Advertising

Monday, 20 August 2012

Re: [wanita-muslimah] Dari File Lama: "Dampak Medis Shalat Tahajjud"

 

Terlepas dari sholat tahajud atau orang yang sangat religius mempunyai kualitas hidup yang lebih baik dan menjadikan orang tersebut lebih sehat,  metode penelitian doktor tersebut punya flaws untuk menunjukkan bukti yang beliau klaim. Terutama adanya bias seleksi dan sangat mungkin pengukuran (bagaimana mengukur keikhlasan dengan akurat).

Salim,
:D

Ps: Mohon maaf lahir dan batin bagi keluarga WM semua.

On Aug 20, 2012 5:43 PM, "Darwin Bahar" <dbahar@indo.net.id> wrote:
 

Republika

Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah  itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.

Tidak percaya? Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. "Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya Anda terbebas dari infeksi dan kanker". Ucap Sholeh. Ayah dua anak  itu bukan'tukang obat'  jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam  desertasinya yang berjudul 'Pengaruh Sholat tahajjud terhadap  peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi" Dengan desertasi itu,  Sholeh berhasil  meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada  Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu.

Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat  gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat  itu  menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan  limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).

Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar  menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib).  Ia  menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan  gerakan,kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, kata dia, ulama melihat  masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis.  Namun sebetulnya soal  ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran.  Ikhlas yang selama ini  dipandang sebagai misteri,dapat dibuktikan secara  kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.  Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan  kondisi tubuh. Pada  kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari  normalnya antara  38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah  pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. "Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa  diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya.  Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam)  semata-mata dogma atau doktrin.

Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren  Hidayatullah, Surabaya.Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup  bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang  bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat  dimulai pukul 02-00-3:30! sebanyak 11* rakaat, masing masing dua  rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka  diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika). Hasilnya,ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka  yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan  kemampuanindividual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. "Jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat  dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi.

Dengan cara memperbaiki  persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress,"Nah, menurut Sholeh, orang stress  itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker  dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas  serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi  dan kanker. Dan,  berdasarkan hitungan tekhnik medis  menunjukan, sholat  tahajjud yang  dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.

Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat,anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya.

Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk di akal kita???????

Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena  beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya.  Ia amat kagum  dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima  oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk  Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah  membuka sebuah klinik yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya.

Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk  Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang  dilakukan, terdapat  beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini  tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal. Setelah membuat kajian yang  memakan waktu akhirnya  dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat  saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat  tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini  artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut  mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang diwajibkan oleh Islam.

Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang  secukupn! ya untuk berfungsi secara normal. Oleh  karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya" karena  sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan  agamanya yang indah ini.

Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam  walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam  sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak  segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut  adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bias untuk  mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak  heranlah timbul  bermacam-macam gejala-gejala sosial  masyarakat saat ini.

Anda ingin beramal shaleh...? Tolong kirimkan kepada  rekan-rekan  muslim lainnya yang anda kenal.

 

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment