Tambahan dari saya mbak Mia,
Tentang QS 11:106-108 yang dijadikan dasar oleh pak Chodjim maupun Agus mustofa berpendapat bahwa akhirat (penghuni jannah dan naar) tidak kekal karena ayat tsb menyampaikan, " .... Mereka kekal (di jannah dan naar) selama (maa daamat) langit dan bumi ada ........"
Padahal kultur arab itu biasa mengatakan "kekal selamanya" dengan idiomatic expression "maa daamat al samawat wal ardh" jadi kalau orang arab mengatakan "saya akan mengunjungi kamu selama-lamanya" menggunakan ungkapan, "saya akan mengunjungi kamu selama langit dan bumi ada".
Nah untuk conditional sentence, kalimat bersyarat, grammar arab menggunakan "in" yang artinya jikalau atau seandainya, dalam bahasa inggris setara dengan "if". Nah di qs 11:106-108 tidak ada pemakaian kalimat bersyarat.
Jadi kesimpulan bahwa penghuni jannah dan naar tidak kekal dengan merujuk qs tsb menjadi tidak valid alias tidak logis.
Lalu bagaimana kalau langit dan bumi hancur karena qiyamat (ayat yang menyebutkan sangkala cukup banyak) ? Maka ada ayat lain yang memberikan uraian atau jawaban yaitu qs 14:48.
Wassalam
Abdul Mu'iz
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: aldiy@yahoo.com
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Thu, 5 Apr 2012 11:47:42
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma
Diskusi-diskusi yang menarik dan beranak-pinak, saya rangkum mulain dari lebih gampang dulu, soal ragasukma.
Salam
Mia
----------------------------------------------------
MUIZ: Nah kalau ngerogo sukmo untuk bertemu dengan roh Nabi Muhammad, bagaimana pak Chodjim ?
Wassalam
NUBIGOTOL: Apa ada kaitannya rogosukmo dengan mi'raj? Mohon senior2 pencerahannya..
Salam.
MIA:Pak Muiz dah ngerti penjelasan Pak Chodjim atas pertanyaanku kah? Aku mesti baca pelan2, pikirin pelan2 - karena telmi. Orang2 yg rasional seperti saya itu sesungguhnya telmi.
Sepertinya, kalau "dikehendaki" kita bisa ke arah itu, ke arah jalan ketemu Nabi, bukan kita yg "ngerogo2 sukmo".
Sekarang, saya sudah "dikehendaki", terbuka keinginan saya pergi haji/umroh ke tanah suci Makkah, utk curhat ke makam Nabi atau mengunjungi tempat kelahirannya. Dulu kan nggak mau
Mi'raj itu rogosukmo nya Nabi ke para leluhurnya, atas kehendak Gusti Allah.
NUBIGOTOL: Kira2 duluan mana Mbak? Cerita ttg rogosukmonya orang nusantara lbh dulu ada atau berita ttg Mi'raj (rogosukmonya KRMSAW)? Kalo pertanyaannya dianggap ngaco jgn dijawab.
Salam
MUIZ: Mbak Mia,
Saya mencoba mengikuti alur logika pak Chodjim : yang pertama apabila ngerogo sukma (out of body experience) ternyata berjumpa denga jiwa yang tidak unggul di dunia maka sungguh merugi.
Yang kedua, ngerogo sukma adalah pekerjaan sia-sia karena deposito energi lebih baik dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemuliaan lain di alam dunia.
Kalau Nabi Muhammad di qur'an saja diberikan predikat uswatun hasanah alias pribadi unggul di dunia, maka bukankah peristiwa spiritual yang luar biasa bila berkesempatan bertemu ruh Nabi Muhammad di alam ruh ?
Tetapi yang saya tahu informasi ruh itu sedikit, maka menurut hemat saya apabila kita membiarkan jiwa hening atau kosong pada saat pasang niat raga sukma alias out of body experience justru beresiko memberi kesempatan pada jin untuk membajak kesadaran kita sendiri, na'udzu billah.
Wassalam
MIA: Nubigotol apa si haha..
Maksutnya model ragasukma di Nusantara itu apa sudah ada sebelum 600M, sebelum Nabi lahir? Dari dulu saya percaya secara intuitif iya. Tapi lagi2 secara rasional telmi banget.
Karena memang ada bagian sejarah/prasejarah Nusantara yg hilang dari wawasan kita sekarang. Indikator obyektif lain juga menunjukkan bahwa sejarah Nusantara praktis nggak ada di sejarah dunia, atau lebih tepatnya dilewatin.
Salam
MIA: Terimakasih Pak Muiz, dan setuju, kalau ketemu Nabi tentunya luar biasa.
Dulu waktu remaja saya mengalami pengalaman ragasukma selama 3 malam berturut2 dengan Bapak saya yg baru meninggal sebulan, dan waktu meninggal kami sekeluarga nggak di sisinya. Pengalaman 3 malam itu bukan sesuatu yg kuinginkan dan bukan pengalaman yg mudah buat saya, apalagi remaja. Rupanya penolakan saya kuat, setelah puluhan tahun baru mengerti arti mimpi itu dan baru bisa cerita ke yg lain.
Figur nabi Muhammad kok saya nggak kangeni, kecuali demen lagunya Bimbo "Rindu Rasul". Bagi saya blio asing, dari Arab sana. Kemudian buku "Muhammad" karangan Karen Armstrong, seolah mengantarkan blio ke depan pintu rumah saya, itu pun saya nggak bukain. Kemudian suatu kesadaran lain datang setelah beberapa event kehidupan, ngobrol dg Pak Chodjim - yg membuat saya mau pergi ke Makkah, mau curhat ke Nabi dan mengunjungi tanah lahirnya.
Dua minggu lalu saya mimpi sampai di Makkah. Ngobrol di rumah temen di sana, lalu saya menuju Ka'bah. Ndilalah....dalam mimpi itu saya tersesat dan nggak pernah sampe ke Ka'bah, malah paspor nggak di tanganku. Saya putus asa dalam mimpi, muter2 di gang-gang Makkah, kubilang mudah2an ini mimpi, aku mau balik saja ke Indonesia. Syukurlah, aku terbangun, nggak jadi nyasar di Makkah...:-)
Salam
WIKAN: pesan saya hati2 saja mbak (Mia) kalau beneran sampe di mekkah. pengalaman saya dulu, paspor tidak di tangan saya tapi dikumpulkan sama pihak travel agent
jadi tanda identitas yang saya punya cuman name tag dari travel agent, terus stay in touch with the group. berhubung saya gak gampang ingat tempat, dan tempat di mekkah itu
mirip2 (gedung, jalannya mirip) makanya saya gak berani keluyuran
sendirian kecuali kalau sama teman atau rombongan. mudah2-an sukses selama di mekkah dan sesudahnya
salam,
MEI: Duluuu waktu saya umur belasan tetangga saya pintar panggil arwah orang mati. Tapi si arwah gak pernah mau jawab kalo ditanya, gimana disana keadaannya, seperti apa alam kubur. Dia cuma ngomong tentang hal2 di dunia yg belum sempat ia tunaikan pada keluarganya : rahasia2, hutang2.
Gak berapa lama kemudian salah seorang anggota keluarga yg banyak simpan rahasia2 jahat jadi gila
Salam,
CHODJIM: Arwah yang bisa dipanggil itu arwah gentanyangan, Mbak (Mei). Kita ini kalau sukses dalam meniti kehidupan barzakh kita tidak gentayangan lagi, tetapi masuk ke alam kamaloka seperti yang disebut dalam Q. 2:154. Selanjutnya, melakukan pembersihan diri sehingga bisa dilahirkan kembali sebagai manusia. Oleh karena itu, dinyatakan dengan tegas dalam Q. 11: 106 - 108 bahwa surga dan neraka itu adanya di dunia ini, yaitu selama ada langit dan bumi. Kalau tidak ada langit dan bumi, ya tak ada surga-neraka itu.
Wassalam,
Mbak Mia,
Isra' Mi'raj itu bukan ngrogo suksma, tetapi perjalanan spiritual yang disebut ru'ya. Hal ini ditegaskan dalam Q. 17:1, dan 17:60. Jadi, dalam Isra' Mi'raj yang terjadi adalah proses liyep-layap-angluyup. Pada saat itu Nabi dalam keadaan duduk diam hening. Oleh karena itu, dalam Hadis yang diriwayatkan Bukhari, Nabi disebut dalam keadaan antara jaga dan tidur (luyut atau liyep-layap-angluyup). Juga disebutkan bahwa bekas tempat duduk Nabi ketika Nabi menjalankan salat subuh, masih hangat. Tempat duduk yang hangat menunjukkan bahwa Nabi tidak ke mana-mana, dan duduk diam dari bakda Isyak hingga jelang Subuh.
Ngrogo suksma itu perjalanan jiwa, sehingga terbatas. Dalam Alquran disebut 1 hari yang dibandingkan 1000 tahun. Tetapi, perjalanan ruh atau spiritual, disebut dalam satu hari yang kadarnya 50.000 tahun komariah menurut perhitungan kita.
Wassalam,
MEI: Jadi bagaimana awam bisa tahu kalo orang mati tersebut ketika di dunia [sebelum mati] hidupnya 'sukses'.
Bukankah hanya Tuhan saja yg tahu bagaimana kualitas keimanan kita.
Salam,
CHODJIM: Ya, makanya yang masih bisa dipanggil-panggil itu arwah gentanyangan. Para nabi, para sahabat agung tidak bisa lagi dipanggil, Mbak Mei.
Makanya, kalau kita sukses meniti barzakh, kita akan masuk alam kamaloka, dan alam yang lebih tinggi; dan tak akan bisa dipanggil lagi.
wassalam,
Nubigotol: Nah, jadi jelas kalo ada pak gurunya muncul. Supaya gak bias sy nerimanya :)
Terimakasih
Salam
MIA: Terimakasih Pak Chodjim.
Ulama berbeda pendapat, bukankah gitu? Sebagian mengatakan seutuhnya jasad dan jiwa Muhammad pergi. Yang lain bilang mengartikan secara spiritual. Sepertinya dulu Pak HMNA panjang lebar diskusi ttg yg pertama, lupa dg siapa.
Saya sendiri lebih mudah menerima perjalan ruh, visioner/ru'ya, seperti yg pak Chodjim jabarkan. Semua Nabi mengalami visi seperti ini.
Perjalanan ragasukma itu jiwa atau "soul", bukan gitu? Pak Muiz, jangan2 kita dah melakukan semacam ragasukma di alam internet..haha..karena internet juga ber- efek alternatif pada psikologi kita.
MUIZ:: Diskusi yang menarik mbak Mia,
Mi'raj itu kan istilah arab yang maknanya naik, aktivitas mendaki, vertikal, bukan horisontal juga bukan menurun (menuju ke bawah).
Raga Sukma atau out of body experience itu belum tentu naik tetapi merupakan aktivitas riel di alam nyata dengan ritual tertentu mengosongkan jiwa dan membiarkan jiwa melanglang, meninggalkan raga atau fisik, saya sih sebenarnya kurang begitu faham detailnya. Ada yang menyamakan jiwa itu sinonim dengan roh tetapi ada pula yang membedakannya.
Roh itu informasinya sedikit, itu yang disebutkan oleh Qur'an. Saya tidak mampu berspekulasi tentang roh, akrivitas hening atau mengosongkan jiwa dan fikiran entah itu namanya kontemplasi, meditasi atau tahannuts intinya adalah memelihara kesadaran kita sendiri agar kita waspada siapa jati diri kita sadar bahwa kita adalah fana dan akan kembali kepada sang Maha Mutlak sang pemilik segala sumber kesadaran yaitu Allah.
Menurut hemat saya aktivitas mengosongkan jiwa dan mengklaim sanggup berkelana dan bertamasya ke alam ghaib yang asing dan belum pernah didatangi tetapi merasa riel dan melekat dalam memory sang pelaku, sulit diverifikasi secara rasional, yang namanya klaim subyektif ya susah diperdebatkan, cuma yang saya khawatirkan kalau membiarkan jiwa dan pikiran kosong apalagi dalam kondisi beta, sungguh riskan, karena bisa jadi membuka peluang jin untuk mengambil alih raga kita yang sementara ditinggalkan oleh jiwa atau roh yang lagi asyik bertamasya ke alam lain bercengkerama dengan jiwa atau roh lain. Lantas kalau raga kita ditempati oleh jin dan jiwa atau roh kita saat kembali ke raga semula tidak bisa karena sudah diisi jin kan repot ?. Jadi roh gentayangan dong ? Beruntung kalau jinnya muslim lha kalau kafir, alangkah meruginya kita ? Fenomena kerasukan jin sebenarnya tidak lebih merupakan jiwa yang tidak berada dalam kendali kesadaran penuh sehingga dibajak makhluq lain yaitu jin, apa yang dibajak ? Ya kesadaran kita oleh jin. Makanya qur'an memberikan solusi, sholatlah supaya kamu mengingat Aku. Mengingat alias zikir itu kan esensinya sadar.
Nah soal israk mi'raj nabi muhammad itu dengan rohnya saja atau lengkap jasad dan roh memang beragam. Kalau menurut almarhum KH Bahaudhin Mudhary pemerhati metafisika berpendapat nabi beri-israk mi'raj utuh lengkap jasad dan roh atau jiwanya. Dan redaksi di qur'an itu bukan aktif transitif tetapi diperjalankan oleh siapa ? Oleh Allah.
Manusia saja dengan berfantasi seperti film startrek bisa dijelaskan secara teknik fisika ala teleportasi dengan mentransfer fisik dari satu tempat ke tempat lain secara utuh. Memang itu baru fiksi atau khayalan tetapi yang namanya sains kan tidak pernah berhenti kita tidak tahu kapan akan terwujud fiksi startrek itu, sama halnya khayalan pergi ke bulan dulunya adalah khayalan, dianggap aneh tetapi beberapa masa kemudian menjadi kenyataan.
Menurut metafisika, nabi sebelum menuju Allah di sidratul muntaha atau ufuqul ula (tempat tertinggi yang tidak diliputi segala hal) adalah dengan mengubah tubuh lebih dulu karena terdiri dari materi menjadi energi, karena perjalanan angkasa tidak memungkinkan dengan jasad materi, kemudian di tempat tujuan mengalami transformasi lagi ke jasad semula. Rasulullah juga tidak sendirian dalam menempuh perjalanan tsb, beliau didampingi oleh malaikat jibril, serta butuh sarana transportasi ghaib yang disebut buraq.
Itu adalah pendapat atau tafsir dengan segala argumen yang dibangun, tentu ada pendapat lain yang boleh jadi bertentangan karena asumsinya beda. Lantas bagaimana yang benar ?, yang paling mudah menjawab adalah wallahu a'lam.
Wassalam
CHODJIM: Mas Mu'iz.
Ada yang dilupakan orang ketika memahami Isra' Mi'raj. Umumnya hanya mengambil satu ayat saja, yaitu Q. 17:1. Padahal, setelah Allah berkisah perihal orang Yahudi pada 17:2 dst..., 17:60-nya Tuhan menegaskan bahwa apa yang diperlihatkan kepada Nabi pada 17:1 itu adalah ru'ya (bukan mimpi yang bahasa Arabnya manam atau a
hlam).
Kemudian yang dilupakan adalah Hadis Bukhari yang dianggap paling sahih. Dalam Hadis Bukhari 61:24 disebutkan bahwa mata beliau tidur tetapi hatinya tetap jaga. Dalam Hadis lain diakhiri dengan kalimat "Beliau bangun dan berada di Masjid al-Haram". Di Hadis lain yang berasal dari Asma' disebutkan bahwa ketika Nabi meninggalkan untuk salat subuh, tempat duduknya masih hangat.
Wassalam,
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment