Advertising

Saturday, 26 June 2010

history berdirinya FPI <= Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR

 

----- Original Message -----
From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, June 26, 2010 17:58
Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR

Ya beginilah kalau agama dipolitisasi, amat menarik kalau diteliti history berdirinya FPI, maka amat difahami mengapa Polisi menjadi kehilangan netralitas atas segala sepak terjang FPI.
###########################################################################################################
HMNA:
history berdirinya FPI dapat disimak dari wawancara di bawah:
Friday, June 09 2006 Jam: 06:20
http://islamalternatif.com/id/article.php?story=20060609182005683

Wawancara Islam Alternatif dengan Ketua Umum FPI [Front Pembela Islam], Habib Rizieq Syahab.

Pada tanggal 8 Mei 2006 atas undangan Ayatullah Taskhiri [Taqrib bainal Mazahib] Rombongan dari Indonesia datang ke Iran diantaranya adalah Habib Rizieq Syahab Ketua Front Pembela Islam [FPI], Dr Jose Rizal ketua MERC, Dr Abdul Mukti Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ir M Iqbal Wakil Sekjen Nahdzatul Ulama, Hadad Alwi Budayawan, Ustad Umar Syahab Lc serta U Hasan Dalil Lc.
Atas Undangan HPI [Himpunan Pelajar Indonesia] Habib Rizieq beserta rombongan bersedia datang ke Kampus Universitas Imam Khomeini Qom untuk silaturahmi dan seminar dengan tema: "Pergerakan Islam di Indonesia", Mukhtar Lutfi Lc wakil dari HPI hadir sebagai pembanding. Di sela-sela silaturrahmi, dan dengan waktu sangat singkat Habib Rizieq ketua FPI bersedia untuk diwawancarai oleh kru Islam Alternatif.

Berikut wawancara Krus Islam Alternatif M Turkan bersama Habib Rizieq.

ISLAT:
Asslamualaikum wr wb...Langsung saja Bib, begini. Habib bisa jelaskan sedikit falsafah terbentuknya FPI (Front Pembela Islam) dan apakah perlu dibentuk lembaga semacam FPI di Indonesia..?

Habib Rizieq:
Waalaikum wr wb. Ya. latar belakang berdirinya FPI seperti yang kita tahu, pemungkaran yang sudah merajalela di negeri kita, kezoliman yang sudah kelewat batas, sehingga ana melihat perlu ada satu kelompok dari kalngan kaum muslimin yang berani menghadapi segala itu secara frontal artinya frontal melakukan konfontrasi dengan itu semua, kita berpijak kepada firman Allah dalam surat al-Imran (..waltakun ummatun...) ummah di sini berarti bukan satu dua orang tetapi memang ada kelompok besar atau bisa di artikan termasuk organisasilah. (.wa altakun ummatun ilal khairi wa ya'miruna bil ma'ruf wa yan hauna anil munkar wa ulaika humul muflihun...) nah berangkat dari situlah kita mendirikan FPI dengan definisi menegakkan amar ma'ruf nahi munkar untuk menuju penerapan syariat islam secara keseluruhan artinya hadafnya (tujuannya) tetap penerapan syariat Islam hanya jalan yang kita ambil untuk menuju ke sana lewat amar ma'ruf nahi munkar, karena untuk menerapkan syariat Islam ini kan jalannya banyak, ada yang lewat dialog ada yang lewat pendidikan ada yang leawat ekonomi dan lain sebagainya, nah sedang kita mengambil jalan amar ma'ruf nahi munkar.

ISLAT:
Dengan perangkat amar ma'ruf nahi munkar tadi itu kira kira... mau dibawa kemana bangsa Indonesia ini Bib ?

H Rizieq:
FPI menyadari, kalau FPI hanya salah satu partikel kecil dari salah satu gerakan islam, artinya kita tidak mengatakan bahwa FPI satu-satunya gerakan islam, gerakan islam manapun di Indonesia dari mazhab manapun dia, dari kelompok aliran pemikiran manapun dia tidak bisa jalan sendiri termasuk FPI. Nah kita bersyukur di sana ada tartibun ilahi, maksud ana tartibun ilahi tanpa kita sadari walaupun antar organisasi-organisasi tersebut mungkin sangat jarang bertemu tapi tanpa kita sadari tiba-tiba terjadi taksimul al a'mal wa wadzoif [pembagian kerja dan tugas, Red], kita bisa lihat umpamanya NU, siapa sih yang bisa nyaingin NU kalau dalam soal pesantren taradisionalnya, kalau di sini biasa di sebut hauzah, terus kalau kita lihat Muhammadiyah, siapa sih yang bisa menyaingi Muhammadiyah dalam soal pendidikan-pendidikan formal, ada 120an universitas yang di miliki Muhammadiyah di seluruh Indonesia, trus kita lihat lagi ada ICMI yang bergerak di bidang kecendikiaan dan lain-lainnya. Sementara FPI mengambil jalur lebih banyak melakukan aksi fisik di lapangan untuk menggempur tempat-tempat maksiat dan seterusnya, jadi ana anggap tanpa kita sadari sudah terbagi pembagian tugas secara sendirinya.

ISLAT:
Bib.. apakah Ideologi dan konsep FPI itu murni berasal dari dalam sendiri atau di adopsi dari Timur Tengah [Afghanistan. Red] misalnya..??

H Rizieq:
FPI sebetulnya organisasi spontanitas murni produk Indonesia artinya kita tidak mengambil ideologo-ideologi khusus, karena kebetulan ehh........ hampir semua pendiri FPI termasuk saya, pada awalnya orang-orang yang anti berorganisasi. Jadi sepanjang perjalanan hidup saya dari mulai kecil sampai sekolah hingga kuliah, ana tidak pernah mengikuti satu organisasi apapun termasuk PPI Timur Tengah, karena waktu dulu ana sekolah, ana punya tujuan ana hanya mau belajar. artinya bukan ana saja bahkan mereka-mereka yang terlibat dalam deklarasi FPI 99 persen orang yang tidak pernah berorganisasi dan pada saat kita cetuskan, kita tidak pernah berfikir kalau FPI akan punya cabang di daerah, juga kita ga pernah berfikir kalau FPI harus punya AD ART, kita ga ngerti itu.... jadi artinya kita ga pernah berfikir kesitu jadi spontan saja muncul trus berjalan begitu saja dan akhirnya dalam perjalanan itu kita belajar cara berorganisasi.

ISLAT:
Dari sini Bib... FPI dalam menjalankan konsep ammar ma'ruf nahi munkar dengan melakukan aksi pengempuran-penggempuran tempat-tempat maksiat, perjudian, dll. apakah ada solusi untuk itu, karena antisipasi harus ada ketika pengrusakan atau pengempuran itu terjadi, paling tidak misalnya solusi bagi pemilik warung warung miras, para pelacur dsb, nah mereka itu mau di kemanakan ?
/
H Rizieq:
Jadi begini kalau kita bicara solusi pada dasarnya kalau kita kembali pada undang-undang yang berlaku di Indonesia, pada dasarnya kan pemerintah yang punya kewajiban untuk mempersiapkan bangsa yang memakai undang-undang tersebut, yang menyediakan lapangan kerja yang layak termasuk juga yang menjamin anak-anak yatim, fakir miskin dan seterusnya. Artinya sinerji kerja ulama dengan umaro, sebetulnya kan ga perlu adanya aksi-aksi fisik di jalannan. Artinya kalau ulama mengatakan minuman keras itu haram ya pemerintah ga usah mengijinkan pabriknya. Tapi yang jadi masalah di negeri kita sementara ulama berteriak berdasarkan syariat minuman keras itu haram tapi pemerintah yang mendirikan pabriknya, pelacuran itu haram tapi pemerintah yang melokalisasikannya. Jadi maksud ana begini kita sepakat bahwa solusi itu penting dan ana sepakat bahwa jangan hanya kita bisa menutup tempat pelacuran tapi kita juga harus memberikan solusi bagaimana pelacur-pelacur tadi dibimbing dididik diberikan keterampilan kemudian di kemudian hari diberikan lapangan kerja sehingga mereka tidak kembali kepada pelacuran, itu kita sepakat! Tapi yang jadi problem ulama di Indonesia ini gerkan Islam kita kan bukan konglomerat, kita bisa memberikan solusi dalam bentuk konsep dan kita berikan itu kepada pemerintah, jadi kita memberikan konsep secara lengkap Cuma yang jadi masalah konsep itu sama sekali tidak dilaksanakan oleh pemerintah, manakala kita tutup tempat maksiat kan pemerintah protes, FPI kenapa tutup begitu saja, kenapa ga dididik, kenapa ga dikasih kerjaan, sekarang kita balikin sama pemerintah, ok kita tutup, kita didik, kita berikan pekerjaan tapi syarat pemerintahan serahkan dulu ke kita. Artinya kita mengatakan kepada pemerintah, kalau memang kita juga, kita sudah nutup masa kita juga yang harus disuruh didik untuk keterampilan dan menyediakan lapangan kerja, lalu kerja pemerintah apa? bubar saja pemerintahan, kita ambil alih itu negara, nah kalau pemerintahan ada di tangan kita, boleh mereka tuntut seperti itu, nah jadi ga pantas mereka tuntut itu kepada FPI karena kekuasaan di tangan mereka, tapi kalau mereka tuntut itu kita balik, serahkan dulu negeri ini kepada kita.

ISLAT:
Seiring dengan aksi dan protes sebagian kalangan masyarakat terhadap FPI dilapangan, dan yang saya ketahui adalah bahwa FPI pernah dibubarkan oleh pemerintah, tapi sementara ini dibolehkan untuk aktif kembali, ada apa dibalik ini Bib?.

H Rizieq:
Pemerintah tidak pernah membubarkan FPI tapi selalu berusaha untuk membubarkan FPI sampai hari ini. Tapi pemerintah tidak pernah berhasil membubarkan FPI, karena pasca reformasi kita mempunyai undang-undang untuk kebebasan berkumpul berserikat dan pemerintah tidak punya hak atau wewenang untuk membubarkan kebebasan kita untuk berkumpul dan berserikat, jadi kalau dilihat kemauan, pemerintah memang maunya FPI dibubarkan tapi sampai saat ini FPI tidak pernah bisa dibubarkan oleh pemerintah. Dan kita tidak pernah takut FPI bubar karena tadi kita katakan FPI hanya satu satu partikel dari perjuangan Islam, artinya klau FPI bubar masih ada NU, masih ada Muhammadiyah, masih ada Hizbutahrir dan masih ada yang lain . FPI ini bukan tujuan, tapi FPI hanyalah sebuah kendaraan untuk mencapai tadbig assyariah. Jadi manakala FPI itu sebagai kendaraan bannya kempes atau perlu diganti atau mesinnya sudah meledak atau bubar, kita bisa naik kendaraan lain, karena mereka saudara dan ikhwan kita.

ISLAT:
Bib...yang terasa ganjil adalah jika konsep Ammar Ma'ruf munkar wa nakir itu menjadi sebuah keharusan serta bertujuan untuk menegakkan syariat islam. pertanyaannya adalah kenapa FPI tidak pernah menerapkan konsep ini di kalangan elit politik dan para pejabat pemerintahan, yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di tingkat elit inilah paling marak, getol dan sudah menjadi budaya "Massa" bagi para pejabat untuk melakukan kemungkaran-kemungkaran termasuk diantaranya adalah korupsi, kolusi dll ?.

H Rizieq:
Sudah! Kita sudah lakukan itu, NU dan Muhammadiyah umpamanya sudah membuat persepakatan untuk perang lawan korupsi, FPI sendiri pun sudah memberikan dukungan sepenuhnya untuk itu, artinya kita akan lakukan itu, hanya saja memang konsentrasi perjuangan FPI yang dikuasai, artinya kita kan kalau mau menang dengan sesuatu, kita harusa menguasai datanya, faktanya dan segala-macamnya, artinya kalau kita mau bertanding dengan seseorang kita harus tahu dulu masuh kita itu kekuatan dan kelemahannya, nah sedang spesialisasi yang dikuasai oleh FPI adalah sola kemungkaran di lapangan, artinya kalau FPI ditanya di mana ada tempat maksiat, siapa pemilik tempat masiat, siapa beking maksiat FPI mahir soal itu, karena kita punya fakta dan data. Tapi mana kala FPI ditanya siapa koruptor? Agak kebingungan FPI untuk menjawab soalan tersebut, kalau umpamanya kita tunjuk si-a koruptor mana buktinya? FPI belum punya bukti. Nah jadi itulah tadi kita katakan bahwa kita perlu adanya pembagian tugas dan kerjasama, contoh di Indonesia ada ICW, ICW ini kelebihannya dia punya data yang begitu akurat, entah bagaimana caranya dia dapat itu data tentang koruptor-koruptor dan apa korupsinya dan di bidang apa.

ISLAT:
Bisa atau tidak jika FPI dengan ICW bekerjasama dalam masalah ini yang nantinya pemberantasan amoral di tingkat elit yang sangat menyesakkan dada itu minimal..... mental para elit dan pejabat itu tidak membudayalah. dan apa kendala kendala yang dihadapi...?

H Rizieq:
Oh bisa! Kita sudah berhubungan dengan ICW, Cuma memang ICW selama ini, dia tidak mau mengambil langkah seprti yang diambi FPI. Sehingga tidak mudah juga kita mendapatkan data dari ICW, kita sudah kabarkan ICW data dan fakta lalu di serahkan kepada kita, lalu kita yang hantam. Tapi kami ada perbedaan metode, meraka tidak mau memakai cara kita, meraka mau memakai cara hukum dan tuntutan, karena mereka tau cara FPI seperti itu maka mereka juga tidak terlalu terbuka dan tarnsparan memberikan data kepada kita. Sementara kalau FPI ingin langsung bergerak tanpa data yang akurat, itu tidak dapat dibenarkan. Jadi artinya begini, kita katakan FPI sangat terbatas sekali kemampuannya penguasan datanya sehingga FPI hanya bisa melakukan dengan baik bidang yang ditekuni dan spesialisasinya. Kalau antum datang ke ICW, tanya tentang tempat-tempat maksiat di mana saja, dan mereka tidak akan tahu, tapi kalau ente datang ke FPI dan menanyakan tempat-tempat maskiat mana aja kita akan tunjukkan datanya lengkap dengan alamat, nama pemilikdan dengan bekingnya siapa.
Kalau antum tanya siapa jendral-jendral yang jadi beking maksiat kita punya data untuk itu, nah kalau ada orang luar yang bertanya pada FPI, kita akan tanya dulu kepentingan anda apa, kalau dia mau ikut berjuang bersama kita untuk hantam dan lain sebagainaya, itu tidak jadi masalah dan kita bersama-sama lakukan. Tapi kalau dia cuma ingin minta bocoran dan kemudia dia tidak melakukan perjuangan buat apa, sama dengan ICW, dia mau berikan data kepada kita siapa koruptor tapi dengan syarat FPI harus ikut metode dia dengan penuntutan lewat proses hukum. Sementara FPI mengatakan berikan kami data, dan kami hantam dengan cara kami.

ISLAT:
Bib...Dalam konsep amar ma'ruf tadi apa hubungannya dengan penghantaman terhadap Ahammadiyyah, kira kira dosa apa yang telah dilakukan oleh Ahmadiyah ?

H Rizieq:
Kalau Ahmadiyyah itu memang kita harus bedakan, karena ada perbedaan dan ada penyimpangan. Kalu antara mazahib-mazahib Islamiyyah seperti Syafi'i, Maliki. Hambali, Hanafi, termasuk Ja'fari, dan lain sebagainya, ini kita anggap termasuk di dalam lingkar perbedaan yang kita harus tenggang rasa juga berdialog. Dan ini tidak bisa diselesaikan kecuali dengan dialog. Tapi kalau Ahmadiyyah ini sudah sesuatu yang lain, dia sudah di luar dari Islam kita melihat sudah bukan perbedaan lagi tapi merupakan suatu penyimpangan, karena FPI melihat ini penyimpangan maka ini kita anggap sebagai min akbaril munkara. Nah kalau kemungkaran-kemungkaran seperti tadi judi, minuman keras, pelacuran kita hantam begitu keras apalagi kemungkaran akidah, kemungkaran yang mengatakan ada nabi setelah nabi Muhammad, ada kitab suci setelah al-Quran dan itu bagian dari keyakinan Ahmdiyyah, nah ini yang menjadi problem. Karena FPI melihat Ahmadiyyah ini sebagai suatu bahaya akidah yang sangat-sangat merusak dan kita lihat ini bukan lagi perbedaan, tapi masuk dalam konsep penyimpangan maka, kita sudah berikan peringatan, kita sudah minta baik-baik kepada pemerintah tahunan bukan lagi bulanan tapi ternyata tidak ada gerakan. Karena tidak ada gerakan dari pemerintah menyebabkan tiba-tiba munculnya gerakan masyarakat yang langsung menghantam Ahmadiyyah ini ibarat lemparan bola FPI lalu menyambut. Nah ini merupakan momentum dan kesempatan kita hantam dan kita tekan pemerintah untuk mengeluarkan kepres untuk melarang Ahmadiyyah dari Indonesia, atau kalau Ahmadiyyah masih mau diizinkan oleh pemerintah (seumpamanya) tapi di KTP jangan di tulis Umat Islam !. jangan di tulis Islam, karena gara-gara ditulis Islam dia bisa masuk ke mekah ke madinah dan ini merupakan pelecehan buat harammain, nah ini yang kita tolak, dan jangan dianggap perbedaan kita seperti perbedaab suni dan syi'ah, karena ini sangat berbeda jauh. Kalau suni dan syi'ah merupakan suatu perbedaan
dan silahkan saling duduk dan berdialog bukan saling serang, tapi kalau Ahmadiyyah berbeda, inkarus sunah, islam jama'ah dan ini udah keluar dari islam. begitu juga NU dan Muhammadiyah, itu merupakan suatu perbedaan, walaupun Muhammadiyah tidak berpegang kepada suatu mazhab, Muhammadiyah menggunakan lembaga tarjih, dia melihat pendapat-pendapat, tapi tetap dalam konteks dia tidak keluar dari ajaran Islam, sehingga perbedaan antara NU dan Muhammadiyah dan lain sebagainya, itu suatu perbedaan. Ada beberapa konsep yang kita berbeda di mana menurut FPI, tidak bisa diselsaikan kecuali dengan cara frontal di lapangan.

ISLAT:
Apa benar Bib...FPI mendapat kucuran dana dari luar negeri sebagaimana organisasi -organisasi keagamaan, LSM-LSM dan organisasi lainnya, misalnya dari TAF [The Asia Foundation] yang jelas jelas dibalik TAF adalah Zionist...?.

H Rizieq:
Itu lagu lama, sekarang ga usah jauh-jauh, syi'ah pun banyak isu-isu yang mengatakan dapat dana dari sana atau sini, misal syi'ah ini di biayai iran, jadi udah cape deh kita menangani hal itu. Karena ini pembunuhan karakter itu biasanya begini, saya kasih contoh yang kecil, misal laskar FPI menyerbu satu diskotik, lalu preman mereka bubar mereka tidak berani menghadapi laskar, nah sekarang bagaimana mereka menghadapi laskar, secara fisik mereka tidak berani, mereka menuntut polisipun kadang-kadang mereka pun terlalu lama untuk menjatuhkan FPI nah makanya mereka bikin isu yang menyatakan berangkas kami hilang handphon kami hilang dan juga ada yang megang payudara si-a nanti si perempuannya bilang iya payudara saya dipegang, ini ana anggap pembunuhan karakter mereka membunuh karakter supaya FPI itu dijauhkan dari masyarakat, kalau masyarakat dengar begitu maka meraka akan bilang "wah ga bener nih FPI" nah jika FPI dijuhi dari masyarakat FPI tidak akan punya tenaga dan kekuatan untuk berjuang, selama ini rahasia kekuatan FPI Bi iznillahi karena dukungan masyarakat.

ISLAT:
Pertanyaan terakhir Bib, [Karena Habib Rizieq sudah di tunggu panitia seminar untuk mengisi seminar yang diadakan Oleh HPI] Apakah Habib tidak takut kalau nantinya dicap teroris apalagi Habib datang ke Iran [Oleh Media Massa barat Iran adalah sarang teroris. Red] sebagai seorang pergerakan?.

H Rizieq:
Kita Tidak pernah takut dituduh seperti itu, antum perlu tahu bahwa Imam Syafi'I ra dulu saking cintanya kepada Ahlilbayt dituduh rafidhi, lalu apa jawaban Imam Syafi'i "lau kana rabbu hubbu ali muhammadin fal yattabiq tsaqolain anani rafiidzi" itu jawaban Imam syafi'i sekarang ana mau tiru syairnya Imam syafi'i "lau kana irhaban difaau islami fal yattabiq tsaqolaini anani irhabi". jadi kalau membela Islam itu di anggap teroris maka saya lah teroris itu.

ISLAT:
Makasih Bib atas waktunya.

H Rizieq:
Sama sama.[Fikcya/Edrus].
####################################################################

Membandingkan kesigapan POLRI pada pelaku video porno memang kesannya diskriminatif dibandingkan dengan aksi FPI, tidak hanya ini coba simak sikap POLRI atas kasus video porno sekarang yang melibatkan artis populer sekarang ini begitu cepat diproses ya karena Luna Maya, Ariel dan Cut Tari begitu cepat reaksinya karena tidak punya backing politisi atau penguasa, bandingkan kasus serupa yang melibatkan Yahya Zaini (Kader Golkar yang digadang-gadang saat itu) yang heboh dengan Maria Eva, inilah wajah penegakan hukum kita belum lagi kalau kita bicara mafia hukum.

Bagaimana dengan FPI, kayaknya sejarah masa lalu berulang Walisongo berkolaborasi dengan Raden Fatah Penguasa Demak mempolitisir agama sehingga yang tidak seide dengan islamisasi ala walisongo ya tidak diberi tempat ya contohnya syekh siti jenar. Tentu saja saya tidak bermaksud mengajak teman-teman di sini untuk menyamakan Ribka dan Rieke Dyah Pitaloka dengan syekh siti jenar, lho.

Stop politisasi agama.

Wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Sab, 26/6/10, aldiy@yahoo.com <aldiy@yahoo.com> menulis:

> Dari: aldiy@yahoo.com <aldiy@yahoo.com>
> Judul: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Tanggal: Sabtu, 26 Juni, 2010, 4:26 PM
> Nah,diskusi dg pak muiz bermanfaat
> sekali,kita nggak keberatan saling membetulkan kekeliruan
> dalam dialektika. Amar makruf nahi munkar bukanlah dulisme.
> Ketika kita mengedepankan salah satu, berarti juga
> mengikutkan yang lain,menampilkan nahi munkar berarti juga
> amar makruf. Dalam tindakan fpi yg menjarah atau hti yg anti
> demokrasi,nggak ada nilai itu.
> (Ada tesis anggota wm ttg dialektika kekerasan
> fundamentalisme ini,saya harapkan suatu waktu dijadikan
> buku, utk luruskan persepsi kita ttg komunikasi simbolik
> bahasa)
>
> Aparat polisi yg lebih cepet menangkap kasus video
> ketimbang tangkepin preman fpi,misalnya, makin mengaburkan
> nilai amar nahi itu. Kalo terus begini pembodohan ummat
> islam makin sistemik.
> Salam
> Mia
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
> Nyambung Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: Abdul Muiz <muizof@yahoo.com>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Date: Sat, 26 Jun 2010 17:02:01
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi
> Kesehatan Komisi IX DPR
>
> Tentu saja aksi FPI CS membubarkan aparatur negara (anggota
> Komisi DPR RI) adalah bermasalah, FPI menuduh bahwa acara
> pengobatan gratis sebagai kedok untuk temu kangen dengan
> generasi PKI, tuduhan tanpa bukti justru bisa berbalik pada
> FPI bahwa aksi FPI adalah pemuasan syahwat berkedok nahi
> mungkar. Tentu saja umat islam yang jujur tidak setuju
> prinsip amar makruf nahi mungkar menjadi alat pembungkus
> demi pembenaran aksi melanggar HAM.
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> --- Pada Sab, 26/6/10, aldiy@yahoo.com
> <aldiy@yahoo.com>
> menulis:
>
> > Dari: aldiy@yahoo.com
> <aldiy@yahoo.com>
> > Judul: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi
> Kesehatan Komisi IX DPR
> > Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Tanggal: Sabtu, 26 Juni, 2010, 3:22 PM
> > Hikmah ajarnya yaitu amar makruf nahi
> > munkar adalah rencana aksi yg seimbang,gitu kan? Lalu
> pada
> > prakteknya melabrak minoritas,menjarah orang
> > seminar,melarang orang beribadah - memukuli orang
> demo,itu
> > bukan aksi nahi munkar apalagi amar makruf? Emangnya
> ada
> > kandungan hikmah ajar tradisi nabi dalam aksi2
> > kayak gitu?
> >
> > Di sinilah test utk kita muslim cinta damai ,
> dimana
> > keberpihakan kita? Sikap ini mempengaruhi
> keputusan,aksi
> > kita yg akhirnya terkumpul jadi nilai yg kita wariskan
> pada
> > generasi mendatang. Maksudku, implikasi dari
> keberpihakan
> > kita besar sekali.
> >
> > Salam
> > Mia
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus
> XL,
> > Nyambung Teruuusss...!
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Abdul Muiz <muizof@yahoo.com>
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Date: Sat, 26 Jun 2010 11:18:37
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan
> Sosialisasi
> > Kesehatan Komisi IX DPR
> >
> > FPI dan HTI itu lebih mengedepankan nahi mungkar,
> sehingga
> > kesannya amar makrufnya jadi samar-samar.
> >
> > Wassalam
> > Abdul Mu'iz
> >
> > --- Pada Sab, 26/6/10, aldiy@yahoo.com
> > <aldiy@yahoo.com>
> > menulis:
> >
> > > Dari: aldiy@yahoo.com
> > <aldiy@yahoo.com>
> > > Judul: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan
> Sosialisasi
> > Kesehatan Komisi IX DPR
> > > Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > > Tanggal: Sabtu, 26 Juni, 2010, 9:04 AM
> > > Kalo fpi,hti,hmna dkk nggak sadar
> > > sendiri maka orang lain akan menyadarkan
> > mereka.membuat
> > > arcon jadi rindu suharto :-( Caranya ruang
> mereka
> > mesti
> > > diperkecil, bukan malah dilebarin atau
> disejajarkan.
> > Yg
> > > mengganggu ketertiban umum ditangkepin semua
> ketika
> > mereka
> > > berulah,biang2nya dipenjara lebih lama ato
> dikucilin
> > secara
> > > sosial. Pengikutnya dibimbing disadarkan.saya
> nggak
> > pernah
> > > capek berdakwah di kalangan pks hti kapan saja
> > sempet:-)
> > > Saya berceramah karena rasa sayang kpd mereka.
> Kalo
> > lagi
> > > kesel mendingan diam dulu.
> > > Sayap muhammadiyah nu yg moderat mesti jadi
> sparring
> > > partner mereka, jangan malah apologis. Kurasa
> lsm/ngo
> > utk
> > > capacity building jamaah sesat ini mesti
> didirikan
> > karena
> > > ngo punya strategi inovatif utk ini. Warna islam
> yg
> > > diajarkan adalah warna kemanusiaan dg konteks
> > indonesia ke
> > > masa depan, bukan arab abad 6.
> > > Gimana temans? Setuju?
> > > Salam
> > > Mia
> > >
> > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal
> Bagus
> > XL,
> > > Nyambung Teruuusss...!
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: "Ary Setijadi Prihatmanto" <ary.setijadi@gmail.com>
> > > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > > Date: Fri, 25 Jun 2010 11:33:54
> > > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > > Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan
> > Sosialisasi
> > > Kesehatan Komisi IX DPR
> > >
> > > Mbak Mia,
> > >
> > > In their universe, mereka kan merasa jadi subyek
> yang
> > > beraksi.
> > > Orang lain kan kerak neraka, pastinya takut dah
> sama
> > > mereka....
> > >
> > > Apa mereka merasa jadi "tools" dari suatu Subyek
> lain
> > dalam
> > > kaitannya sama
> > > mediasi ke Obyek tertentu (activity theory,
> sekalian
> > pake
> > > teori buatan orang
> > > Sovyet :-D)? Kayaknya gak... :-(
> > > Dan kayaknya juga, gak ada mekanisme perbaikan
> diri
> > yang
> > > memugkinkan mereka
> > > sadar itu.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ----- Original Message -----
> > > From: <aldiy@yahoo.com>
> > > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > > Sent: Saturday, June 26, 2010 8:32 AM
> > > Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan
> > Sosialisasi
> > > Kesehatan Komisi IX
> > > DPR
> > >
> > >
> > > > Arcon grombolan fpi dan sejenisnya ini
> makin
> > > merajalela saja.bagian dari
> > > > premanism akar rumput dg warna
> > fundamentalis.menurutmu
> > > sikap kita
> > > > memelihara fpi ini bagian dari taktis
> manajemen
> > preman
> > > ato karena kita
> > > > takut?
> > > > Salam
> > > > Mia
> > > >
> > > > Sent from my BlackBerry® smartphone from
> Sinyal
> > Bagus
> > > XL, Nyambung
> > > > Teruuusss...!
> > > >
> > > > -----Original Message-----
> > > > From: Ari Condro <masarcon@gmail.com>
> > > > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > > > Date: Fri, 25 Jun 2010 07:52:14
> > > > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > > > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > > > Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan
> > > Sosialisasi Kesehatan Komisi
> > > > IX
> > > > DPR
> > > >
> > > > 1. acaranya jelas sosialisasi masalah
> kesehatan,
> > bukan
> > > inisiasi ideologi
> > > > pki. (lain kali kalo ada yg bikin
> inisiasi
> > > ideologi islam yg berbau makar
> > > > pada pemerintah kayak bikin bikin kerajaan
> islam
> > ala
> > > khilafah gue bisa
> > > > doenk
> > > > bubarin secara sepihak, palagi yg bau
> baunya
> > ngedukung
> > > terorisme)
> > > >
> > > > 2. yg membuat acara anggota DPR dan bukan
> dalam
> > rangka
> > > penyebaran
> > > > komunisme
> > > >
> > > > 3. forum banyuwangi cinta damai dan fpi gak
> > punya
> > > wewenang ngebubarin
> > > > acara
> > > > secara sepihak.
> > > >
> > > >
> > > > salam,
> > > > Ari
> > > >
> > > >
> > > > 2010/6/25 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
> > > >
> > > >>
> > > >>
> > > >> Pantulan:
> > > >> Ada sebuah kejadian tentang kasus
> seorang
> > pencuri
> > > yang sempat ketahuan
> > > >> dan
> > > >> melarikan diri sambil diteriaki oleh
> sang
> > pemilik
> > > rumah dengan ucapan:
> > > >> "PKI...", lalu pencuri ini membalas
> teriakan
> > > tersebut dengan: "Saya bukan
> > > >> PKI, saya pencuri".
> > > >>
> > > >> UU No.27 thn 1999 dengan tegas
> menyatakan
> > melarang
> > > penyebaran,
> > > >> pengembangan
> > > >> marxisme-komunisme atau bentuk
> perwujudan
> > lainnya
> > > (Psl.107a), serta
> > > >> menegaskan bahwa dipidana penjara 15
> (lima
> > belas)
> > > tahun barang siapa yang
> > > >> mendirikan yang diketahui atau patut
> diduga
> > > menganut ajaran
> > > >> komunisme/marxisme-leninisme dalam
> segala
> > bentuk
> > > perwujudannya, barang
> > > >> siapa
> > > >> yang mengadakan hubungan dengan atau
> > memberikan
> > > bantuan kepada
> > > >> organisasi,
> > > >> baik di dalam maupun di luar negeri,
> yang
> > > diketahui berasaskan
> > > >> marxisme-komunisme dalam segala bentuk
> dan
> > > perwujudannya (Psl.107e).
> > > >>
> > > >> Salam
> > > >> HMNA
> > > >>
> > >
> >
> ****************************************************************
> > > >>
> > > >> BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
> > > >>
> > > >> WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
> > > >> [Kolom Tetap Harian Fajar]
> > > >> 476 Lindungilah Tunas Bangsa dari
> Marxisme
> > > >>
> > > >> "Pembakaran buku Franz hanya satu
> simbol.
> > Seluruh
> > > buku komunis harus
> > > >> dimusnahkan, sebab meracuni generasi
> muda,"
> > ujar
> > > HM Suaib D, Ketua Umum
> > > >> Gerakan Pemuda Islam (GPI) kepada pers.
> GPI
> > adalah
> > > salah satu di antara
> > > >> 33
> > > >> ormas pendukung Aliansi Anti Komunis
> (AAK).
> > Yang
> > > dimaksud dengan buku
> > > >> Franz
> > > >> adalah buku berjudul Pemikiran Karl
> Marx
> > oleh
> > > Franz Magnis Suseno. Ratna
> > > >> Srumpaet yang mewakili Aliansi untuk
> > Kemerdekaan
> > > Berpikir dan Bersuara
> > > >> (AKBB) menyahut: "Iqra, bacalah, bukan
> > bakarlah!"
> > > Hai, Ratna, jangan
> > > >> memotong ayat. Lengkapnya Firman Allah
> (demi
> > > keotentikan transliterasi
> > > >> huruf
> > > >> demi huruf):
> > > >> -- AQRA^ BASM RBK ALDZY KHLQ (S. AL
> 'ALQ,
> > 1),
> > > dibaca: Iqra' bismi
> > > >> rabbikal
> > > >> ladzi- khalaq (s. al 'alaq), artinya:
> > > >> -- Bacalah atas nama Maha Pemeliharamu
> Yang
> > > mencipta (96:1).
> > > >>
> > > >> Apakah masuk dalam logika sehat, para
> remaja
> > dan
> > > mahasiswa Muslim disuruh
> > > >> atas nama Allah Yang Maha Pemelihara
> Maha
> > Pencipta
> > > untuk membaca
> > > >> buku-buku
> > > >> beraliran kiri yang berlandaskan
> paradigma
> > > atheisme historische
> > > >> materialisme, hai Sarumpaet? Sekali
> lagi
> > kami
> > > ingatkan, jangan mengelabui
> > > >> para remaja dan mahasiswa Muslim dengan
> > menjual
> > > ayat secara memotong
> > > >> ayat,
> > > >> hai Sarumpaet!
> > > >>
> > > >> AAK berjanji akan menyisir dan membakar
> > buku-buku
> > > kiri pada Hari
> > > >> Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2001.
> Penyisiran
> > dan
> > > pembakaran itu tidak
> > > >> jadi
> > > >> dilaksanakan, bukan karena Pemerintah
> > melarang
> > > sweeping buku kiri.
> > > >> "Gertakan
> > > >> yang serius" dari AAK berhasil
> menciutkan
> > nyali
> > > pemilik toko buku yang
> > > >> berorientasi pada pertimbangan
> ekonomis.
> > Para
> > > pemilik toko buku tidak
> > > >> berani
> > > >> mengambil risiko, sehingga
> mengembalikan
> > buku-buku
> > > kiri kepada
> > > >> penerbitnya
> > > >> sebelum 20 Mei.
> > > >>
> > > >> ***
> > > >> Bertebarnya buku-buku marxisme pada
> > hakekatnya
> > > tidak terpisahkan dari
> > > >> gerilya politik yang dilancarkan oleh
> > komunis
> > > gaya-baru. Buku-buku aliran
> > > >> kiri itu sangat bermanfaat bagi gerakan
> > komunis
> > > gaya baru tersebut dalam
> > > >> upaya menjaring para remaja dan
> mahasiswa
> > Muslim
> > > untuk dibina melalui
> > > >> diskusi sehingga para remaja dan
> mahasiswa
> > Muslim
> > > itu tanpa sadar menjadi
> > > >> pion-pion orang-orang komunis, karena
> mereka
> > telah
> > > diberi suntikan
> > > >> "narkoba"
> > > >> marxisme sehingga terbius. Beberapa
> mahasiswa
> > saya
> > > di Fakultas Teknik UMI
> > > >> menjadi simpatisan Partai Rakyat
> Demokratik
> > (PRD)
> > > dari bacaan-bacaan yang
> > > >> dibacanya dan dari diskusi-diskusi yang
> > > diikutinya. Mereka menyangka
> > > >> seorang
> > > >> marxist dapat saja menjadi Muslim yang
> baik.
> > > Bahkan Drs H. Abdurrahman,
> > > >> seorang dosen senior IAIN, mengakatakan
> > dalam
> > > sebuah forum mubahatsah,
> > > >> bahwa
> > > >> tidak kurang dari
> mahasiswa-mahasiswanya
> > adalah
> > > simpatisan PRD yang
> > > >> menyangka bahwa marxisme itu sangat
> Islami.
> > Di
> > > Jakarta onderbouw dari PRD
> > > >> yaitu Forum Kota (Forkot) dan Front
> Aksi
> > Mahasiswa
> > > dan Rakyat Untuk
> > > >> Demokrasi (Famred), berbasis massa di
> IAIN.
> > > >>
> > > >> Cerita lama berulang kembali. Riwayatmu
> dulu
> > > (meminjam ungkapan Gesang
> > > >> dalam Bengawan Solo), Alimin, yang
> orang
> > tuanya
> > > Muslim yang baik, sejak
> > > >> umur
> > > >> 16 tahun "dicuri" dari orang tuanya
> dikirim
> > ke
> > > Rusia ditempa menjadi
> > > >> kader
> > > >> komunis. Pulang ke Indonesia menjadi
> > benggolan
> > > komunis yang menyusup ke
> > > >> dalam Syarikat Islamnya Allahu yarham
> HOS
> > > Tjokroaminoto. Riwayatmu ini
> > > >> (juga
> > > >> meminjam dari Gesang), Budiman
> Sudjatmiko,
> > yang
> > > orang tuanya Muslim taat
> > > >> di
> > > >> Bogor menjadi Ketua PRD dan Faisal
> Reza,
> > yang
> > > kemanakan Tosari Wijaya,
> > > >> menjadi Sekjen PRD, merupakan reklame
> yang
> > baik
> > > sekali untuk memikat para
> > > >> remaja dan mahasiswa Muslim dengan
> slogan
> > palsu:
> > > "Seorang marxist dapat
> > > >> saja
> > > >> menjadi Muslim yang baik, dan marxisme
> itu
> > sangat
> > > Islami."
> > > >>
> > > >> Agar para remaja, mahasiswa dan buruh
> Muslim
> > dapat
> > > menjaga diri tidak
> > > >> kena
> > > >> suntik narkoba marxisme oleh gerilya
> politik
> > > komunis gaya-baru, maka di
> > > >> samping PRD, Famred dan Forkot yang
> telah
> > > disebutkan di atas, perlu
> > > >> mengetahui pula ormas-ormas yang
> sejenisnya:
> > Liga
> > > Mahasiswa Untuk
> > > >> Demokrasi
> > > >> (LMUD), Komite Buruh Aksi untuk
> Reformasi
> > (Kobar),
> > > Front Nasional
> > > >> Perjuangan
> > > >> Buruh Indonesia (FNPBI), dan Serikat
> Buruh
> > > Sejahtera Indonesia (SBSI).
> > > >> Agitasi yang dilancarkan mereka
> berselubung
> > > ataupun bertopengkan
> > > >> memperjuangkan demokrasi, HAM dan
> membela
> > kaum
> > > buruh.
> > > >>
> > > >> ***
> > > >>
> > > >> UUD 1945 mengamanatkan kepada
> Pemerintah
> > untuk
> > > mencerdaskan kehidupan
> > > >> bangsa. Maka berkatalah Tri Agus,
> > koordinator
> > > AKBB: "Bagaimana bangsa ini
> > > >> mau cerdas kalau bukunya dibakar".
> Bangsa ini
> > akan
> > > tetap dapat dibuat
> > > >> cerdas
> > > >> tanpa peredaran buku-buku kiri, hai
> Agus.
> > Bahkan
> > > tunas bangsa harus
> > > >> dilindungi dari racun atheisme yang
> > ditebarkan
> > > oleh buku-buku kiri. UUD
> > > >> mengamanatkan kepada Pemerintah untuk
> > melindungi
> > > segenap bangsa
> > > >> Indonesia.
> > > >> Terhadap racun atheisme Tap MPRS
> > No.XXV/MPRS/1966,
> > > yang dikukuhkan oleh
> > > >> Tap
> > > >> MPR No.V/MPR/1973, mengamanatkan kepada
> > Pemerintah
> > > untuk melarang
> > > >> penyebaran
> > > >> ajaran komunisme, leninisme dan
> marxisme.
> > Lagi
> > > pula UU No.27 thn 1999
> > > >> menegaskan pelanggaran terhadap larangan
> itu
> > > adalah tindak pidana.
> > > >> WaLlahu
> > > >> A'lamu bi Al Shawa-b.
> > > >>
> > > >> *** Makassar, 27 Mei 2001
> > > >> [H.Muh.Nur Abdurrahman]
> > > >>
> > > >> http://waii-hmna.blogspot.com/2001/05/476-lindungilah-tunas-bangsa-dari.html

>
> >
> > > >>
> > > >>
> > >
> >
> ###############################################################
> > > >>
> > > >>
> > > >> ----- Original Message -----
> > > >> From: "sunny" <ambon@tele2.se
> > > <ambon%40tele2.se>>
> > > >> To: <Undisclosed-Recipient:;>
> > > >> Sent: Friday, June 25, 2010 07:11
> > > >> Subject: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan
> > > Sosialisasi Kesehatan Komisi IX
> > > >> DPR
> > > >>
> > > >>
> > > >> http://www.antaranews.com/berita/1277385567/fpi-bubarkan-sosialisasi-kesehatan-komisi-ix-dpr

>
> >
> > > >>
> > > >> FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan
> Komisi IX
> > DPR
> > > >> Kamis, 24 Juni 2010 20:19 WIB |
> Peristiwa |
> > > Kesehatan |
> > > >> Banyuwangi (ANTARA News) - Front
> Pembela
> > Islam
> > > (FPI) bersama Forum
> > > >> Banyuwangi Cinta Damai dan LSM Gerak
> > membubarkan
> > > acara sosialisasi
> > > >> kesehatan
> > > >> gratis yang digelar Komisi IX DPR di
> salah
> > satu
> > > rumah makan di Kelurahan
> > > >> Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Jawa
> Timur,
> > Kamis.
> > > >>
> > > >> "Ini ada komunitas anggota PKI (Partai
> > Komunis
> > > Indonesia). Kenapa ada di
> > > >> sini?" kata Ketua FPI Banyuwangi, Aman
> > Faturahman,
> > > kepada sejumlah
> > > >> peserta
> > > >> pertemuan yang terkejut melihat
> kehadiran
> > anggota
> > > FPI itu.
> > > >>
> > > >> Acara sosialisasi kesehatan gratis itu
> > dihadiri
> > > Ketua Komisi IX DPR, dr.
> > > >> Ribka Tjiptaning Proletariati dan
> anggota
> > Komisi
> > > IX, Rieke Dyah Ayu
> > > >> Pitaloka.
> > > >>
> > > >> Melihat suasana yang semakin memanas,
> > panitia
> > > segera mengevakuasi Ribka
> > > >> dan
> > > >> Rieke ke kantor DPC Partai Demokrasi
> > Indonesia
> > > Perjuangan (PDIP) di Jalan
> > > >> Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi.
> > > >>
> > > >> Menurut Ketua FPI Banyuwangi, pertemuan
> itu
> > > merupakan acara temu kangen
> > > >> bekas anggota PKI dan keturunannya,
> sehingga
> > > pertemuan tersebut harus
> > > >> dibubarkan.
> > > >>
> > > >> "Sosialisasi kesehatan gratis dari
> Komisi IX
> > hanya
> > > sebagai kedok. Saya
> > > >> curiga acara itu merupakan kegiatan
> > terselubung
> > > untuk menumbuhkan
> > > >> semangat
> > > >> komunisme lagi karena banyak peserta
> dari
> > luar
> > > Kabupaten Banyuwangi yang
> > > >> datang," kata Aman.
> > > >>
> > > >> Untuk itu, lanjut dia, FPI bersama
> > organisasi
> > > masyarakat Islam di
> > > >> Banyuwangi membubarkan acara tersebut
> untuk
> > > menjaga kondusivitas keamanan
> > > >> di
> > > >> kabupaten paling timur Pulau Jawa itu.
> > > >>
> > > >> "Kami mengantisipasi tumbuhnya bibit
> PKI
> > baru
> > > karena gerakan PKI pada
> > > >> tahun
> > > >> 1965 berawal dari Kabupaten
> Banyuwangi,"
> > katanya
> > > menambahkan.
> > > >>
> > > >> Sementara itu, Ribka Tjiptaning mengaku
> > kecewa
> > > dengan sikap FPI yang
> > > >> membubarkan secara paksa acara
> sosialisasi
> > > kesehatan gratis Komisi IX
> > > >> DPR.
> > > >> Padahal, menurut dia, sosialisasi
> tersebut
> > sangat
> > > diperlukan oleh
> > > >> masyarakat
> > > >> di daerah.
> > > >>
> > > >> "Kami tidak melakukan temu kangen bekas
> > anggota
> > > atau keturunan PKI di
> > > >> Banyuwangi. Acara kami ini murni tugas
> Komisi
> > IX
> > > DPR tentang sosialisasi
> > > >> pentingnya penyediaan fasilitas
> kesehatan
> > gratis
> > > di daerah," katanya.
> > > >>
> > > >> Penulis buku berjudul "Aku Bangga Jadi
> Anak
> > PKI"
> > > itu pada 2002 mengaku
> > > >> sudah terbiasa mengalami intimidasi
> seperti
> > itu.
> > > >>
> > > >> "Ini menunjukkan bahwa negara kita
> belum
> > > demokratis sehingga orang lain
> > > >> masih berpikir awam tentang latar
> belakang
> > saya,"
> > > katanya.
> > > >>
> > > >> Sementara itu, Rieke menambahkan,
> kegiatan
> > > sosialisasi kesehatan gratis
> > > >> tersebut merupakan kegiatan umum dan
> bisa
> > dihadiri
> > > siapa saja, termasuk
> > > >> bekas anggota atau keturunan PKI.
> > > >>
> > > >> "Saya menyayangkan sikap yang dilakukan
> FPI
> > karena
> > > bekas anggota atau
> > > >> keturunan PKI juga warga negara
> Indonesia,"
> > > katanya.
> > > >>
> > > >> Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten
> Banyuwangi,
> > > Muhammad Abas, mengatakan
> > > >> undangan yang hadir dalam kegiatan
> > sosialisasi
> > > kesehatan gratis tersebut
> > > >> berasal dari berbagai elemen, namun
> beberapa
> > > peserta yang hadir merupakan
> > > >> keturunan keluarga bekas anggota PKI.
> > > >>
> > > >> "Memang benar, ada beberapa peserta
> yang
> > keturunan
> > > keluarga bekas anggota
> > > >> PKI," kata Abas yang juga menjadi
> panitia
> > dalam
> > > kegiatan tersebut.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Get real-time World Cup coverage on the Yahoo! Toolbar. Download now to win a signed team jersey!

.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment