Saya pergi sesudah Irshad Manji pulang dengan polisi. Sejauh itu setahuku nggak ada pagar yg dijebol. Pagarnya besi tinggi gede loh.
Wajar kalau banyak yg mengatakan "eskalasi konflik yang meningkat" akibat kekeliruan dialektika kita sendiri, lantaran bingung dengan kekerasan2 yg sudah terjadi. Dari sekarang setiap kita mesti memperbaiki terminologi dan sebarkan yg bener.
Dialektika yg terjadi adalah: "eskalasi konflik tidak meningkat karena walaupun FPI menolak dialog/diskusi, polisi memfasilitasi ini dengan mengecilkan ruang pihak yg ingin berdialog yang akhirnya diasingkan"
Dialektika lain yg membingungkan adalah yg telah kujabarkan ttg kelompok anarkis yg kebanyakan masih gamang dengan jatidirinya karena koridor demokrasi kita mengidentikkan kekerasan dan anarkis.
Kuharap opini ini sampe ke Tandef.
Salam
Mia
saya nggak begitu paham sih, mbak. mungkin baru paham kalau sedang di lokasi tersebut. payah juga kalau akhirnya polisi bisa cornering kelompok anarki yang anti kekerasan sehingga akhirnya dievakuasi juga.
katanya fpi ada jebol pagar segala ? kalau diskusi di milis sebelah sih, tahap demi tahap yang terjadi menunjukkan adanya eskalasi konflik yang meningkat. tapi kalau mbak mia, menjelaskan kalau tidak ada eskalasi.
salam,
Ari
status : mahasiswa
Ya, bukan soal salah-menyalahkan loh. Dan situasi Cikeusik merupakan konflik horizontal akar rumput yg bukan digolongkan aksi anarki.
Aku ke sana karena pingin tau seorang anarkis itu kayak gimana kiprahnya. Dulu pertama Irshad M ke sini aku nggak dateng, dan cerita2 orang yg terkesan olehnya bikin penasaran.
Penting loh mengenal konsep anarki. Buat aktivis maupun masyarakat, terutama penegak hukum, supaya mengenali model ini. Karena jaman sekarang di Indonesia, ada demokrasi kebebasan berpendapat/berbicara. Situasinya demokrasi ini dikerdilkan oleh tata kelola yg amburadul yg mengakibatkan rendahnya kepercayaan. Padahal, kalau sudah ada demokrasi mestinya aktivis/rakyat nggak boleh ngamuk2 mengandalkan kekerasan. Juga bukan juga model demonstrasi yg mengandalkan jumlah massa per se, atau ikut2an demi kelompok partisan, duit, atau iseng nggak ada kerjaan.
Ekspressi anarkis adalah aspirasi kolektif yg mewakili (kesadaran) diri sendiri, bisa saja atas nama lembaga. Setiap orang sadar betul akan potensi, resiko dan batasan ekspressinya. Kelompok anarkis punya tekad keberanian untuk MENDUDUKI suatu tempat atau menguasai isu, pada saat yg sama mampu berdiskusi di antara mereka sendiri utk kemudian menyusun dialog dg pihak status quo yg digugat. Tapi jangan bayangkan diskusi2 nggak jelas para pakar di acara teve. Kalau pada akhirnya mereka sepakat melanjutkan dialog di televisi, maka ini akan menjadi dialog yg kritis dan menentukan.
Polisi nggak mengenal ini, wong pimpinannya pada selalu menandaskan anarkis itu identik dengan demo kekerasan. Kelompok anarkis Salihara, menawarkan dialog, membagi2kan buku ke mereka, FPI dkk (sampe aku nggak kebagian mau beli).
Tentu saja tujuan polisi mengamankan situasi, namun perhatikan prosesnya. Apakah mereka mendengarkan permintaan dialog dan meneruskannya ke FPI, atau membujuk FPI? Nggak sama sekali. Sebaliknya mereka secara sistematis sejak permulaan mendesak posisi fisik yg ingin berdialog, sampai akhirnya bisa dikarantina.
Salam
MiaSent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!From: Ari <masarcon@gmail.com>Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.comDate: Sat, 5 May 2012 17:33:29 +0700ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.comSubject: Re: [wanita-muslimah] KRONOLOGIS PEMBUBARAN DISKUSI SALIHARAsaya nggak dalam menyalahkan teman aktivis sih. juga tidak menyalahkan irshad yang mencoba bertahan, atau dulu gandhi. malah harusnya ada yang keukeuh. jadi orang melihat, bahwa, bergaya ngikutin fpi semata, dan pulis cari aman dengan main bubarin acara, bukanlah hal bagus buat masyarakat beradab.
bagus juga kalau irshad bisa membaca situasi.
soalnya waktu demo akkbb dan cikeusik kemarin, ternyata pada salah baca situasi. yg namanya eskalasi konflik yah terjadinya bisa tiba tiba begitu saja. tiba tiba bum. clear and present danger nya kadang tidak tercium di udara. hanya ada pematik gak jelas juntrungannya, yah, bisa kejadian begitu saja.
namanya di lapangan. gak semua orang ngikut skenario dari ki dalang. :))
salam,
Ari
status : mahasiswa
2012/5/5 <aldiy@yahoo.com>Pak Arcon,
Aku lagi cerita tentang RASAnya semalem, gimana. Bagiku rasanya nggak ada "clear and present danger". Makanya aku masih bisa kirim email ke WM ktawa2 semalem. Kalo rasa bahaya darurat, ya udah cepet angkat kaki dong, tapi kan nggak.
(Sebenernya aku ke sana mau ngliat temen dan Irshad Manji, apa bener mereka mirip? Ternyata miriiiiiip kayak pinang dibelah2 hehe..)
Betul fokusnya polisi adalah ketertiban/keamanan. Kalau mereka menjalankannya dengan strategi begitu, bukankah tercapai tujuannya? Saya cuman mendukung yg dijelaskan olehmu.
Tapi tolong perhatikan poin ini. Aku menambahkan bahwa ku rasa Irshad membaca strategi ini, karena semalem dia nggak mau bergeming sedikit pun dari tempatnya, malah minta orang2 yg di luar itu berdialog dg dirinya. Maksutku, baginya, secara instintif, belum ada "clear and present danger".
Seorang anarchy seperti Irshad M (berdasarkan pengalamannya di lapangan), akan terus menerus menge-test threshold itu. Suatu ketika mungkin dia keliru, namun anarkis yg insightnya kuat akan memahami crucial moment.
Apa artinya Gandhi membiarkan beberapa orang ditangkap (dihukum mati) Pemerintah?
Apa artinya, Nabi Muhammad dan rombongan ke Makkah tanpa senjata, dan jadi sitting duck, semua sahabat menentang kecuali beberapa?
Kalo nggak ada anarkis2 kayak gini nggak akan ada perubahan. Tapi kan nyatanya selalu ada, so the feeling is real.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment