----- Original Message -----
From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 27, 2011 9:51 AM
Subject: Bls: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi
VOA bukan akronim, karena itu HMNA juga bukan akronim kan ?? Masih ngotot ?? ya mengalah saja deh :) wkkkkkk
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
VOA itu sebuah kata dalam bahasa Perancis, voi (diuapkan VOA). Ici Jakarta la voi de la Indonesi
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Dari: chodjim <chodjima@gmail.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Dikirim: Rabu, 27 Juli 2011 9:48
Judul: Re: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi
1) Ya sudah...., kalau voa bukan akronim, atau kependekan (abbreviation) dari voice of America; lalu pagi-pagi ada relay metro tv dari voa, Abah anggap saja itu dari voice of Argentina, voice of Arabia, voice of Albania dan lain sebagainya, asal bukan voice of America.
2) Ceramah atau buku itu tergantung kondisinya. Bisa buku dijual tapi banyak orang yang tak berminat. Tetapi banyak juga ceramah yang diminati dan kasetnya tersebar luas. Ingat, Revolusi Iran justru berawal dari ceramah, dan kasetnya disebar.
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurrahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, July 26, 2011 9:45 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi
----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjima@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, July 26, 2011 7:43 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi
Pertama, ini bukan masalah patent atau paten-patenan ala Jawa, Abah. Justru kita harus mendidik anak-anak muda yang berkreasi positif dan unggul, bukan mengekor pada pihak lain.
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
VOA itu bukan akronim, jadi tidak mengekor pada voice of america.
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tak pernah ada kemajuan yang dicapai oleh pihak pengekor. Dalam ajaran manajemen kemajuan umat manusia itu berasal dari:
(1) Transformatif --> inovasi dalam teknologi dan nilai-nilai yang lebih baik daripada sebelumnya.
(2) Kreasi lompatan kuantum (quantum leap creativity) --> ditemukannya api, logam, listrik, dan lain-lainnya yang sebelumnya belum terciptakan.
Kedua, tidak usah cari bukunya, cukup unduh situs ini:
http://www.ilma95.net/ceramah2.htm - ceramah Irene Handono.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Ceramah-ceramah itu efeknya tidak seluas dengan buku yang diperjual-belikan
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Silakan mendengarkan dengan khusyuk, lalu lebih bernada provokasi atau pendidikan bagi umat Islam. Yang jelas dapat disimpulkan bahwa Irene menjelek-jelekkan atau gampangannya menololkan paternya.
Padahal, kalau ada Jusfiq menjelekkan Islam saja kita marah-marah.
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Tidak bisa dibandingkan dengan Jusfiq yang pakai kata-kata kotor dan menuduh tanpa reasoning.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Dan, saya percaya Jusfiq masih ada di WM ini meski mungkin menggunakan nama lain, sebab saya pernah menerima japrian dari dia sehabis menulis di WM.
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurrahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Monday, July 25, 2011 4:43 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi
----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjima@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Monday, July 25, 2011 11:14 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi
Pertama saya paham bahwa voa-islam itu voice of al-Islam. Tetapi, akronim "voa" itu lho, Abah, yang hendaknya tidak digunakan. Itu kalau kita "gentleman".
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Itukan termasuk kreasi anak muda merebut voa bukan satu-satunya hak Amerika, tokh itu tidak pernah dipatenkan oleh Amerika.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Itu kan sama saja orang yang menggunakan nama produk "aqua", lalu ada yang menembak dengan aquaku, aquaa, toya aqua dan lain sebagainya.
Yang namanya buku ya untuk diperjualbelikan Abah... Lha, kalau tulisan atau buku ilmiah ya sengaja dari awal bukan untuk diperjual belikan. Kalau toh ada disertasi seorang doktor diangkat menajdi buku, tentu redaksinya harus banyak diubah untuk disesuaikan dengan bahasa pasarnya.
Banyak buku yang menyerang agama Kristen yang ditulis oleh orang-orang Islam, dan dijual di toko-toko buku secara bebas. Buku-bukunya mantan biarawati Katholik yang masuk Islam juga dijual bebas dikonter-konter toko buku.
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Bisa disebutkan buku-bukunya itu mantan biarawati Katholik yang menyerang agama Kristen yang dijual di toko-toko buku secara bebas ?
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurrahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Monday, July 25, 2011 9:37 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi
"chodjim" wrote:
1.
Ya, sudah..... Buku jawablah dengan buku, tulisan dengan tulisan.
2.
Yang paling gres adalah di antara kita memilih "voa-Islam", padahal jelas-jelas voa sudah menjadi "trade mark" dari "the voice of America". Ada apa ini, hahaha.....
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
1.
Betul sekali, Buku jawablah dengan buku, tulisan dengan tulisan. Namun perlu cibedakan antara publikasi ilmiyah yang hanya terbatas dalam perpustakaan Perguruan Tinggi, dengan publikasi yang diperjualkan secara umum dan bebas di toko buku.
2.
Ureung Aceh bilang: Hana tsa peu, tak ada apa-apa, voa itu bukan akronim dari vioce of america. Pernah dengar siaran radio Republik Indonesia dalam bahasa Perancis? Ici Jacarta la voi de la Indonesi (diucapkan: isi jakarta la VOA de la indonesi. Jadi VOA dalam "voa-Islam" bukanlah voice of America, melainkan:
Voice of Al Islam
http://twitter.com/#!/voaislam
@voaislam Indonesia
Web Site Berita dan Artikel Tentang Asia Tenggara, Dunia Islam, Dilengkapi dengan Channel Khusus Muslimah dan Remaja
Wassalam
----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjima@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Monday, July 25, 2011 9:23 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi
Ya, sudah..... Buku jawablah dengan buku, tulisan dengan tulisan. Hal ini telah dicontohkan oleh Imam Ghazali. Jangan sampai merusak atau menjarah atau melakukan fandalisme terhadap penerbit, penulis, maupun toko bukunya.
Bagi orang Kristen, orang Islam yang menguraikan kesalahan trinitas, lalu menganggap trinitas itu dari kepercayaan Romawi, juga fitnes alias penghinaan, lho. Bagi Buddha dan Hindu orang Barat dan orang Islam yang menyatakan bahwa Buddha dan Hindu adalah agama bumi, budaya dan bukan wahyu dari Tuhan YME, itu juga fitnes, lho.
Di sinilah perlunya kedewasaan dan berkesadaran dalam hidup bersama. Intinya, tak ada asap tanpa ada api. Jadi, kalau ada orang lain menyerang kita (umat Islam) meniru-niru atau menjiplak agama lain; hal itu dikarenakan kita juga terbiasa mengatakan bahwa agama lain itu hanya mengikuti penyembahan nenek moyang, agama yang lebih tua atau agama lokal suatu negeri.
Yang paling gres adalah di antara kita memilih "voa-Islam", padahal jelas-jelas voa sudah menjadi "trade mark" dari "the voice of America". Ada apa ini, hahaha.....
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurrahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Monday, July 25, 2011 6:06 AM
Subject: [wanita-muslimah] Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi
Ormas Islam Kecam Buku Hujatan Islam yang Dijual Bebas di Gramedia Bekasi
BEKASI (voa-islam.com) - Ormas-ormas Islam Bekasi mengecam buku berinisial "SPSB" yang dijual bebas di Toko Buku Gramedia di Mall Metropolitan Bekasi. Pasalnya, di beberapa negara Islam, buku ini dilarang beredar, karena penghujatan dalam buku ini sudah keterlaluan.
Buku setebal 198 halaman ini terang-terangan menuduh ibadah umat Islam mengadopsi ritual penyembahan berhala. "Kebudayaan Islam berakar dari penyembahan dewa bulan. Setidaknya, lima tiang utama dalam Islam berasal langsung dari praktik penyembahan berhala," tulis Curt Fletemier, sang penulis pada halaman 146.
Peribadatan yang dituding menjiplak ritual agama berhala itu adalah semua rukun Islam, dari shalat hingga ibadah haji. "Kaum Islamis melakukan ibadah Haji setiap tahun pada bulan Dzulhijjah. Ritual iri berasal dari praktik penyembahan berhala," lanjut Fletimer masih pada halaman yang sama.
Ironinya, meski jelas-jelas menghujat Islam, dalam pendahuluannya, Fletimer menyebut bukunya sebagai bentuk kasih sayang terhadap kaum muslimin.
"Ditujukan untuk orang Muslim yang berpikiran terbuka," (hlm. 7). Dan "Kami mengasihi Muslim" (hlm. 9).
Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya, KH Murhali Barda mengaku tidak kaget dengan penghinaan dalam buku yang dijual bebas di Gramedia itu, karena sejarah pelecehan agama sudah sering terjadi sejak jaman para nabi. "Penghinaan terhadap islam seperti ini bukan hanya pada saat ini saja tapi ini sudah lama bahkan sejak pada zaman Rasulullah SAW," ujarnya melalui telepon kepada voa-islam.com, Jum'at (22/7/2011). "Ini semua kita kembalikan pada firman Allah: Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka," tambahnya mengutip surat Ash-Shaff 8.
Jika berpedoman pada hukum Islam, jelas Murhali, semestinya orang-orang yang mencela Allah dan Rosul-Nya harus mendapat hukuman yang berat sesuai syariat.
"Dahulu sahabat Umar Bin Khatthab telah menyiapkan pedang yang siap terhunus bagi para penghina Allah dan Rosul-Nya," jelas Anggota Presidium Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB) itu. "Kita harus memberi tahu pada masyarakat bahwa penghinaan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah penghinaan besar. Berdasarkan syariat Islam, fardhu 'ain hukumnya untuk membunuh penghina Allah dan Rasul-Nya," tegas Murhali.
Sayangnya, jelas Murhali, hukum di Indonesia belum menerapkan Syariat Islam, sehingga orang yang menegakkan syariat Islam justru divonis bersalah berdasarkan hukum negara.
Senada itu, Dewan Pertimbangan Gabungan Remaja Islam (GARIS) Bekasi, Ustadz Maulana Al-Hamdani, mengecam peredaran buku 'SPSB' sebagai tindakan makar terhadap umat Islam. "Buku ini merupakan sebuah makar menjadi sebuah tantangan buat kita sebagai generasi muslim," katanya di Sekretariat GARIS, Jum'at (22/7/2011).
Meski hujatan dalam buku SPSB ini sudah keterlaluan, Ustadz Maulana mengimbau agar umat Islam tidak emosional, tapi harus mengedepankan ilmu. "Hal-hal seperti ini bisa kita counter dengan hal serupa, bukan dengan emosi. Artinya kalau ini sifatnya tulisan, lawannya adalah dengan tulisan," jelasnya.
Dari sisi lain, Ustadz Maulana berharap agar buku SPSB ini menjadi sarana memperkuat koordinasi dan ukhuwah umat Islam Bekasi. Buku itu harus
"Tantangan buku ini harus menjadi PR bersama, karena ketika PR ini tidak diposisikan sebagai PR bersama maka juga akhirnya umat Islam akan melemah," ujarnya. "Langkah konkrit yang harus ditempuh yakni dengan mengadakan pertemuan ormas-ormas Islam dan alim ulama untuk merumuskan hasil pertemuan ini berupa tulisan yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai counter terhadap buku ini, untuk disebarkan melalui media-media islam yang ada," paparnya.
Ditemui di tempat terpisah, Komandan Brigade Ababil Pembela Islam, KH Sulaiman Zachawerus mengingatkan, sesuai firman Allah dalam surat Ali Imran ayat ke 118, orang kafir selalu menyimpan kebencian terhadap Islam dalam hatinya. "Ketika Agama Allah dihinakan sebagaimana dalam buku SPSB, umat Islam tidak boleh diam. Apabila musuh-musuh Islam berusaha menyerang Islam dengan tulisan maka umat Islam harus membalasnya dengan tulisan pula. Sedang yang bertindak langsung seperti penarikan buku adalah wewenang kejaksaan," jelasnya di Kantor Yayasan Al-Itqan Bekasi, Jum'at (22/7/2011).
Sebagai solusinya, Sulaiman mengimbau agar para ulama dan intelektual Islam segera menerbitkan buku jawaban balik terhadap buku SPSB. Meski buku SPSB keterlaluan dalam menghujat Islam, Sulaiman menekankan bahwa buku ini tidak berpengaruh apapun terhadap keagungan Islam. "Al-Qur'an gak bisa dilawan walaupun di putar-putar begini. Buku ini hanya bagaikan kentut saja yang hanya menyebarkan bau tidak sedap saja," jelas Sulaiman yang juga Ketua Forum Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi itu.
Sementara itu, Ketua Umum Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) Abu Al-Izz Lc, penghinaan dalam buku SPSB sebagai buku murahan yang tidak bermutu sama sekali. Meski tidak bermutu, buku ini berbahaya bagi kaum awam.
"Buku ini adalah isu murahan yang tidak berpengaruh bagi kalangan Muslim yang paham dengan Islam. Tapi tidak bisa dianggap murahan begitu saja, karena buku ini mujarab menggoyang akidah kaum awam. Terutama ketika menyasar orang bodoh yang belum mengenal Islam," ujarnya saat ditemui voa-islam.com di Masjid Amar Ma'ruf Bekasi, Jum'at (22/7/2011).
Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini mengimbau umat Islam agar meningkatkan dakwah secara konprehensif. Jika tidak, maka dakwah Islam akan ketinggalan dengan misi pemurtadan. "Mereka (orang kafir, ed.) bekerja 24 jam. Mereka menyusun strategi 24 jam, mereka juga berkorban 24 jam," tegasnya.
Al-Izz menambahkan, selama ini FAPB bahu-membahu dengan ormas-ormas Islam dalam menghadang gerakan kristenisasi di Bekasi. Sayangnya, intensitas itu hanya muncul pada peristiwa-peristiwa besar saja. Padahal yang tak kalah pentingnya adalah kerjasama saat investigasi dan advokasi umat.
Kecaman terhadap buku SPSB juga dilakukan oleh Ustadz Bernard Abdul Jabbar. Salah satu ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bekasi ini menilai bahwa buku SPSB adalah salah satu bentuk kristenisasi.
"Hal semacam ini sudah sering mereka lakukan sebagai upaya untuk menjelaskan islam dan merupakan bentuk program kristenisasi dalam mengaburkan pandangan islam secara sempit," jelasnya kepada voa-islam.com, Sabtu (23/7/2011).
Senada itu, pakar kristologi terkemuka Irena Handono menilai buku SPSB sebagai buku yang tidak ilmiah, hanya berisi fitnah-fitnah terhadap Islam.
....Buku ini menebarkan kebencian, dibuat untuk melestarikan konflik...
"Buku ini menebarkan kebencian, dibuat untuk melestarikan konflik. Orang-orang yang membuat buku ini adalah penebar konflik," jelas di kantor Irena Centre, Jumat (22/7/2011).
[shouterz team]
Menurut mantan aktivis Katolik asal Surabaya ini, penulis buku SPSB ini adalah teroris yang berbahaya karena menargetkan kaum awam dan menebar kebencian umat beragama. "Target buku ini adalah membuat orang-orang awam ragu, dan membuat orang-orang diluar Islam semakin tidak simpati terhadap islam dan benci terhadap Islam," ujar ustadzah yang akrab disapa Ummi Irena itu. "Buku-buku seperti ini juga buku teroris. Ini bukan penulis yang mumpuni, tulisan ini penodaan, ini sama sekali ga elegan," pungkasnya.
Bernard yang juga Ketua Hizbud Dakwah Islam (HDI) Bekasi ini mengkritisi buku SPSB sebagai buku licik Kristen. "Ya, inilah tipu muslihat mereka. Itulah gaya tipuan mereka yang licik sebagaimana diajarkan Bibel mereka merujuk ke dalam Matius 10 pasal 16 dan kitab Roma 3 pasal 17," tandasnya.
Supaya tidak menjadi bulan-bulanan penghujatan oleh para misionaris, Bernard mengimbau umat Islam agar kembali kepada ajaran Islam yang sebenar-benarnya, dan menyusun buku jawaban balik terhadap hujatan SPSB. "Umat Islam harus kembali kepada asholah dakwah dan kepada islam yang benar agar tidak menjadi bulanan-bulanan dan sasaran tembak mereka. Tak kalah penting, harus siap mengcounter upaya-upaya buku-buku dengan tulisan buku juga," pungkasnya. [taz/shouters]
http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/07/24/15638/ormas-islam-kecam-buku-hujatan-yang-dijual-bebas-di-gramedia-bekasi/
http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/07/24/15634/awas-buku-menghina-islam-dijual-bebas-di-gramedia-bekasi/
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment