Pak Muiz dah ngerti penjelasan Pak Chodjim atas pertanyaanku kah? Aku mesti baca pelan2, pikirin pelan2 - karena telmi. Orang2 yg rasional seperti saya itu sesungguhnya telmi.
Sepertinya, kalau "dikehendaki" kita bisa ke arah itu, ke arah jalan ketemu Nabi, bukan kita yg "ngerogo2 sukmo".
Sekarang, saya sudah "dikehendaki", terbuka keinginan saya pergi haji/umroh ke tanah suci Makkah, utk curhat ke makam Nabi atau mengunjungi tempat kelahirannya. Dulu kan nggak mau.
Salam
Mia
Nah kalau ngerogo sukmo untuk bertemu dengan roh Nabi Muhammad, bagaimana pak Chodjim ?
Wassalam
Abdul Mu'iz
------------------------------
Pada Rab, 4 Apr 2012 16:41 ICT chodjim menulis:
>Lha, kalau belajar ngerogo sukmo hanya untuk bertemu dengan jiwa-jiwa yang ketika hidup di dunianya belum unggul kan berabe, Mas Mu'iz.... :)
>
>Makanya, di buku SSJ-1 saya sebutkan bahwa ngerogo sukmo itu buang-buang energi. Lebih baik energi yang sudah kita depositokan itu digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat dalam hidup ini.
>
>Wassalam,
>
>chodjim
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Mu'iz, Abdul
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Sent: Wednesday, April 04, 2012 10:23 AM
> Subject: Bls: [wanita-muslimah] Re: Di neraka banyak terdapat orang2 miskin.
>
>
>
>
> belajar saja pada pak Chodjim untuk rogo sukmo, jiwa kita bertamasya termasuk berdiskusi dengan roh orang yang sudah meninggal termasuk dengan almarhum abah HMNA :)
>
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
>
>
>
>----------------------------------------------------------
> Dari: Wikan Danar Sunindyo <wikan.danar@gmail.com>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Dikirim: Rabu, 4 April 2012 9:57
> Judul: Re: [wanita-muslimah] Re: Di neraka banyak terdapat orang2 miskin.
>
>
>
>
> semenjak meninggalnya abah, abdullatif jadi merajalela di milis ini
> duh, I miss abah
> :)
>
> salam,
> --
> Wikan
>
> 2012/4/4 Mu'iz, Abdul <muizof@yahoo.com>
> >
> >
> >
> > Sebenarnya yang kita butuhkan dalam berbagai diskusi adalah berbagi
> > pencerahan secara jujur dan obyektif, tetapi yang dilakukan Abdullatif
> > adalah fitnah dan opini yang argumentasinya rapuh.
> >
> > Berapa kali kita menyimak aksi pamer si Abdulllatif yang paradoks, di satu
> > sisi masih mengakui muslim dan beriman pada al qur'an, tetapi di sisi lain
> > begitu bencinya pada etnis arab (entah ada pengalaman pribadi apa sehingga
> > kebenciannya pada etnis arab membuat si abdullatif tidak jernih melihat
> > berbagai fenomena yang terkait dengan arab). Lha al qur'an jelas sekali
> > turun di arab, disampaikan sesuai lisan (bukan lughah lho) arab tetapi si
> > Abdullatif gemar belajar al qur'an bukan dari text awal saat qur'an turun
> > yaitu berbahasa arab. Nah belajar dari terjemahan ini yang tidak disadari
> > oleh si Abdullatif akhirnya menjadi bias. Contoh ayat qur'an yang dia bahas
> > tentang taqwa seringkali dikaitkan dengan begitu yakinnya bahwa orang
> > bertaqwa itu pasti kaya. Padahal tidak ada redaksi kaya di qur'an terkait
> > dengan taqwa, kaya dalam bahasa arab adalah "ghaniy" nah dari sini saja
> > kelihatan betapa biasnya si Abdullatif jualan kecap.
> >
> > Nah soal kemiskinan juga sama, tanpa melihat asbabun nuzul suatu text
> > keagamaan baik berupa qur'an maupun hadits yang menyinggung keutamaan hidup
> > sederhana tidaklah identik dengan kemiskinan dalam artian unpowerles, karena
> > banyak kok hadits yang menyinggung mukmin yang lebih kuat lebih disukai
> > daripada mukmin yang lemah.
> >
> > Wassalam
> > Abdul Mu'iz
>
>
>
>
>
>
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment