Yang sangat menarik, dari ke 60 negara yang berada pada Kelompok 1 (20 Juli 2012), 47 di antaranya (61%) ternyata menyatakan "Follow Saudi". Apa penyebabnya?
Arab Saudi adalah satu2 nya negara di dunia yang menggunakan kalender Islam untuk semua aktifitas umumnya, kecuali bila aktifitas ini terkait sangat erat dengan sistem kalender internasional (Masehi). Untuk jadwal penerbangan, misalnya, karena ini terkait dengan jadwal2 penerbangan internasional, maka Arab Saudi tentu saja juga menggunakan kalender Masehi (Gregorian) ini. Nah, dalam penyusunan kalender Islam, peran Umm al-Qura University (UaQU) ternyata memegang peranan yang sangat penting. Dan, UaQU murni menyusun kalender Islam tersebut berdasarkan hisab (perhitungan astronomi). Hasilnyapun sangat akurat.
Kalau kita cek Yunus: 5 dalam AQ, memang kewajiban penyusunan kalender Islam adalah pada kaum yang berpengetahuan, dan universitas dalam hal ini dipercaya penuh untuk penyusunannya. Jadi sangat aneh mengapa di Indonesia kok malah otoritas politik (Departemen Agama) yang mengambil peran yang seharusnya diberikan pada para ilmuwan ini. Akibatnya tampak bias dan kental dengan politisasi dalam keputusan2 Departemen Agama dalam penyusunan kalender Islam di Indonesia.
Untuk penyusunan kalender Islam ini, UaQU telah melalaui 4 tahap perbaikan (catatan: ini berlajku untuk semua bulan Islam, bukan hanya Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah). Untuk penjelasan yang lebih detil, silahkan kinjungi website UaQU.
Karena Kalender UaQU hanya digunakan untuk keperluan umum, khusus untuk keperluan ibadah dalam hal yang terkait dengan awal puasa, awal Syawwal, dan awal Dzulhijjah, Majlis al-Qada al-A‘la (Mahkamah Agung) dapat menerima kesaksian hadirnya hilal yang dilaporkan oleh siapa saja (bahkan termasuk oleh yang tidak memiliki pengalaman), jika orang ini mau bersumpah. Mungkin ini dilalukan karena Rasul juga menerima kesaksian rakyatnya seperti ini.
Namun dari 42 kasus kesaksian, lebih dari 50% ternyata telah melakukan "false sighting" alias salah melihat. Salah melihat benda yang besinar seperti Venus atau bintang yang agak besar, atau bahkan contrail pesawat yang menjelang mendarat di sekitar ufuk barat. Ketika saya menyampaikan kemungkinan kesalahan seperti ini dalam sebuah milis (melihat pesawat yang mungkin berkilau memantulkan cahaya matahari), ada beberapa orang yang mentertawakan: katanya, masa "merukyat pesawat". Namun, ternyata ini telah terjadi, dan saya katakan inilah sumber kesalahan terbesar dari pengamatan manual oleh manusia. Ini adalah personal error yang menyebabkan blunder. Sangat berbahaya. Itulah sebabnya dalam navigasi moderen, pengamatan melalui bintang telah digantikan sepenuhnya oleh GPS. Kesalahan2 seperti inilah yang telah menyebabkan beberapa kali pengumuman di Arab Saudi ternyata melenceng dari hasil perhitungan astronomi umat Islam lain di dunia. Kalau tidak salah, pada 2006 atau 2007 lalu, Arab Saudi telah menetapkan hari Arafah yang lebih cepat sehari dibandingkan dengan hasil hitungan di Indonesia. Beberapa ormas Islam kemudian protes ke Kerajaan Arab Saudi. Mudah2 an, setelah pengalaman kesalahan yang lalu, Mahkamah Agung Arab Saudi tidak dengan mudah menerima sembarang kesaksian bersumpah. Walaupun itu sunnah, tapi minimal harus diverifikasi dengan bukti2 lain.
Terlepas dari kesaksian yang salah seperti disebutkan di atas, peran Majlis al-Qada al-A‘la memang sangat tepat. Ini lagi yang membedakan dengan kasus di Indonesia. Penetapan kalender memang bukan domain kebijaksanaan publik, tapi domain hukum. Jadi bagaimana mungkin kok ekeskutif (Departemen Agama) mengambil porsi kebijakan yang bukan merupakan domain eksekutif? Perbedaan selanjutnya, kalau Mahkamah Agung Arab Saudi justru menerima apapun kesaksian yang disumpah (ini kan sunnahnya), Departemen Agama RI malah selalu menganulir kesaksian perukyat (misal: Cakung dan FPI meskipun mereka telah bersumpah) karena mereka bertentangan dengan "kehendak" Departemen yang mempertahankan syarat 2 derajat imkan-rukyat? Ini sekali lagi menunjukkan bias. Beberapa sahabat saya menyebutnya kok malah jadi "ingkar rukyat"
(bersambung)
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.







0 comments:
Post a Comment