120317
Adil dan ihsan.
Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.
Oleh Rasulullah Muhammad SAW disebutkan bahwa ayat yang paling lengkap mencakup perintah untuk kebaikan dan meninggalkan keburukan adalah Surah an-Nahl [16] ayat 90:
"SESUNGGUHNYA ALLAH MENYURUH (KAMU) BERLAKU ADIL DAN BERBUAT KEBAJIKAN, MEMBERI KEPADA KAUM KERABAT, DAN ALLAH MELARANG DARI PERBUATAN KEJI,KEMUNGKARAN, DAN PERMUSUHAN. DIA MEMBERI PENGAJARAN KEPADAMU AGAR KAMU DAPAT MENGAMBIL PELAJARAN."
Tidak ada satu akhlaq baik pun yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah kecuali Allah SWT menyuruh melakukannya pula; dan tidak ada satu akhlaq buruk pun yang mereka saling mencercanya kecuali Allah melarang, dan menumpasnya. Sesungguhnya yang dilarang oleh Allah tidak lain hanyalah akhlaq yang tercela.
Jika Allah menyuruh berlaku adil, sebenarnya tidak ada keadilan yang lebih baik dari mengakui siapa yang telah melimpahkan nikmat-nikmatNya kepada kita, bersyukur kepadaNya, dan memujiNya karena Dia memang berhak untuk itu. Kemudian termasuk adil jika kita bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah.
Ibnu Abi Hatim menyebutkan bahwa keadilan itu dapat berbentuk "menjadi bapak untuk anak kecil, menjadi anak untuk orang tua, menjadi saudara untuk yang sebaya", "menjatuhkan hukuman kepada manusia sesuai dengan kesalahannya dan keadaan dirinya" (hukuman untuk pencuri semangka yang kelaparan,tak boleh sama dengan pencuri semangka yang karena tak mau beli meski berduit), "tidak memukul walau sekali saja hanya karena amarah".
Martabat ihsan yang paling tinggi adalah berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk; bahkan oleh Rasulullah disebutkan lebih jauh: "Ihsan itu bukan kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu". Dalam hal beribadah Rasulullah menggambarkan nilai ihsan itu "kamu beribadah kepada Allah seakan kamu melihatNya; maka jika kamu tidak melihatNya, yakini bahwa sesungguhnya Dia melihatmu".
Perintah memberi kaum-kerabat apa-apa yang diperlukan, merupakan petunjuk sebagai dorongan bersedekah untuk menjaga kekerabatan dan silaturahim.
Selain itu Allah melarang berlebihan dalam menuruti keinginan yang cenderung melanggar syara' ataupun menyalahi akal yang benar; Allah juga melarang mengikuti amarah ataupun mendatangkan kejahatan kepada orang lain, menganiaya, ataupun menyombongkan diri terhadap manusia.
Semua perintah dan larangan itu merupakan pengajaran bagi yang ingin sukses hidup di dunia maupun akhirat. Semoga kita dapat memahaminya.
Wa l-Lahu a'lamu bi sh-shawwab
==============================
SAW. = shalla 'l-Lahu 'alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).
SWT. = subhanahu wa ta-'ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).
*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: "Indeks Terjemah Qur'an".
========================================
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.
Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.
Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhidhw@gmail.com
Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292
***
Manfaatkan artikel-artikel pendek (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment