Advertising

Wednesday, 27 July 2011

Re: [wanita-muslimah] Re: Makna pergi haji - buat saya

 

Aduh kok beda2 ya ajaran ustadnya.
:-)
Ini QS nya An Nahl; 16:93- Jadi hanya Allah yg punya otoritas -hidayah mau dibikin bagus atau disesatkan.
Begitulah kira2nya.

Salam,
l.meilany
----- Original Message -----
From: Lina
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, July 26, 2011 10:10 AM
Subject: [wanita-muslimah] Re: Makna pergi haji - buat saya

Dear tante Mei,
bangkali "taufik" kali bukan "hidayah"...:-)). Hidayah pan, katanyah, harus diusahakan gak bisa ditunggu. Hmmm kite harus belajar dari AlQur'an dan sunnah. Kalo "taufik" itu kekuatan yg Allah tanamkan ke seseorang sehingga orang tersebut merasa mudah untuk mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang sudah dipelajarinya. Om Ustaaaadz oooh om Ustadz...**twink twink..gayanya ustadz Maulana**. Apa sih itu "taufik" apa sih itu "hidayah" (bukan yg pemain bulutangkis yak...)

Kalo gak salah juga ada pendapat kalo ama orang non muslim kita boleh mendoakan "semoga ente mendapat hidayah" bukan "semoga ente mendpt selamat, rahmat dan barokah...(ucapan assalamu'alaikum wr wb)...:-)) he he he harokah kah?

Kalo ane hubungkan dengan "panggilan" itu karena ada panggilan pertama (=sholat), kedua (=haji), dan ketiga (=mati)dan juga karena orang selalu mengucapkan talbiyah. gitu nte Mei...

Katanya neeh, makna dari talbiyah secara umum adalah sebagai berikut :
1. Labbaik Allahumma Labbaik, artinya adalah kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah.
2. Labbaika la syarika laka labbaik, artinya tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu.
3. Inna al hamda wa an ni'mata laka wa al mulka la syarika laka, artinya sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.

wassalam,

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "L.Meilany" <wpamungk@...> wrote:
>
> Linadear maksutnya kali 'hidayah' ?
>
> Sudah hampir 10 tahun setiap saya ultah selalu dapat ucapan selamat pake kartu disertai hadiah [ kerudung biasanya]
> dari seorang teman yg memakai jilbab lebar panjang.
> Ucapannya standar tapi selalu ada kalimat, "semoga Allah memberi banyak hidayah"
> Tadinya saya cuek trus penasaran apa sih maksutnya?
> Lantas dia bilang menyitir Qur'an [ yg maknanya bahwa Allah yg menjadikan orang itu islam atau kresten]
> SemogaAllah memberi hidayah, saya pakai kerudung :-)
>
> Kalo masalah pergi haji kan banyak alasan kalo belum juga pergi gak melulu' dapat panggilan'
> Soal waktu yg belum tepat, kondisi fisik, mental, materi.
>
> Tapi kalo pake kerudung itu mungkin memang masalah hidayah [ panggilan]
> Kalo dihitung kerudung saya banyak, baju muslim saya juga lumayan meski cuma untuk pergi ke pengajian.
> Tapi entah kenapa saya belum 'terpanggil' pake kerudung :-)
>
> Salam,
> l.meilany
> ----- Original Message -----
> From: Lina
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Sent: Friday, July 22, 2011 10:03 AM
> Subject: [wanita-muslimah] Re: Makna pergi haji - buat saya
>
>
>
> Mbak Mia maksud na adalah "panggilan untuk pergi haji" bukan "panggilan untuk tidak pergi haji". Karena kalau tidak ada "panggilan untuk pergi haji" dari NYA seberapa mampu (materi,
> fisik, ilmu)kita, tidak akan mungkin bisa berangkat ibadah ke tanah suci, whatever the reason is. Banyak fakta telah menunjukkan untuk ini. Salah satu adalah mbak Mia sendiri. Buat ane neh, Mbak Mia belum berangkat karena memang belum dipanggilNYA ato undanganNya belum sampai...:-)
>
> Sptnya ada perbedaan "mengatasnamakanNYA" dengan "berusaha selalu berniat untukNYA dan karenaNYA". ya? ato emang bergantung positip ato negatipnya pikiran kita terhdp suatu hal?
>
> wassalam,
>
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, aldiy@ wrote:
> >
> > Terimakasih temans2 atas masukannya.
> >>
> > Mba Lina, bagaimana mba memaknai "panggilan Tuhan"? Mohon sharingnya.
> >
> > Tadinya sih saya nggak mau menyinggung "panggilan atau peringatan Tuhan", karena setiap kali bicara atau menyebut nama Tuhan, saya merasa nggak layak, alias minder/takut mengatasnamakanNya - padahal saya bukan jenis orang penakut.
> >
> > Ketika saya menulis postingan saya "Makna pergi haji - buat saya", saya menyadari tanpa keraguan sedikitpun, itulah panggilan atau peringatan Tuhan kepada diriku pribadi. Keraguan yg sangat untuk pergi haji selama ini, saya maknai sebagai panggilan atau peringatan Tuhan.
> >
> > Sekarang, pergi haji atau tidak, merupakan action plan nya saja. Maknanya, untuk memenuhi panggilan atau peringatan Tuhan menyingkap kesadaran palsu yang membelenggu ummat. Itulah "niat ibadah karena Allah", bagi saya.
> >
> > Pernyataan tersebut, sekali2 bukan untuk mengajak temans2 utk pergi haji atau tidak pergi haji, karena sudah saya bilang itu action plan dari suatu pemaknaan. Pergi atau tidak, penuhilah panggilan Tuhan kepada ummat untuk meninjau dan mewujudkan kembali lagi aspek2 hablumminannas (dampak sosial). Dengan kata lain, setiap kita bisa melakukan panggilan ini di sana (pergi haji) atau di sini (nggak pergi haji).
> >
> > Salam
> > Mia
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "Lina" <linadahlan@>
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Date: Thu, 21 Jul 2011 10:39:09
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Subject: [wanita-muslimah] Re: Makna pergi haji - buat saya
> >
> >
> > Ada yg menggambarkan Ibadah Haji merupakan salah satu macam Panggilan dari 3 macam Panggilan dalam hidup manusia: Panggilan Pertama adalah Adzan, untuk manggil orang sholat., Panggilan Kedua: Ibadah Haji, dengan diucapkannya "labbaikallahumma labbaik...", Panggilan Ketiga: Mate.
> >
> > Panggilan pertama dan kedua, manusia masih bisa ngulur2 dan nego2 ama hati sendiri, tapi panggilan ketiga? - no negotiation at all...
> >
> > Yeaaah tunggu "panggilan" aja dulu dueh mbak, sambil nego2. Kalo dah termotivasi or niat mbulet kan nikmat ngucapin "labbaikallahumma labbaik" na...:-)) karena Allah memang sudah mengetuk dan memanggil..mbak...
> >
> > Sebaik baik niat hanya karena Allah semata, lepas semua dari permasalahan keluarga, permasalahan diseputar haji dan kepemerintahan Arab Saudi.
> >
> > Kalau niat gak lurus, yg bukan hanya karena Allah semata, khawatir akan banyak kendala disana nya dan tidak mabrur...jadi na.
> >
> > wassalam,
> > --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, aldiy@ wrote:
> > >
> > > Di keluarga besar saya pergi haji sangat penting. Untuk anggota keluarga yang kurang mampu, kalau bisa pergi haji itu usaha yang dihargai. Untuk anggota keluarga yang mampu, pergi haji merupakan kewajiban - atau dipandang cacat kalau belum melaksanakan.
> > >
> > > Saya nggak mengira sebelumnya, kenyataan bahwa saya belum pergi haji, padahal dinilai mampu, membuat kericuhan di keluarga besar. Karena itu adik saya melakukan "white lie", demi melindungi saya, bahwa saya sudah mendaftarkan dan membayar untuk haji tahun depan.
> > >
> > > Yang membuat saya berpikir keras, sekarang saya mesti berusaha merencanakan pergi haji. Tapi saya bukan tipe "easy going" yang melakukan sesuatu yang "penting" seperti ini tanpa niat atau motivasi yang bulat utuh. Kenapa saya keras kepala, mengapa nggak pergi haji walaupun sekedar menyenangkan orang tua? Mungkinkah saya memandang ibadah haji ini begitu pentingnya, sehingga syarat "apabila mampu" itu termasuk niat atau motivasi?
> > >
> > > Apapun itu, pada kenyataannya saya belum pernah punya niat atau motivasi untuk pergi haji, hati saya nggak tergerak sama sekali. Cerita dari teman dan kerabat ttg perjalanan hajinya nggak menguatkan semangat. Alasan yg keluar dari mulut saya adalah jadwalnya nggak pernah cocok dengan pekerjaan saya. Pernah berseloroh mengutip temen dari Palestina yang bersumpah nggak akan pernah pergi haji kecuali kalau rejim Saud Wahabi tumbang ke akar2nya (saya bayangkan sekarang teman tersebut lagi harap2 cemas mengikuti perkembangan di TimTeng). Seloroh yang lain, saya bilang sudah pergi haji ke Baduy Dalam, Rinjani dan Leuser.. Pernah juga saya tolak tawaran dibiayai pergi haji dari pihak pemerintah Saudi, yang membuat saya tambah diomelin keluarga.
> > >
> > > Sampai saat ini, ada sesuatu yang menggerakkan pikiran dan hati saya, dari diskusi di milis ini.
> > >
> > > Kalau pergi haji merupakan perjalanan spiritual bagi pribadi, maka cukuplah umroh atau haji kecil. Sebenernya dari dulu saya sudah mengatakan kepada ibu dan keluarga saya, bahwa saya merencanakan umroh segera, bukan haji duluan. Namun mereka bersikukuh bahwa haji lah yang patut dilakoni duluan, bukan umroh, karena itu nggak boleh umroh duluan. Karena ndak mendapat dukungan, kedua-duanya haji ataupun umroh malah saya belum jalankan.
> > >
> > > Ternyata haji disebut haji besar dan umroh disebut haji kecil, karena yang pertama melibatkan perjalanan spiritual ummat, yang kedua untuk perjalanan spiritual pribadi. Tapi apa artinya perjalanan spiritual ummat kalau:
> > > - nggak ada komunikasi berkelanjutan antar ummat untuk menyelesaikan permasalahan sosial
> > > - kezaliman dan diskriminasi atas nama hukum terus menindas para pekerja non-arab/muslim atau non muslim - kecuali tentunya the untouchable dan para elit.
> > > - sebagian ummat minoritas ditindas atau dijarah haknya, dan diaminkan oleh mayoritas.
> > > - ideologi kekerasan, konservatisme agama dan penguasa korup mendominasi ummat dan pemerintahan
> > > - perkumpulan haji maknanya sia2 untuk mengatasi permasalahan sosial ummat, bahkan malah menguatkan kesadaran palsu akan banyaknya ummat, kekuatan ummat, persatuan ummat - yang semua itu hanya di permukaan saja.
> > >
> > > Dengan kata lain perjalanan haji dalam kondisi ummat sekarang ini nggak mencapai tujuan ibadahnya, dan nggak berdampak sesungguhnya. Dulu di jaman nabi, dari pidato nabi keliatan dampak silaturrahmi yang historis dan menjadi ruh ummat Islam. Bahkan, tampaknya makna haji untuk inspirasi perubahan sosial masih sangat relevan sampai awal abad 19, paling tidak untuk para pemimpin kita pada saat itu. Apakah perubahan2 yang sedang bergolak di TimTeng akan nantinya merefleksikan kembali tujuan makna haji? Stay tune, patut diikuti perkembangannya.
> > >
> > > Pada saat ini pergi haji (dan berkali2) adalah untuk status, memenuhi kewajiban, tebus dosa korupsi, dan kenyamanan (yang timbul dari kesalehan pribadi yang sesungguhnyatercerabut dari permasalahan sosial ummat), belum lagi penyelenggaraan haji yang memang untuk dikorupsi.
> > >
> > > Itu bukanlah termasuk pilihan saya, pantes selama ini ragu berat pergi haji. Rupanya belum menemukan niat atau motivasi yang sesuai.
> > >
> > > Pertama, niat umroh sudah solid dari dulu (sayangnya nggak mendapat dukungan). Kedua, motivasi yang kurang lebihnya terbentuk dari diskusi milis adalah: pergi haji untuk menyadari, mengenali dan berusaha membongkar kesadaran palsu ummat Islam yang memperangkap kita ummat dan para pemimpin! Mudah2an bisa turut mengembalikan makna ibadah haji, walaupun sebatas usaha dan observasi, itulah niat ibadahku, ya Allah, kabulkanlah!
> > >
> > > Salam
> > > Mia
> > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
>
>
>
> __________ NOD32 6233 (20110623) Information __________
>
> This message was checked by NOD32 antivirus system.
> http://www.eset.com
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

__________ NOD32 6233 (20110623) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment