Advertising

Wednesday, 27 July 2011

Re: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

 

Seputar Hadits Kembali Berdirinya Khilafah 'Ala Minhaaj Al-Nubuwwah
Nov 14

Posted by M. Taufik N.T

Oleh : M. Taufik N. T

Di beberapa situs internet ada yang meragukan hadits Imam Ahmad tentang akan kembali berdirinya khilafah 'ala minhaaj al-nubuwwah, dengan hanya mengandalkan dugaan semisal: "Saya (penulis blog tsb[1]) menduga kuat bhw Habib (bin Salim, perowi hadits) mencari muka di depan khalifah". Disisi lain ia justru memakai perkataan Habib Bin salim yang dia pandang "bermasalah" untuk menyatakan: "Kalau khilafah 'ala minhajin nubuwwah periode yg kedua baru muncul di akhir jaman maka Umar Bin Abdul Azis termasuk golongan para raja yang ngawur ". Anehnya kalau hadits ini diragukan, namun tidak terungkap adanya keraguan saat menulis kelamnya sejarah semisal : "Pasukan tentara Bani Abbas menaklukkan kota Damsyik, ibukota Bani Umayyah . mereka menggali kembali kuburan Mu'awiyah serta Bani Umayyah lainnya. Dan ketika mendapati jasad Hisyam bin Abdul Malik masih utuh, mereka lalu menderanya dengan cambuk-cambuk dan menggantungkannya di hadapan pandangan orang banyak selama beberapa hari, kemudian membakarnya dan menaburkan abunya"

Tulisan ini tidak akan menanggapi semua yg ada di tulisan blog tersebut, juga tidak bermaksud menyerang pribadi penulis blog tersebut, namun hanya akan membahas seputar hadits kembali berdirinya khilafah 'ala minhaaj al-nubuwwah, adapun hal-lain di tulisan pada blog tersebut pembaca bisa menilai sendiri betapa "ajaib"nya tulisan pada blog tersebut.

Takhrij Hadits Kembali Berdirinya Khilafah 'Ala Minhaaj Al-Nubuwwah

Sebetulnya bukan hanya hadits ini yang membahas khilafah yang akan datang, namun tulisan ini hanya mengulas takhrij hadits ini dan yg berkaitan dg hadits ini.

Imam Ahmad meriwayatkan:

?????????? ??????????? ???? ??????? ??????????????? ?????????? ??????? ???? ???????????? ????????????? ?????????? ??????? ???? ??????? ???? ???????????? ???? ??????? ????? ?????? ???????? ??? ??????????? ???? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ??????? ??????? ??????? ????????? ??????? ????? ?????????? ???????????? ??????? ??? ??????? ???? ?????? ?????????? ??????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??? ???????????? ??????? ?????????? ????? ???????? ?????????? ???????? ????? ?????????? ??????? ?????????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ???????????? ??????? ??? ????? ??????? ???? ??????? ????? ??????????? ????? ????? ???? ??????????? ????? ??????? ????????? ????? ????????? ???????????? ????????? ??? ????? ??????? ???? ??????? ????? ??????????? ????? ????? ??????? ???? ??????????? ????? ??????? ??????? ??????? ????????? ??? ????? ??????? ???? ??????? ????? ??????????? ????? ????? ???? ??????????? ????? ??????? ??????? ??????????? ????????? ??? ????? ??????? ???? ??????? ????? ??????????? ????? ????? ???? ??????????? ????? ??????? ????????? ????? ????????? ???????????? ????? ??????
Telah berkata kepada kami Sulaiman bin Dawud al-Thayaalisiy; di mana ia berkata, "Dawud bin Ibrahim al-Wasithiy telah menuturkan hadits kepadaku (Sulaiman bin Dawud al-Thayalisiy). Dan Dawud bin Ibrahim berkata, "Habib bin Salim telah meriwayatkan sebuah hadits dari Nu'man bin Basyir; dimana ia berkata, "Kami sedang duduk di dalam Masjid bersama Nabi saw, -Basyir sendiri adalah seorang laki-laki yang suka mengumpulkan hadits Nabi saw. Lalu, datanglah Abu Tsa'labah al-Khusyaniy seraya berkata, "Wahai Basyir bin Sa'ad, apakah kamu hafal hadits Nabi saw yang berbicara tentang para pemimpin? Hudzaifah menjawab, "Saya hafal khuthbah Nabi saw." Hudzaifah berkata, "Nabi saw bersabda, "Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan 'ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja dictator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah 'ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".[HR. Imam Ahmad]

Takhrij Hadits

Hadits ini bersumber dari Musnad Imam Ahmad, hadits no.17680, juga musnad al Bazzar (no. 2796). Riwayat ini termasuk hadits marfu' (bersambung hingga sampai Rasulullah saw).

Sanad Hadits:

Tentang Perowi Hadits:

1. Sulaiman bin Dawud al-Thayaalisiy.

a.. Nama Lengkap : Sulaiman bin Daud bin Al Jarud
b.. Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kecil (shugra min al-atbaa')
c.. Nasab : al-Thayaalisiy.
d.. Kunyah: Abu Dawud.
e.. Negeri semasa hidup : Bashrah
f.. Wafat : 204 H di Bashrah
g.. Guru-gurunya: Aban bin Yazid, Ibrahim bin Sa'ad bin Ibrahim bin 'Abdurrahman bin 'Auf, Abu Bakar bin 'Isyasy bin Salim, Ishaq bin Sa'id bin 'Aman bin Sa'id bin al-'Ash, Israil bin Yunus bin Abi Ishaq, Ismail bin Ja'far bin Abi Katsir, Asy'ats bin Said, Bustham bin Muslim bin Numair, Tsabit bin Yazid, Jarir, bin Hazm bin Zaid, Habib bin Abu Habib Yazid, Harb bin Syaddad, Huraisy bin Salim, Al-Hasan bin Abi Ja'far 'Ijlaan, al-Hakam bin 'Athiyyah, Himad bin Salamah bin Dinar, Humaid bin Abi Humaid Mahran, Kharijah bin Mush'ab bin Kharijah, Khalid bin Dinar, Dawud bin Abi al-Farat 'Amru bin al-Farat, Dawud bin Qais, Rubbah bin 'Ubadah bin al-'Ilaa`, Zaidah bin Qudamah, Zum'ah bin Shalih, Dawud bin Ibrahim, Zuhair bin Mohammad, dan lain-lain.
h.. Murid-murid yang meriwayatkan hadits darinya adalah, Ahmad bin Ibrahim bin Katsir, Ahmad bin 'Abdullah bin 'Ali bin Suwaid bin Manjuf, Ahmad bin 'Ubadah bin Musa, Ahmad bin Mohammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad, Ishaq bin Manshur bin Bahram, Hujjaj bin Yusuf bin al-Hujjaj, Al-Hasan bin 'Ali bin Mohammad, Khalifah bin Khiyaath bin Khalifah bin Khiyaath, dan lain sebagainya.
i.. Komentar 'Ulama:

ULAMA
KOMENTAR

Ahmad bin Hambal
Tsiqqah Shaduuq (Dia tsiqqah dan terpercaya)

Yahya bin Ma'in
Shaduuq (orang yang paling terpercaya)

Ali al-Madaniy
"Aku tidak pernah melihat seorang pun yang paling kuat hafalannya dibandingkan dirinya"

Al-'Ajalaniy
Tsiqah banyak hafalannya

Ibnu Mahdi
manusia paling terpercaya (ashdaaq al-naas)

Adz Dzahabi
Alhafidz

Amru bin Fallas
"Aku tidak pernah melihat ahli hadits yang lebih hafal dibandingkan dirinya".


2. Dawud bin Ibrahim al-Waasithiy.

a.. Nama Lengkap : Daud bin Ibrahim
b.. Kalangan : Tabi'in kecil
c.. Nasab: al-Wasithiy
d.. Negeri semasa hidup : Bashrah
e.. Murid beliau adalah Sulaiman bin Dawud al-Thayaalisiy, dan ia berguru kepada Habib bin Salim. Para ahli hadits menyatakan bahwa ia adalah tsiqqah (kepercayaan).
3. Habib bin Salim

a.. Nama Lengkap : Habib bin Salim
b.. Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan
c.. Nasab: al-Anshoriy.
d.. Murid : antara lain Ibrahim Bin Muhâjir Bin Jâbir (Abu Ishaq), Bisyr Bin Tsâbit (Abu Muhammad), Basyîr Bin Tsâbit, Ja'far Bin 'Iyâs, Khalid Bin Mihran, Muhammad Bin Al Muntasyir, dll
e.. Komentar Ulama:
ULAMA
KOMENTAR

Abu Hatim Ar Rozy
Tsiqah

Abu Daud al-Sajastaniy
Tsiqah

Ibnu Hibban
mentsiqqahkannya

Al Bukhari
Fiihi Nadzor (haditsnya perlu diteliti)


4. An Nu'man bin Basyir

a.. Nama Lengkap : An Nu'man bin Basyir binb Sa'ad
b.. Kalangan : Shahabat
c.. Kuniyah : Abu 'Abdullah
d.. Negeri semasa hidup : Kufah
e.. Wafat : 65 h
f.. Murid : antara lain Azhar bin 'Abdullah bin Jami', Habib bin Salim, al-Hasan bin Ali al-Hasan Yasar, al-Husain bin al-Harits, Humaid bin 'Abdurrahman bin 'Auf, Haitsamah bin 'Abdurrahman bin Abi Sabrah, Rabi'ah bin Yazid, Sammaak bin Harb bin Aus, Al-Dlahhak bin Qais bin Khalid al-Akbar bin Wahab, dan lain-lain
5. Hudzaifah

a.. Nama Lengkap : Hudzaifah bin Al Yaman
b.. Kalangan : Shahabat
c.. Kuniyah : Abu 'Abdullah
d.. Negeri semasa hidup : Kufah
e.. Wafat : 36 H
f.. Murid : antara lain Abul Azhar, Abu 'Aisyah, Abu 'Ubaidah Bin Hudzaifah, Al Aswad Bin Yazid Bin Qais, Jundub Bin Abdillah, dll
Status Hadits

Al-Hafidzh Al-Iraqi (wafat 806 H), guru dari Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalaniy (wafat 852 H), di dalam kitabnya Mahajjatul-Qarb ila Mahabbatil-Arab (II/17), mengatakan :"Status hadits ini shahih", Syu'aib Arna'uth menyatakan : sanadnya baik (isnâduhu hasan), Al Haitsami dalam Majma'uz Zawa'id (5/341) menyatakan perowi-perowinya terpercaya, Al Albani menshahihkan dalam Silsilah As Shahihah (1/34).

Adapun komentar Imam Bukhory tentang Habib bin Salim, tidak otomatis menjadikan hadits ini lemah, namun perlu diteliti, dan hasil penelitian para ahli hadits mereka tidak melemahkan hadits ini. Imam Muslim sendiri juga meriwayatkan hadits dari Habib Bin Salim semisal hadits: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa membaca surat Al A'la dan surat Al Ghasyiah dalam shalat dua hari raya dan shalat Jum'at. Bila shalat Id bertepatan dengan hari Jum'at, beliau juga membaca kedua surat tersebut dalam kedua shalat itu."[2]

Selain Imam Muslim, Habib Bin Salim juga merupakan perowi Abu Dawud (4 hadits), At Tirmidzi (3 hadits), an Nasa'i (8 hadits), Ibnu Majah (2 hadits), Imam Ahmad (16 hadits) juga ad Darimi ( 4 hadits). Seandainya mengikuti logika penulis blog tersebut, niscaya para ahli hadits tidak akan memuat Habib Bin Salim sebagai perowi hadits mereka.

Perkataan Habib Bin Salim di akhir Hadits ini

????? ??????? ???????? ????? ?????? ???? ?????? ?????????? ??????? ??????? ???? ???????????? ???? ??????? ??? ??????????? ?????????? ???????? ??????? ?????????? ??????????? ???????? ???????? ???? ?????? ??????? ???? ??????? ??????? ?????????????? ??????? ?????? ?????? ????????? ????????? ???????????????? ?????????? ???????? ????? ?????? ???? ?????? ?????????? ??????? ???? ????????????
Habib berkata; "Ketika 'Umar bin 'Abdul 'Aziz menjadi khalifah dimana Yazid bin an-Nu'man bin Basyir mendampinginya, aku menulis hadits ini untuknya dan aku mengisahkan hadits ini kepadanya dan aku katakan; "Aku berharap dia, maksudnya 'Umar bin 'Abdul 'Aziz menjadi amirul mu'minin setelah kekuasaan kerajaan yang bengis dan pemerintahan diktator" Lalu suratku itu diberikan kepada 'Umar bin 'Abdul 'Aziz, maka dia senang dan mengaguminya".

Dalam tulisan di blog tersebut dan blog lain yg satu selera, mereka menjadikan hal ini sebagai alasan bahwa kalau khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah 'ala minhâjin nubuwwah yang kedua, maka masa khilafah telah berakhir, lalu dengan sembrono ditulis: "Kalau khilafah 'ala minhajin nubuwwah periode yg kedua baru muncul di akhir jaman maka umar bin abdul azis termasuk golongan para raja yang ngawur ". Sungguh ajaib ungkapan seperti ini, yg para ahli hadits pun tidak berlogika seperti ini, tepat apa yg dikatakan al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalany dalam Fathul Bâry (5/446):

??????? ????????? ???????? ??? ????? ????? ????? ???????? ???????????
"jika seseorang berbicara (dengan logikanya sendiri) dalam hal yang bukan bidangnya, maka akan mendatangkan keajaiban seperti ini"[3]

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kasus ini, yakni:

a.. Perkataan Habib bin Salim bukanlah hadits, sehingga tidak menjadi dalil syara'. Anehnya perkataan Nabi SAW yg diriwayatkan Habib bin Salim dia tolak karena menurut dugaannya Habib bin Salim cukup "bermasalah" dan cari muka, namun perkataan pribadi Habib bin Salim dia lontarkan untuk menjustifikasi logika ajaibnya.
b.. Habib bin Salim dalam perkataannya tidak menyatakan Umar bin Abdul Aziz sebagai khilafah 'ala minhajin nubuwwah yg dimaksud hadits ini, beliau hanya mengharap, perhatikan kalimat beliau:
?????? ??????? ???
Aku berharap .

a.. Hadits-hadits yang bicara tentang akhir zaman, akan adanya Khalifah al Mahdi sebagai khalifah pengganti dari khalifah sebelumnya yang wafat. Imam as Syaukani (wafat 1250 H) menyatakan bahwa terdapat lima puluh hadits yang terdiri atas hadits shahih, hasan, dan dha'if yang berbicara tentang al Mahdi, salah satu hadits shahih diriwayatkan Ibnu Majah dalam kitab sunan Ibnu Majah bab Khurûju Al Mahdi & Al Hakim dalam Kitâbu Al Fitan wa Al Malâhim, dari Tsauban r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda:
?????????? ?????? ?????????? ????????? ????????? ????? ????????? ????? ??? ??????? ????? ??????? ???????? ????? ???????? ??????????? ???????? ???? ?????? ??????????? ????????????????? ??????? ???? ?????????? ?????? ????? ?????? ??????? ??? ?????????? ??????? ??????? ????????????? ???????????? ?????? ??????? ????? ????????? ????????? ????????? ??????? ????????????
"Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka memerangi kamu dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. " Kemudian beliau Saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal , lalu bersabda: "Maka jika kamu melihatnya, berbai'atlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi" (Al Hakim berkata, "Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain (Bukhari - Muslim)" Perkataan Al Hakim ini juga disetujui oleh adz-Dzahabi).

Jadi dari hadits ini, jelaslah bahwa Khilafah akan tegak sebelum turunnya al Mahdi, dan al Mahdi adalah khalifah pengganti dari khalifah sebelumnya (tidak diceritakan ada berapa khalifah sebelum al Mahdi).

Oleh karena itu tidak kita jumpai ahli hadits maupun ahli sejarah yang mu'tabar yang mempunyai pemikiran seperti tertulis dalam blog tersebut, bahkan sangat masyhur bahwa setelah khalifah Umar Bin Abdul Aziz masih ada para khalifah setelahnya. Allahu Ta'ala A'lam

Baca Juga:

a.. Para Khalifah dari Masa ke Masa
b.. Khilafah, Wajib Ditegakkan Dan Perlu
c.. Kekhilafahan Hanya 30 Tahun ?
d.. Generasi Awal Muhammadiyah & NU Ternyata Pendukung Khilafah

----------------------------------------------------------

[1] Semisal di blog : http://aslamattusi.wordpress.com/2010/07/27/khilafah-wajib-atau-tidak/

[2] ?????????? ??????? ???? ??????? ??????? ?????? ???? ????? ???????? ?????????? ???????? ???? ??????? ????? ??????? ??????????? ??????? ???? ???????????? ???? ????????? ???? ????????????? ???? ??????? ???? ??????? ???? ??????? ??????? ???????????? ???? ??????? ???? ???????????? ???? ??????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ??? ???????????? ????? ??????????? ????????? ????? ??????? ?????????? ?????? ??????? ??????? ???????????? ????? ??????? ????????? ???????? ????????????? ??? ?????? ??????? ???????? ??????? ??????? ??? ?????????????? ? ??????????? ?????????? ???? ??????? ?????????? ????? ????????? ???? ???????????? ???? ????????? ???? ????????????? ??????? ????????????

[3] Akan lebih aman kita melihat bagaimana pemahaman para ahli dibidangnya dari pada menduga-duga, sementara kemampuan kita sangat jauh dibanding mereka.

----- Original Message -----
From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 27, 2011 9:40 AM
Subject: Bls: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

Pertanyaan abah HMNA kan sudah dijawab oleh tulisan Pak Nadirsyah Hosen, ini saya copy paste :

======================================================
"Para pejuang berdirinya khilafah percaya bahwa Nabi telah menjanjikan
akan
datangnya kembali khilafah di akhir jaman nanti. Mereka menyebutnya
dengan
khilafah 'ala minhajin nubuwwah. Ini dalil pegangan mereka:
"Adalah
masa Kenabian itu ada di tengah tengah kamu sekalian, adanya atas
kehendak
Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki
untuk
mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak
kenabian
(Khilafah 'ala minhajin nubuwwah), adanya atas kehendak Allah.
Kemudian Allah
mengangkatnya (menghentikannya) apabila Ia menghendaki untuk
mengangkatnya.
Kemudian adalah masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan
'Adldlon), adanya atas
kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila
Ia menghendaki untuk
mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang
menyombong (Mulkan Jabariyah),
adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah
mengangkatnya, apabila Ia menghendaki
untuk mengangkatnya.
Kemudian adalah
masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah 'ala
minhajin nubuwwah).
Kemudian beliau (Nabi) diam." (Musnad Ahmad:IV/273) .

Cukup dengan
berpegang pada dalil di atas, para pejuang khilafah menolak semua
argumentasi
rasional mengenai absurd-nya sistem khilafah. Mereka menganggap
kedatangan
kembali sistem khilafah adalah sebuah keniscayaan. Ada baiknya kita
bahas
saja dalil di atas.
Salah satu rawi Hadis di atas bernama Habib bin Salim.
Menurut Imam Bukhari,
"fihi nazhar". Inilah sebabnya imam Bukhari tidak
pernah menerima hadis yang
diriwayatkan oleh Habib bin Salim tsb. Di samping
itu, dari 9 kitab utama
(kutubut tis'ah) hanya Musnad Ahmad yang meriwayatkan
hadis tsb. Sehingga
"kelemahan" sanad hadis tsb tidak bisa
ditolong.
Rupanya Habib bin salim itu memang cukup "bermasalah" . Dia membaca
hadis
tsb di depan khalifah 'umar bin abdul aziz utk menjustifikasi bhw
kekhilafahan
'umar bin abdul azis merupakan khilafah 'ala minhajin nubuwwah.
Saya menduga
kuat bhw Habib mencari muka di depan khalifah karena sebelumnya
ada sejumlah
hadis yang mengatakan:
"Setelah kenabian akan ada khilafah
'ala minhajin nubuwwah, lalu akan
muncul para raja."
Hadis ini misalnya
diriwayatkan oleh thabrani (dan dari penelaahan saya
ternyata sanadnya
majhul). Saya duga hadis thabrani ini muncul pada masa
Mu'awiyah atau Yazid
sebagai akibat pertentangan politik saat itu.
"Khilafah 'ala minhajin
nubuwwah" di teks thabrani ini me-refer ke
khulafa al-rasyidin, lalu "raja"
me-refer ke mu'awiyah dkk. Tapi tiba-tiba
muncul Umar bin Abdul Azis -dari
dinasti Umayyah-yang baik dan adil. Apakah
beliau termasuk "raja" yg ngawur
dlm hadis tsb?
Maka muncullah Habib bin Salim yg bicara di depan khalifah
Umar bin Abdul Azis
bhw hadis yg beredar selama ini tidak lengkap. Menurut
versi Habib, setelah
periode para raja, akan muncul lagi
khilafah 'ala
minhajin nubuwwah-dan ini merefer ke Umar bin Abdul Azis. Jadi
nuansa politik
hadis ini sangat kuat.

Repotnya, term khilafah 'ala minhajin nubuwwah yg
dimaksud oleh Habib (yaitu
Umar bin Abdul Azis) sekarang dipahami oleh Hizbut
Tahrir (dan kelompok sejenis)
sebagai jaminan akan datangnya khilafah lagi di
kemudian hari. Mereka pasti
repot menempatkan umar bin abdul azis
dalam
urutan di atas tadi: kenabian, khilafah 'ala mihajin nubuwwah periode
pertama
(yaitu khulafa al-rasyidin) , lalu para raja, dan khilafah 'ala
minhajin
nubuwwah lagi. Kalau khilafah 'ala minhajin nubuwwah periode yg kedua
baru
muncul di akhir jaman maka Umar bin Abdul Azis termasuk golongan para
raja
yang ngawur.

Saya kira kita memang haus bersikap kritis terhadap
hadis-hadis berbau
politik. Sayangnya sikap kritis ini yang sukar ditumbuhkan
di kalangan para
pejuang khilafah."

Kalau mau lihat lengkap baca link ini http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/message/157650

=======================================================

Berarti pencatat dan yang mempopulerkan hadits tsb tidak akurat, karena Khalifah Umar bin Abdul Aziz muncul belakangan.

Wassalam
Abdul Mu'iz

Dari: H. M. Nur Abdurrahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Dikirim: Rabu, 27 Juli 2011 8:48
Judul: Re: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

Ada dua pendapat dalam menilai Hadits tsb:
Pendapat pertama: Hadits itu mutawatir banyak yang mendengarnya dari Nabi SAW => Prophet Muhammad (SAW) is reported to have said to his Companions
Pendapat kedua: bermasalah, salah satu alasannya Khalifah Umar bin Abd. Aziz mau dikategikan di mana?

Wassalam
HMNA.

----- Original Message -----
From: "Abdul Mu'iz" <quality@posindonesia.co.id>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 27, 2011 8:33 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

Kalau tidak salah, hadits yang disampaikan abah, bermasalah baik sanad maupun matan. Apalagi penuh nuansa politis terkait dengan dukungan pada khalifah bani umayyah. Yang waktu itu kekuasaan butuh dukungan theologis alias memang manjur kalau diback-up oleh hadits.

Wassalam
Abdul mu'iz

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "H. M. Nur Abdurrahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Wed, 27 Jul 2011 08:24:22
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

----- Original Message -----
From: "Abdul Mu'iz" <quality@posindonesia.co.id>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 27, 2011 7:52 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ratusan Intelektual Muslim Kaji Potensi Geopolitis & Geostrategis Negara Khilafah

Jinten masih kalah khasiatnya dengan konro dan coto. Khilafah kan masa lalu, digilas zaman, sudah diganti pemerintahan yang humanistis dan spiritualistis serta berkeadilan.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Khilafah masa lalu dan masa depan:

Sabda Nabi Muhammad Rasulullah SAW kepada para sahabat:
"Akan berlaku pada kalian masa kenabian sampai waktu tertentu, kemudian jika Allah akan mengambilnya maka berlalulah masa kenabian itu atas kalian. Kemudian akan berlaku masa Khilafah yang tegak atas manhaj (jalan)
kenabian (Khilafah ala minhajan nubuwah) sampai waktu tertentu, kemudian jika Allah akan mengambilnya maka berlalulah masa itu atas kalian. Kemudian akan berlaku masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan Adhon) sampai
waktu tertentu, kemudian jika Allah akan mengambilnya maka berlalulah masa itu atas kalian. Kemudian berlakulah masa Kerajaan Dikatator (Mulkan Jabariyyan), kemudian jika Allah akan mengambilnya maka berlalulah masa itu atas kalian. Kemudian akan kembali masa Khilafah yang tegak atas manhaj (jalan) kenabian (Khilafah ala Minhajan Nubuwah)." (setelah itu nabi diam) (HR Ahmad)

Prophet Muhammad (SAW) is reported to have said to his Companions (RAA):
The period of Prophethood will remain among you so long as Allah wills, then He shall cause it to end. After that, there will be Khilafah among you on the pattern of Prophethood, and this will last as long as Allah wills, and then He shall cause it to end. After that, there will be a reign of oppressive monarchy, and this will also last as long as Allah wills, and then He shall cause it to end. After that there will be a period of enslavement, and this will last as long as Allah wills, then He shall cause it to end. Finally, there will again be Khilafah on the pattern of Prophethood. (the narrator adds : "then the prophet became silent.")

Melihat isi hadits di atas itu, maka bagi kita yang percaya Hadits (bukan ingkar sunnah), yang Nabi sampaikan itu adalah nubuwah, atau kabar futuristik yang sumbernya adalah dari Allah SWT.

Maka berdasarkan nubuwah nabi Muhammad di atas, kita mengetahui periode yang akan dilalui oleh umat Islam sampai hari kiamat nanti. Periode itu sbb:

1. Kenabian
2. Khilafah yang tegak atas jalan kenabian
3. Kerajaan yang menggigit
4. Kerajaan Dikatator
5. Khilafah yang tegak atas jalan kenabian
6. setelah itu nabi diam

Penjelasan:
Periode pertama adalah jelas masa hidup Nabi Muhammad SAW. Periode kedua adalah masa Khulafah Rasyidah. Periode ketiga adalah masa Khilafah Umayyah, Abasiyah dan Utsmaniyah. Periode keempat adalah setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Periode ke lima kita itulah yang ditunggu-tunggu. Periode keenam, kiamat
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

Salam
Abdul Mu'iz
Powered by Telkomsel BlackBerry®

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment