Pak Arcon,
Aku lagi cerita tentang RASAnya semalem, gimana. Bagiku rasanya nggak ada "clear and present danger". Makanya aku masih bisa kirim email ke WM ktawa2 semalem. Kalo rasa bahaya darurat, ya udah cepet angkat kaki dong, tapi kan nggak.
(Sebenernya aku ke sana mau ngliat temen dan Irshad Manji, apa bener mereka mirip? Ternyata miriiiiiip kayak pinang dibelah2 hehe..)
Betul fokusnya polisi adalah ketertiban/keamanan. Kalau mereka menjalankannya dengan strategi begitu, bukankah tercapai tujuannya? Saya cuman mendukung yg dijelaskan olehmu.
Tapi tolong perhatikan poin ini. Aku menambahkan bahwa ku rasa Irshad membaca strategi ini, karena semalem dia nggak mau bergeming sedikit pun dari tempatnya, malah minta orang2 yg di luar itu berdialog dg dirinya. Maksutku, baginya, secara instintif, belum ada "clear and present danger".
Seorang anarchy seperti Irshad M (berdasarkan pengalamannya di lapangan), akan terus menerus menge-test threshold itu. Suatu ketika mungkin dia keliru, namun anarkis yg insightnya kuat akan memahami crucial moment.
Apa artinya Gandhi membiarkan beberapa orang ditangkap (dihukum mati) Pemerintah?
Apa artinya, Nabi Muhammad dan rombongan ke Makkah tanpa senjata, dan jadi sitting duck, semua sahabat menentang kecuali beberapa?
Kalo nggak ada anarkis2 kayak gini nggak akan ada perubahan. Tapi kan nyatanya selalu ada, so the feeling is real.
Salam
Mia
mbak mia,
core bisnisnya polisi adalah keamanan. tertib sipil
core bisnisnya tni adalah pertahanan negara
di komunitas utan kayu, tahun lalu malah ada polisi, pangkat selevel mayor yang kehilangan tangannya, beserta dua anak buahnya kena ledakan dari bom buku yang dikirimkan ke ulil. jadi enggak perlu terlalu berprasangka lah sama polisi dan tni. mereka punya KPI yang harus mereka jaga, kok. itu aja concern utama nya.
kalaupun ada pandangan individu yang gak setuju sama wacana A atau wacana B, ya itu bukan suara yg dikeluarkan secara formal oleh institusi sih. wajar aja kalau di level micro ada yg punya pandangan spesifik yg kadang lebay atau konservatif. di mana mana, pun, akan ada yang demikian.
salam,
Ari
status : mahasiswa
Haha iya, mirip dengan yg dituturkan FPI semalem, waktu ngobrol2 dg orang2 Salihara. FPI dan pulisi sejalan ya pikirannya....
Sejujurnya, aku kok merasa semalem ada "cerita di balik cerita". Kayaknya FPI dkk udah di-roger2 oleh "sang pemilik". Sang pemilik ndak sanggup deh kalo FPI dkk ngamuk2 kayak Cikeusik, pan lagi pada ngurusin buruh dan BBM yg gaswat.
Yang dirimu jelaskan keliatan strategi sepak bola antara pulisi dan FPI. Ketika meeting masih terus lanjut, FPI masuk ngerangsek, pulisi menahan dan"mengusir". Di dalam polisi terus2an berusaha memotong diskusi, begitu terjadi beberapa kali sampai akhirnya polisi berhasil "mengasingkan" Irshad di kamar sendirian main komputer, dan anak2 itu nggak boleh menemuinya.
Aku merasa strategi ini terbaca oleh Irshad. Dia sendiri selalu insist untuk berbicara dengan FPI dkk. Waktu ke luar, Irshad sendiri bilang ke polisi akan berbicara langsung dengan FPI dkk, tapi polisi maksa dia masuk ke mobil dan segera pulang. Sementara FPI dkk teriak2 dan mengancam ngikutin dia ke hotel. Kudenger Irshad bilang ke anak muda di sebelahnya, dia akan berjuang sampe mati, dengan cara damai, and I think she meant it.
Salam
Mia
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment