Hmm..pak Muiz mesti di baris depan ngadepin FPI ni, dikutipin ayat kan pada mingkem...:-)
Ya, betul mbak, fenomena sosial memang kompleks, tidak ada teori sosial yang bisa memberikan jawaban tunggal hanya satu variable untuk menjawab problem sosial, ada banyak variable yang punya pengaruh terjadinya sesuatu (baca LGBT).
Orientasi sex pada titik tertentu anugerah juga, Tuhan menganugerahkan berikut mengajarkan cinta tidak cuma pada relasi lawan jenis doang, karena cinta, kasih dan sayang tidak hanya menyangkut urusan biologis semata, makanya qur'an mencela perilaku liwath sebagai fahisya' (perbuatan keji). Ar rahman, ar rohiim dan al wadud sebagai asma'ul husna kan amat luas makna dan hakekatnya.
Wassalam
Abdul Mu'iz
Tulisannya itu menggambarkan proses pencarian jatidirinya, yg mungkin masih terus berlangsung. Dan dia sudah bisa merefleksikan diri seperti itu, pencapaiannya luar biasa.
Dia adalah bisexual, kategori yg lebih complicated dibandingkan lesbian/homo eklusif. Karena nggak ngliat orangnya sulit mengira apa dia transgender feminin atau maskulin, atau andro..
Dan siapa juga suka emak galak cerewet? Baik gay atau straight hehe. (Kayaknya dulu ada yg suka komplain sama aku sbg emak deh....:-(
Sebagai pihak luar yg melihat out of the box, tetep nggak menjawab pertanyaan apa saja yg menyebabkan anak jadi "begini, dan mesti diluruskan". Karena dari sekian banyak anak yg mengalami kekerasan ortu, berapa banyak gay dan straight?
Mungkinkah pertanyaannya yg "kenapa begini dan mesti diluruskan" yg nggak pada tempatnya? Mungkinkah persepsi kita pada psikologi kemanusiaan yg mesti disesuaikan?
Salam
Mia
Mbak Mia,
(1) Ini saya copy pastekan link ybt, lihat di bawah.
(2) Kekerasan ortu (ayah atau ibu) pada anak (putra atau putri) merupakan salah satu penyebab (dari sekian banyak penyebab) menciptakan potensi gay atau lesbi. Jadi betul yang dikatakan mbak Mia, boleh jadi anak2 yang mendapat perlakuan ortu keras dan berlebihan ada yang tidak menjadi gay atau lesbi. Makanya ortu yg bijak perlu hati2 mengaktualisasikan sikap otoriter dan reppresif.
(3) Saya setuju FPI cs karena punya sudut pandang sendiri lantasan menjadi boleh menghakimi dengan kekerasan fisik. Polisi kalau memang core bisnisnya adalah sekuriti alias keamanan, maka dampak dari aksi kekerasan massa kudu berani dihentikan, kecuali kalau negri ini bukan negeri hukum.
Wassalam
Abdul Mu'iz
Ini copy pastenya :
------------------------------------------------
KENAPA AKU GAY
kalo ditanya kenapa aku bisa jadi Gay, jawabannya yang aku rasa paling
tepat dan tentunya aku yakin bener juga adalah karena sikap hidup Mama
yang super cerewet, super disiplin, plus caranya yang super ngatur
dalam kehidupan rumah tangga. Nggak cuma aku dan adikku aja yang
kehidupannya di atur oleh Mama, tapi kehidupan Papa akupun juga ikut di
atur oleh Mama, sehingga ribut mulut antara Mama dan Papa udah terlalu
sering aku lihat dan kesannyapun juga udah biasa sampai sekarang.
Artinya aku itu nggak kaget banget kalo ngelihat Mama ngebentak Papa
sampe sekarang ini.
Rasa tanggung jawab dan disiplin yang diajarkan Mama dalam kehidupan
aku itu menurut aku ato orang lain yang ngelihat bisa dianggap sebagai
suatu tindakan kekerasan yang rada kelewatan, ato mungkin istilahnya
sekarang yang lebih tepat adalah child abuse, masalahnya nggak jarang
mama aku itu mukul aku dengan gagang sapu, rotan ato sapu lidi yang
membuat sekujur tubuhku jadi luka karena memar ….. tapi, yang perlu
dimengerti adalah aku menerima semua hukuman dari mama tersebut karena
akunya yang tidak disiplin, nakal, ato ngelakuin sesuatu tindakan yang
udah sepatutnya dihukum, cuma mungkin hukuman yang aku terima itu
kesannya sangat berat buat anak seumuran aku.
Jadi kalau aku ditanya apakah aku benci dengan mama aku saat ini?
Jawabannya adalah TIDAK …….. karena aku sekarang menjadi orang
sebagaimana aku ada dengan segala karakter ato kebiasaan hidup yang
menurut aku baik adalah karena didikan mama, cuma mungkin sikap
disiplin yang ditanamkan dalam kehidupan aku itu terlampau keras,
sehingga akhirnya aku tumbuh menjadi seorang pria yang tidak bisa
terbuka / dekat dengan seorang wanita, karena menurut pemikiran / kesan
aku terhadap wanita itu adalah seorang diktator, cerewet dan selalu
berusaha mengatur kehidupan sang pria menjadi seperti yang
diinginkannya.
Setelah dewasa, akupun akhirnya sadar kalau aku menjadi seorang yang
LEBIH SUKA menjalin hubungan dengan sesama jenis alias Gay karena aku
nggak bisa bersikap terbuka dan menerima kehadiran seorang wanita dalam
kehidupan aku. Aku katakan "lebih suka" karena aku sudah mencoba
melakukan hubungan sex dengan wanita, dan ternyata aku bisa
melakukannya, tapi aku tidak bisa berbagi perasaan aku bersama wanita
seperti misalnya curhat, sayang, perhatian, mesra dan sebagainya
seperti layaknya seorang pria straight mencurahkan kasih sayangnya
kepada wanita yang dicintainya.
Sebelum aku tahu kenapa aku bisa menjadi Gay …….. aku sering
menyalahkan diri sendiri, khususnya pemikiran yang ada dalam diri ini,
kenapa ….kenapa dan kenapa? Setelah aku tahu jawabannya kenapa aku bisa
menjadi Gay, aku berusaha berdamai dengan diri aku sendiri, memaafkan
lingkungan yang membuat aku menjadi Gay khususnya sikap mama dalam
mendidik anak anaknya menjadi orang yang sukses dan berguna, serta
mulai memotivasi hidup aku yang Gay ini untuk bisa menjadi orang yang
berguna bagi orang lain juga khususnya bagi People Like Us ( PLU ),
karena dalam hidup ini yang paling penting menurut aku adalah
memikirkan BAGAIMANA HIDUP KITA SELANJUTNYA bukan memikirkan KENAPA
-----------------------------------------------
Mungkin Pak MUiz bisa copas?, bb saya sering nggak bisa browsing. Bagaimana menjelaskan misalnya ada 10 anak yg ortunya galak, atau bahkan abusive , tapi tak ada yang lesbian atau homo? Kan banyak juga keluarga kayak gini.
Artinya, ada jumlah yg lebih banyak yg mengalami kekerasan/sexual abuse masih kecil tapi nggak menjadi lesbian atau homo, tetep hetero. Ujung2nya hipotesis ku nih, kira2 10 % anak berbakat LGBTQ, dengan atau tanpa sejarah kekerasan.
Pak Muiz, hipotesis terakhir di wacana evolusi, adalah waktu proses mengandung. Waktu mengandung bayi mengalami "mandi cairan" di rahim ibunya. Mungkinkah ini ikut menentukan orientasinya?
Kemudian Fukuyama berandai-andai, kalaupun pada suatu hari ditemukan pil cairan yg gunanya mencegah anak jadi homo/lesbi, apa ini bisa menyelesaikan persoalan? Dijawabnya sendiri, nggak.
Jadi, mungkinkah kita melihat persoalan di tempat yg salah?
Bagaimana kalau melihatnya pada "psychological make-up" seperti yg Pak DWS anjurkan. Dan diresponse Pak Muiz FPI dll memandang LGBTQ itu persoalan "kelainan jiwa". Apakah "kelainan jiwa" ini yg mengijinkan FPI menggerebeg kelompok LGBTQ mengadakan seminar, dengan difasilitasi polisi?
Salam
Mia
Boleh jadi mbak Mia, coba simak pengakuan gay di link ini http://anaknakal.top-forum.net/t1265-salah-satu-penyebab-gay
Wassalam
Abdul Mu'iz
Kalau boleh dibalik jadi gimana dengan gay cowok? Ibunya galak kalau ngajarin ngaji, begitu?
Salam
Mia
Info menarik pak Akmal,
Boleh jadi sikap Ayahandanya yang seharusnya menjadi pelindung bagi anak tercinta seperti Irshad Manji, malah menciptakan ancaman mengerikan, pisaunya amat sukses menggeruskan cinta si remaja Irshad Manji pada kaum lelaki, sang ayahanda tidak sadar bahwa sikapnya berdampak pada orientasi sang remaja Irshad Manji menjadi benci pada lelaki, amat mungkin menjadi cinta pada sesama jenis. Kayaknya hipotesa saya sedikit terjawab bahwa ada pengalaman buruk dialami Irshad Manji saat kecil.
Kayaknya sang bapak tidak akan bertobat karena tidak menyadari bahwa sikap otoriternya akan berdampak buruk mengubah orientasi sex anaknya ya ?, apakah Irshad Manji jujur mengungkapkan ketidaknyamanan yang diberikan sang ayah kepada dunia, di blog pribadi Irshad Manji atau mbah wikipedia kayaknya tidak mengungkapkan hal ini. Boleh jadi dia gak tega menggugat atau menjelekkan ayahandanya kepada dunia.
Wassalam
Abdul Mu'iz
Di buku "Screaming-Free Parenting" karya Teguh Iman Perdana (diterbitkan Kaifa, Mizan Group) yang dilaunching Sabtu pekan lalu, ada ilustrasi kehidupan masa kecil Irshad Manji yang saat belajar mengaji, selalu ditunggui ayahnya dengan pisau terselip di pinggang. Tak dijelaskan apakah pengalaman itu berdampak pada orientasi seksualnya kemudian, yang (barangkali) menggeneralisir semua lelaki sebagai tipe "pengancam" bukan "pelindung".
Mas Muiz, hipotesis Anda mirip dengan hipotesis istri saya kalau mengomentari lesbianisme. Dramatis;)
Tapi tidak sedikit gay yang mulai merasakan ketertarikan kepada sesama jenis semenjak dini.
banyak yang berusaha berperilaku "normal" tetapi gagal.On May 4, 2012 5:32 PM, "Mu'iz, Abdul" <muizof@yahoo.com> wrote:Mengapa Irshad Manji itu orientasi sexnya ke sesama perempuan ? Apa ada pengalaman buruk, atau ada kondisi psikologis apa yang membuat dia cinta sesama jenis ?
Wassalam
Abdul Mu'izPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Dwi Soegardi <soegardi@gmail.com>Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.comDate: Fri, 4 May 2012 17:25:27 -0400ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.comSubject: Re: [wanita-muslimah] Guru Besar Irsyad Manji---dan---FPI cs.Wah mas Muiz apa bayangannya lesbian itu kurang menarik gitu? :)
Berotot bak lelaki?Homoseksualitas itu orientasi seksual, bukan karena fisik.
Konon bedanya homoseksual dengan transgender adalah:
Homosexuality is about who we love, transgender is about who we are.
On May 4, 2012 5:03 PM, "Mu'iz, Abdul" <muizof@yahoo.com> wrote:Irshad manji itu kan perempuan aseli dan cantik banget ya ? Kok lesbian sih ? Mosok gak ada pria yang sanggup mencintai dan membahagiakan Irshad manji sebagai istri ?
Wassalam
Abdul Mu'izPowered by Telkomsel BlackBerry®From: "Abdullatif" <latifabdul777@yahoo.com>Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.comDate: Fri, 04 May 2012 20:41:46 -0000ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.comSubject: [wanita-muslimah] Guru Besar Irsyad Manji---dan---FPI cs.Assalamu'alaikum wrwb.
Irsyad Manji mengaku terang terangan bahwa dia adalah
lesbian yang Islami yang belum bisa di perbaikinya.
Namun ilmunya tentang Islam dan membela hak2 wanita Islam
sangat kita hargai sekali.
Dosa hamesexual bukanlah dosa besar seperti Syrik,anarkis
dan pembunuh dan semacam,tapi dosa kecil.
Sedangkan perbuatan FPI cs dan FUI cs adalah perbuatan dosa
besar yang melakukan perbuatan anarkis,zolim dan penindasan
bahkan pembunuhan.
Kenapa polisi masih berpihak kepada FPI selama ini yaaa??
Menjadi pertanyaan bagi saya selalu. Selau polisi dgn atas
nama menyelamatnya, Polisi menyingkirkan bukan FPI cs tapi
orang2 yang akan di zolimi oleh FPI cs.
Prof Irsyad Manji adalah REFORMER ISLAM YANG BERANI.
http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/reformer.html
SALAM
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment