120221
Dalih.
Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.
Tidak sedikit orang yang tetap "melestarikan" kebiasaan-kebiasaan kemusyrikannya dengan berdalih bahwa mereka memang sudah ditakdirkan sedemikian itu, yaitu bahwa mereka hanya melanjutkan yang biasa dilakukan oleh orang tua maupun nenek moyang mereka. Lebih parah lagi jika mereka menganggap bahwa mereka itu hanya menjalani taqdir.
DAN BERKATALAH ORANG-ORANG MUSYRIK: "JIKA ALLAH MENGHENDAKI, NISCAYA
KAMI TIDAK AKAN MENYEMBAH SESUATU APAPUN SELAIN DIA, BAIK KAMI MAUPUN
BAPAK-BAPAK KAMI, DAN TIDAK PULA KAMI MENGHARAMKAN SESUATU APAPUN
TANPA (IZIN)NYA"...(Surah an-Nahl [16] ayat 35)
Begitulah nyatanya orang-orang yang seperti itu ada saja dari masa ke masa, termasuk di masa sekarang ini. Bahkan tidak sedikit mereka yang semula terkesan baik, kemudian ternyata setelah menjadi pejabat lalu "terjebak dalam keharusan" yang dengan dalih untuk melestarikan budaya "terpaksa" menghidupkan kebiasaan-kebiasaan (tradisi) atau upacara-upacara dari nenek moyang orang-orang setempat, yang nyata-nyata menampakkan kemusyrikan.
Keadaan yang seperti itu memang tidak boleh dibiarkan, sebagaimana juga Rasulullah Muhammad saw. telah berbuat sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan Allah SWT.
"...MAKA TIDAK ADA KEWAJIBAN ATAS PARA RASUL, SELAIN DARI MENYAMPAIKAN (AMANAT ALLAH) DENGAN TERANG." (Surah an-Nahl [16] ayat 35)
Rasulullah bertugas menyampaikan risalah kepada manusia tetang adanya perintah dan larangan, menerangkan mana jalan yang haq mana yang bathil, menjelaskan hukum-hukum Allah secara menyeluruh. Setelah itu terserahlah kepada mereka itu sendiri akan memilih jalan benar ataukah jalan yang salah; semuanya itu masing-masingnya dengan pertanggungjawaban, risikonya, karena manusia pada dasarnya telah diberi akal. Ini semua dilakukan Rasulullah dengan fungsi sebagai "basyiran" (pemberian kabar yang menggembirakan) maupun "nadziran" (pemberian kabar sebagai peringatan, warning), termasuk bahwa pilihan yang benar akan membawa ke kehidupan bahagia (surga), sedangkan pilihan yang salah akan membawa ke kehidupan sengsara (neraka).
Sesuai dengan sifat manusia yang tidak lepas dari pengaruh lingkungannya, maka manusia harus dihadapi dengan cara yang tepat, dengan penuh kebijaksanaan sesuai dengan keadaannya masing-masingnya, sebagaimana Allah memberi pedoman:
SERULAH (MANUSIA) KEPADA JALAN TUHANMU DENGAN HIKMAH (CARA YANG BIJAK) DAN PELAJARAN YANG BAIK DAN BANTAHLAH MEREKA DENGAN CARA YANG BAIK. SESUNGGUHNYA TUHANMU DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI TENTANG SIAPA YANG TERSESAT DARI JALANNYA DAN DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK. (Surah an-Nahl [16] ayat 125)
Orang ada yang cukup diingatkan dengan kata-kata, tetapi ada juga orang yang perlu diingatkan dengan kekuatan (kekuasaan, "kekerasan"). Upaya membawa ke kebenaran harus dilakukan sesempurna mungkin, dengan segala cara yang sebaik mungkin sesuai dengan peluang yang ada. Walaupun kadang-kadang di awalnya untuk ini masih terasa sulit, kita tak boleh putus asa karena Allah telah menjanjikan bahwa Allah akan membantu dengan petunjukNya bagi mereka yang telah memusatkan keinginannya terhadap pencapaian yang haq, semisal firmanNya:
DAN ORANG-ORANG YANG BERJIHAD UNTUK (MENCARI KERIDHAAN) KAMI, BENAR-BENAR AKAN KAMI TUNJUKKAN KEPADA MEREKA JALAN-JALAN KAMI. DAN SESUNGGUHNYA ALLAH BENAR-BENAR BESERTA ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK. (Surah al-'Ankabut [29] ayat 69)
Semoga kita mampu meneruskan semua tugas risalah untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
Wa l-Lahu a'lamu bi sh-shawwab
==============================
SAW. = shalla 'l-Lahu 'alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).
SWT. = subhanahu wa ta-'ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).
*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: "Indeks Terjemah Qur'an".
========================================
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.
Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.
Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhidhw@gmail.com
Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292
***
Manfaatkan artikel-artikel (Bhs. Inggris) di http://www.readbud.com/?ref=6137952 ; Anda dapat mengoleksi dollar dari membacanya.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment