Advertising

Tuesday, 13 March 2012

[wanita-muslimah] Kolom IBRAHIM ISA - SUKMAWATI SUKARNO MENGUNGKAP . . . . . SUHARTO SEORANG BRUTUS!!

 

Kolom IBRAHIM ISA
Selasa, 13 Maret 2012
--------------------

SUKMAWATI SUKARNO MENGUNGKAP . . . . . SUHARTO SEORANG BRUTUS!!

Sukmawati Sukarno menulis buku ------

* * *

Masih dalam rangka mengingatkan kita semua tentang perlunya mengungkap
sampai ke-akar-akarnya komplotan Jendral Suharto merebut kekuasaan
negara dan pemerintahan dari Presiden Sukarno, dengan memanipulasi
SUPERSEMAR, kiranya perlu dicatat bahwa,

*"MISTERI" SEKITAR SUPERSEMAR, TAK LAIN ADALAH SUATU REKAYASA KAMPUNGAN
UNTUK MEMBIKIN PUBLIK JADI BINGUNG. REKAYASA SEKITAR SUPERSEMAR,
DALANGNYA ADALAH SUHARTO CS UNTUK MENGALIHKAN PERHATIAN DARI MASALAH
YANG HAKIKI SEKITAR SUPERSEMAR.

TANYAKAN KASUS SEKITAR SUPERSEMAR KEPADA MABES TNI ANGKATAN DARAT.
KARENA MEREKALAH YANG PALING TAHU "MISTERI" SEKITAR SUPERSEMAR.

"MISTERI" SUPERSEMAR ADALAH SUATU KOMPLOTAN. *

*SILAKAN BACA DUA JILID BUKU "REVOLUSI BELUM SELESAI",
BERISI PIDATO-PIDATO PRESIDEN SUKARNO SETELAH 1 OKTOBER 1965
YANG DI-BLACK OUT OLEH SUHARTO CS.

DI SITU BUNG KARNO MENJELASKAN APA ITU SUPERSEMAR.
SAMASEKALI BUKAN MISTERI!!*

** * **

Di bawah ini dimuat sebuah ulasan yang bisa dibaca di situs -- ROSO
DARAS -- 6 Maret, 2012.
/*http://rosodaras.wordpress.com/2012/03/06/creeping-coup-detat-kesaksian-sukma/*/

* * *

*KESAKSIAN SUKMAWATI SUKARNO*

"*CREEPING COUP D'ETAT MAYJEN SUHARTO"*

Akhirnya, salah satu putri Bung Karno, Sukmawati Sukarno menulis buku.
Judulnya "Creeping Coup d"Etat Mayjen Suharto". Ini adalah buku
kesaksian seorang Sukmawati. Di cover dalam ia menambakan sub judul
"Kesaksian Hari-hari Terakhir Bersama Bapak...". Secara tema, topik
"kudeta merangkak" Suharto terhadap Sukarno, bukanlah topik baru. Akan
tetapi, embel-embel kesaksian pribadi putri Putra Sang Fajar, menjadikan
buku ini tetap menarik dikoleksi.

Sejarawan Asvi Marwan Adam berkenan memberi kata pengantar di halaman
depan. Judulnya, "Kudeta Merangkak Suharto dan Kudeta Merangkak MPRS".
Asvi mencoba mempertegas situasi politik yang mengiringi jatuhnya Bung
Karno. Bahwa bukan saja kudeta merangkak oleh Suharto semata, tetapi di
sisi lain, MPRS pun melakukan upaya kudeta yang sama dalam upaya
mengukuhkan Suharto menjadi Presiden.

Saat peristiwa Gestok terjadi, Sukma menulis, "Saya adala saksi sejarah
yang masih remaja, yang merasakan suasana dan dampak dari peristiwa yang
sangat mengejutkan itu. Suatu peristiwa yang masih merupakan misteri
penuh teka-teki dalam hidup saya...."

Suka juga mengisahkan, "Baru kali ini aku melihat ekspresi wajah Bapk
seperti saat itu. Terlihat suatu 'shock' dan kesedihan dalam jiwanya.
'Kasihan Bapk, ada apa ya?' batinku bertanya-tanya."

Sukma lantas melukiskan ingatannya ke hari-hari mencekam di bulan
Oktober tahun 1965. Ia menulis, pada tahun 1965, masih hangat dalam
benakku, cerita film Hollywood berjudul 'Cleopatra" yang diperankan oleh
aktris cantik Elizabeth Taylor. Dari cerita sejarah itu, aku belajar
tentang nilai kesetiaan dan pengkhianatan. Bahwa seorang Kaisar Romawi
Julius Caesar dikhianati oleh seorang Brutus, merupakan suatu tragedi
yang mengerikan dan bisa terjadi... Pada kenyataanya, bahwa tragedi
pengkhianatan terjadi juga pada abad ke-20, tanggal 1 Oktober 1965, di
Indonesia".

Ya, Suharo adalah seorang Brutus, dan Sukarno ibarat Julius Caesar.

Point dari "kudeta merangkak" atau "kudeta bertahap" yang hendak diusung
dalam kesaksian Sukmawati tak lain adalah empat tahap upaya penggulingan
Sukarno.

*Tahap I,* pada tanggal 1 Oktober 1965. Saat itulah terjadi tragedi
penculikan dan pembunuhan beberapa jenderal TNI-AD oleh kelompok G-30-S
yang dipmpin Letkol Untung dengan pasukan AD (berseragam
Tjakrabirawa/pasukan pengawal presiden). Pada hari itu, juga melalui
RRI, Letkol Untung mengumumkan tentang dibentuknya Dewan Revolusi, dan
juga tentang Kabinet Dwikora demisioner. Padahal, hanya presidenlah yang
berwenang mendemisionerkan kabinetnya.

*Tahap II*, *tanggal 12 Maret 1966. Letjen Suharto sebagai Pengemban
Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) membubarkan PKI. Padahal,
presiden dan pimpinan parpollah yang berwenang membubarkan partai politik.*

*Tahap III*, tanggal 18 Maret 1966. Letjen Suharto meerintahkan
penangkapan 16 Menteri Kabinet Dwikora, yang merupakan kelanjutan aksi
mendemisionerkan Kabinet.

*Tahap IV*, tanggal 7 Maret 1967. Pencabutan kekuasaan Presiden RI,
Mandataris MPRS, Pangti ABRI, PBR, Dr Ir Sukarno oleh MPRS dengan Tap
MPRS XXXIII/1967yang diketuai oleh Jenderal A.H. Nasution. Sedangkan Tap
MPRS XXXIII/1967 tersebut jelas inkonstitusional karena hanya MPR hasil
Pemilu yang berwenang memberhentikan Presiden. /(roso daras) /

/*http://rosodaras.files.wordpress.com/2012/03/buku-sukmawati.jpg*/

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment