Advertising

Tuesday, 26 July 2011

Bls: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

 

Pertanyaan abah HMNA kan sudah dijawab oleh tulisan Pak Nadirsyah Hosen, ini saya copy paste :
 
======================================================
"Para pejuang berdirinya khilafah percaya bahwa Nabi telah menjanjikan
akan
datangnya kembali khilafah di akhir jaman nanti. Mereka menyebutnya
dengan
khilafah 'ala minhajin nubuwwah. Ini dalil pegangan mereka:
"Adalah
masa Kenabian itu ada di tengah tengah kamu sekalian, adanya atas
kehendak
Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki
untuk
mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak
kenabian
(Khilafah 'ala minhajin nubuwwah), adanya atas kehendak Allah.
Kemudian Allah
mengangkatnya (menghentikannya) apabila Ia menghendaki untuk
mengangkatnya.
Kemudian adalah masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan
'Adldlon), adanya atas
kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila
Ia menghendaki untuk
mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang
menyombong (Mulkan Jabariyah),
adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah
mengangkatnya, apabila Ia menghendaki
untuk mengangkatnya.
Kemudian adalah
masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah 'ala
minhajin nubuwwah).
Kemudian beliau (Nabi) diam." (Musnad Ahmad:IV/273) .

Cukup dengan
berpegang pada dalil di atas, para pejuang khilafah menolak semua
argumentasi
rasional mengenai absurd-nya sistem khilafah. Mereka menganggap
kedatangan
kembali sistem khilafah adalah sebuah keniscayaan. Ada baiknya kita
bahas
saja dalil di atas.
Salah satu rawi Hadis di atas bernama Habib bin Salim.
Menurut Imam Bukhari,
"fihi nazhar". Inilah sebabnya imam Bukhari tidak
pernah menerima hadis yang
diriwayatkan oleh Habib bin Salim tsb. Di samping
itu, dari 9 kitab utama
(kutubut tis'ah) hanya Musnad Ahmad yang meriwayatkan
hadis tsb. Sehingga
"kelemahan" sanad hadis tsb tidak bisa
ditolong.
Rupanya Habib bin salim itu memang cukup "bermasalah" . Dia membaca
hadis
tsb di depan khalifah 'umar bin abdul aziz utk menjustifikasi bhw
kekhilafahan
'umar bin abdul azis merupakan khilafah 'ala minhajin nubuwwah.
Saya menduga
kuat bhw Habib mencari muka di depan khalifah karena sebelumnya
ada sejumlah
hadis yang mengatakan:
"Setelah kenabian akan ada khilafah
'ala minhajin nubuwwah, lalu akan
muncul para raja."
Hadis ini misalnya
diriwayatkan oleh thabrani (dan dari penelaahan saya
ternyata sanadnya
majhul). Saya duga hadis thabrani ini muncul pada masa
Mu'awiyah atau Yazid
sebagai akibat pertentangan politik saat itu.
"Khilafah 'ala minhajin
nubuwwah" di teks thabrani ini me-refer ke
khulafa al-rasyidin, lalu "raja"
me-refer ke mu'awiyah dkk. Tapi tiba-tiba
muncul Umar bin Abdul Azis –dari
dinasti Umayyah—yang baik dan adil. Apakah
beliau termasuk "raja" yg ngawur
dlm hadis tsb?
Maka muncullah Habib bin Salim yg bicara di depan khalifah
Umar bin Abdul Azis
bhw hadis yg beredar selama ini tidak lengkap. Menurut
versi Habib, setelah
periode para raja, akan muncul lagi
khilafah 'ala
minhajin nubuwwah–dan ini merefer ke Umar bin Abdul Azis. Jadi
nuansa politik
hadis ini sangat kuat.

Repotnya, term khilafah 'ala minhajin nubuwwah yg
dimaksud oleh Habib (yaitu
Umar bin Abdul Azis) sekarang dipahami oleh Hizbut
Tahrir (dan kelompok sejenis)
sebagai jaminan akan datangnya khilafah lagi di
kemudian hari. Mereka pasti
repot menempatkan umar bin abdul azis
dalam
urutan di atas tadi: kenabian, khilafah 'ala mihajin nubuwwah periode
pertama
(yaitu khulafa al-rasyidin) , lalu para raja, dan khilafah 'ala
minhajin
nubuwwah lagi. Kalau khilafah 'ala minhajin nubuwwah periode yg kedua
baru
muncul di akhir jaman maka Umar bin Abdul Azis termasuk golongan para
raja
yang ngawur.

Saya kira kita memang haus bersikap kritis terhadap
hadis-hadis berbau
politik. Sayangnya sikap kritis ini yang sukar ditumbuhkan
di kalangan para
pejuang khilafah."
 
Kalau mau lihat lengkap baca link ini http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/message/157650

=======================================================
 
Berarti pencatat dan yang mempopulerkan hadits tsb tidak akurat, karena Khalifah Umar bin Abdul Aziz muncul belakangan.
 
Wassalam
Abdul Mu'iz
 
Dari: H. M. Nur Abdurrahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Dikirim: Rabu, 27 Juli 2011 8:48
Judul: Re: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

 

Ada dua pendapat dalam menilai Hadits tsb:
Pendapat pertama: Hadits itu mutawatir banyak yang mendengarnya dari Nabi SAW => Prophet Muhammad (SAW) is reported to have said to his Companions
Pendapat kedua: bermasalah, salah satu alasannya Khalifah Umar bin Abd. Aziz mau dikategikan di mana?

Wassalam
HMNA.

----- Original Message -----
From: "Abdul Mu'iz" <quality@posindonesia.co.id>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 27, 2011 8:33 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

Kalau tidak salah, hadits yang disampaikan abah, bermasalah baik sanad maupun matan. Apalagi penuh nuansa politis terkait dengan dukungan pada khalifah bani umayyah. Yang waktu itu kekuasaan butuh dukungan theologis alias memang manjur kalau diback-up oleh hadits.

Wassalam
Abdul mu'iz

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "H. M. Nur Abdurrahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Wed, 27 Jul 2011 08:24:22
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

----- Original Message -----
From: "Abdul Mu'iz" <quality@posindonesia.co.id>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 27, 2011 7:52 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

Jinten masih kalah khasiatnya dengan konro dan coto. Khilafah kan masa lalu, digilas zaman, sudah diganti pemerintahan yang humanistis dan spiritualistis serta berkeadilan.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Khilafah masa lalu dan masa depan:

Sabda Nabi Muhammad Rasulullah SAW kepada para sahabat:
"Akan berlaku pada kalian masa kenabian sampai waktu tertentu, kemudian jika Allah akan mengambilnya maka berlalulah masa kenabian itu atas kalian. Kemudian akan berlaku masa Khilafah yang tegak atas manhaj (jalan)
kenabian (Khilafah ala minhajan nubuwah) sampai waktu tertentu, kemudian jika Allah akan mengambilnya maka berlalulah masa itu atas kalian. Kemudian akan berlaku masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan Adhon) sampai
waktu tertentu, kemudian jika Allah akan mengambilnya maka berlalulah masa itu atas kalian. Kemudian berlakulah masa Kerajaan Dikatator (Mulkan Jabariyyan), kemudian jika Allah akan mengambilnya maka berlalulah masa itu atas kalian. Kemudian akan kembali masa Khilafah yang tegak atas manhaj (jalan) kenabian (Khilafah ala Minhajan Nubuwah)." (setelah itu nabi diam) (HR Ahmad)

Prophet Muhammad (SAW) is reported to have said to his Companions (RAA):
The period of Prophethood will remain among you so long as Allah wills, then He shall cause it to end. After that, there will be Khilafah among you on the pattern of Prophethood, and this will last as long as Allah wills, and then He shall cause it to end. After that, there will be a reign of oppressive monarchy, and this will also last as long as Allah wills, and then He shall cause it to end. After that there will be a period of enslavement, and this will last as long as Allah wills, then He shall cause it to end. Finally, there will again be Khilafah on the pattern of Prophethood. (the narrator adds : "then the prophet became silent.")

Melihat isi hadits di atas itu, maka bagi kita yang percaya Hadits (bukan ingkar sunnah), yang Nabi sampaikan itu adalah nubuwah, atau kabar futuristik yang sumbernya adalah dari Allah SWT.

Maka berdasarkan nubuwah nabi Muhammad di atas, kita mengetahui periode yang akan dilalui oleh umat Islam sampai hari kiamat nanti. Periode itu sbb:

1. Kenabian
2. Khilafah yang tegak atas jalan kenabian
3. Kerajaan yang menggigit
4. Kerajaan Dikatator
5. Khilafah yang tegak atas jalan kenabian
6. setelah itu nabi diam

Penjelasan:
Periode pertama adalah jelas masa hidup Nabi Muhammad SAW. Periode kedua adalah masa Khulafah Rasyidah. Periode ketiga adalah masa Khilafah Umayyah, Abasiyah dan Utsmaniyah. Periode keempat adalah setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Periode ke lima kita itulah yang ditunggu-tunggu. Periode keenam, kiamat
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

Salam
Abdul Mu'iz
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "mas Arcon" <masarcon@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Tue, 26 Jul 2011 23:39:35
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

Pembicaranya kok cuma dua yg di ulas. Yg lain kambing congek yg dimobilisasi ?

Abah sendiri gimana ? Siap dong menduduki kursi kekuasaan sebagai khilafah. Siap siap fisik buat melayani 10 hareem, abah.jinten hitam abah. Habbatus saudah.

mas Arcon from BlackBerry Esia AHA

-----Original Message-----
From: "H. M. Nur Abdurrahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Wed, 27 Jul 2011 07:01:39
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

Ini saya posting yang DIBENCI oleh Arcon

Wassalam
HMNA

Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah
BOGOR (voa-islam.com) - Hizbut Tahrir Indonesia DPD 2 Kabupaten Bogor kembali mengadakan Forum Intelektual Muslim (FIM) ke-5 dengan tema "Potensi Geopolitis dan Geostrategis Negara Khilafah" di Ruangan Papandayan Hotel Pangrango 2 Bogor, Ahad (24/07/2011). Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari tokoh intelektual hingga cendekiawan. Para peserta intelektual muslim yang di antaranya bergelar professor dengan berbagai profesi keilmuannya sangat antusias mengikuti acara ini karena disuguhi pemutaran film multimedia yang menarik, mereka berkumpul untuk membicarakan potensi Geopolitis dan Geostrategis Negara Khilafah.

Di sesi selanjutnya peserta juga tampak antusias ketika mendengarkan pemaparan masing-masing dari narasumber. pembicara pertama Dr. Sumaryono, M.Sc (Peneliti Bakosurtanal) menguraikan potensi geostrategis dan geopolitis umat islam, beliau menjelaskan bahwa terdapat 5 potensi yang dimiliki umat Islam ketika tegaknya negara khilafah yaitu potensi populasi, potensi militer, potensi ekonomi, potensi geostrategis dan potensi ideologi. Negara khilafah memiliki 1,5 miliar lebih penduduk beragama Islam atau 23 % dari total populasi dunia, tingkat pertumbuhan penduduk muslim cukup tinggi jika dibandingkan penduduk Eropa & AS yang cenderung negatif. Sementara itu umat Islam memiliki 5,59 juta orang tentara aktif dan 22, 42 juta orang militer gabungan dibandingkan dengan AS yang hanya memiliki 1,47 juta tentara aktif dan 3,38 juta tentara gabungan paparnya.

Adapun dari potensi ekonomi wilayah negara khilafah mampu memproduksi beras, gandum, sereal, kacang hijau, kapas dll bahkan mengekspornya dan memenuhi 80 % pasar dunia. Modal untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan telah ada dan lebih dari cukup. Khusus bahan obat ternyata dunia sangat bergantung 90 % pada produksi opium umat Islam. Penyatuan dunia Islam di bawah khilafah akan menguasai 72,12 % cadangan minyak, 61 % cadangan gas, 22,06 % cadangan uranium dan akan menguasai cadangan emas serta bijih besi terbesar di dunia.

Selain itu negara khilafah akan memiliki kontrol penuh atas rute-rute yang paling penting dari selat Gibraltar di Moroko melewati Mediterania, Bosporus melalui terusan Suez, Samudera Hindia dan Selat Malaka. Di samping itu khilafah akan memiliki generasi-generasi terbaik yang hidup di tengah-tengah manusia sementara AS dan Eropa hanya memiliki generasi yang rusak karena pergaulan bebas, kecanduan miras dan narkoba serta terbiasa berbuat kriminal ujarnya.

Pembicara kedua, Ir. Adi Maretnas (Lajnah Tsaqofiyah DPP II HTI Bogor) mengatakan bahwa potensi tersebut akan hanya sekedar potensi bila tidak diupayakan karena itu umat islam perlu mengupayakan potensi tersebut berdasarkan perintah Allah. Dalam mengelola potensi tersebut peran intelektual muslim memiliki kedudukan yang sangat mulia bila dilandasi keilmuannya dengan keimanan dan mempergunakan ilmunya dalam rangka menghidupkan syariat Islam.

Sementara itu beliau juga menjelaskan seseorang yang pakar di bidang sains dan teknologi harus paham benar untuk apa alam semesta ini diciptakan, apa yang terkandung di dalam alam semesta ini, bagaimana mengeksplorasinya, mengelola dengan benar dan memanfaatkannya dengan amanah untuk kelangsungan hidup manusia dan merupakan jaminan untuk dapat menyelesaikan permasalahan umat sedunia. Visi ini akan terwujud secara riil, ketika pada tataran implementasinya ditopang oleh sistem yang kondusif dan mendunia yaitu sistem kehidupan yang menerapkan syariah secara kaffah di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah tegasnya.

Selain itu terdapat perbandingan antara intelektual muslim dan barat, dilihat dari indikator aqidah dan kepribadian, intelektual barat menganut paham sekuler-atheis bahkan komunis sedangkan Intelektual muslim beraqidah tauhid dan berkepribadian Islam, Intelektual muslim sejati tentu tidak cuma harus mumpuni secara intelektual, namun juga memiliki kedalaman iman, kepekaan nurani, kesalehan sosial dan keberanian dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar serta siap mati syahid dalam jihad fii sabilillah.

Namun sayangnya sistem kapitalistik telah menghancurkan peran utama para intelektual dan menjatuhkan kedudukannya sekedar sebagai agen ekonomi yang memperkuat bercokolnya para kapitalis, buktinya dalam kondisi saat ini para intelektual justru dipersiapkan untuk mempersiapkan UU yang melegitimasi sepak terjang para kapitalis untuk merampok kekayaan alam seperti UU penanaman modal, UU migas, UU ketenagalistrikan, UU sumberdaya air. Semuanya hasil karya para intelektual pesanan para kapitalis paparnya.

Karena itu beliau menyerukan kepada intelektual muslim untuk meninggalkan kapitalisme-sekulerisme dan terus menerus melakukan upaya dekonstruksi terhadap ideologi kapitalisme-sekulerisme di tengah-tengah masyarakat, karena telah nyata bahwa kapitalisme telah gagal membawa Indonesia menjadi negara yang mandiri, kuat dan terdepan.

Seruan tersebut Alhamdulillah disambut dengan baik oleh ratusan peserta intelektual muslim, mereka berharap potensi kekayaan yang dimiliki negara khilafah dapat diwujudkan secara nyata dan dirasakan untuk kesejahteraan seluruh umat manusia (muslim dan non muslim). Kendati demikian dibutuhkan persatuan umat Islam untuk mewujudkannya. Acara tersebut ditutup dengan diskusi tanya jawab dan doa penutup. [Andi Perdana]

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/07/26/15649/ratusan-intelektual-muslim-kaji-potensi-geopolitis-geostrategis-negara-khilafah/

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment