Sdr Latif...
1) Anda gemar banget bersikap monolog, gak menyimak apa yang saya sampaikan, benar-benar gak ada manfaatnya diskusi dengan Anda, saya hanya meresponse yang saya anggap perlu.
2) Anda ngoceh terus bahwa Ulama' mengambil hak Allah, tanpa menyimak penjelasan saya, sungguh bebal Anda ini, tulisan Anda saja nampak lembut, tetapi substansinya sungguh menyedihkan.
3) Allah itu memang Maha Hakim dan Maha Adil, dan hukuman yang diberikan Allah kepada hamba-Nya tidak ada yang mempersoalkan termasuk kapan dijatuhkan di dunia ataukah di akherat.
4) Memangnya kalau Allah yang berhak menghukum dan menghakimi hamba-Nya, lantas Anda mau membungkam fatwa ulama' ??? sejak kapan Anda punya hak membungkam ??
5) A'udzhu billah min Anta = Aku berlindung kepada Allah dari godaan Anda.
wassalam
Abdul Mu'iz
--- Pada Sel, 2/2/10, abdul <latifabdul777@
Dari: abdul <latifabdul777@
Judul: Bls: [wanita-muslimah] Re: NU dan Muhammadiyah Tolak Uji Materi UU Penistaan Agama
Kepada: wanita-muslimah@
Tanggal: Selasa, 2 Februari, 2010, 10:01 AM
Sdr Muiz...Coba anda renungkan ayat dibawah ini,apakah MUI berhak mengabil hak ALLAH untuk menghakimi ahmadiyah...
Sesungguhnya orang orang yang memecah belah agamanya dan mereka terpecah menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadapat mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya lah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.QS.6: 159.
As for those who divide their religion and break up into sects, thou hast no part in them in the least: their affair is with Allah: He will in the end tell them the truth of all that they did.
Sesungguhnya itu semua urusan ALLAH swt, bukan urusan Rasul dan bukan urusan Ulama2 MUI.
Kalau MUI mengeluarkan Fatwa mengharamkan ahmadiyah dllnya ,pada suatu waktu MUI akan mendapat hukuman yang sama...
Sebagaimana ALLAH berfirman kpd nabi Isa as.
If you judge other's faith, he will judge you back
Do judge others faith, so that God will not judge you, for God wiill judge you in the same way you judge others, and he will apply to the same rules you aplly to others.
why, then , do you look at the speck in your brother's eye and pay no attention to the log in your own eye?
How dare you say to your brither, Please let me take that speck out of your eye, when you hypocrite.
First tske the log out of your own eye, and then you will be able to see clearly to take the speck out of your brother eye.Mattew 7:1-5
Kalau ulama2 berani mengambil Hak ALLAH akan terjadi permushan sesama islam..dan kemungkinan terjadi perkelahian atau peperangan,sebagaim ana antara wahabi danb Syiah sampain hari ini masih bermusuhan.. .krn tidak mentaati wahyu2 ALLAH.
Kalau anda setuju dgn FATWA MUI untuk menzolimi Ahmadiyha artinya anda suka kekerasan dan penidasan krn agama.
Salam
--- In wanita-muslimah@ yahoogroups. com, Abdul Muiz <muizof@...> wrote:
>
> terus terang dan terang terus, saya agak risau memperdebatkan fenomena ini :
>
> 1) Anda dan aliansi manapun punya hak untuk berpendapat apapun tentang suatu perkara, tetapi jangan lupa MUI dan jajaran Ulama, juga punya hak untuk berfatwa apapun. Ingat kebebasan berpendapat itu dijamin UU.
> 3) MUI punya argumentasi yang jelas tentang pengharaman suatu perkara, silakan saja dikritisi argumentasinya, menurut ebiet g ade (penyanyi), jangan lihat siapa bicara tetapi simak apa katanya. Kalau hanya berbeda pendapat lantas anda menstempel MUI sebagai pihak penindas sungguh ucapan orang yang malas berpikir. Jangan lupa MUI tidak sendirian banyak LSM ulama di belahan dunia memberikan fatwa serupa. Cari tahu pula kenapa Ahmadiyah Qadian di Indonesia disebut JAI yang jadi obyek pengharaman, sementara Ahmadiyah Lahore di indonesia disebut GAI tidak ???
> 4) Ulama' manapun tahu persis, mana hak Allah dan mana hak Ulama' atau umat, jadi jangan hanya karena pemahaman ulama' tidak sesuai dengan pikiran Anda, lantas Anda memvonis MUI telah mengambil hak Allah. Anda terlalu menyederhanakan masalah.
> 5) saya juga pro kedamaian. Bukan hanya impian Anda doang.
> 6) any comments ???
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> --- Pada Sel, 2/2/10, abdul <latifabdul777@ ...> menulis:
>
> Dari: abdul <latifabdul777@ ...>
> Judul: Bls: [wanita-muslimah] Re: NU dan Muhammadiyah Tolak Uji Materi UU Penistaan Agama
> Kepada: wanita-muslimah@ yahoogroups. com
> Tanggal: Selasa, 2 Februari, 2010, 8:33 AM
>
>
>
>
>
>
>
> Â
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Sdr MUiz...apakah anda mengelak bahwa MUI mengharamkan Ahmadiyah.dll
>
>
>
> Bukankah itu perbuatan zolim melarang 500.000 ribu muslim Ahmadiyah utk beribadah dan berakwah...di negerinya sendiri?
>
>
>
> Apakah MUI itu ALLAH yang megambil hak ALLAH utk mengakimi keyakinan ahmadiyah.
>
>
>
> Sampai hari ini masih banyak muslim2 Ahmadiyah yang di usir dari rumah dan kampungnya.. .nauzubilah. ..
>
>
>
> Coba bawakan kpd diri anda sendiri sebagai seorang muslim kalau di larang oleh golongan lain utk beribadah dan berdakwah..bagaiman a perasaan anda?
>
>
>
> Harus di bawakan ke diri sendiri baru anda tahu betapa sakit dan sdihnya hati2 muslim Ahmadiyah ?
>
>
>
> Kalau..kalau. .(maaf) anda setuju ahmadiyah di haramkan atau dilarang bedakwah di Indonesia artinya anda seorang muslim yang fundamentalis. ..Muslim Fundamentalis itulah kerajanya dimana mana mengharamkan keyakinan orang lain, mereka sendiri belum tentu benar.
>
> QS.49:11.
>
>
>
> Islam itu adalah membawa kedamaian Muiz...bukan melarang saudara2 kita (ahmadiyah) walaupun berbeda dgn kita..itu bukan kedamaian namanya, tapi zolim namanya.
>
>
>
> Salam
>
>
>
> --- In wanita-muslimah@ yahoogroups. com, Abdul Muiz <muizof@> wrote:
>
> >
>
> > Sdr Latif.....
>
> > 1) saya tidak setuju ada penindasan
>
> > 2) Undang-undang itu produk politik antara legislatif dan eksekutif, bukan produk ulama'
>
> > 3) MUI dan ormas islam bukanlah oppressor apalagi penindas, Andalah yang tukang stempel "buruk" kepada ulama' yang tidak sefaham dengan diri Anda.
>
> > 4) MUI dan Ormas Islam tidak pernah mengharamkan agama lain.
>
> > 5) Anda kalau cinta Indonesia punya hak dan aspirasi untuk menyampaikan pendapat apapun termasuk mengamandemen UU atau jusial review.
>
> > 6) QS 16:125 itu juga berlaku bagi Anda.
>
> > 7) Anda tidak konsisten, suka mengaku sebagai penganut liberal, tetapi tulisan Anda justru lebih fundamentalis daripada yang fundamentalist. Anda gemar main stempel "buruk" pada orang yang tidak sefaham dengan Anda, Anda gemar membungkam (mencela tanpa argumentasi yang memadai) bukan mengkritisi pendapat yang tidak sefaham dengan diri Anda.
>
> >
>
> > Wassalam
>
> > Abdul Mu'iz
>
> >
>
> > --- Pada Sen, 1/2/10, abdul <latifabdul777@ ...> menulis:
>
> >
>
> > Dari: abdul <latifabdul777@ ...>
>
> > Judul: [wanita-muslimah] Re: NU dan Muhammadiyah Tolak Uji Materi UU Penistaan Agama
>
> > Kepada: wanita-muslimah@ yahoogroups. com
>
> > Tanggal: Senin, 1 Februari, 2010, 6:16 PM
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > ÂÂ
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Sdr Muiz...apakah anda setuju ada penindasan2 di Indonesia krn agama?
>
> >
>
> > Dengan ada undang2 inilah MUI dan Oramas2 Oppressor atau gol Islam Fundamentalis mengharamkan keyakinan agama orang lain.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Hanya orang2 penindaslah yang mempertahankan undang2 penodaan agama ini,sedangkan orang2 civil Soiety dan masarkat yang damai, undang2 penodaan ini harus di cabut karena jelas2 bertentangan dgn agama Islam yang menjamin manusia merdeka mejalankan keyakinan masing2 dan manusia tidak ada hak untuk menghakimi atau mengharamkan keyakinan agama orang lain dgn atas menodaan2.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Kalau ada orang2 yang ingin memecah agamam bukanlah tugas Rasul dan ulama2 tapi adalah urusan ALLAH lihat qs 16:125.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Kami dari Islam berpaham Liberal bersamasama Ham dan masarakat International akan selalu berjuangan untuk menciptakan kebebasan berkeyakinan dan merdeka beragama, walaupun orang2 musrik atau komunis sendiripun.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Demikina,semoga ulama2 Fundamentalis mendapat petunjuk dari ALLAH swt
>
> >
>
> > Wassalam
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > --- In wanita-muslimah@ yahoogroups. com, Abdul Muiz <muizof@> wrote:
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > Senin, 01 Februari 2010
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > NU dan Muhammadiyah Tolak Uji Materi UU Penistaan Agama
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > *JAKARTA* - Isu penistaan agama masih menjadi topik yang potensial memicu konflik di tanah air. Berangkat dari kekhawatiran itu, dua ormas agama terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, kompak menolak pengajuan *judicial review *(uji materi) undang-undang mengenai penistaan atau penodaan agama di Mahkamah Konstitusi (MK).
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi menegaskan, peraturan mengenai penistaan dan atau penodaan agama harus dipertahankan. Karena itu, permintaan agar undang-undang dicabut atas nama demokrasi tidak tepat. ''Kami berharap MK menolak uji materi undang-undang itu,'' ujar Hasyim setelah membuka Rakernas I Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama di Jakarta kemarin (31/1).
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > Menurut Hasyim, pengubahan Peraturan Presiden No 1/PNPS/1965 yang sudah diundangkan melalui UU No 5/1969 itu berpotensi memicu konflik bagi kehidupan beragama di Indonesia. Uji materi terhadap UU tersebut diajukan sejumlah LSM yang tergabung dalam kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > Tanpa peraturan itu, lanjut dia, yang terjadi adalah anarki. Di satu sisi, orang bisa berbuat sesukanya membuat agama atau aliran kepercayaan sesuai selera. Di sisi lain, masyarakat yang tidak terima akan berbuat sesukanya untuk melakukan penghakiman. ''Kalau tidak ada cantolan hukum, masyarakat bukannya diam, tetapi justru akan anarki. Kalau ada hukum, hal itu bisa direm,'' katanya.
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > Hasyim menegaskan, penodaan agama merupakan agresi moral yang justru merusak agama. ''Jadi, harus dibedakan antara demokrasi dan agresi moral,'' jelas
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > penyandang gelar doktor honoris causa bidang peradaban Islam tersebut. Dia mengatakan, UUD 1945 memang menjamin kebebasan beragama. Namun, hal itu harus dimaknai sebagai bebas memilih dan menjalankan agama yang diakui dan sah menurut undang-undang. *(zul/oki)
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > http://jawapos. co.id/halaman/ index.php? act=detail& nid=114875*
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ invite/
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
>
> >
>
> > >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
>
> > http://id.mail. yahoo.com& quot;
>
> >
>
> > [Non-text portions of this message have been removed]
>
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail. yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
0 comments:
Post a Comment