Advertising

Thursday, 23 August 2012

Re: [wanita-muslimah] Re: Dari File Lama: "Dampak Medis Shalat Tahajjud"

 

Kenyataannya memang banyak orang yang mereduksi agama untuk kepentingan duniawinya. Inilah sisi negatif dari agama. Namun, pada era kebangkitan agama menggantikan mitologi pada 3000 sM, agama menjadi alat untuk membangun kemanusiaan. Kalau menurut Bellah, sosiolog agama, pada gilirannya agama juga akan tergantikan oleh peranan intelek manusia. Dan, tanda-tanda ke arah itu semakin hari semakin nyata.
 
Nah, masalah yang timbul adalah terjadinya friksi alias gesekan antara intelektualitas dan kepercayaan (ansich) di dunia ini. Kekuatan intelektual ada pada negara-negara Barat yang diikuti oleh Jepang, Korsel, dan Cina, dan berhadapan dengan negara-negara Asia-Afrika yang didominasi oleh kekuatan Islam. Secara tak sadar orang-orang Islam pun terseret pada kepentingan duniawi daripada misi utamanya sebagai pencerah spiritual.
 
Wassalam,
 
chodjim
 
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, August 23, 2012 8:10 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Dari File Lama: "Dampak Medis Shalat Tahajjud"
 

saya jadi inget bukunya kang jalaludin rahmat "psikologi komunikasi"
di situ ada cerita mengenai halusinasi atau pengalaman spiritual yang
terjadi pada seseorang yang seakan-akan mendapatkan pencerahan atau
"esktase"
yang pada tingkat tertentu kok gejalanya malah mirip dengan pengguna LSD
tapi terus eksperimennya dihentikan, biar gak diprotes sama kaum
agamawan yang nanti menganggap pengalaman spiritual bisa diperoleh
akibat kecanduan LSD/ecstasy :)

cuman mungkin lucu juga ya ...
ada sekelompok sufi yang pada satu level tertentu, menari2 berputar2
atau berzikir sampai mencapai tingkat kenikmatan tertentu, atau
ada sekelompok anak muda pecandu ganja yang kliyengan seperti
mengalami pengalaman spiritual

kalau jaman dulu, malah untuk mencapai pengalaman spiritual, orang pakai ganja
makanya sampai ada istilah assassin yang berasal dari kata hashish
(ganja) yang anggotanya dikasih hashish dulu sebelum melaksanakan
"jihad" (membunuh sultan atau tokoh politik)
kalau kayak gini gimana ya? agama bisa direduksi hanya soal
kesenangan/kenikmatan semata?

salam,
--
Wikan

2012/8/23 Abdul Mu'iz <muizof@yahoo.com>
>
>
>
> Memang kalau ritual ibadah "diilmiyahkan" akan beresiko pada lebel
> "ilmiyah" dan "tidak ilmiyah" kalau cuma fokus pada sektor ini maka agamawan
> yang ilmuwan akan berpotensi terjebak pada cocokologi. Padahal ritual ibadah
> itu dimaksudkan untuk pencerahan jiwa atau kesholehan ritual.
>
>
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment