Trimakasih Mia, tapi mohon maap deh gak usah repot2.
Saya sungguh terpaksa makan beras merah itu.
Makan nasi [ putih] masih bisa dibatasi, pernah saya nggak makan nasi selama seminggu gak apa2.
Tapi seharusnya jangan diganti suruh makan nasi merah :-(
Tapi begitulah nasihat ahli nutrisi.
Saya makan nasi kan cuma sekali, siang/sore.
Pagi saya gak bisa makan nasi, bisa diare. Kalo puasa, sahur roti atau, havermout atau mi instant yg masaknya agak repot
karena musti disaring supaya gak keikut air abunya.
salam,
l.meilany
----- Original Message -----
From: aldiy
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, July 20, 2011 5:46 PM
Subject: [wanita-muslimah] Re: Gubernur Jabar Edarkan Gerakan Sehari Tanpa Nasi
Mba Mei, saya cukup beruntung, karena dari kecil suka nasi merah, kiriman dari kampung yang selalu ditunggu2, apalagi kalau baru ditumbuk. Untuk roti atau oatmeal pun saya lebih suka whole wheat atau whole grain. Jadi bagiku bukan karena alasan kesehatan saja.
Supaya rasanya bisa kompromi, saya campur beras putih organik dan atau beras coklat (beras pecah kulit) dan beras merah. Ikut konsep roti multigrain, gitu...:-) Rasanya lebih lembut kok.
Dulu saya nggak makan beras merah/beras coklat/beras organik, karena nyaris nggak ada dan harganya emang mahaaal. Sekarang, harganya makin terjangkau dan makin tersedia karena mungkin permintaan makin naik, jadi lebih ekonomis. Bahkan kalo pergi ke desa kesempatan untuk pesan beras merah dan beras pecah kulit banyak-banyak dengan harga murah, dan rasanya wahhh...walaupun nggak gampang juga cari beras merah di desa jaman sekarang ini. Kalo mau, nanti sekali2 saya bawain. Saya nggak keberatan, karena lagi membentuk "partai beras berwarna" hahahaha....
Mba Mei,ada kesalahan di Orba dulu, demi mengejar target pangan (baca:makan nasi), diversifikasi beras/pangan jadi lenyap. Konsep sekarang adalah makan dengan pola beragam, nggak tergantung satu jenis karb saja. Hitungan2 ekonominya panjang, tapi singkatnya pola diversifikasi yang efisien selalu menghasilkan keuntungan optimal dengan resiko lebih rendah ketimbang satu jenis - selain alasan kesehatan masyarakat tentunya. Portfolio beras efisien misalnya: 40% beras putih, 40% pecah kulit, 20% beras berwarna, misalnya loh.
Di Indonesia diabetes adalah killer terbesar, padahal di luar negeri diabetes nggak mematikan. Saya curiga (ini perlu dibuktikan ilmiahnya, mudah2an saya salah), makan nasi putih dengan proses yang seperti sekarang ini nggak menolong, atau memperburuk keadaan diabetis.
Untuk memperbaiki nutrisi beras putih, saya kira prioritas lebih utama adalah memperbaiki kebijakan memproses beras. Pertama, nggak usah pake pemutih, sudah waktunya dilarang. Kedua, beras pecah kulit (beras coklat) diadakan lagi dengan memproses beras dengan cara berbeda, misalnya dengan cara orang India mengolah beras, atau nggak usah dikulitin. Mohon maaf, para ayam nanti nggak makan dedak lagi...
salam
Mia
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "L.Meilany" <wpamungk@...> wrote:
>
> Miadear, masalahnya misal beras merah, beras coklat, beras hitam harganya lebih mahal dibandingkan beras putih.
> Dah gitu soal rasa selain beras putih , beras berwarna itu juga sangat tidak enak.
>
> Padahal 'beras berwarna' itu kandungan nutrisinya sangat bagus.
> Di perkotaan sekarang ini menyantap nasi yg bukan nasi putih lagi ngetrend karena menjadikan sehat dan bugar
> Coba saja ke saung makan Sunda, harga nasi merah lebih mahal dari nasi putih padahal rasanya nggak janji.
> [ Saya sudah setahun ini konsumsi nasi merah dengan penuh 'keprihatinan' :-) demi judul sehat maklum umur dah menua;
> Saya selalu menghitung hari, karena kalo hari minggu adalah hari terbebas makan nasi merah, betapa bahagianya :-)]
>
> Banyak orang sarankan masak beras merah itu dikasih garam dikasih daun pandan tapi tetap saja rasa nasi putih tak ada duanya.
>
> Beras untuk orang miskin [raskin] juga bukan beras merah, padahal di desa kan tanam beras merah sebetulnya sangat bisa kalo liat
> teorinya lebih mudah, karena kan itu padi ladang.
> Tapi gak ada yg mau tanam, lebih baik tanam buncis atau sayuran.
> Beras berwarna sekarang kebanyakan ditanam secara organik, terbatas jadi harganya mahal.
>
> Apalagi kalo di Jateng pamor beras merah itu rendah, makanan orang melarat, beras merah itu makanan burung.
> Banyak yg belum tahu justru beras berwarna itu sangat sehat.
>
> Salam,
> l.meilany
> ----- Original Message -----
> From: aldiy@...
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Sent: Wednesday, July 20, 2011 10:22 AM
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Gubernur Jabar Edarkan Gerakan Sehari Tanpa Nasi
>
>
> Kebergantungan masyarakat dengan nasi, mesti dibaca pula "nasi putih". Hadirkan keragaman nasi coklat (beras pecah kulit), nasi merah, nasi hitam (ada loh, gw liat di Flores!).
> Kebijakan Pemerintah mesti mengarah pada meniadakan proses pemutihan beras yg sudah dilarang di negara maju.
> Salam
> Mia
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: aldiy@...
> Date: Wed, 20 Jul 2011 03:14:09
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: aldiy@...
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Gubernur Jabar Edarkan Gerakan Sehari Tanpa Nasi
>
> Kebiasaan orang Jawa patut diteruskan, makan nasi plus tiap saat ditemenin tempe atau tahu bacem. Ini merupakan pola variasi/diversifikasi yang diinginkan: jumlah nasinya berkurang (please deh,jangan malah ditambah!) karena kehadiran tempe/tahu bacem. Sekaligus menghadirkan kombinasi nutrisi makanan, ada zat (??lupa) yg tidak dipunyai kacang2an, tapi nasi punya, atau sebaliknya. Di Asia Tengah dan Amerika Latin, kacang2an dimasak bareng dengan nasi.
> Salam
> Mia
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: Wikan Danar Sunindyo <wikan.danar@...>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Date: Sun, 17 Jul 2011 06:34:53
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Gubernur Jabar Edarkan Gerakan Sehari Tanpa Nasi
>
> baca lagi deh mbon,
> itu satu hari dalam seminggu
> bukan satu hari dalam setahun
>
> "Gubernur Jabar mengatakan, surat edaran itu sudah dilayangkan ke para
> kepala daerah di Jabar pada Jumat (15/7), sedangkan di lingkup pemprov
> sendiri, gerakan sehari tanpa nasi ini akan dilakukan setiap hari Rabu
> sedangkan di tingkat kabupaten/kota bergantung kebijakan bupati dan
> wali kota."
>
> dan ini gak ada hubungannya sama puasa atau gak makan sama sekali,
> karena tujuannya untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap
> beras atau nasi. jadi biar kayak mas ambon yang bisa makan roti dan
> keju. begitu
>
> "Menurutnya, implementasi Perpres Nomor 22 Tahun 2009 dan Pergub Nomor
> 60 Tahun 2010 itu ialah sebagai salah satu upaya untuk menurunkan
> ketergantungan mayarakat terhadap beras atau nasi."
>
> salam,
> --
> Wikan
>
> 2011/7/16 sunny <ambon@...>
> >
> >
> >
> > Refl: Bukankah kalau puasa satu hari dalam 1 bulan akan lebih bermakna dari pada 1 hari tanpa nasi dalam 365 hari? Apa komentar Anda terhadap ide gubernur Jawa Barat ini?
> >
> > http://www.sinarharapan.co.id/content/read/gubernur-jabar-edarkan-gerakan-sehari-tanpa-nasi/
> >
> > 16.07.2011 11:50
> >
> > Gubernur Jabar Edarkan Gerakan Sehari Tanpa Nasi
> > BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menandatangi dan mengirimkan surat edaran Program Menurunkan Konsumsi Beras dengan cara Gerakan Sehari Tanpa Nasi (One Day No Rice) kepada bupati dan wali kota se-Jawa Barat.
> >
> > "Gerakan satu hari tanpa nasi ini sebagai amanat Pepres Nomor 22 Tahun 2009 tentang Diversifikasi Pangan dan Pergub Jabar Nomor 60 Tahun 2010 tentang Percepatan Pangan Sumber Daya Lokal," kata Ahmad Heryawan, di Bandung, Sabtu.
> >
> > Gubernur Jabar mengatakan, surat edaran itu sudah dilayangkan ke para kepala daerah di Jabar pada Jumat (15/7), sedangkan di lingkup pemprov sendiri, gerakan sehari tanpa nasi ini akan dilakukan setiap hari Rabu sedangkan di tingkat kabupaten/kota bergantung kebijakan bupati dan wali kota.
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
>
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> __________ NOD32 6233 (20110623) Information __________
>
> This message was checked by NOD32 antivirus system.
> http://www.eset.com
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
__________ NOD32 6233 (20110623) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment