Advertising

Wednesday, 7 March 2012

Bls: Re: Re: [wanita-muslimah] Re: Kenapa Kita berjilbab & tdk boleh salaman ke sembarang orang?

 

Mbak Lina,

boleh juga tuh perumpamaannya, namun ada yang kurang pas perempuan memang punya rahim alias uterus oleh mbak Lina diumpamakan gelas, tetapi soal isi gelas yang mbak lina umpamakan sperma, ada yang dilupakan mbak Lina, ahwa di rahim itu tidak cuma menampung seperma laki-laki tetapi menjadi tempat pertemuan sel telur (ovum) perempuan dan sel sperma (spermatozoa) pria. apabila sukses bertemu dan sama sama subur maka akan menjadi janin - bayi dan akan lahir menjadi manusia. ini tentu tidak sama dengan teh, susu atau kopi dicampur baur tidak akan membingungkan.

Nah bayi beda lagi, ketika terlahir karena benihnya banyak akibat polyandri, si ibu yang melahirkan jelas tidak tahu siapa bapak sebenarnya dari si jabang bayi, nah test DNA sanggup menentukan benih siapa yang menjadi ayah si jabang bayi.

Wassalam
Abdul Mu'iz


Dari: Lina <linadahlan@yahoo.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Dikirim: Kamis, 8 Maret 2012 10:02
Judul: Bls: Re: Re: [wanita-muslimah] Re: Kenapa Kita berjilbab & tdk boleh salaman ke sembarang orang?

 
Ane perempuan nih. Mo kasih suara. Dalam diri ane ada suatu tempat yang "suci" yang di beri nama rahim. Knp di kasih nama rahim, yg diambil dari salah satu AsmaNYA? Sedang dalam diri ente2, para laki2, gak punya kan? Gimana juga, secara anatomi tubuh, laki dan pere beda dan ini menjadi perbedaan dalam "tingkah laku" dan "peraturan2" yang berhubungan dengan itu.

Ada yang mengumpamakan soal kejelasan "nasab" ini dengan gelas (wanita) dan air (pria). Kalo satu gelas diisi dengan air teh, maka jelas isi dalam gelas tersebut teteb bernama air teh. Tapi kalo dah dicampur sama susu...jadi berubah teh susu. Dicampur lagi ama kopi..namanya berubah lagi. Bingung kasih namanya kalo campurannya banyak...:-))

Bersyukurlah dengan peraturan yang dah diberikanNYA.

Ketika manusia mau "menabrak" peraturan2 ini, tentu manusia harus menciptakan peraturan2 baru yang lebih kompleks, ribet, dan mahal. ya ya ya...tapi kita bangga karena itu merupakan suatu kemajuan dalam Iptek...tapi kan mubazir sbetul na. Hidup memang sebuah pilihan...:-)

wassalam,

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Mu iz, Abdul" <muizof@...> wrote:
>
>
> Mas Wikan,
>
> Saya tidak tahu persis mengapa polyandri dilarang dalam Islam, sementara polygami boleh.
>
> Menurut pendapat saya pribadi, barangkali karena Islam amat peduli dengan kepastian nasab, menentukan status anak benih siapa dalam pernikahan poligami lebih mudah ditentukan dibanding polyandri. Kalau toh test DNA sebagai solusi penentuan benih siapa, maka problemnya karena test DNA itu mahal, maka jadi diskriminatif, hanya yang kaya saja yang bisa poliandri. Mungkin perlu didengar suara perempuan, mas Wikan.
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
>
> ------------------------------Pada Sel, 6 Mar 2012 17:59 ICT Wikan Danar Sunindyo menulis:>kalau laki-laki muslim ibarat raja, makanya boleh kawin dengan 4 perempuan>ini kan juga "kritik" dari orang2 non muslim>argumen buat mendukung sih seolah-olah valid, tapi kalau dibalik juga>gak bisa jadi argumen pendukung wanita boleh menikahi 4 pria>misal orang bilang, jumlah wanita lebih banyak dari pria, kenyataannya>menurut sensus yang terjadi justru sebaliknya ... lalu apa wanita>boleh menikahi banyak pria?>>salam,>-->Wikan>>2012/3/5 Mu iz, Abdul <muizof@...>>>>>>>>>>> Sebenarnya baik pria muslim maupun wanita muslimah mempunyai atau berbagi>> hak dan peran serta tanggung jawab yang sama. Pria bisa dan berhak menjadi>> raja, perempuan juga bisa dan berhak menjadi ratu, pria bisa belerja di luar>> rumah perempuan juga bisa, pria bisa menjadi pemimpin, perempuan juga bisa,>> pria bisa memikul peran dan tanggung jawab mengasah, mengasih dan mengasuh>> anak,
> perempuan juga bisa.>>>> Adapun aurat perempuan lebih banyak dibanding pria lebih karena faktor>> construct social. Karena di arab dan era nabi Muhammad, perempuan>> ditradisikan menempati sektor domestik, maka dibiasakan berperan di seputar>> rumah saja, sementara pria mencari nafkah, pelindung dan pengayom keluarga,>> sehingga dominan dalam menyanggah ekonomi keluarga, hal ini membawa>> konsekuensi dominasi kaum pria terhadap perempuan. Cara pandang menjadi>> paternalistis, ini juga berimplikasi pada cara pandang aurat perempuan,>> karena budak khususnya yang berjenis perempuan masa itu dipandang lazim>> diperlakukan semena-mena, maka bisa diganggu dan dilecehkan seenaknya dan>> dari segi etika berpakaian, para budak perempuan dibiarkan bahkan tidak>> diberikan atau disediakan pakaian sopan oleh tuan atau majikannya. Karena>> construct demikian itulah islam menyuruh menutup pakaian perempuan sebagai>> identitas pembeda sebagai perempuan merdeka alias
> bukan budak agar tidak>> diganggu.
>



__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment