Betul pak Chodjim, kita mudah diadu-domba (devide et impera) itu sejak zaman kolonial Belanda, ini apa faktor agama atau memang karakter bangsa yang lemah ya ? Karena dulu, pada zaman majapahit yang Hindu, bangsa kita disegani, setelah Islam masuk bukan menjadi bangsa yang kuat tetapi mirip the sickman in europe si Turki pasca kesultanan ottoman. Di saat islam mulai tumbuh dan berkembang lha kok penjajahan masuk nusantara ya ?. Saya lebih melihat lemahnya faktor internal (karakter) sebagai penyebab mudahnya diadu-domba oleh kolonial Belanda maupun pasca penjajahan bangsa kita masih mudah diobojk-obok kapitalist USA.
Tanpa bermaksud memandang bahwa rumput tetangga lebih hijau, saya melihat Iran itu menggiurkan untuk diobok-obok bangsa asing seperti USA cs, tetapi nyatanya meskipun lama diblokade (pasca perang iran-irak) dan dikucilkan secara ekonomi, Iran malah semakin kuat baik secara ekonomi (rakyatnya makin sejahtera meskipun tidak banyak gedung pencakar langit, tetapi gubuk atau kwasan kumuh, kaki lima jarang ditemui di sana), militer (nuklirnya berkembang pesat) maupun politis (posisi bargaining masih bagus). Padaha Iran itu dulu sejak era Persia merupakan bangsa besar dari segi peradaban, setelah islam masuk, bukannya membuat Iran makin lebih besar di banding era Persia, tetapi sekarang Iran merupakan kawasan timteng yang disegani.
Kapan bangsa kita mengurangi ribut terus berebut kekuasaan dan kekayaan pribadi dan golongan ya ?
Wassalam
Abdul Mu'iz
----- Original Message -----From: Mu iz, AbdulSent: Sunday, February 19, 2012 2:46 AMSubject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Dukungan terhadap Front Pembela Islam
Hidup ini memang memilih, Indonesia bebas dari kemaksiatan, korupsi, pelacuran, mafia politik, mafia ekonomi, mafia hukum, dekadensi moral dan penjajahan (exploitasi) bangsa sendiri adalah dambaan setiap manusia, kelompok, dan bangsa.
Bagaimana meraih dambaan (baik, mulia dan sesuai keinginan dan kebutuhan) harkat dan martabat manusia ? Cara keras, lembut, sejuk, menipu, jujur ?
Berbagai Organisasi (ormas, orpol, bisnis), pemikiran dan gerakan bermunculan di muka bumi Indonesia seperti : parpol (aliran atau berbasis agama, nasional, sekuler dsb), ormas agama (NU, Muhammadiyah, MUI, Mawi, Walubi, FPI, MMI, dsb), bisnis (pemerintah dan swasta) pemikiran (Liberalism, Freemason, sekularism, Puritanism, sufistism kapitalism, sosialism dsb) semuanya berlomba-lomba untuk exist kadang saling sikut, saling klaim, merasa paling benar bak jual kecap, ada yang ingin memaksakan kehendak, ada yang taktis (berselingkuh dengan penguasa), dsb.
So what ?
Wassalam
Abdul Mu'iz
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment