Qur'an sebenarnya tidak memonopoli redaksi shalat untuk umat nabi Muhammad, banyak sekali ayat Qur'an yang menyebut para nabi juga melakukan shalat, tentu gerakan ritualnya para nabi sebelum Muhammad berbeda dengan shalat ala umat nabi muhammad.
Wassalam
Abdul Mu'iz
Saya pernah mempertanyakan atau menegur sobat karib Muslim yg berhenti solat sama sekali. Yg saya tanyakan adalah bukan soal berhenti solatnya per se, tapi aktivitas ritual apa yg dia lakukan, untuk menggantikan solat itu? Maksudku ritual solat yg membangun kesadaran jiwa, meminjam istilah Pak Muiz. Atau, apakah dia sudah mencapai maqam tinggi sehingga nggk perlu solat ritual lagi? Yg terakhir ini saya sih nggak yakin.
Salam
Mia
Back to pesan qur'an yang universal, bahwa shalat itu untuk mengingat Tuhan (membangun kesadaran jiwa). Kemudian perintah mendirikan shalat itu tidak pernah berdiri sendiri, selalu dipasangkan amal shaleh lainnya. Kemudian shalat yang lalai dicela Allah.
Banyak jalan menuju Roma, sebenarnya Qur'an tidak memonopoli cara tunggal untuk membangun kesadaran jiwa. Bisa dibangun melalu banyak aktivitas dan aneka kondisi, duduk, berdiri, bangun, longgar, sibuk dsb.
Apalagi untuk meraih sehat jasmani, amat banyak cara yang bisa ditempuh. Mulai nutrisi (pola makan dan minum), olahraga, memperlakukan energi alam (panas dan udara), berpantangan pada hal2 yang berbahaya, gaya hidup dsb.
Wassalam
Abdul Mu'iz
Iya, kesimpulannya yg cukup mengganggu, "Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bias untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat saat ini".
Sehubungan dengan pengukuran ikhlas, saya berpendapat sebaliknya, bahwa psikis/kejiwaan kita berpotensi memimpin kondisi fisik biologis. Ini karena fisik terbentuk secara evolutif yg telah memakan waktu ratusan, ribuan, jutaan tahun. Psikis manusia juga berevolusi seiring fisik tapi lebih cair dan lentur, sehingga dapat memimpin manusia ke arah peningkatan (atau kejatuhan).
Kortisol yg rendah/tinggi di waktu2 tertentu, mungkin berhubungan dengan cara hidup tertentu yg dijalani manusia secara kolektif selama ratusan ribu tahun (termasuk seni dan kebiasaan ritual agama yg sudah ada sejak jaman gua batu). Namun indikator kortisol ini nggak bisa disempitkan ke kesimpulan banal bahwa "kortisol rendah itu tanda ikhlas". Kesimpulan2 seperti ini termasuk eugenics atau sociobiologi yg banyak disalahgunakan di negara2 Eropa tempo dulu. Fakta bahwa psikis/kejiwaan manusia lebih lentur dan futuristik, membuatnya memimpin dalam membuat pilihan/keputusan atas kondisi biologis, dan bukan sebaliknya.
Selain itu kenapa kita bersikap chauvinistik menilai " Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam.." Solat itu secara gerakan adalah yoga ringan, lha yoga sudah ada sejak 5000an tahun lalu, sepanjang ingatan kita.
Salam
Mia
pengukuran keikhlasan ini memang dispute :)
tar bisa2 dibilang, ah kortisolmu gak naik nih, belum ikhlas tuh :))
penelitian motivasi kerja di suatu pabrik juga kadang2 bisa mengandung flaw
misal, gara2 tahu kalau sedang diteliti, pekerja di pabrik jadi lebih
rajin daripada biasanya
(biar dinilai rajin sama sang peneliti)
memang susah bikin penelitian di bidang sosial
keberadaan peneliti di suatu lingkungan, suka tidak suka, akan
mempengaruhi kinerja di lingkungan tersebut
baik secara langsung maupun tidak langsung
mohon maaf lahir batin buat semua :)
salam,
--
Wikan
2012/8/20 donnie ahmad <donnie.damana@gmail.com>
>
>
>
> Terlepas dari sholat tahajud atau orang yang sangat religius mempunyai
> kualitas hidup yang lebih baik dan menjadikan orang tersebut lebih sehat,
> metode penelitian doktor tersebut punya flaws untuk menunjukkan bukti yang
> beliau klaim. Terutama adanya bias seleksi dan sangat mungkin pengukuran
> (bagaimana mengukur keikhlasan dengan akurat).
>
> Salim,
> :D
>
> Ps: Mohon maaf lahir dan batin bagi keluarga WM semua.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment