita di TV Libya, siapapun warga negaranya dapat mengantri untuk tampil sebagai pembaca berita tanpa perlu seleksi kelayakan atau persyaratan layaknya reporter profesional.
8) Muammar Qadafi merekrut pengawal pribadi kurang lebih 40 orang dengan jenis kelamin perempuan, salah satu syaratnya adalah perawan, dilatih mahir bertempur, berkelahi dan menembak. Setiap kunjungan ke luar negeri Muammar Qadafi tidak hanya membawa pengawal perempuan dengan nama guard amazone tetapi tidak pernah lupa membawa tenda boduein plus fasilitas/peralatan lux yang cukup banyak menyerap anggaran negara.
9) Saif al Islam adalah salah satu anak kebanggan Muammar Qadafi yang
digadang-gadang menjadi pengganti atau putra mahkota adalah berpendidikan cukup tinggi, bachelor science diselesaikan di Tripoli, MBA diselesaikan di Swis, dan Phd diselesaikan dengan normal di London (kalau tidak salah ada isyu saif al islam ini memplagiat diserthasi Doktornya). Semula banyak pengamat menilai sang putra mahkota akan bertindak liberal dan demokratis, namun ternyata sikap dan sepak terjangnya justru lebih keras daripada Mumamar Qadafi, konon dia yang mengatur demo massa bayaran pro pada Muammar untuk menandingi demo anti Muammar, dan dia juga yang mengatur meresponse aksi kekerasan dengan cara menembaki para demonstran termasuk meroket masjid. Aksinya ini banyak memicu keterkejutan koleganya di kampus London tempat dia menamatkan Phdnya.
Meskipun dalam masa selama 42 tahun pemerintahan Qadafi sudah merealisasikan banyak projek pembangunan dan memajukan infrastruktur (antara lain pembuatan sungai di bawah tanah Sahara, yang merupakan proyek besar di dunia) dan mengundang berbagai maskapai besar internasional untuk pemboran minyak dan gas, namun di berbagai bidang lainnya (antara lain : pemerintahan, politik, ekonomi,sosial, kebudayaan) merupakan hambatan untuk kemajuan rakyat dan menjadi
alat Qadafi untuk penindasan.
Wassalam
Abdul Mu'iz
________________________________
Dari: chodjim <chodjim@gmail.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Rab, 2 Maret, 2011 10:07:03
Judul: Re: [wanita-muslimah] Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan
Khadafi sendiri menyatakan bahwa yang menghasut rakyat Libia adalah AS, Barat,
dan Al-Qaida.
Khusus yang al-Qaida, ini biasa didukung oleh abah HMNA. Bagaimana ini Abah,
bukankah Abah mendukung sikap keduanya, Khadafi dan Al-Qaida? Tolong dilerai
dong Abah, kan sesama sopir bis dilarang saling mendahului, hahaha.....
Saya sendiri diberitahu oleh teman yang bekerja di Libya. Begini ceritanya:
Libya berpenduduk 6 juta orang. Setiap keluarga yang tidak memiliki pekerjaan
tetap, atau berpenghasilan kurang, diberi jaminan sosial oleh Pemerintah Libya.
Jadi kemiskinan dalam arti fase fisik dan keamanan berdasarkan teori motivasi
Maslow memang tidak ada. Tetapi, fase 3 ke atas, yaitu motivasi untuk memenuhi
kebutuhan akan emosi, penghargaan dan aktualisasi diri dibungkam oleh
pemerintah. Nah, hal itulah yang menyebabkan masyarakat berontak ketika ada
perubahan iklim kekuasaan. Seandainya para petinggi Libya hidup berdasarkan
ajaran agama dengan benar, niscaya tak akan ada pemberontakan.
Kita bisa membandingkan dengan pemerintah AS. Bisakah rakyat AS digoyang hanya
dengan isu kemiskinan, keterbungkaman, atau SARA? Mengapa negara-negara yang
mayoritas penduduknya beragama Islam mudah sekali termakan isu SARA?
Wassalam,
chodjim
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "chodjim" <chodjim@...> wrote:
>
> Khadafi sendiri menyatakan bahwa yang menghasut rakyat Libia adalah AS, Barat, dan Al-Qaida.
>
> Khusus yang al-Qaida, ini biasa didukung oleh abah HMNA. Bagaimana ini Abah, bukankah Abah mendukung sikap keduanya, Khadafi dan Al-Qaida? Tolong dilerai dong Abah, kan sesama sopir bis dilarang saling mendahului, hahaha.....
>
> Saya sendiri diberitahu oleh teman yang bekerja di Libya. Begini ceritanya:
> Libya berpenduduk 6 juta orang. Setiap keluarga yang tidak memiliki pekerjaan tetap, atau berpenghasilan kurang, diberi jaminan sosial oleh Pemerintah Libya. Jadi kemiskinan dalam arti fase fisik dan keamanan berdasarkan teori motivasi Maslow memang tidak ada. Tetapi, fase 3 ke atas, yaitu motivasi untuk memenuhi kebutuhan akan emosi, penghargaan dan aktualisasi diri dibungkam oleh pemerintah. Nah, hal itulah yang menyebabkan masyarakat berontak ketika ada perubahan iklim kekuasaan. Seandainya para petinggi Libya hidup berdasarkan ajaran agama dengan benar, niscaya tak akan ada pemberontakan.
>
> Kita bisa membandingkan dengan pemerintah AS. Bisakah rakyat AS digoyang hanya dengan isu kemiskinan, keterbungkaman, atau SARA? Mengapa negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam mudah sekali termakan isu SARA?
>
> Wassalam,
> chodjim
>
>
> ----- Original Message -----
> From: H. M. Nur Abdurahman
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Sent: Wednesday, March 02, 2011 5:52 AM
> Subject: [wanita-muslimah] Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan
>
>
>
> Di Libya bukan demo tetapi pemberontakan
>
> Assalamu'alaikum wr wb,
>
> Dari FB KH Muhammad Arifin Ilham:
>
> SubhanAllah,tdk ada mencampakkan siapapun, majlis juga bersedih dg keadaan ini,& trus berdoa u ayahanda Muammar, umat Islam yg wafat di Libya & seluruh keberadaan kaum muslimin di dunia ini.InsyaAllah nilai Amal jariyyah disisi ALLAH trus mengalir.Kputusan musyawah u kemaslahatan umat & kbrlangsungn harakah dakwah.
>
> http://www.facebook.com/home.php#!/kh.muhammad.arifin.ilham/posts/10150150578829739
>
> Sebelumnya, seorang Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Libya juga membantah pemberitaan di tanah air yang memojokkan Khadafi. Menurutnya, demo tsb memang didalangi AS. Baik demonstran mau pun "media" memang sudah disiapkan AS sehingga misinformasi menyebar ke mana-mana (padahal di surat Al Hujuraat ayat 6 kita diminta berhati-hati dalam menerima informasi).
>
> Itu bukan cuma demo biasa. Tapi terjadi pelemparan batu dan perusakan gedung-gedung pemerintah. Bahkan para demonstran juga merebut senjata dan menguasai berbagai kota di Libya termasuk Benghazi yang merupakan kota ke2 terbesar di Libya. AS sendiri mendukung penuh pemberontakan ini. Jadi itu bukan demo, tapi pemberontakan yang didukung penuh oleh AS.
>
> Lihat bagaimana AS menyediakan berbagai strategi guna mendukung pemberontakan di Libya termasuk dengan mengerahkan Kapal Perang ke perairan dekat Libya:
>
> Obama Siapkan Berbagai Opsi Hadapi Krisis Libya
> http://www.detiknews.com/comment/2011/02/24/075037/1577927/10/obama-siapkan-berbagai-opsi-hadapi-krisis-libya
>
> http://www.antaranews.com/berita/248177/kapal-perang-as-dekati-libya
>
> Sebetulnya Khadafy berjasa melawan AS hingga kekayaan alam Libya tak dikuasai AS sebagaimana di Indonesia. Karenanya rakyat Libya makmur dgn GDP per kapita US$ 14 ribu/orang/tahun. Sementara Indonesia yg cuma dapat royalti emas dan perak 1% (Freeport dapat 99%) miskin dgn GDP per kapita US$ 3000/orang. Itu pun jika dikurangi kekayaan 400 konglomerat macam Bakrie, Sampurna, dsb cuma US$ 300/orang.
>
> Saya curiga demo di Libya ini didalangi AS lewat kaki tangannya (militer, pejabat, politikus, dan LSM yg didanai AS) sehingga boneka AS bisa berkuasa di Libya. Apalagi dalam 10 tahun terakhir, Khadafi membuka Kedubes AS di Libya. Satu kesalahan yang fatal mengingat Kedubes AS yang umumnya begitu besar dan luas dengan pagar yang tinggi dan tertutup lebih mirip dengan Markas Militer ketimbang Kedutaan biasa. Di situlah sarang mata-mata AS dan pusat konspirasi untuk mengatur kaki tangan AS seperti para pejabat negara, militer, politikus, LSM dan media yang didanai AS. Di situlah AS mengatur strategi agar boneka mereka yang berkuasa di negeri itu.
>
> Harusnya Khadafi mengikuti langkah Iran untuk menyandera Kedubes AS selama 1000 hari agar Kedubes AS tak bisa berkutik menggerakkan pemberontakan di Libya.
>
> Banyak pihak menduga AS di belakang demo 1966 di Indonesia sehingga jutaan orang bisa berdemo dalam waktu lama. Itu butuh dukungan makanan/logistik serta uang saku yang cukup sehingga para demonstran tersebut tidak terlantar meski tidak mencari makan selama berminggu-minggu. Akibat demo tersebut, Soekarno yang anti AS diganti dengan Soeharto yang memberi konsesi kepada perusahaan AS seperti Caltex, Exxon, Freeport, dsb.
>
> Demo 1998 pun begitu. Pemerintahan Soeharto akhirnya diganti dengan Rezim Reformasi yang rajin mengobral BUMN-BUMN Indonesia kepada Asing (terutama AS) lewat program privatisasi yang dipaksakan oleh IMF dan Bank Dunia.
>
> http://agusnizami.wordpress.com/2010/10/21/demonstrasi-tanpa-cia-jadi-melempem/
> http://agusnizami.wordpress.com/2011/03/01/khadafi-lawan-pemberontakan-yang-didalangi-as/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment