Advertising

Sunday, 24 July 2011

Re: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi

 

Sayangnya, Indonesia ini meniru Arab Saudi. Kalau ada buku yang dianggap
tidak mencocoki kemauan "sang dominan", buku tersebut dilarang, bahkan
dirampas oleh negara.

Semenjak reformasi memang tidak boleh adanya pelarangan buku. Tetapi, para
percetakan, penerbit atau toko buku dilarang mencetak, menerbitkan dan
menjual buku yang masuk kategori merah. Lha, yang demikian ini kan malah
membuat susah orang?

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: "Abdul Mu'iz" <quality@posindonesia.co.id>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Monday, July 25, 2011 6:28 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang
Dijual Bebas di Gramedia Bekasi

Saya setuju dengan pendapat ustadz Maulana, tulisan yang mempertanyakan
Islam ya dilawan dengan tulisan.

Harusnya tokoh islam menyuguhkan bantahan argumentatif dan lebih cerdas
lewat tulisan, sehingga umat disuguhi jawaban gamblang, mosok segala tulisan
"miring" tentang Islam selalu divonis menghina Islam.

Harusnya kita berterima kasih dengan tulisan apapun tentang Islam, karena
akan menjadi ladang amal untuk membantahnya bukan malah menyikapi dengan
amarah dan emosional, malah orang yang telah membaca buku tersebut bisa jadi
membenarkan tulisan tsb, karena tidak menemukan bantahan argumentatif dan
cermat.

Sudah waktunya umat dicerdaskan dengan tulisan vs tulisan bantahan, bukan
malah disikapi resisten, kita butuh kritik, janganlah kritik thd islam
selalu divonis : menghujat atau menghina Islam.

Wassalam
Abdu Mu'iz

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "H. M. Nur Abdurrahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Mon, 25 Jul 2011 07:06:29
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual
Bebas di Gramedia Bekasi

Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi

BEKASI (voa-islam.com) - Ormas-ormas Islam Bekasi mengecam buku berinisial
"SPSB" yang dijual bebas di Toko Buku Gramedia di Mall Metropolitan Bekasi.
Pasalnya, di beberapa negara Islam, buku ini dilarang beredar, karena
penghujatan dalam buku ini sudah keterlaluan.

Buku setebal 198 halaman ini terang-terangan menuduh ibadah umat Islam
mengadopsi ritual penyembahan berhala. "Kebudayaan Islam berakar dari
penyembahan dewa bulan. Setidaknya, lima tiang utama dalam Islam berasal
langsung dari praktik penyembahan berhala," tulis Curt Fletemier, sang
penulis pada halaman 146.

Peribadatan yang dituding menjiplak ritual agama berhala itu adalah semua
rukun Islam, dari shalat hingga ibadah haji. "Kaum Islamis melakukan ibadah
Haji setiap tahun pada bulan Dzulhijjah. Ritual iri berasal dari praktik
penyembahan berhala," lanjut Fletimer masih pada halaman yang sama.
Ironinya, meski jelas-jelas menghujat Islam, dalam pendahuluannya, Fletimer
menyebut bukunya sebagai bentuk kasih sayang terhadap kaum muslimin.
"Ditujukan untuk orang Muslim yang berpikiran terbuka," (hlm. 7). Dan "Kami
mengasihi Muslim" (hlm. 9).

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya, KH Murhali Barda mengaku tidak
kaget dengan penghinaan dalam buku yang dijual bebas di Gramedia itu, karena
sejarah pelecehan agama sudah sering terjadi sejak jaman para nabi.
"Penghinaan terhadap islam seperti ini bukan hanya pada saat ini saja tapi
ini sudah lama bahkan sejak pada zaman Rasulullah SAW," ujarnya melalui
telepon kepada voa-islam.com, Jum'at (22/7/2011). "Ini semua kita kembalikan
pada firman Allah: Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut
mereka," tambahnya mengutip surat Ash-Shaff 8.

Jika berpedoman pada hukum Islam, jelas Murhali, semestinya orang-orang yang
mencela Allah dan Rosul-Nya harus mendapat hukuman yang berat sesuai
syariat.
"Dahulu sahabat Umar Bin Khatthab telah menyiapkan pedang yang siap terhunus
bagi para penghina Allah dan Rosul-Nya," jelas Anggota Presidium Kongres
Umat Islam Bekasi (KUIB) itu. "Kita harus memberi tahu pada masyarakat bahwa
penghinaan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah penghinaan besar. Berdasarkan
syariat Islam, fardhu 'ain hukumnya untuk membunuh penghina Allah dan
Rasul-Nya," tegas Murhali.

Sayangnya, jelas Murhali, hukum di Indonesia belum menerapkan Syariat Islam,
sehingga orang yang menegakkan syariat Islam justru divonis bersalah
berdasarkan hukum negara.

Senada itu, Dewan Pertimbangan Gabungan Remaja Islam (GARIS) Bekasi, Ustadz
Maulana Al-Hamdani, mengecam peredaran buku 'SPSB' sebagai tindakan makar
terhadap umat Islam. "Buku ini merupakan sebuah makar menjadi sebuah
tantangan buat kita sebagai generasi muslim," katanya di Sekretariat GARIS,
Jum'at (22/7/2011).

Meski hujatan dalam buku SPSB ini sudah keterlaluan, Ustadz Maulana
mengimbau agar umat Islam tidak emosional, tapi harus mengedepankan ilmu.
"Hal-hal seperti ini bisa kita counter dengan hal serupa, bukan dengan
emosi. Artinya kalau ini sifatnya tulisan, lawannya adalah dengan tulisan,"
jelasnya.
Dari sisi lain, Ustadz Maulana berharap agar buku SPSB ini menjadi sarana
memperkuat koordinasi dan ukhuwah umat Islam Bekasi. Buku itu harus
"Tantangan buku ini harus menjadi PR bersama, karena ketika PR ini tidak
diposisikan sebagai PR bersama maka juga akhirnya umat Islam akan melemah,"
ujarnya. "Langkah konkrit yang harus ditempuh yakni dengan mengadakan
pertemuan ormas-ormas Islam dan alim ulama untuk merumuskan hasil pertemuan
ini berupa tulisan yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai counter terhadap
buku ini, untuk disebarkan melalui media-media islam yang ada," paparnya.
Ditemui di tempat terpisah, Komandan Brigade Ababil Pembela Islam, KH
Sulaiman Zachawerus mengingatkan, sesuai firman Allah dalam surat Ali Imran
ayat ke 118, orang kafir selalu menyimpan kebencian terhadap Islam dalam
hatinya. "Ketika Agama Allah dihinakan sebagaimana dalam buku SPSB, umat
Islam tidak boleh diam. Apabila musuh-musuh Islam berusaha menyerang Islam
dengan tulisan maka umat Islam harus membalasnya dengan tulisan pula. Sedang
yang bertindak langsung seperti penarikan buku adalah wewenang kejaksaan,"
jelasnya di Kantor Yayasan Al-Itqan Bekasi, Jum'at (22/7/2011).

Sebagai solusinya, Sulaiman mengimbau agar para ulama dan intelektual Islam
segera menerbitkan buku jawaban balik terhadap buku SPSB. Meski buku SPSB
keterlaluan dalam menghujat Islam, Sulaiman menekankan bahwa buku ini tidak
berpengaruh apapun terhadap keagungan Islam. "Al-Qur'an gak bisa dilawan
walaupun di putar-putar begini. Buku ini hanya bagaikan kentut saja yang
hanya menyebarkan bau tidak sedap saja," jelas Sulaiman yang juga Ketua
Forum Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi itu.

Sementara itu, Ketua Umum Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) Abu Al-Izz Lc,
penghinaan dalam buku SPSB sebagai buku murahan yang tidak bermutu sama
sekali. Meski tidak bermutu, buku ini berbahaya bagi kaum awam.
"Buku ini adalah isu murahan yang tidak berpengaruh bagi kalangan Muslim
yang paham dengan Islam. Tapi tidak bisa dianggap murahan begitu saja,
karena buku ini mujarab menggoyang akidah kaum awam. Terutama ketika
menyasar orang bodoh yang belum mengenal Islam," ujarnya saat ditemui
voa-islam.com di Masjid Amar Ma'ruf Bekasi, Jum'at (22/7/2011).

Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini mengimbau umat Islam agar
meningkatkan dakwah secara konprehensif. Jika tidak, maka dakwah Islam akan
ketinggalan dengan misi pemurtadan. "Mereka (orang kafir, ed.) bekerja 24
jam. Mereka menyusun strategi 24 jam, mereka juga berkorban 24 jam,"
tegasnya.
Al-Izz menambahkan, selama ini FAPB bahu-membahu dengan ormas-ormas Islam
dalam menghadang gerakan kristenisasi di Bekasi. Sayangnya, intensitas itu
hanya muncul pada peristiwa-peristiwa besar saja. Padahal yang tak kalah
pentingnya adalah kerjasama saat investigasi dan advokasi umat.
Kecaman terhadap buku SPSB juga dilakukan oleh Ustadz Bernard Abdul Jabbar.
Salah satu ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bekasi ini menilai
bahwa buku SPSB adalah salah satu bentuk kristenisasi.
"Hal semacam ini sudah sering mereka lakukan sebagai upaya untuk menjelaskan
islam dan merupakan bentuk program kristenisasi dalam mengaburkan pandangan
islam secara sempit," jelasnya kepada voa-islam.com, Sabtu (23/7/2011).

Senada itu, pakar kristologi terkemuka Irena Handono menilai buku SPSB
sebagai buku yang tidak ilmiah, hanya berisi fitnah-fitnah terhadap Islam.
....Buku ini menebarkan kebencian, dibuat untuk melestarikan konflik...
"Buku ini menebarkan kebencian, dibuat untuk melestarikan konflik.
Orang-orang yang membuat buku ini adalah penebar konflik," jelas di kantor
Irena Centre, Jumat (22/7/2011).
[shouterz team]

Menurut mantan aktivis Katolik asal Surabaya ini, penulis buku SPSB ini
adalah teroris yang berbahaya karena menargetkan kaum awam dan menebar
kebencian umat beragama. "Target buku ini adalah membuat orang-orang awam
ragu, dan membuat orang-orang diluar Islam semakin tidak simpati terhadap
islam dan benci terhadap Islam," ujar ustadzah yang akrab disapa Ummi Irena
itu. "Buku-buku seperti ini juga buku teroris. Ini bukan penulis yang
mumpuni, tulisan ini penodaan, ini sama sekali ga elegan," pungkasnya.

Bernard yang juga Ketua Hizbud Dakwah Islam (HDI) Bekasi ini mengkritisi
buku SPSB sebagai buku licik Kristen. "Ya, inilah tipu muslihat mereka.
Itulah gaya tipuan mereka yang licik sebagaimana diajarkan Bibel mereka
merujuk ke dalam Matius 10 pasal 16 dan kitab Roma 3 pasal 17," tandasnya.
Supaya tidak menjadi bulan-bulanan penghujatan oleh para misionaris, Bernard
mengimbau umat Islam agar kembali kepada ajaran Islam yang sebenar-benarnya,
dan menyusun buku jawaban balik terhadap hujatan SPSB. "Umat Islam harus
kembali kepada asholah dakwah dan kepada islam yang benar agar tidak menjadi
bulanan-bulanan dan sasaran tembak mereka. Tak kalah penting, harus siap
mengcounter upaya-upaya buku-buku dengan tulisan buku juga," pungkasnya.
[taz/shouters]

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/07/24/15638/ormas-islam-kecam-buku-hujatan-yang-dijual-bebas-di-gramedia-bekasi/

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/07/24/15634/awas-buku-menghina-islam-dijual-bebas-di-gramedia-bekasi/

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment