Advertising

Sunday, 3 July 2011

Bls: [wanita-muslimah] Re: Dendam, mulai 2 Juli Arab Saudi larang TKI

 

"sunny----------------Yang sangat tidak masuk akal
yaitu menjual tanah,sawah utk pergi naik Hajii
Tidak ada jaminan dari ALLAH bahwa orang2 naik hajji
itu akan masyuk Syurga..

Sebaiknya uang itu digunakan lebih bagus untuk membatu
anak2 jalanan atau famili2 yg masih miskin di kampung2
dari pada memperkaya orang2 Arab yang akhlaqnya sangat
sombong dan akuh....

Kalau uang itu digunakan untuk kebaikan2 di kampung,itulah
amal2 saleh yang akan mendapat pahala lebih besar dari
naik hajji...karena dapat membantu orang lain.

sedangkan naik hajji,adalah untuk diri sendiri...egois namanya

Kecuali orang kaya yang sudah banyak amal2 baiknya utk masarakat
dan masih ada uang,tidak apalah naik hajji..tapi naik haji atau omroh
beberapa kali,sedangkan tetangga masih lapar,saya kira perbuatan itu sia2 saja.

salam

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, <ambon@...> wrote:
>
> Tiap tahun 230.000 umat pergi megri melakukan ibadah haji. Kalau satu orang mengelurakan kmisalnya US$ 4.000 untuk beribadah di tanah Arab, maka jumlah devisa yang perlu dikeluarkan adalah 230.000 x US$ 4.000,-- = US$ 920.000.000.
>
> US$ 4.000,- sudah termasuk uang saku untuk oleh-oleh buat keluarga di rumah.
>
> Indonesia pinjam US$ 1.000.000.000 dari Rusia untuk membeli perlengkapan angkatan perang.
>
> ----- Original Message -----
> From: kmjp47@...
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Sent: Saturday, July 02, 2011 10:25 AM
> Subject: Re: Bls: [wanita-muslimah] Re: Dendam, mulai 2 Juli Arab Saudi larang TKI
>
>
>
> Mungkin hubungannya dalam soal memberikan devisa ke Arab saudi. Kalau orang Indonesia tidak pergi
> haji dan umroh, akan terjadi penurunan devisa yang cukup bermakna bagi Arab Saudi. Jadi imbal balik
> dalam penerimaan devisa.
> Maka orang yang berulang kali pergi haji atau umroh, sebenarnya hanya membuat Arab saudi makin
> kaya. Akan lebih baik uang yang ia gunakan untuk hgaji dan umroh berulang itu diamalkan kepada
> rakyat Infonesia sendiri.
> KM
>
> ----Original Message----
> From: ika.wellem@...
> Date: 01/07/2011 9:18
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Subj: Bls: [wanita-muslimah] Re: Dendam, mulai 2 Juli Arab Saudi larang TKI
>
> pak abdul.. apa hubungannya orang mau ibadah haji juga dilarang?
>
> --- Pada Jum, 1/7/11, abdul <latifabdul777@...> menulis:
>
> Dari: abdul <latifabdul777@...>
> Judul: [wanita-muslimah] Re: Dendam, mulai 2 Juli Arab Saudi larang TKI
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Tanggal: Jumat, 1 Juli, 2011, 12:56 AM
>
>
>
> sunny===============Kalau Saudi melarang TKW datang ke Saudi
>
> bagus sekali...PBNU juga memintak Pem.SBY utk melarang TKW
>
> ke Saudi....
>
> Kasih kita wanita2 muda lagi polos tgl bersama sama laki2
>
> arab baik anak2 laki2 maupun majikannya...
>
> Dapatkan anda membayangkan apa yg terjadi dgn TKW kita
>
> yg tinggal serumah dgn mereka?
>
> Artinya RI membiarkan TKW kita diperkosa oleh laki2 Saudi
>
> Sudah pasti TKW2 yg diperkosa tidak mau membuka multu malu sendiri..
>
> Pernahkan Pem menginterview TKW2 yg sudah pulang dari Saudi?
>
> Saya pernah melihat beberapa TKW sangat menderita MENTAL,sewaktu bersama sama satu pesawat dari
> Saudi ke Jkt tahun 1979.
>
> Mari bersama samamemintak SBY utk melarang TKW ke Saudi
>
> dan juga untuk sementara melarang orang2 naik hajji ..sampai
>
> Saudi memperlakukan TKW kita dgn respect.
>
> salam
>
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "" <ambon@> wrote:
>
> >
>
> > Refleksi : Rezim SBY mau moratorium bulang Agustus, tetapi Arab Saudia larang mulai 2 Juli.
> Pihak mana yang lebih berwewenang dalam menentukan waktu? Insyaaalloh TKI yang berada di tanah Arab
> Saudia dilindungi Allah terhadap perbuatan jahat atas diri mereka .
>
> >
>
> > Bagaimana kalau NKRI dan MUI memutuskan untuk tidak akan mengirim jemah haji dan umroh ke Arab
> Saudia. Apakah hal ini akan mungkin dan apakah bila dilakukan tidak menyebabkan Allah menjadi murka
> kepada rakyat Indonesia?
>
> >
>
> > http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=126872
>
> >
>
> >
>
> > Dendam, mulai 2 Juli Arab Saudi larang TKI
>
> > Tanggal : 30 Jun 2011
>
> > Sumber : Harian Terbit
>
> >
>
> >
>
> > JAKARTA - Seperti 'balas dendam' atas kebijakan penghentian sementara tenaga kerja (moratorium)
> ke Arab Saudi, ternyata Saudi melakukan hal sama. Mulai 2 Juli, semua TKI dilarak masuk dan bekerja
> di negeri itu. Untuk itu, mulai Rabu 28 Juni 2011 waktu setempat, pemerintah mengumumkan, akan
> menghentikan pemberian izin kerja untuk tenaga kerja sektor domestik dari dua negara ini.
>
> >
>
> > Seperti dimuat Straits Times, Kamis 30 Juni 2011, Kementerian Tenaga Kerja Arab mengatakan,
> penghentian pemberian visa kerja akan berlaku efektif mulai Sabtu, 2 Juli 2011. Alasannya, ini
> terkait tuntutan yang diajukan RI dan Filipina. "Kementerian Tenaga Kerja akan menghentikan
> penerbitan bisa kerja bagi tenaga kerja domestik dari Indonesia mulai Sabtu, 2 Juli 2011," kata
> juru bicara kementerian, Hattab Bin Saleh Al-Anzi, seperti dimuat Arab News.
>
> >
>
> > Ditambahkan Al-Anzi, sebagai gantinya, Arab Saudi akan merekrut pekerja domestik termasuk
> pembantu dari negara lain. Keputusan tersebut dibuat setelah beberapa negara pengekspor tenaga
> kerja menyampaikan minatnya untuk mengisi posisi pembantu rumah tangga RI dan Filipina. Ditambahkan
> dia, larangan perekrutan akan dilakukan secara ketat.
>
> >
>
> > Jubir Kepresidenen urusan Luar Negeri, T Faizasyah dihubungi terpisah mengatakan dia belum bisa
> mengomentari kebijakan Arab Saudi tersebut karena masih menunggu sikap Kemenlu. "Ini menyangkut
> urusan diplomatik, jadi kita tunggu dulu sikap kemenlu sebagai lembaga resmi pemerintah,"
> tambahnya.
>
> >
>
> > Sementara, Arif Jamal, agen perekrutan yang kembali dari Indonesia minggu lalu, mengatakan
> keputusan Saudi untuk menghentikan pemberian visa bagi pekerja migran perempuan Indonesia akhirnya
> akan menutup semua pintu perundingan dengan pemerintah.
>
> >
>
> > Untuk diketahui, minggu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk eksekusi mati tenaga
> kerja wanita Ruyati binti Satubi dan menuduh pemerintah Arab merusak norma dan tatanan hubungan
> internasional, dengan tidak memberikan informasi apapun pada pihak Indonesia.
>
> >
>
> > Tragedi Ruyati juga membuat pemerintah memutuskan menghentikan sementara, atau moratorium
> pengiriman tenaga kerja ke Arab Saudi, sampai ada nota kesepakatan terbaru dengan pihak Saudi.
>
> >
>
> > Arab Saudi juga berkonflik dengan Filipina. Seperti dimuat The National, Filipina Mei lalu
> menolak permintaan Arab Saudi yang berniat memotong gaji minimum bulanan para pekerjanya, dari
> US$400 ke US$200. Sebaliknya tuntutan untuk asuransi pekerja dan informasi latar belakang majikan
> yang diminta, ditolak Saudi. Filipina lantas mengumumkan moratorium, sampai ada kesepakatan baru.
>
> >
>
> > Sementara itu Anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya Kamis, dalam eksekusi terhadap PRT Royati
> pemerintah Arab Saudi jelas melanggar konvensi Jenewa tentang kekonseleran karena tidak
> memberitahukan pemerintah Indonesia menjelang eksekusi dilaksanakan. "Kita menghormati hukum Islam
> yang berlaku di Arab Saudi, tapi sebagai warga dunia, Arab Saudi juga harus mengghormati Konvensi
> Jenewa yang sudah menjadi komitmen dunia internasional," tambahnya.
>
> >
>
> > Tapi kenyataannya pemerintah Arab Saudi bukan minta maaf malah lebih galak dari Indonesia.
> "Kalau Indonesia memberlakukan moratorium pengiriman TKI mulai Agustus, pemerintah Arab Saudi
> justru lebih dulu menyetop izin TKI mulai 2 Juli mendatang."
>
> >
>
> > Menurut Tantowi, kurangnya respek Arab Saudi terhadap pemerintah Indonesia tak lepas dari
> kenyataan bahwa Indonesia selama ini hanya mampu mengekspor PRT- yang mungkin dianggap budak- oleh
> Arab Saudi.
>
> >
>
> > Dihubungi terpisah, Wahyu Susilo dari Migrant Care mengharapkan kebijakan tersebut dijadikan
> momentum bagi pemerintah untuk mencari pasar ekspor TKI yang baru dan melindungi tenaga kerja asing
> di negaranya seperti Korea Selatan.
>
> >
>
> > Untuk jangka panjang tentu saja harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. "Pemerintah sendiri
> mengatakan setiap pertumbuhan rkonomi 1 persen akan menciptakan lapangan kerja baru 400 ribu orang.
> Tapi kenyataannya pertumbuhan ekonomi kita disebut-sebut sampai 6 persen, namun orang tetap saja
> sulit cari kerja. Lalu di mana kesalahannya?" tegas Wahyu. (wilam/negara)
>
> >
>
> > [Non-text portions of this message have been removed]
>
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment