Advertising

Saturday, 18 February 2012

Re: Re: [wanita-muslimah] Dukungan terhadap Front Pembela Islam

 

Betul pak Chodjim, kita mudah diadu-domba (devide et impera) itu sejak zaman kolonial Belanda, ini apa faktor agama atau memang karakter bangsa yang lemah ya ? Karena dulu, pada zaman majapahit yang Hindu, bangsa kita disegani, setelah Islam masuk bukan menjadi bangsa yang kuat tetapi mirip the sickman in europe si Turki pasca kesultanan ottoman. Di saat islam mulai tumbuh dan berkembang lha kok penjajahan masuk nusantara ya ?. Saya lebih melihat lemahnya faktor internal (karakter) sebagai penyebab mudahnya diadu-domba oleh kolonial Belanda maupun pasca penjajahan bangsa kita masih mudah diobojk-obok kapitalist USA.

Tanpa bermaksud memandang bahwa rumput tetangga lebih hijau, saya melihat Iran itu menggiurkan untuk diobok-obok bangsa asing seperti USA cs, tetapi nyatanya meskipun lama diblokade (pasca perang iran-irak) dan dikucilkan secara ekonomi, Iran malah semakin kuat baik secara ekonomi (rakyatnya makin sejahtera meskipun tidak banyak gedung pencakar langit, tetapi gubuk atau kwasan kumuh, kaki lima jarang ditemui di sana), militer (nuklirnya berkembang pesat) maupun politis (posisi bargaining masih bagus). Padaha Iran itu dulu sejak era Persia merupakan bangsa besar dari segi peradaban, setelah islam masuk, bukannya membuat Iran makin lebih besar di banding era Persia, tetapi sekarang Iran merupakan kawasan timteng yang disegani.

Kapan bangsa kita mengurangi ribut terus berebut kekuasaan dan kekayaan pribadi dan golongan ya ?
Wassalam
Abdul Mu'iz

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "chodjim" <chodjima@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sun, 19 Feb 2012 08:42:37 +0700
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] Dukungan terhadap Front Pembela Islam

 



Sebagai tambahan, Mas Mu'iz.
 
Berbagai kekisruhan, kekacauan, dan aneka konflik di republik ini menunjukkan bahwa "pembangunan karakter bangsa" telah gagal. Tentu, kegagalan ini bukanlah semata-mata kelemahan para bapak bangsa (founding fathers), tetapi juga disebabkan kuatnya intervensi asing terhadap NKRI yang baru berdiri waktu itu.
 
Sebenarnya dengan jenius Bung Karno menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika I, di Bandung (sebagai cikal bakal GNB) pada 1955. Hubungan Indonesia - Amerika hingga awal tahun 1960-an masih baik. Namun, gejala keretakan hubungan dengan AS mulai muncul, setelah diketahui bahwa pemberontakan PRRI/Permesta dan DI/TII mendapat dukungan AS.
 
Dukungan BK untuk kemerdekaan negara-negara di Afrika membuat gerah Amerika Serikat. Dan, oleh karena BK mampu membangun persatuan negara-negara yang baru merdeka (NEFOs) dan Indonesia keluar dari Olimpiade serta membuat tandingannya, Ganefo yang pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada 1963, maka Amerika semakin gerah terhadap Indonesia. 
 
Setelah AS mampu menemukan anak emas dari Indonesia, maka akhirnya dibuatlah sebuah skenario untuk menjatuhkan BK. Kemudian, anak emas itupun dijatuhkan pada 1998 ketika dia mulai membandel. Untuk memperbaiki citra AS di luar negeri, AS mendorong anak bawang untuk melepaskan Timor Timur. Sekarang, AS menggiring presiden RI pilihan rakyat untuk melepaskan Papua.
 
Nah, untuk mematangkan penggiringan dan penggorengan pihak imperialis, yang gampang dijadikan permainan adalah golongan AGAMA. Oleh karena mayoritas bangsa Indonesia beragama Islam, maka pemeluk Islamlah yang diadu-domba. Dan, karena pendidikan orang-orang Islam pada umumnya masih rendah, maka golongan-golongan dalam Islam mudah sekali tersulut dan terbakar.
 
Wassalam,
 
chodjim 
 
----- Original Message -----
Sent: Sunday, February 19, 2012 2:46 AM
Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Dukungan terhadap Front Pembela Islam

Hidup ini memang memilih, Indonesia bebas dari kemaksiatan, korupsi, pelacuran, mafia politik, mafia ekonomi, mafia hukum, dekadensi moral dan penjajahan (exploitasi) bangsa sendiri adalah dambaan setiap manusia, kelompok, dan bangsa.

Bagaimana meraih dambaan (baik, mulia dan sesuai keinginan dan kebutuhan) harkat dan martabat manusia ? Cara keras, lembut, sejuk, menipu, jujur ?

Berbagai Organisasi (ormas, orpol, bisnis), pemikiran dan gerakan bermunculan di muka bumi Indonesia seperti : parpol (aliran atau berbasis agama, nasional, sekuler dsb), ormas agama (NU, Muhammadiyah, MUI, Mawi, Walubi, FPI, MMI, dsb), bisnis (pemerintah dan swasta) pemikiran (Liberalism, Freemason, sekularism, Puritanism, sufistism kapitalism, sosialism dsb) semuanya berlomba-lomba untuk exist kadang saling sikut, saling klaim, merasa paling benar bak jual kecap, ada yang ingin memaksakan kehendak, ada yang taktis (berselingkuh dengan penguasa), dsb.

So what ?

Wassalam
Abdul Mu'iz

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment