Jadi bagaimana awam bisa tahu kalo orang mati tersebut ketika di dunia
[sebelum mati] hidupnya 'sukses'.
Bukankah hanya Tuhan saja yg tahu bagaimana kualitas keimanan kita.
Salam,
l.meilany
Arwah yang bisa dipanggil itu arwah gentanyangan, Mbak. Kita ini kalau
sukses dalam meniti kehidupan barzakh kita tidak gentayangan lagi, tetapi
masuk ke alam kamaloka seperti yang disebut dalam Q. 2:154. Selanjutnya,
melakukan pembersihan diri sehingga bisa dilahirkan kembali sebagai
manusia. Oleh karena itu, dinyatakan dengan tegas dalam Q. 11: 106 - 108
bahwa surga dan neraka itu adanya di dunia ini, yaitu selama ada langit
dan bumi. Kalau tidak ada langit dan bumi, ya tak ada surga-neraka itu.
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: wpamungk@centrin.net.id
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, April 04, 2012 8:21 PM
Subject: Re: Bls: [wanita-muslimah] Re: Di neraka banyak terdapat orang2
miskin.
Duluuu waktu saya umur belasan tetangga saya pintar panggil arwah orang
mati. Tapi si arwah gak pernah mau jawab kalo ditanya, gimana disana
keadaannya, seperti apa alam kubur.
Dia cuma ngomong tentang hal2 di dunia yg belum sempat ia tunaikan pada
keluarganya : rahasia2, hutang2.
Gak berapa lama kemudian salah seorang anggota keluarga yg banyak simpan
rahasia2 jahat jadi gila
Salam,
l.meilany
belajar saja pada pak Chodjim untuk rogo sukmo, jiwa kita bertamasya
termasuk berdiskusi dengan roh orang yang sudah meninggal termasuk
dengan
almarhum abah HMNA :)
Wassalam
Abdul Mu'iz
________________________________
Dari: Wikan Danar Sunindyo <wikan.danar@gmail.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Dikirim: Rabu, 4 April 2012 9:57
Judul: Re: [wanita-muslimah] Re: Di neraka banyak terdapat orang2
miskin.
Â
semenjak meninggalnya abah, abdullatif jadi merajalela di milis ini
duh, I miss abah
:)
salam,
--
Wikan
2012/4/4 Mu'iz, Abdul <muizof@yahoo.com>
>
>
>
> Sebenarnya yang kita butuhkan dalam berbagai diskusi adalah berbagi
> pencerahan secara jujur dan obyektif, tetapi yang dilakukan Abdullatif
> adalah fitnah dan opini yang argumentasinya rapuh.
>
> Berapa kali kita menyimak aksi pamer si Abdulllatif yang paradoks, di
> satu
> sisi masih mengakui muslim dan beriman pada al qur'an, tetapi di sisi
> lain
> begitu bencinya pada etnis arab (entah ada pengalaman pribadi apa
> sehingga
> kebenciannya pada etnis arab membuat si abdullatif tidak jernih
melihat
> berbagai fenomena yang terkait dengan arab). Lha al qur'an jelas
sekali
> turun di arab, disampaikan sesuai lisan (bukan lughah lho) arab tetapi
> si
> Abdullatif gemar belajar al qur'an bukan dari text awal saat qur'an
> turun
> yaitu berbahasa arab. Nah belajar dari terjemahan ini yang tidak
> disadari
> oleh si Abdullatif akhirnya menjadi bias. Contoh ayat qur'an yang dia
> bahas
> tentang taqwa seringkali dikaitkan dengan begitu yakinnya bahwa orang
> bertaqwa itu pasti kaya. Padahal tidak ada redaksi kaya di qur'an
> terkait
> dengan taqwa, kaya dalam bahasa arab adalah "ghaniy" nah dari sini
saja
> kelihatan betapa biasnya si Abdullatif jualan kecap.
>
> Nah soal kemiskinan juga sama, tanpa melihat asbabun nuzul suatu text
> keagamaan baik berupa qur'an maupun hadits yang menyinggung keutamaan
> hidup
> sederhana tidaklah identik dengan kemiskinan dalam artian unpowerles,
> karena
> banyak kok hadits yang menyinggung mukmin yang lebih kuat lebih
disukai
> daripada mukmin yang lemah.
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment