Advertising

Tuesday, 21 August 2012

Re: [wanita-muslimah] Re: Dari File Lama: "Dampak Medis Shalat Tahajjud"

 

Mungkin saya keliru, tapi saya merasa uda Darwin miss the point. Saya sudah bilang orang yang religius akan punya kualitas hidup dan kesehatan yang lebih baik. Saya percaya orang yang menghidupkan Al Qur'an dalam kesehariannya juga punya tendensi yang sama.
Saya hanya menunjukkan saja metode yang dipakai doktor tersebut dalam penelitiannya (jika memang seperti yang ditulis) akan punya fundamental flaws (secara ilmiah) untuk membuktikan klaim yang dibuat beliau. Dan flaws nya minimal ada dua, pertama adanya bias seleksi, karena kelompok yang diamati tidak dirandomisasi. Jadi ada kemungkinan apa yang teramat tidak mencerminkan truth value. Kedua bagaimana mengukur kadar keikhlasan secara sahih? Apakah dengan ditanya dan menjawab ikhlas kemudian bisa kita kategori kan sebagai orang yang ikhlas? Atau orang yang tahajud nya paling konsisten dan lama bisa dikategorikan sebagai ikhlas? Setahu saya sih yang bisa mengukur kadar keikhlasan seseorang hanya Allah semata, cmiiw.

Dan yang terpenting adalah orang yang lulus disertasi doktor tidak serta merta membuktikan bahwa dia benar ;-)
Apalagi kalau metode punya flaws yang mendasar. Dan ini sering saya jumpai juga ketika membimbing atau menguji disertasi kandidat doktor. Toh pada akhirnya dengan segala pertimbangan, kandidat tersebut mendapat gelar doktor nya. :-)
Scientific rigor masih merupakan barang yang mahal dalam dunia akademik di Indonesia. Bahkan di universitas - universitas besar sekalipun.

Salim,
:D

On Aug 21, 2012 7:22 PM, "Darwin Bahar" <dbahar@indo.net.id> wrote:
 

Itu adalah sebuah desertasi doktor, jadi sudah mengalami pengujian oleh para ahli yang tentunya cukup paham dengan kelebihan dan keterbatasan metode statistika. Jadi bukan sekedar terstimoni ala (klinik-klinik) tong-tong kosong nyaring bunyinya.

Mengisi kolom komentar di rubrik konsultasi psikologi harian Kompas dua atau tiga pekan yang lalu tentang seorang yang curhat bahwa dia seorang yang perfeksionis, mula-mula senang tetapi kemudian merasa tertekan, saya sharing, yang kurang-lebih berbunyi, bahwa saya juga seorang perfeksionis dan work alchoholic (yang terakhir ini pengakuan seorang kolega Jepang di sebuah Proyek dulu di Surabaya), seorang muslim yang beriman inklusif, sudah berusia 69 tahun dan masih bekerja, namun dengan membiasakan berzikir, Shalat Tahajjud dan Puasa sunat Senin-Kamis, happy-happy saja. Dan kemudian saya tambahakan, bahwa saya juga percaya bahwa peribadatan seperti itu juga ada dalam agama lain, misalnya meditasi.

Jadi  poinnya, memang,  banyak jalan menuju Roma, apakah kita sebagai muslim  mengaggap kebenaran Al-Quran bersifat inklusif atau eksklusif. Atau meminjam pernyataan ngawur Rhoma Irama, bahwa keharusan memilih pemimpin se-iman itu perintah Tuhan.

Akan tetapi kalau kita sendiri secara sadar atau tidak sadar sudah mulai meragukan kebenaran Al-Quran, tentunya itu sudah cerita lain lagi.

Wassalam,
Darwin

 

Re: Dari File Lama: "Dampak Medis Shalat Tahajjud"
Mon Aug 20, 2012 4:29 pm (PDT) . Posted by:
"Abdul Mu'iz" muizof

Back to pesan qur'an yang universal, bahwa shalat itu untuk mengingat Tuhan (membangun kesadaran jiwa). Kemudian perintah mendirikan shalat itu tidak pernah berdiri sendiri, selalu dipasangkan amal shaleh lainnya. Kemudian shalat yang lalai dicela Allah.

Banyak jalan menuju Roma, sebenarnya Qur'an tidak memonopoli cara tunggal untuk membangun kesadaran jiwa. Bisa dibangun melalu banyak aktivitas dan aneka kondisi, duduk, berdiri, bangun, longgar, sibuk dsb.

Apalagi untuk meraih sehat jasmani, amat banyak cara yang bisa ditempuh. Mulai nutrisi (pola makan dan minum), olahraga, memperlakukan energi alam (panas dan udara), berpantangan pada hal2 yang berbahaya, gaya hidup dsb.

 

Wassalam

Abdul Mu'iz

 

Powered by Telkomsel BlackBerry

 

-----Original Message-----

From: aldiy@yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment